Sabtu, 12 Mac 2016

Larangan Tashabuh dengan Orang Kafir



Larangan Tashabuh dengan Orang Kafir

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi)

وَلَن تَرْضَى عَنكَ الْيَهُودُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللّهِ مِن وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيرٍ

“Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, sesungguhnya petunjuk Allah Subhanahuwata’ala tulah petunjuk (yang benar). Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (Al-Baqarah:120)

Penjelasan Ayat

Di dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahuwata’ala menyingkap apa yang terdapat di dalam hati orang-orang kafir dari kalangan Yahudi dan Nashara berupa ketidaksenangan mereka terhadap Islam yang dibawa oleh Rasulullah Sholallahualaihiwasalam dan para pengikutnya. Sehingga seluruh kemampuan yang mereka miliki, mereka gunakan untuk menggiring kaum muslimin agar mengikuti agama dan keyakinan mereka yang batil. Mereka jalankan makar tersebut sedikit demi sedikit, hingga akhirnya seorang muslim keluar dari Islam dan condong kepada agama mereka, wal ‘iyadzu billah.

Karena itu, agama Islam menganjurkan untuk selalu menyelisihi kebiasaan orang-orang kafir sebagai sikap berlepas diri dari mereka dan keyakinan mereka. Sekaligus juga upaya menutup pintu masuknya pengaruh dan sikap kecondongan kepada agama dan tradisi yang mereka bawa.

Al-’Allamah Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di Rahimahullah dalam menjelaskan ayat ini berkata:

“(Allah Subhanahuwata’ala ) mengabarkan kepada Rasul-Nya bahwa Yahudi dan Nashara tidak senang kepadanya kecuali (bila kita) mengikuti agama mereka. Sebab mereka senantiasa mengajak kepada apa yang menjadi keyakinan mereka dan menyangka bahwa itu adalah petunjuk. Maka katakanlah kepada mereka: “Sesungguhnya petunjuk Allah yang engkau diutus dengannya adalah petunjuk yang sebenarnya. Adapun apa yang kalian yakini itu adalah hawa nafsu, dengan dalil firman Allah Subhanahuwata’ala :

“Dan jika engkau mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang kepadamu ilmu, maka Allah tidak akan menjadi wali dan penolongmu.”

Di dalam ayat ini terdapat larangan besar untuk mengikuti hawa nafsu Yahudi dan Nashara. Juga larangan menyerupai mereka terhadap apa yang khusus dari agama mereka. Pembicaraan ini walaupun ditujukan kepada Rasulullah Sholallahualaihiwasalam , sesungguhnya umatnya termasuk di dalamnya. Sebab yang menjadi ibrah adalah keumuman maknanya dan bukan kekhususan siapa yang diajak berdialog, sebagaimana pula yang menjadi ibrah adalah keumuman suatu lafadz dan bukan dikhususkan pada sebab turunnya.” (Taisir Al-Karimir Rahman, 64-65)

Berkata pula Ibnu Jarir Rahimahullah dalam menafsirkan ayat ini: “Wahai Muhammad, tidaklah Yahudi dan Nashara senang kepadamu selamanya. Maka biarkanlah mereka untuk mengikuti apa yang menyenangkan mereka dan yang sesuai dengan mereka. Dan carilah apa yang mendatangkan ridha Allah dalam mengajak mereka kepada apa yang Allah utus kepadamu berupa kebenaran.” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/164)

Demikian pula yang dijelaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah setelah menyebutkan ayat ini: “Perhatikanlah bagaimana Allah mengatakan dalam pengkabaran tersebut ‘millah mereka’ dan mengatakan dalam hal larangan ‘hawa-hawa nafsu mereka’ sebab kaum tersebut (Yahudi dan Nashara) tidaklah senang kecuali (bila kita) mengikuti millah (ajaran) mereka secara mutlak. Hardikan (Allah) tersebut adalah dalam hal mengikuti hawa nafsu mereka sedikit atau banyak. Dan merupakan perkara yang telah diketahui bahwa mengikuti mereka terhadap apa yang ada di dalam agama mereka adalah termasuk jenis mengikuti apa yang mereka lakukan dari hawa nafsu atau menjadi sebab mengikuti hawa nafsu mereka.” (Iqtidha Ash-Shirathil Mustaqim, 1/87)

Nash-nash Larangan Tasyabbuh dengan Orang Kafir

Di dalam Al-Qur’an Al-Karim dan As-Sunnah An-Nabawiyyah yang shahih banyak menyebutkan larangan bagi kaum muslimin untuk menyerupai dan mengikuti cara hidup orang-orang kafir baik secara global maupun terperinci. Di mana semua itu menunjukkan bahwa agama Allah Subhanahuwata’ala ini dibangun di atas prinsip yang menjadi salah satu pondasi Islam yaitu berlepas diri dan menyelisihi ash-habul jahim (penghuni jahannam) dari kalangan orang-orang kafir.

Di antara dalil yang menjelaskan hal tersebut adalah firman-Nya:

وَلَقَدْ آتَيْنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ وَرَزَقْنَاهُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ وَآتَيْنَاهُم بَيِّنَاتٍ مِّنَ الْأَمْرِ فَمَا اخْتَلَفُوا إِلَّا مِن بَعْدِ مَا جَاءهُمْ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ إِنَّ رَبَّكَ يَقْضِي بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِّنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاء الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

إِنَّهُمْ لَن يُغْنُوا عَنكَ مِنَ اللَّهِ شَيئًا وإِنَّ الظَّالِمِينَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُتَّقِينَ

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Bani Israil Al Kitab (Taurat), kekuasaan, dan kenabian. Dan Kami berikan kepada mereka rizki-rizki yang baik serta Kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa (pada masanya). Dan Kami berikan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata tentang urusan (agama). Maka tidaklah mereka berselisih melainkan sesudah datang kepada mereka pengetahuan karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Sesungguhnya Tuhanmu akan memutuskan antara mereka pada hari kiamat terhadap apa yang selalu mereka perselisihkan padanya. Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu. Maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sedikitpun dari (siksaan) Allah. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain, dan Allah adalah pelindung orang-orang yang bertakwa.” (Al-Jatsiyah: 16-19)

Syaikhul Islam Rahimahullah berkata:

“Allah mengabarkan bahwa Ia memberikan kenikmatan kepada Bani Israil dengan berbagai kenikmatan dunia dan akhirat. Dan bahwa mereka berselisih setelah datangnya ilmu kepada mereka disebabkan menentang al-haq sebagian mereka terhadap sebagian yang lain. Lalu Allah menjadikan Muhammad r berada di atas syariat yang telah ditetapkan-Nya, memerintahkan (umat ini) untuk mengikuti beliau dan melarang dari mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak berilmu. Termasuk orang-orang yang tidak berilmu adalah semua orang yang menyelisihi syariat-Nya.

Hawa nafsu adalah apa yang mereka condong kepadanya dan apa yang diamalkan oleh kaum musyrikin berupa cara-cara mereka yang dzahir/ tampak, yang menjadi kewajiban agama mereka yang batil dan yang semacamnya. Maka menyesuaikan (meniru) keadaan seperti mereka adalah mengikuti hawa nafsu. Oleh karena itu, orang-orang kafir merasa gembira bila kaum muslimin menyerupakan diri dengan mereka dalam sebagian keadaan mereka dan mereka senang dengannya. Mereka sangat berharap bahwa jika mereka lebih berupaya lagi maka hal tersebut akan terjadi (yaitu kaum muslimin akan mengikuti mereka).

Kalau seandainya perbuatan itu bukan termasuk mengikuti hawa nafsu mereka, tentu tidak diragukan bahwa menyelisihi mereka lebih menutup jalan untuk mengikuti mereka dan lebih membantu untuk menggapai ridha Allah U. Menyesuaikan diri dengan mereka (dalam sebagian perkara) bisa membawa kepada perbuatan menyerupai mereka dalam hal lain. Karena barangsiapa yang mendekati tempat terlarang, lama kelamaan dia akan terjatuh ke dalamnya.” (Iqtidha Ash-Shiratil Mustaqim, 1/85-86)

Lebih ditegaskan lagi dengan sabda Rasulullah Sholallahualaihiwasalam :

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk mereka (kaum tersebut).” (HR. Abu Dawud dari Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahuanhu dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani Rahimahullah dalam Shahih Al-Jami’, no. 6149)

Syaikhul Islam Rahimahullah berkata: “Hadits ini hukum minimalnya adalah haram menyerupai mereka (kaum kafir) walaupun dzahir hadits ini menunjukkan kafirnya orang yang menyerupai mereka, seperti firman-Nya:

وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang loyal kepada mereka maka sesungguhnya dia termasuk dari mereka.” (Al-Maidah: 51) (Iqtidha Ash-Shiratil Mustaqim, 1/241) Bentuk Penyelisihan Islam Terhadap Kuffar

Perpindahan kiblat

Di dalam perintah Allah tentang pemindahan kiblat kaum muslimin terdapat pelajaran yang sangat berharga, khususnya dalam menampakkan sikap berlepas diri dari orang-orang kafir dan tidak menyerupai mereka dalam setiap ibadah dan tradisi mereka, sehingga terjadi perbedaan yang dzahir antara muslim dan kafir. Allah Subhanahuwata’ala berfirman:

“Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nashrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu. Dan kamupun tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebagian merekapun tidak akan mengikuti kiblat sebagian yang lain. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, maka kamu termasuk golongan orang-orang yang zalim. Orang-orang (Yahudi dan Nashrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram; sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Maka janganlah kamu, takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Dan agar Kusempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk. (Al-Baqarah: 145-150)

Para ulama salaf berkata: “Makna ayat ini adalah agar tidak ada hujjah atas kalian tatkala menyerupai kiblat mereka, di mana mereka mengatakan: “Mereka telah mencocoki kami dalam hal kiblat, maka tidak lama lagi akan mencocoki kami dalam agama kami.” Maka Allah mematahkan hujjah mereka dengan (perintah untuk) menyelisihi kiblat mereka.

Allah Subhanahuwata’ala menjelaskan bahwa di antara hikmah dipindahkannya kiblat adalah menyelisihi kaum kuffar dalam kiblat mereka agar yang demikian memutuskan keinginan mereka yang batil.” (Iqtidha Ash-Shirathil Mustaqim, 1/88)

Memelihara jenggot dan memangkas kumis

Sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim dari hadits Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah Sholallahualaihiwasalam bersabda:

“Selisihilah kaum musyrikin, cukurlah kumis dan biarkanlah jenggot kalian.”

Dalam riwayat Al-Imam Muslim dari hadits Abu Hurairah bahwa Rasulullah Sholallahualaihiwasalam bersabda:

“Pangkaslah kumis biarkanlah jenggot kalian, selisihilah kaum Majusi.”

Shalat dengan menggunakan sandal atau khuf (sepatu dan semisalnya)

Merupakan salah satu petunjuk Rasulullah Sholallahualaihiwasalam dalam shalat adalah melaksanakan shalat tanpa alas kaki dan terkadang dengan beralas kaki. Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari hadits ‘Amru bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya (Abdullah bin ‘Amr bin Al-’Ash), ia berkata:


“Aku melihat Rasulullah Sholallahualaihiwasalam shalat dalam keadaan bertelanjang kaki dan dalam keadaan menggunakan sandal.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Abi Syaibah, dll. Dihasankan oleh Syaikhuna Muqbil bin Hadi Rahimahullah dalam kitab beliau Syar’iyyatush Shalati bin Ni’al)

Namun bukanlah petunjuk Rasulullah Sholallahualaihiwasalam apabila seseorang tidak pernah melaksanakan shalat dengan memakai sandal dalam keadaan memungkinkan bagi dia untuk menggunakannya. Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Al-Hakim dari hadits Syaddad bin Aus Radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah Sholallahualaihiwasalam bersabda:

“Selisihilah kaum Yahudi karena mereka tidak shalat dengan sandal dan sepatu mereka.”(HR. Abu Dawud, Al-Hakim, Al-Baihaqi, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani Rahimahullah dalam Shahih Al-Jami’ no. 3210)

Syaikhuna Al-’Allamah Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i Rahimahullah berkata: “Di antara kemudharatan yang paling besar tatkala meninggalkan shalat dengan memakai sandal, bahwa mayoritas kaum muslimin menjadi jahil tentang sunnah ini dan menganggap bahwa yang shalat dengan memakai dua sandalnya telah melakukan dosa besar dan telah menganggap halal apa yang telah dianggap halal oleh para pelaku dosa besar.” (lihat kitab Syar’iyyatus Shalati Binni’al. Lihat perkataan beliau dalam kitab tersebut, dalil-dalil serta atsar dari ulama salaf, serta kemudharatan ditinggalkannya sunnah yang mulia ini)

Masih banyak lagi contoh sikap Islam dalam menyelisihi ash-habul jahim. Silahkan lihat kitab Iqtidha Ash-Shirathil Mustaqim karangan Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah Rahimahullah.

Keterjerumusan Kaum Muslimin dalam Menyerupai Kaum Kuffar

Sudah merupakan sunnatullah bahwa di antara umat ini akan ada yang terjerumus ke dalam kesesatan, dengan cara mengikuti langkah-langkah orang-orang sebelum mereka dari kalangan ahli kitab dan musyrikin. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Sholallahualaihiwasalam :

“Kalian pasti akan mengikuti langkah-langkah orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal atau sehasta demi sehasta, sampai walaupun mereka masuk ke dalam lubang dhabb, kalian pun memasukinya.” Para shahabat bertanya: “Apakah yang dimaksud adalah Yahudi dan Nashara?” Beliau menjawab: “Siapa lagi (kalau bukan mereka)?” (Muttafaqun ‘alaihi dari hadits Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahuanhu).

Berikut ini adalah sebagian bentuk penyerupaan terhadap ahli kitab dan kuffar yang sebagian kaum muslimin terjatuh ke dalamnya.

Menjadikan kuburan orang-orang yang dianggap shalih sebagai masjid

Hal ini telah diperingatkan oleh Rasulullah Sholallahualaihiwasalam dengan sabdanya:

“Semoga Allah memerangi kaum Yahudi, mereka telah menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid.” (Muttafaqun ‘alaihi dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahuanhu)

Lihat pembahasan lebih rinci tentang hukum membangun masjid di atas kuburan dalam kitab Tahdzir As-Sajid min Ittikhadzil Qubur Masajid karangan Asy-Syaikh Al-Albani Rahimahullah.

Tidak menerima kebenaran kecuali apa yang datang dari kelompoknya

Termasuk salah satu karakter kaum Yahudi adalah mereka telah mengetahui kebenaran sebelum nampak orang yang mengucapkannya dan yang menyerunya. Namun tatkala datang kepada mereka yang mengucapkan al-haq tersebut dan ternyata bukan dari kelompok yang mereka kehendaki, maka mereka pun enggan untuk mengikuti dan mereka tidak menerima kebenaran kecuali yang datang dari kelompok yang mereka menisbahkan diri kepadanya. Padahal mereka tidaklah mengikuti apa yang wajib dalam keyakinan mereka. Allah Subhanahuwata’ala berfirman:

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُواْ بِمَا أَنزَلَ اللّهُ قَالُواْ نُؤْمِنُ بِمَآ أُنزِلَ عَلَيْنَا وَيَكْفُرونَ بِمَا وَرَاءهُ وَهُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقاً لِّمَا مَعَهُمْ قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُونَ أَنبِيَاء اللّهِ مِن قَبْلُ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِين

Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kepada Al Qur’an yang diturunkan Allah”, mereka berkata: “Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami”. Dan mereka kafir kepada Al Qur’an yang diturunkan sesudahnya, sedang Al Qur’an itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah: “Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?” (Al-Baqarah: 91)

Dan hal ini banyak menimpa orang-orang yang menisbahkan diri kepada kelompok tertentu dalam berilmu atau beragama dari kalangan ahli tasawwuf, atau kepada selain mereka, atau kepada seorang pemimpin yang diagungkan oleh mereka dalam agama -kecuali Rasulullah Sholallahualaihiwasalam . Mereka tidak mau menerima ajaran agama ini baik pendapat maupun riwayat kecuali yang dibawa oleh pemimpin mereka. Padahal Islam mengharuskan mengikuti kebenaran tersebut secara mutlak, baik pendapat maupun riwayat, tanpa mengkhususkan seseorang atau kelompok kecuali Rasulullah Sholallahualaihiwasalam . (lihat kitab Iqtidha Ash-Shirathil Mustaqim, 1/ 74-75)

Wallahul hadi ilaa sabiilir rasyaad.

sumber:

http://asysyariah.com/larangan-tashabuh-dengan-orang-kafir/

https://www.youtube.com/watch?v=k-PqEBo4HFk

Khamis, 10 Mac 2016

[LIVE][090316] BM21 - Ust Shamsuri Hj Ahmad

PARLIMEN BERTUKAR JADI MAJLIS DIALOG ANTARA AGAMA



Kenyang sekenyangnya! Begitu padat perbahasan titah ucapan YDP Agong yang disampaikan oleh Presiden PAS. Penuh ilmiah dan menarik minat ahli-ahli parlimen yang lain. Bertalu-talu soalan diajukan baik daripada kerajaan mahupun pembangkang sendiri.

Rasanya enam atau tujuh kali ucapan Ayah Chik dicelah. Semuanya persoalan berkait dengan Islam. Apa yang mengujakan, ramai ahli parlimen bukan Islam juga mengambil peluang meminta penjelasan tentang kekeliruan mereka terhadap Islam.

Rasanya kalau Ayah Chik diberi masa seluas-luasnya, pasti banyak hujah-hujah antara agama yang dikemukakan. Apapun syabas kepada beliau. Parlimen Malaysia hari ini telah menyaksikan agama telah menjadi isu utama dan penting dibahaskan oleh pucuk pimpinan negara.

Hari ini terbukti Islam berjaya mendapat tempat yang begitu tinggi di Malaysia. Memang selayaknya ia dibahaskan di Parlimen, bukan hanya dicorong-corong masjid dan surau sahaja. Nyata risalah Islam tidak mampu disekat oleh sesiapa. Semoga Islam terus mekar di tanah air tercinta ini.

Saya nukilkan satu petikan dialog antara Ayah Chik dengan MP Bukit Mertajam, Sim Chee Keong yang beragama Kristian.

-Marang:
Umat Islam jangan terpengaruh dengan taarif agama melalui bahasa penjajah. Antaranya melalui apa yang disebut di dalam Bible. Saya petik kata-kata daripada Bible:

"Render unto Caesar the things that are Caesar's, and unto God the things that are God's" (Berikan kepada Caesar (pemerintah) apa kepunyaan Caesar dan berikan kepada tuhan apa kepunyaan tuhan.)

Ini adalah bentuk pemisahan antara pemerintahan dan tuhan, pemisahan antara agama. Ini disebut dalam Injil Luth. Dalam naskhah yang lain disebut dalam Injil Matthew. Terpulang kepada kepercayaan orang Kristianlah. Mereka banyak sangat Bible.

Umat Islam ramai terpengaruh dengan fahaman ini. Sedangkan Islam sebenar adalah agama yang berdaulat dalam konsep politik. Islam menentang diktatorship dan teokrasi. Contoh penentangan terhadap Firaun, raja diktator yang mengaku sebagai tuhan. Al-Quran juga mendedahkan teokrasi, paderi-paderi dan sami-sami agama mengaku sebagai tuhan. Ini ditentang oleh Islam.

-Bukit Mertajam:
Saya rasa tafsiran Tuan Guru terhadap kandungan Bible yang bermaksud pemisahan antara agama dan pemerintah itu tidak begitu tepat, tetapi saya setuju ia memang ada dalam Bible.

Sebenarnya ia mengesahkan apa yang Tuan Guru kata bahawa bible mengajak manusia lebih takut kepada tuhan dari takut kepada pemerintah. Sebabnya, dalam cerita tersebut konteksnya adalah apabila seseorang telah bertemu Jesus (Nabi Isa) dan mengadu mereka terpaksa membayar cukai kepada Caesar. Apa perlu mereka lakukan.

Maka Jesus menjawab "berikan kepada Caesar apa kepunyaan Caesar," iaitu wang kerana pada yang itu ada gambar kepada Caesar. "Tetapi beri kepada tuhan apa milik tuhan" iaitu diri manusia.

Maka sekiranya mereka perlu memilih antara tunduk kepada Caesar atau pemerintah yang zalim atau kepada tuhan, saya rasa konteks dalam Bible itu menyatakan perlu taat kepada tuhan dari taat kepada pemerintah, Tuan Guru.

-Marang:
Kami orang Islam wajib beriman bahawa Isa adalah utusan Allah. Namun selepas ketiadaan Isa, kita didedahkan banyak berlaku perubahan dalam agama Kristian. Ada agamawan yang diburu pemerintah, dibunuh dan sebagainya menyebabkan mereka terpaksa mengasingkan diri, bertapa jauh dari masyarakat, di gua, pulau dan sebagainya. Ada juga agamawan yang bersekongkol dengan pemerintah. Malah ada berlaku perebutan kuasa, antara paderi yang mengambil cukai untuk mengampunkan dosa dan kerajaan juga mengambil cukai.

Begitu juga berlaku pertembungan antara Kristian dan Sains teknologi, apabila pengaruh tamadun Islam masuk ke Barat. Ini menyebabkan munculnya teori sekularisme di Barat. Bab ini panjang ceritanya.

Kita sedar bahawa apa yang dibawa oleh British ke negara ini bukan ajaran Kristian yang sebenar (merujuk kepada kandungan Bible yang dibahaskan) tetapi ajaran Kristian yang sudah dipinda. Tujuannya adalah untuk mengekang kuasa pemerintahan negeri ini dengan merampas kuasa raja-raja, kemudian diberikan kuasa yang terhad sahaja dinamakan sebagai kuasa agama. Kuasa agama ini hanya sekadar nikah cerai, bahagi harta pusaka dan harta wakaf sahaja. Kuasa tanah, pentadbiran dan kerakyatan diambil oleh British.

Selepas kita mencapai kemerdekaan, sepatutnya pemikiran British ini dibuang. Kerana itu saya sangat tertarik dengan titah Tuanku (Agong) supaya dipertingkatkan taraf mahkamah Syariah.

Kalau berkesempatan, insyaAllah saya akan nukilkan semua dialog antara Presiden PAS dan MP-MP yang mencelah di Parlimen tadi. Ia seolah-olah sebuah majlis dialog Interfaith, dengan adab yang baik dan jauh dari provokasi. Parlimen jadi medan dakwah. Satu sejarah besar untuk negara.

Parlimen Malaysia
9 Mac 2016
29 Jumadal Ula 1437
(Alang Ibn Shukrimun)

Selasa, 8 Mac 2016

6 Juta Kaum Muslimin Iringi Jenazah ‘Sang Pembela Nabi



Namanya As Syarif Muhammad Mumtaz Husain Al Qodiri Rahimahullah, seorang tentara Pakistan pengawal Hakim.

Sang mujahid ini telah membunuh Hakim Wilayah Pinjab Negara Pakistan 5 tahun yg lalu bernama Salman Tatsir.

Karena sang Hakim mencela dan menghina Rosulullah secara terang- terangan didepan publik dan di depan Para Tentara.

Si hakim mengatakan bahwa undang-undang Pakistan yang menegaskan bahwa hukuman bagi orang yg menghina Rosulullah adalah hukuman mati merupakan undang-undang gelap harus diamandement, lalu dia pun mencaci maki dan menghina Rosulullah.

Spontan Muhammad Mumtaz Husin dengan gagah berani berdiri dan membunuh sang Hakim dengan tembakan 40 peluru timah bertubi-tubi, Karena tidak rela Nabinya dihina.

Setelah pembunuhan itu pemerintah Pakistan memenjarakannya dan memvonis hukum gantung.

Eksekusi hukuman mati telah dilaksanakan hari senin yang lalu 20 Jumadal Ula 1437 H atau 29 Februari 2016.

Sang Pecinta Rosulullah ini dibawa dari tempat gantungannya dalam keadaan tersenyum. Subhanallah…!!!

Karena sebelumnya sering bermimpi bertemu Rosulullah didalam penjara.

Diperkirakan sekitar 6.000.000 juta kaum Ahlussunnah Wal jam’ah shufiyah dari penjuru Pakistan berduyun -duyun telah menyolati jenazahnya beberapa hari kemarin.



Isnin, 7 Mac 2016

Ahad, 6 Mac 2016

Balasan Orang MUNAFIK Yang MENGERIKAN!! Ustaz Nazmi Karim



CIRI-CIRI DAN SIFAT ORANG MUNAFIQ
Orang-orang munafiq hendak menipu Allah dan orang-orang mukmin

Keadaan orang munafiq ini sangat berbahaya. Maka Allah menyebutkan sifat mereka secara luas dalam berbagai macam cara siasat mereka yang licin dan penakut itu supaya orang muslim menghindari sifat-sifat itu dan juga waspada terhadap orang-orang yang bersifat demikian. Supaya kaum mukminin jangan tertipu oleh siasat dan perangkap mereka. Mereka dengan perbuatan nifaqnya seakan-akan menipu Allah dan kaum mukminin, padahal akibat bahaya nifaq itu hanya akan menimpa diri mereka sendiri, sedangkan mereka tidak merasa dan mengerti yang demikian itu.

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, pada hal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS Al-Baqarah : 9 )

Sesungguhnya orang-orang munafiq itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka… (QS An-Nisa : 142)

Orang munafiq, dia dikatakan ‘orang yang menipu’ Allah dan orang-orang mukmin dengan mengucapkan kata-kata yang dapat menyelamatkan dirinya dari pembunuhan, penahanan dan siksaan yang segera. Padahal di balik penampilan luarnya dia (orang munafiq) memendam kebencian.

Yang demikian itu adalah salah satu dari sikap orang munafiq. Sekalipun dia menipu orang-orang mukmin dalam kehidupan di dunia ini, tetapi dia dengan perbuatannya itu sama saja dengan menipu dirinya sendiri. Dikatakan demikian karena perbuatan yang ditampakkannya itu menurutnya dapat memberikan apa yang dicita-citakannya dan kebahagiaan. Padahal pada kenyataannya justru merupakan sumber kejatuhannya dan berakibat siksaan di hari kemudian serta murka Allah dan adzab-Nya yang amat pedih tiada bandingannya.

Tipuan yang orang munafiq lancarkan tersebut disangkanya sebagai perbuatan yang baik untuk dirinya, padahal sesungguhnya dia berbuat jahat pada dirinya sendiri bagi kehidupannya di akhirat nanti.

Allah memberitahu kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, bahwa orang munafiq telah mencelakakan dirinya sendiri karena perbuatan mereka membuat Tuhan murka, yaitu kekufuran, keraguan, dan kedustaan yang mereka lakukan tanpa mereka rasakan dan tanpa mereka ketahui hingga membuat mereka buta dan menetapi perbuatannya itu.

Bahwa ciri khas orang munafiq pada umumnya adalah berakhlak rendah, percaya dengan lisan tapi ingkar dengan hati, dan berbeda dengan perbuatan serta sepak terjangnya; di pagi hari berada dalam satu keadaan, sedangkan di petang harinya dalam keadaan lain; begitu pula kebalikannya, di petang hari dalam satu sikap, sedangkan di pagi harinya bersikap lain. Orang munafiq terombang-ambing bagaikan perahu yang ditiup angin kencang dan hanya bersikap mengikuti arah angin.

Orang-orang munafiq itu mengaku beriman terhadap Allah dan hari akhir tetapi sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.

Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian”, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. (QS Al-Baqarah : 8 )

Melalui ayat ini Allah memperingatkan kaum mukmin agar jangan terbujuk oleh lahiriah sikap mereka, yaitu dengan menerangkan sifat-sifat dan ciri khas orang-orang munafiq, karena hal tersebut akan mengakibatkan timbulnya kerusakan yang luas sebagai akibat tidak waspada terhadap orang-orang munafiq; dan sebagai akibat meyakini keimanan mereka, padahal kenyataannya mereka adalah orang-orang kafir. Hal ini merupakan larangan besar, yaitu menduga baik kepada orang-orang yang ahli kepada kemaksiatan.

Allah mendustakan kesaksian dan kalimat berita orang-orang munafiq, yang berkaitan dengan aqidah mereka

Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafiq itu benar-benar orang pendusta. (QS Al-Munafiqun : 1 )

Orang-orang munafiq hendak menipu Allah dan orang-orang beriman karena mereka hanya menampakkan keimanannya pada lahiriyah saja, sedangkan batin mereka memendam kekufuran. Karena kebodohan mereka itu sendiri, mereka menduga bahwa diri mereka menipu Allah Subhanahu wata’ala. Sebagaimana mereka dapat mengecoh sebagian kalangan kaum mukmin.

Orang-orang munafiq tidak mengelabuhi melalui perbuatan yang demikian itu; tidak pula menipu melainkan hanya diri mereka sendiri, sedangkan diri mereka tidak merasakan hal itu.

Orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin.

Termasuk ciri-ciri orang munafiq yaitu, orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Orang-orang munafiq pada hakekatnya berpihak pada orang kafir dan menyembunyikan rasa cinta mereka kepada orang-orang kafir. Orang-orang munafiq itu menganggap orang-orang kafir itu mempunyai kekuatan, sehingga mereka mencari kekuatan dan berlindung di sisi orang kafir itu. Orang-orang munafiq lupa bahwa semua kekuatan itu milik Allah.

Allah telah mengancam orang-orang munafiq itu dengan ancaman siksaan yang pedih di hari akhir.

Kabarkanlah kepada orang-orang munafiq bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. (QS An-Nisa 138-139)

Orang-orang beriman dihimbau untuk tidak mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Jika tidak ingin mendapat kemudaratan dan jika tidak ingin mendapat siksa dari Allah di hari akhir.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. (QS Ali-Imran : 118 )

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)? (QS An-Nisa : 144)

Istilah ‘wali’ disini ialah berteman dengan mereka, setia dan ikhlas, dan merahasiakan kecintaan serta membuka rahasia orang-orang mukmin kepada orang-orang kafir.

Orang-orang munafiq suka duduk bersama-sama orang-orang kafir pada waktu orang-orang kafir itu mengingkari dan mengolok-olok ayat-ayat Allah.

Contoh ciri-ciri orang munafiq yaitu, orang-orang munafiq suka duduk bersama-sama orang-orang kafir pada waktu orang-orang kafir itu mengingkari dan mengolok-olok ayat-ayat Allah.

Dan jika ditanyakan kepada mereka, tentulah mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.”

Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al Qur’an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafiq dan orang-orang kafir di dalam Jahanam, (QS An-Nisa : 140 )

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (QS At-Taubah :65)

Sungguh Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafiq itu dan orang-orang kafir di neraka jahannam. Jadi nifaq itu termasuk dosa besar karena mendapat ancaman khusus dari Allah yaitu dimasukkan ke dalam neraka jahannam.

Kita dianjurkan untuk hati-hati agar tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang meyerupai perbuatan orang-orang munafiq ini, yaitu mengolok-olok agama dan kehormatan agama islam.

Sesungguhnya jika kita melakukan hal yang terlarang sesudah larangan itu sampai pada kita, dan kita rela duduk bersama-sama mereka di tempat yang padanya diingkari ayat-ayat Allah, diperolok-olokkan serat dikecam dengan pedas, lalu kita menyetujui hal tersebut, berarti sesungguhnya kita berserikat dan bersekongkol dengan orang-orang kafir dalam hal itu.

Apabila kita melihat orang-orang memperolok-olokkan Ayat-ayat Allah, maka tinggalkanlah mereka.

Mengolok-olok ini ada dua macam :

Secara nyata (terus terang)

Contoh seperti: ucapan mereka: “Belum pernah kami melihat seperti para ahli baca Al-Quran ini, orang yang lebih buncit perutnya, lebih dusta lisannya, dan lebih pengecut dalam peperangan, atau ucapan-ucapan lain yang bersifat olok-olok.

Secara tidak terus terang

Contohnya banyak tidak terhitung, seperti: mengedipkan mata, menjulurkan lidah, memonyongkan bibir, meremehkan dengan isyarat tangan ketika membaca Kitabullah atau sunnah RasulNya, atau ketika melakukan amar ma’ruf nahi mungkar.

Orang-orang munafiq kadang di pihak orang mukmin dan kadang di pihak orang kafir.

Orang-orang munafiq adalah termasuk orang-orang opportunistik. Pada waktu kondisi orang-orang mukmin memperoleh kemenangan, berjaya dan mempunyai kekuatan besar, mereka berada di pihak orang-orang mukmin. Mereka menjilat orang-orang mukmin dengan kata-kata “bukankah kami beserta kamu ? Hal ini agar harta dan darah mereka aman dan dijamin oleh orang-orang mukmin.

Namun tatkala kondisi orang-orang mukmin lemah, tersudut dan kalah, saat itulah muncul watak asli orang-orang munafiq. Mereka berkata kepada orang-orang kafir, “Kami telah membantu kalian secara rahasia, dan tiada henti-henti kami tipu dan perdayai orang-orang mukmin sehingga kalian menang atas orang-orang mukmin. Kami ikut andil memenangkan kalian.”

Mereka ternyata berpihak pada orang-orang kafir. Ternyata orang-orang munafiq itu punya andil dalam kekalahan orang-orang mukmin. Mereka membocorkan rahasia orang-orang mukmin kepada orang kafir, membela orang kafir dari orang mukmin. Jika orang munafiq berperang di pihak orang mukmin mereka berperang tidak sepenuh hati.

(yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata: “Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu?” Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata: “Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang-orang mukmin?” Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. (QS An-Nisa : 141)

Orang-orang munafiq selalu mengintai kehancuran bagi orang-orang mukmin di setiap saatnya. Dengan kata lain, mereka selalu menunggu-nunggu kehancuran kekuasaan orang-orang mukmin dan kemenangan orang-orang kafir atas mereka, hingga agama orang-orang mukmin lenyap

Jika orang-orang munafiq itu bertemu dengan kaum mukminin, mereka berpura-pura beriman. Tetapi juka mereka telah kembali ke pemimpin dan tokoh mereka, kelompok, aliran dan jaringan atau aliansi mereka, orang-orang munafiq itu mengatakan “kami setia dan tetap sependirian dengan mereka, kami hanya mengolok-olok kaum mukminin”. Mereka hanya mempermainkan orang-orang mukminin.

Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman.” Dan bila mereka kembali kepada syaitan-setan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok”.

Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka. (QS Al-Baqarah : 14-15)

Orang-orang munafiq menampakkan kepada kaum mukmin seakan-akan diri mereka beriman dan berpihak atau bersahabat dengan kaum mukmin. Akan tetapi sikap ini mereka maksudkan untuk mengelabuhi kaum mukmin dan diplomasi mereka untuk melindungi diri agar dimasukkan ke dalam golongan orang-orang mukmin dan mendapat kebaikan yang diperoleh kaum mukmin.

Allah Subhanahu wata’ala memberitahukan bahwa Dialah yang akan melakukan pembalasan terhadap orang-orang munafiq itu kelak di hari kiamat.

Allah pasti akan memberikan balasan terhadap orang-orang munafiq dengan balas meperolok-olok dan menyiksa mereka dengan siksaan tipuan, sebagaimana tipuan yang telah mereka lakukan.

Orang-orang munafiq telah tersesat di dalam kekufuran dan kesesatan yang menggelimangi dan menutupi diri mereka karena perbuatan kotor dan najis. Mereka terombang-ambing dalam kebingungan dan kesesatan. Mereka tidak akan dapat menemukan jalan keluar, karena Allah Subhanahu wata’ala telah mengunci mati hati mereka dan mengelaknya serta membutakan pandangan hati mereka dari jalan hidayah, hingga tertutup pandangan mereka, tidak dapat melihat petunjuk, tidak dapat pula mengetahui jalannya.

Orang-orang munafiq suka mengejek orang-orang beriman sebagai orang-orang bodoh

Orang munafiq selalu merasa lebih bijaksana dan lebih modern dari orang-orang mukmin lainnya. Sebab mereka tidak mempunyai keyakinan dan selalu ragu, karena itu orang munafiq meragukan ajaran Nabi Muhammad, meragukan al Qur’an, sunnah Rasul, meragukan hari akhir dan meragukan takdir Allah.

Orang munafiq menganggap tiap-tiap orang yang percaya dan yakin terhadap agama itu bodoh, tidak maju fikirannya, kolot, fundamentalis, konservatif, susah diajak maju, ketinggalan jaman dan julukan-julukan jelek lainnya.

Padahal keraguan mereka terhadap ajaran Allah melalui rasulNya itulah kebodohan dan kesesatan yang jelas, tetapi mereka tidak mengetahui, tidak merasa, tidak sadar terhadap kesesatan dan kebodohan yang mencolok itu.

Kebodohan mereka sangat keterlaluan hingga tidak menyadari kebodohannya sendiri, bahwa sebenarnya keadaan mereka dalam kesesatan dan kebodohan. Ungkapan ini lebih kuat untuk menggambarkan kebutaan mereka dan kejauhan mereka dari hidayah.

Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman”, mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu. (QS Al-Baqarah : 13)

Malas dalam beribadah dan riya dalam beribadah kepada Allah dan tidak mau mengingat Allah atau berdzikir kecuali hanya sedikit.

Ciri dan sifat orang munafiq lainnya yaitu dalam melakukan amalan yang mulia lagi paling utama yaitu shalat, mereka penuh kemalasan. Karena tiada niat dan iman bagi mereka untuk melakukannya, tiada rasa takut, dan tidak memahami makna shalat yang sesungguhnya. Riya dalam beribadah kepada Allah dan tidak mau mengingat Allah atau berdzikir kecuali hanya sedikit.

… Dan apabila mereka berdiri untuk bersalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan salat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. (QS An-Nisa : 142)

Gambaran batin orang-orang munafiq yang rusak. Tiada ikhlas bagi orang-orang munafiq, dan amal mereka bukan karena Allah, melainkan hanya ingin disaksikan oleh manusia untuk melindungi diri mereka dari manusia; mereka melakukannya hanya dibuat-buat. Karena itu mereka sering kali meninggalkan shalat yang sebagian besarnya tidak kelihatan di mata umum; seperti shalat Isya’ di hari yang gelap dan shalat subuh di saat pagi masih gelap.

Dalam shalat mereka (orang-orang munafiq) pun; mereka tidak khusyu’ mengerjakannya dan tidak mengetahui apa yang diucapkannya. Bahkan dalam shalatnya orang-orang munafiq itu lalai dan bermain-main serta berpaling dari kebaikan yang seharusnya mereka kehendaki.

Orang-orang munafiq itu takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih takut (dari itu)

Salah satu ciri dan sifat lainnya dari orang munafiq yaitu ketika mereka diwajibkan berjihad atau berperang di jalan Allah, tiba-tiba orang-orang munafiq itu takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih takut (dari itu).

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: “Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!” Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafiq) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata: “Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami beberapa waktu lagi?” Katakanlah: “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikit pun. (QS An-Nisa : 77)

Orang-orang munafiq menganggap jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan ini dari sisi Allah dan jika mereka ditimpa keburukan, nereka mengatakan ini dari Nabi Muhammad

Orang-orang munafiq menganggap jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan ini dari sisi Allah dan jika mereka ditimpa keburukan, mereka mengatakan ini dari Nabi Muhammad. Padahal kebajikan apapun yang diperoleh itu adalah dari sisi Allah dan keburukan apapun yang menimpamu itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafiq) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun?

Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi. (QS An-Nisa 78-79 )

Orang-orang munafiq hanya taat sesaat saja, pada kesempatan lain mereka mengatur siasat.

Mereka hanya taat sesaat saja, tapi pada kesempatan lain mereka mengatur siasat mengambil keputusan lain dari yang telah mereka katakan tadi.

Dan mereka (orang-orang munafiq) mengatakan: “(Kewajiban kami hanyalah) taat”. Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung. (QS An-Nisa : 81)

Allah mengetahui dan mencatat perbuatan orang-orang munafiq itu ke dalam catatan amal perbuatan mereka. Hal ini dilakukan oleh para malaikat pencatat amal perbuatan yang ditugaskan oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Allah mengetahui semua yang tersimpan di dalam hati orang-orang munafiq itu, semua hal yang mereka rahasiakan di antara sesamanya, dan semua makar yang mereka sepakati di malam hari. Sekalipun pada lahiriyahnya mereka bersikap menampakkan ketaatan. Kelak di hari kemudian, Allah akan membalas perbuatan mereka itu terhadap diri mereka.

Orang-orang mukmin hendaknya bersabar terhadap mereka, jangan menghukum mereka, jangan sebarkan perihal orang-orang munafiq itu kepada khalayak ramai, jangan pula merasa takut terhadap ancaman mereka. Cukuplah Allah sebagai Penolong, Pelindung, dan Pembantu bagi orang yang bertakwa dan berserah diri pada-Nya.

Orang-orang munafiq langsung menyiarkan kabar tentang keamanan maupun ketakutan tanpa mengabarkan dulu pada pemerintah/penguasa

Bila ada kabar sampai kepada orang munafiq suatu berita tentang keamanan atau ketakutan, mereka langsung menyiarkannya. Menyebarkannya kesana-kemari. Padahal jika mereka menyerahkannya kepada pemerintah/penguasa, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenaran (akan) dapat mengetahuinya (secara resmi) dari pemerintah/penguasa. Pemerintah tentunya akan dapat menetapkan kesimpulan (istimbat) dari berita itu.

Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau pun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut setan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu). (QS An-Nisa : 83)



Orang-orang munafiq suka mencela tentang (pembagian) sedekah (zakat)


Orang-orang munafiq suka mencela tentang pembagian sedekah/zakat. Jika mereka diberi bagian, mereka bersenang hati dan jika tidak diberi bagian, tiba-tiba mereka marah.

Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (pembagian) zakat; jika mereka diberi sebahagian daripadanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian daripadanya, dengan serta merta mereka menjadi marah. (QS at-Taubah 58 )

Orang-orang munafiq pandai bicara dan mengagumkan, tapi sebenarnya isi di dalamnya kosong.

Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)? (QS Al-Munafiqun : 4)

Orang-orang munafiq mempunyai penampilan yang bagus dan mereka itu sangat fasih berbicara, sehingga jika ada orang yang mendengar mereka, dia akan tertarik karena kaidah bahasanya yang tinggi. Namun demikian, sebenarnya mereka berada di puncak kelemahan, kegelisahan, kekhawatiran, dan menjadi pengecut.

Setiap kali ada peristiwa, perkara, atau ketakutan, orang-orang munafiq mengira dengan rasa pengecut mereka, bahwa perkara itu tertuju pada mereka. Mereka itu sebenarnya adalah tubuh-tubuh dan bentuk rupa, yang tidak mempunyai makna.

Orang-orang munafiq sangat marah dan benci terhadap orang-orang mukmin

Allah Subhanahu wata’ala menerangkan pada firman-Nya :

Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata “Kami beriman”, dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati. (QS Ali Imran : 119)

Demikianlah sikap orang-orang munafik. Mereka menampakkan kepada orang-orang mukmin iman dan kesukaan mereka kepada orang-orang mukmin, padahal dalam batin mereka memendam perasaan yang bertentangan dengan semuanya itu dari segala seginya. Kebencian dan kemarahan orang-orang munafik terhadap orang-orang mukmin itu sangat mendalam.

Orang-orang mukmin menyukai orang-orang munafik karena apa yang tampak pada lahiriah mereka yaitu berupa iman, mempunyai penampilan yang bagus dan mereka itu sangat fasih berbicara. Padahal baik batin maupun lahirnya orang-orang munafik itu sama sekali tidak menyukai orang-orang mukmin.

Orang-orang mukmin tiada rasa bimbang dan ragu terhadap suatu kitab pun baik kitab Al Qur’an, kitab-kitab mereka maupun kitab-kitab lainnya sebelum mereka; sedangkan pada diri orang-orang munafik diliputi oleh keraguan, kebimbangan dan kebingungan terhadap kitab-kitab itu. Orang-orang munafik kafir terhadap kitab orang mukmin.

Karena itu sebenarnya orang-orang mukmin lebih berhak membenci orang-orang munafik dari pada mereka membenci orang-orang mukmin.

Orang-orang munafiq bersedih jika kaum mukminin memperoleh kebajikan dan bergembira jika kaum mukminin memperoleh bencana.

Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan. (QS Ali-Imran : 120 )

Orang-orang munafiq menyuruh berbuat yang mungkar dan melarang berbuat yang ma’ruf

Keadaan ini menunjukkan kerasnya permusuhan orang-orang munafik terhadap orang-orang mukmin. Yaitu apabila kaum mukmin mendapat kemakmuran, kemenangan, dukungan, dan bertambah banyak bilangannya serta penolongnya berjaya, maka hal tersebut membuat susah hati orang-orang munafik. Tetapi jika kaum muslim tertimpa paceklik atau dikalahkan oleh musuh-musuhnya maka orang-orang munafik itu bergembira ria.

Oranga-orang mukmin diberi petunjuk oleh Allah Subhanahu wata’ala, jalan keselamatan dari kejahatan orang-orang yang jahat dan tipu muslihat orang-orang yang zalim, yaitu dengan cara bersabar dan bertaqwa serta bertawakal kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Jumaat, 4 Mac 2016

Negara Teluk Tetapkan Hizbullah Lebanon Kelompok Teroris



Negara-negara Teluk (GCC) telah menyatakan bahwa Hizbullah Lebanon sebagai sebuah kelompok teroris. Pernyataan itu menjadi keputusan terbaru terkait kelompok Syiah yang mendukung rezim Suriah pimpinan Bashar Assad itu.

“GCC mengambil keputusan terkait Hizbullah sebagai tindakan permusuhan terhadap milisi yang merekrut orang-orang muda (dari Teluk) untuk melakukan aksi teror,” kata Sekretaris Jenderal GCC Abdullatif Al-Zayani, Rabu (02/03).

GCC merupakan organisasi gabungan dari enam negara yaitu Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Penetapan Syiah Hizbullah sebagai kelompok teroris itu merupakan tindakan lanjutan negara Teluk yang diterapkan terhadap Lebanon.

Sebelumnya, Arab Saudi membatalkan pemberian bantuan bagi Lebanon sebesar USD 3 miliar atau senilai lebih dari Rp 39 triliun. Rencananya bantuan tersebut untuk pengadaan perlengkapan militer dari Prancis. Tak bisa dilepaskannya pengaruh Hizbullah dari Beirut menjadi salah satu alasan pembatalan itu.

Syiah Hizbullah merupakan kelompok yang mendapatkan dukungan dari Iran. Keduanya merupakan sekutu utama rezim Bashar Assad. Dalam konflik Suriah dan Yaman kedua negara berlawanan sikap dengan Arab Saudi dan negara-negara Teluk.

Riyadh pun telah memutuskan untuk menghentikan hubungan diplomatik dengan Teheran. Langkah itu diambil menyusul serangan terhadap kantor kedutaan dan konsulat Saudi di Iran, setelah eksekusi mati tokoh Syiah Nimr Al-Nimr.

Sumber: Al Arabiya
Penulis: Imam Suroso



Hizbullah: Gerakan Syiah Dari Lebanon

Hizbullah (Bahasa Arab: ‮حزب الله‬ Hezbollah, Bahasa Indonesianya berarti "Partai Allah / Partai Tuhan") adalah organisasi politik dan paramiliter dari kelompok Syiah yang berbasis di Libanon. Hizbullah didirikan pada tahun 1982 dan mempunyai pengaruh besar dalam politik Libanon dengan memberikan pelayanan sosial, mendirikan sekolah-sekolah, rumah sakit, membuka daerah pertanian serta perlayanan lainnya untuk ribuan warga Syiah Libanon. Dengan sendirinya, Hizbullah kemudian dianggap sebagai cermin gerakan perlawanan di dunia Arab dan Muslim dunia.

Pada awalnya para pemimpin Hizbullah mengatakan bahwa gerakan ini bukanlah sebagai sebuah organisasi, oleh karena itu tidak mempunyai kartu anggota, hiraki kepemimpinan dan struktur organisasi yang jelas.

Sejarah kelahiran Hizbullah memiliki kaitan erat dengan revolusi Islam di Iran, di bawah pimpinan Ruhullah Al Musawi Khomaini pada tahun 1979. Semenjak tahun 1982 Hizbullah mulai mendapatkan legalitas dalam memberikan perlawanan terhadap penjajah Israel di Lebanon. Pada tahun 1985 Hizbullah secara resmi mendukung Revolusi Islam di Lebanon. Strategi politik dan militer Hizbullah pun dinilai sukses, terbukti dengan hengkangnya Zionis dari tanah Lebanon, pada tahun 2000.

Asal Mula Hizbullah

Berdirinya organisasi Hizbullah tidak terlepas dari paham Syi’ah, yang berkiblat ke Madrasah Ad-diniyah Najaf dan partai dakwah Islam yang diketuai oleh Muhammad Baqir As-Sadr di Irak. Lembaga ini telah mencetak generasi-generasi militan Syi’ah di Lebanon. Satu diantaranya adalah Musa As-Sadr, pendiri Harakah AMAL (Batalyon Perlawanan Lebanon) yang saat ini dipimpin oleh Nabih Berre yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Lebanon.

Ketika kancah perpolitikan Lebanon mulai nampak keruh pada tahun 1978, As-shadr tiba-tiba menghilang dari kancah perpolitikan. Bersamaan dengan itu muncullah nama Muhammad Husain Fadlullah sebagai figur di dunia pendidikan dan politik, yang secara tidak langsung memengaruhi kondisi perpolitikan di Lebanon. Namanya kian mencuat seiring dengan berdirinya Hizbullah. Bahkan ia sempat dinobatkan sebagai pimpinan spiritual Hizbullah. Akan tetapi ia menolaknya. Namun tak seorangpun memungkiri kiprah Fadlullah dalam memajukan Hizbullah, baik dalam bidang politik maupun militer.

Para Petinggi Partai

Hizbullah tidak menerapkan sistem kepemimpinan yang jelas hingga tahun 1989. Kebijakan-kebijakan yang diambil biasanya dilakukan dengan cara mufakat. Pemilihan pimpinan tertinggi pertama baru digelar pada tahun 1989, dan terpilihlah Shubhi Thufaili, sebagai pimpinan Hizbullah untuk masa jabatan 1989-1991.

Kemudian, terpilihlah Syekh Abbas Al Musawi, yang masa jabatannya tak lebih dari sembilan bulan. Setelah Abbas Al Musawi, diangkatlah Hasan Nashrullah sebagai ketua Hizbullah sejak tahun 1992 hingga sekarang.

Penopang Kekuatan

Aktivitas Hizbullah lebih dominan dilakukan di daerah yang mayoritas berpenduduk Syi’ah, seperti pinggiran kota selatan Beirut, daerah lembah Bekaa dan wilayah Selatan Lebanon. Dukungan juga datang dari penduduk sekitar tiga kawasan tersebut. Pada umumnya yayasan Hizbullah merupakan perpanjangan tangan dari yayasan “Um” di Iran. Kegiatannya berkonsentrasi dalam bidang sosial kemasyarakatan, dan salah satunya adalah memdirikan Channel Televisi Al Manar

Hubungan dengan Iran

Berdasarkan pernyatan sikap Hizbullah, pada tanggal 16 Februari 1985, ditegaskan bahwa, “Hizbullah akan mematuhi perintah pemimpin yang bijaksana dan menjunjung tinggi keadilan dalam bentuk Wilayatul Faqih dibawah pimpinan Ruhullah Ayatullah Al Khomaini, sang pencetus lahirnya Revousi Islam dan pelopor kebangkitan Islam”.

Para petinggi Hizbullah menyatakan bahwa hubungan kelompoknya dengan Iran berawal dari pemahaman yang sama, yaitu aliran Syi’ah. Mereka menjadikan para pemimpin Syi’ah di Iran sebagai rujukan dalam masalah agama dan politik. Namun setelah wafatnya Ayyatullah Khomeini, muncul banyak pendapat yang menolak sistem kepemimpinan ala Khomeini. Hal ini membuka kesempatan untuk berdiskusi lebih tajam dalam mengambil setiap kebijakan. Sekalipun demikian, Hizbullah tetap menjadikan Iran sebagai kiblat politik dan budaya. Maka wajar apabila Hizbullah lalu mendapatkan sokongan materi dari Iran, disamping bantuan lain yang didapat dari iuran anggota.

Perlawanan Hizbullah

Hizbullah ikut terlibat dalam perang saudara di Lebanon, bahkan ia berhasil menguasai kamp militer di tepi selatan kota Beirut. Akan tetapi para petinggi Hizbullah mengatakan bahwa, peran militernya dalam peperangan yang berlangsung, semata-mata bukan untuk kepentingan internal Hizbullah.

Di tahun 1988, Hizbullah pernah berseteru dengan Gerakan AMAL Syi’ah, yang menewaskan puluhan korban dari kedua belah pihak. Peristiwa ini memberi pengaruh buruk terhadap kondisi politik dan sosial masyarakat Syiah di Lebanon, dan hampir menyebabkan terjadinya perpecahan di dalam kubu Syi’ah. Namun kedua kubu tersebut tetap berupaya meredakan peperangan ini dan beusaha membina hubungan baik. Pemandangan semacam ini merupakan hal yang wajar terjadi dalam pemilu di Lebanon pasca-perjanjian Thaif.

Keterlibatan Hizbullah dengan Palestina

Hizbullah bukanlah Lebanon. Posisinya mungkin hampir sama persis dengan para pendukung dan pengusung Syiah di semua negara. Walaupun selalu mengobar-ngobarkan semangat peperangan terhadap Israel di media, namun catatan sejarah menunjukkan bahwa Hizbullah tidak pernah bentrok secara langsung dengan Israel. Bahkan ketika tragedi Gaza meletus tahun 2009 yang menewaskan sekitar 1500 orang Palestina, Hizbullah menyatakan bahwa mereka tidak ada kaitannya sama sekali dengan Hamas atau Gaza.

Walaupun disebut-sebut sebagai organisasi teroris, sampai sekarang, Hizbullah tetap aktif dan berkembang secara tentram dan damai di Lebanon. (sa/wikipedia/berbagaisumber)

Rabu, 2 Mac 2016

Syaikh Dr Aidh Al Qarni Ditembak di Filipina - Penulis “La Tahzan” Syeikh Aidh al-Qarni Ditembak Oleh Penganut Syiah di Filipina


Ulama Saudi yang juga penulis produktif, Syaikh Dr Aidh Al Qarni, mengalami luka-luka dalam serangan bersenjata di Filipina, Selasa (1/3/2016), usai ceramah di Western Mindanao State University.

Al Arabiya menyebutkan, Aidh Al Qarni mengalami beberapa cedera di lengannya kemudian dilarikan ke rumah sakit. Laporan polisi menyatakan bahwa Al Qarni ditembak di bahu kanan, lengan kiri dan dada.

Laporan awal mengabarkan lima ajudan Al Qarni tewas tertembak dalam serangan itu, namun kemudian saluran lokal Emedia berbasis di Zamboanga mengatakan hanya dua terluka.

Al Qarni hendak meninggalkan Western Mindanao State University saat serangan itu berlangsung. Ketika hendak memasuki kendaraan tiba-tiba terdengar suara tembakan.

Juru bicara polisi Inspektur Helen Limen Galvez mengatakan pasukan keamanan telah menewaskan pria bersenjata itu.

“Kami ditembaki pria bersenjata itu. Dia sudah tewas,” kata Galvez seperti dikutip Al Arabiya.

Dia mengatakan pria bersenjata itu tampaknya warga Filipina sedangkan dua orang lainnya, warga Zamboanga, ditangkap setelah saksi mata mengatakan mereka gerombolan penyerang.

“Kami masih tidak tahu kelompok apa yang menyerang, kami juga belum mengetahui motif pelaku," katanya.

Aid Al Qarni merupakan dai yang sangat populer di Timur Tengah dan karya-karyanya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Di Indonesia, Aidh Al Qarni terkenal dengan karyanya yang menjadi best seller di tanah air berjudul La Tahzan. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

Ket foto: Dua pelaku, satu mati ditembak dan mati di tempat dan satu lagi ditangkap




"Pujian untukMu di atas kasih sayang dan pertolonganMu. Aku ditembak sebanyak 6 kali tembakan dengan jarak hanya satu meter dan tuhan telah menyelamatkan aku. Firman Allah : Katakanlah (wahai Muhammad): "Tidak sekali-kali akan menimpa kami sesuatu pun melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami"

Ahad, 21 Februari 2016

RESOLUSI KONGRES RAKYAT NEGERI PULAU PINANG


Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang

Kongres Rakyat Negeri Pulau Pinang yang bertemakan “Membina Pulau Pinang Sejahtera” yang diadakan pada hari ini 12 Jamadilawal 1437 Hijrah bersamaan 21 Februari 2016 di Yayasan An-Nadhoh, Pulau Pinang yang disertai oleh rakyat dari pelbagai lapisan , kaum dan pegangan agama , mengisytiharkan resolusi berikut:

MENYEDARI bahawa mendahulukan kebajikan rakyat adalah aspek terpenting yang menjadi tanggungjawab pemerintah untuk dilakasanakannya dengan amanah dan adil,

MENGINSAFI bahawa rakyat mempunyai hak untuk bersuara dan menegur pemerintah yang tidak melaksanakan tanggungjawab dengan sempurna dan menuntut supaya salah pentadbiran kerajaan diperbaikki.

MEMAHAMI bahawa segala aspek pembangunan yang menyentuh kepentingan rakyat termasuk persoalan ekonomi , sosial , seni budaya , politik , pendidikan , kesihatan , pentadbiran , perundangan dan pengurusan sumber bumi perlu dikendalikan dengan cermat , berhemat dan penuh kebijaksanaan ,

MEYAKINI bahawa rakyat berhak memastikan kerajaan yang melaksanakan tanggungjawab dengan mengutamakan kebajikan rakyat dipileh untuk diberi mandat menerajui pemerintahan berdasarkan sistem pemilehan yang adil, bebas dan demokratik.



DENGAN INI MENGISTIHARKAN bahawa kami:

1. Bertekad membina Negeri Pulau Pinang yang mengutamakan kesejahteraan rakyat melalui pengemblengan dan gerakan kesedaran rakyat melibatkan seluruh lapisan, dari golongan masyarakat bawahan hinggalah pemimpin kerajaan, agar melaksanakan dasar pembangunan yang betul bagi menjayakan cita-cita Membina Pulau Pinang Sejahtera.

2. Menjadikan agenda pendidikan sebagai isu terpenting untuk memupuk kesedaran rakyat ke arah perubahan sosial, ekonomi dan politik yang adil, partisipatif dan demokratik serta mendidik rakyat agar mengelak pendekatan yang boleh menimbulkan suasana kucar kacir dan tidak harmonis di negeri Pulau Pinang.

3. Memperkasa dan mengangkat peranan wanita dalam pelbagai sektor yang boleh membantu golongan ini membangunkan potensi yang ada dalam diri mereka serta memperketatkan undang-undang agar wanita tidak dieksplotasi oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

4. Bertindak menitiberatkan kebajikan rakyat dari sudut ekonomi dan pendidikan kepada semua kaum serta menyediakan program-program kemasyarakatan dengan memberi fokus kepada permasalahan sosial. Selain itu, pihak yang berwajib perlu bertegas dalam berhadapan dengan kepesatan pusat-pusat hiburan, rumah urut, kegiatan maksiat dan “gengsterism”.

5. Kenaikan kos sara hidup rakyat yang semakin runcing, perhatian serius seharusnya diusahakan dalam membela masyarakat negeri ini terutama mereka yang berada didalam sektor industri. Pemerincian akta-akta yang melibatkan kebajikan pekerja perlu diperhalusi agar memberi manfaat pada semua dan bukannya menindas.

6. Meningkatkan mutu pendidikan Sekolah Agama Rakyat dengan memberikan peruntukan yang sekata serta hak kesamarataan dan keistimewaan sama seperti sekolah kebangsaan serta tidak dipolitikkan isu pendidikan Sekolah Agama Rakyat dalam melahirkan generasi insan yang berilmu dan menjunjung tinggi nilai agama.

7. Kongres juga memberi perhatian terhadap pembelaan hak dan tanggungjawab kepada peniaga-peniaga Melayu dalam mengurangkan jurang ekonomi dan penindasan serta menyediakan peluang perniagaan yang sama terhadap semua kaum demi melahirkan negeri Pulau Pinang yang menegakan keadilan untuk semua.

8. Memastikan agar sumber negeri Pulau Pinang diurus dengan berkesan, menghindari pembangunan yang menjejaskan kualiti alam sekitar , meneliti dasar-dasar kerajaan dengan mengambil kira faktor ekonomi semasa, dan kepentingan rakyat juga perkara yang berkaitan sumber air, hasil laut serta sektor perikanan bagi mengelak dimanipulasi pihak tidak bertanggungjawab demi mengekalkan daya saing dan daya maju ekonomi negeri Pulau Pinang dengan mapan untuk generasi kini dan generasi masa depan .

9. Bertindak untuk mendesak Kerajaan Negeri dan Persekutuan berperanan dengan berkesan mentadbirurus negeri Pulau Pinang dengan amanah dan berintegriti demi kebajikan rakyat; serta mengekang segala amalan rasuah , salahguna kuasa dan pembaziran wang awam , menghentikan sebarang tindakan yang menyusahkan rakyat seperti pelaksanaan GST untuk semua golongan, menaikkan kos harga rumah, pengambilan tanah tanpa pampasan setimpal, pengurusan dan pembangunan tanah wakaf yang tidak efektif serta pelbagai bayaran perkhidmatan awam yang membebankan kos sara hidup rakyat .

10. Mengkaji, meneliti dan menghalusi semua tuntutan yang disuarakan dalam Kongres Rakyat Negeri PulauPinang; seterusnya merumuskan sebuah Pelan Tindakan Rakyat Pulau Pinang seperti berikut:



PELAN TINDAKAN KONGRES RAKYAT NEGERI PULAU PINANG

1. Menubuhkan pasukan petugas khas bagi setiap sektor isu rakyat untuk diambil langkah susulan.

2. Menghasilkan sebuah memorandum rakyat Pulau Pinang untuk dipanjangkan kepada Kerajaan Negeri dan Pusat dengan tujuan tindakan dilaksanakan ke atas semua usul yang dinyatakan dalam Kongres Rakyat.

3. Mengadakan dialog dengan agensi-agensi kerajaan yang berkaitan berdasarkan isu yang dibangkit oleh pembicara di Kongres Rakyat.

4. Menganjur perhimpunan rakyat berdasarkan isu utama yang dibangkit agar memperinci tuntutan yang dibahaskan dalam Kongres Rakyat.

5. Menubuhkan seketariat tetap Kongres Rakyat Negeri Pulau Pinang bagi mengambil langkah susulan dan menjadi pusat pengembelingan rakyat.

Sekian

Pengarah Kongres Rakyat PP.
Ust Yusni Mat Piah

Sabtu, 20 Februari 2016

Peminjam Kemaluan, Hanya Ada Dalam Agama Syiah


Peminjam Kemaluan, Hanya Ada Dalam Agama Syiah
Bukan hanya nikah mut'ah, namun sudah sampai kepada batas peminjaman kemaluan. Maksudnya adalah seseorang meminjamkan kemaluan istrinya kepada lelaki lain untuk dinikmati.

Hanya orang-orang syiah yang berani menisbatkan zina kepada agama. Bukan hanya nikah mut’ah yang mereka katakan "halal" dalam agama. Lebih dari itu, mereka menyatakan bahwasanya pinjam kemaluan juga "halal" hukumnya.

Dan hal itu sesuai pernyataan dan pengakuan dari ulama syiah sendiri yang telah bertaubat kepada Allah “Sayyid Husain Al-Musawi” rahimahullah dalam kitabnya “Lillaah Tsumma Li At-Taarikh”.

Beliau berkata:

إن انتشار العمل بالمتعة جَرَّ إلى إعارة الفرج، وإعارة الفرج معناها أن يعطي الرجل امرأتَه أو أمَتَه إلى رجل آخر فيحل له أن يتمتع بها أو أن يصنع بها ما يريد، فإذا ما أراد رجل ما أن يسافر أودع امرأته عند جاره أو صديقه أو أي شخص كان يختاره، فيبيح له أن يصنع بها ما يشاء طيلة مدة سفره. والسبب معلوم حتَّى يطمئن الزوج علَى امرأته لئلا تزني في غيابه

“Sesungguhnya dengan menyebarnya amalan nikah mut’ah, maka dia menyebabkan juga adanya peminjaman kemaluan. Dan peminjaman kemaluan, artinya seseorang memberikan istrinya atau budaknya kepada lelaki lain maka halal bagi orang itu untuk menikmati tubuh wanita tersebut atau halal baginya untuk melakukan apa saja yang dia inginkan dengan tubuh wanita tersebut. Dan jika seseorang ingin melakukan safar, maka dia menitpkan istrinya kepada tetangganya atau kawannya atau lelaki lain yang dia pilih, maka dia membolehkan baginya untuk melakukan apa saja yang dia suka selama melakukan safar. Dan sebabnya sudah ma’lum, agar suami merasa tenang terhadap istrinya agar dia tidak berzina ketika dia sedang pergi[1]”.

وهناك طريقة ثانية لإعارة الفرج إذا نزل أحد ضيفًا عند قوم، وأرادوا إكرامه فإن صاحب الدار يعير امرأته للضيف طيلة مدة إقامته عندهم، فيحل له منها كل شيء، وللأسف يروون في ذلك روايات ينسبونها إلى الإمام الصادق - عليه السلام - وإلى أبيه أبي جعفر ـ سلام الله عليه ـ

“Dan ada cara kedua mengenai peminjaman kemaluan. Jika ada seseorang yang bertamu kepada sebuah kaum dan kaum ini ingin memuliakan tamunya, maka tuan rumah meminjamkan kemaluan istrinya kepada tamunya selama dia tinggal di rumah tersebut. Maka halal baginya segala sesuatu dari tubuh wanita tersebut. Dan yang sangat disayangkan, mereka menisbatkan hal tersebut kepada Imam As-Shadiq alaihissalam dan kepada bapaknya Abu Ja’far Salaamullah alaih”.

روى الطوسي عن محمّد عن أبي جعفر - عليه السلام - قال: قلت: «الرجل يحل لأخيه فرج جاريته؟ قال: نعم لا بأس به له ما أحل له منها» الاستبصار 3/ 136

“Ath-Thusi meriwayatkan dari Muhammad dari Abi Ja’far -alaihissalam-, (Muhammad) berkata: Aku bertanya: “Apa hukum seseorang menghalalkan kemaluan budaknya untuk saudaranya?” Abu Ja’far berkata: “Iya, tidak mengapa pada bagian-bagian yang dihalalkan baginya” (Al-Istibshar 3/136)

ورو ى الكُلَيْني والطوسي عن مُحَمَّدُ بْنُ مُضَارِبٍ قَالَ: قَالَ أَبُو عَبْدِ اللهِ - عليه السلام «يَا مُحَمَّدُ خُذْ هَذِهِ الْجَارِيَةَ إِلَيْكَ تَخْدُمُكَ فَإِذَا خَرَجْتَ فَرُدَّهَا إِلَيْنَا». الكافي، 2/ 200، الاستبصار 3/ 136

“Dan Al-Kulaini dan Ath-Thusi meriwayatkan dari Muhammad bin Mudharib, dia berkata: Abu Abdillah alaihissalam berkata: “Wahai Muhammad, ambillah budak ini bersamamu untuk melayanimu. Dan jika engkau telah selesai, maka kembalikanlah dia kepada kami” (Al-Kafi 2/200 dan Al-Istibshar 3/136)


في زيارتنا للهند ولقائنا بأئمة الشيعة هناك كالسيد النقوي وغيره مررنا بجماعة من الهندوس وعبدة البقر والسيخ وغيرهم من أتباع الديانات الوثنية، وقرأنا كثيرًا فما وجدنا دينًا من تلك الأديان الباطلة يبيح هذا العمل ويحله لأتباعه. فكيف يمكن لدين الإسلام أن يبيح مثل هذا العمل الخسيس الذي يتنافى مع أبسط مقومات الأخلاق؟

“Ketika kami mengunjungi India, dan ketika kami bertemu dengan para imam syi’ah disana seperti As-Sayyid An-Naqawi dan selainnya, maka kami melewati para jamaa’ah hindu dan penyembah sapi serta para penganut agama sikh[2] dan selainnya dari para pengikut agama penyambah patung, dan kami juga banyak membaca, namun kami tidak mendapati satu agamapun dari agama-agama yang bathil, membolehkan amalan ini (peminjaman kemaluan) untuk para pengikutnya. Maka bagaimana mungkin agama islam membolehkan amalan yang menjijikkan ini yang sangat meniadakan pilar-pilar akhlak”.

زرنا الحوزة القائمية في إيران فوجدنا السادة هناك يبيحون إعارة الفروج، وممن أفتى بإباحة ذلك السيد لطف الله الصافي وغيره، ولذا فإن موضوع إعارة الفرج منتشر في عموم إيران

“Dan kami mengunjungi Hauzah yang ada di Iran, maka kami mendapati para sayyid di sana membolehkan peminjaman kemaluan. Dan diantara yang membolehkannya adalah Sayyid Lutfullah As-Shafi dan selaiinya. Maka dari itu, peminjaman kemaluan begitu tersebar di wilayah mayoritas Iran” (Lillaah Tsumma Li At-Taarikh hal. 47-48)

Maka hanya orang jahil dari agama syiah yang tidak memiliki akal yang membolehkannya.

Wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.

Penulis: Muhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel: alamiry.net (Kajian Al Amiry)


Simak pernyataan langsung dari ulama syiah disini:
http://www.alamiry.net/…/peminjam-kemaluan-hanya-ada-dalam-…


Isnin, 15 Februari 2016

Qubbatul Sakhrah (kubah yang di bawahnya ada batu) di belakang daripada Masjid al Aqsa.



Ramai yang bertanya semalam tentang perihal As Sakhrah iaitu berkenaan batu yang ingin mengikut Sayyiduna RasulILLAHi SallALLAHu Alaihi Wasallam Mikraj ke langit. Berikut sang faqir kongsikan akan cerita dan perihalnya beserta gambar sebenar As Sakhrah.

Apa itu As Sakhrah?

Ianya adalah Tempat Sayyiduna RasulILLAHi SallALLAHu Alaihi Wasallam Dimikrajkan

Ulama umumnya berpendapat Sayyiduna RasulILLAHi SallALLAHu Alaihi Wasallam bermikraj dari satu tempat di Baitulmaqdis yang disebut sebagai Qubbatul Mikraj (kubah tempat dimikrajkan). Tempat itu juga dikenali sebagai Sakhrah Baitulmaqdis juga dikenali sebagai Kubah Emas.

Pengalaman Al-Imam Abu Bakar Ibnul ‘Arabi

Dalam kitab Al-Israk wal-Mikraj oleh Khalid Saiyyid Ali di halaman 82, atas tajuk yang bermaksud ‘Tempat Nabi bermikraj’, disebut di bawahnya suatu penulisan (yang bermaksud):

“Berkatalah al-Imam Abu Bakar Ibnul ‘Arabi, ketika membuat penjelasan (syarah) Kitab al-Muwatta' oleh Imam Malik disebutkan, batu besar di Baitulmaqdis adalah suatu keajaiban ALLAH SubhanaHU Wa Taala.

“Batu itu berdiri sendiri di tengah-tengah Masjidil Aqsa, tergantung-gantung dan terpisah daripada semua bahagiannya dengan bumi. Tidak ada yang memegangnya, melainkan Yang Memegang langit, daripada jatuh menimpa bumi.”

“Di puncaknya dari arah selatan, itulah tempat kaki Sayyiduna RasulILLAHi SallALLAHu Alaihi Wasallam berpijak untuk menaiki Buraq, di sebelah itu agak condong. Dikatakan kerana kegerunannya atas kehebatan Baginda SallALLAHu Alaihi Wasallam maka batu itu tergantung, saya sendiri takut untuk berada di bawahnya, bimbang jika batu itu menghempap saya kerana dosa-dosa saya.”

“Setelah beberapa ketika kemudian, saya pun memberanikan diri dan masuk berteduh di bawahnya, maka saya dapat melihat pelbagai keajaiban. Saya dapat menyaksikan ia dari semua arah. Saya benar-benar melihatnya terpisah dari bumi. Ada arah yang lebih jauh terpisah dari bumi daripada arah yang lain.”

Inilah penulisan yang dirujuk daripada penulisan seorang Ulama besar yang dikenali dengan nama Ibnul ‘Arabi. Daripada sinilah timbul cerita demi cerita yang menyatakan batu tempat Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasallam tergantung-gantung. Itu adalah cerita dahulu. Ada sandarannya, ada catatannya dalam kitab-kitab yang berautoriti, termasuk daripada kitab yang disebutkan tadi.

Batu tersebut, yang sekarang tempat itu dikenali sebagai Qubbatul Sakhrah (kubah yang di bawahnya ada batu). Sekarang ini sudah berada di belakang daripada Masjid al Aqsa.

Jika dilihat Masjid al-Aqsa, imam akan dilihat berada nun jauh daripada arah kiblat dan berakhir kawasan masjid dengan Qubbatul Sakhrah ini.

Batu itu benar-benar wujud dan terletak di tengah-tengah bangunan. Gambaran sekarang ini, batu itu jika dilihat daripada bawah, seolah-olah seperti sebuah payung besar, seperti gua yang kita berada di bawahnya. Anggaran keluasan tempat itu, sebesar ruang solat untuk 20 atau 25 orang, jika untuk masuk bersesak-sesak boleh sampai 150 orang.

Jika direnung batu itu dengan cermat, akan didapati ia sekarang terletak di atas fondisi konkrit batu yang kukuh. Di segenap arahnya berpijak ke atas fondisi itu dan tidak kelihatan seperti tergantung seperti yang dijelaskan di atas. Namun, menurut Imam Besar Masjid al-Aqsa yang berada di situ, Beliau menyatakan memang dahulu batu besar yang macam payung itu tergantung-gantung.

Oleh kerana banyak pembesar-pembesar negara dan banyak pelawat-pelawat luar datang, mereka terperanjat dan amat gerun dengan keadaan batu itu, banyak yang tidak berani masuk di bawah batu itu, kerana takut tiba-tiba batu itu menghempap. Memandangan hal keselamatan penting dan mengelak daripada berlakunya berbagai tanggapan orang ramai ke atas keadaan yang unik itu, maka pihak berkuasa mengambil tindakan membina fondisi yang menyambung batu itu dari bumi.

Ketakutan pembesar-pembesar zaman ini samalah seperti yang dirasai oleh al-Imam Abu Bakar Ibnul ‘Arabi seperti dalam bukunya.

Maka atas itulah batu tersebut sudah tidak lagi kelihatan tergantung-gantung, tetapi ia menjadi seperti sebuah bangunan yang di bawahnya boleh dimasuki, ia kelihatan seperti sebuah batu biasa yang dapat dilihat.

Jadi, kepada pengunjung hari ini yang pergi tidak mungkin akan dapat melihat batu itu sedang tergantung, kerana binaan sudah dibuat mengelilinginya.

Pembinaan Kubah telah dibuat dari zaman Khalifah Abdul Malik Bin Marwan pada tahun 685M untuk menutup kawasan tersebut. Ada pembaca yang faham penulisan sang faqir semalam, menutup itu maksudnya tidak boleh masuk ke kawasan tersebut dari tahun 685M. Nasihat sang faqir fahamkan betul-betul sebelum menafsir dan menuduh.

Ada sesetengah manusia terkenal dengan sifat visualisasi, semua yang dipandang, itulah yang gambaran yang diceritakan, mudah menilai tanpa membaca penuh, mudah menuduh sebelum mengusul periksa. Jadilah orang yang beriman dan berfikir.

Jika hendak diikutkan dari tahun 638M Sayyidina Umar Al Khattab telah membuat binaan di sekitar Masjidil Aqsa termasuklah Qubbatus Sakhrah ini. Kemudian disambung bina oleh Khalifah Abdul Malik Bin Marwan pada zaman Bani Umayyah iaitu sekitar 685-690M, kawasan sekitar diperbaiki dan diperluaskan. Sila dalami sejarah Islam dahulu ya sebelum pening hendak minta dalil pada orang lain. TUTUP bukan bermaksud tidak boleh masuk, tutup maksudnya menutup kawasan yang mulia tersebut supaya terjaga dan juga tidak memberi takjub melampau pada yang memandang. (Sila rujuk kitab Sejarah Masjidil Aqsa di Jurusalem)

Sang faqir sertakan gambar sebenar As Sakhrah ataupun Qubbatul As Sakhrah. Semoga bermanfaat.

*Tulisan di atas juga saduran dari pengalaman seorang Ulama Muktabar dalam ziarah beliau ke Qubbatul Sakhrah.*

Semoga bermanfaat.

Wan Asrul Al Kalantanill

Ahad, 14 Februari 2016

Mengapa Israel Takut dengan Penghafal Al-Quran?


“Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu pahala dan satu pahala diganjar sepuluh kali lipat.” (HR. Tirmidzi)

SEPERTI yang telah kita ketahui bersama bahwa perang antara Israel-Palestina (HAMAS) tidak akan ada hentinya entah sampai kapan. Israel terus menerus melakukan pembantaian-pembantaian terhadap warga Palestina, entah dengan cara sadis ataupun menggunakan siasat licik yang lemah lembut.

Perlu diketahui bahwa dari sekian ribu jiwa korban keganasan perang Israel, 75% diantara mereka adalah anak-anak dan wanita. Berbagai alasan disampaikan oleh Israel mengenai korban tersebut, inilah, itulah bahkan sebagian besar alasannya sangat tidak masuk akal sama sekali dan terkesan mengada-ada. Lebih parahnya lagi Negara-negara dunia seakan tidak mampu menghentikan ini semua, termasuk negara-negara arab sendiri.

Banyak dari kita yang mempertanyakan kenapa Israel tega menghabisi nyawa anak-anak Palestina? Ada yang bilang memang tabiat Israel yang kejam dan biadab, ada juga yang bilang Israel takut akan pertumbuhan anak-anak Palestina. Karena anak-anak yang terlahir adalah generasi masa datang yang gemilang. Mungkin pendapat yang kedua ada benarnya dan masuk akal juga.

Berikut ini akan dijelaskan mengapa Israel menjadikan anak-anak Palestina sebagai target operasi mereka selain kelompok HAMAS tentunya.

Pada penyerangan Israel terhadap Palestina pada Desember 2008 yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan tahun 1429 H, pimpinan HAMAS Ismail Haniyah melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang telah hafal Al-Qur’an. Dan ternyata anak-anak yang sudah hafal 30 juz Al-Quran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi.

“Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Al-Quran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?” Demikian pemikiran yang berkembang di dalam pikiran orang-orang Yahudi. Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Al-Quran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel, menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan Al-Qur’an. Tidak ada main Play Station atau gamebagi mereka.

Namun kondisi tersebut memacu mereka untuk menjadi para penghafal Al-Quran yang masih begitu belia. Dan pada saat itu, karena ketakutan Zionis Yahudi, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.

Itulah sebagian alasan mengapa HAMAS memberlakukan syarat-syarat yang amat berat untuk menjadi anggota mereka, diantaranya Hafidz Al-Qur’an dan tidak pernah meninggalkan shalat fardhu terutama shalat subuh.

Teringat sejarah emas tentang kejayaan Islam di masa kekhalifahan dahulu. Dan rahasia besar yang perlu dicatat dalam masa itu adalah umat Islam tidak pernah jauh dengan Al-Quran, tidak pernah melepaskan hadits Rasulullah saw menjadi pedoman. Seperti dalam sebuah hadits Rasulullah Saw. pernah bersabda.

“Telah kutinggalkan untuk kalian dua hal. Jika kalian berpegang teguh dengan keduanya, maka kalian tidak akan pernah sesat, yaitu Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya” (HR. Malik).

Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Apa yang telah dilakukan pemerintah Indonesia untuk membina generasi penerus bangsa?

Belajarlah dari Palestina, walaupun mereka dikurung oleh penjajahan Zionis, nyawa mereka terancam setiap saat, setiap menit bahkan setiap detik, tapi itu semua tidak menyurutkan niat mereka untuk dekat dengan Sang Khalik dan mendalami lebih dalam dan lebih jauh tentang Agama Islam.

Israel memang unggul dalam segi jumlah pasukan dan perlengkapan tempur yang berteknologi paling tinggi. Tapi rakyat Palestina memiliki semangat juang yang tinggi, mereka berani mati demi kebebasan mereka, anak cucu mereka. Mendapat syahid dengan janji bertemu Rabb dengan leluasa tanpa tabir apapun. [hf/islampos/kazuki011.wp]

http://www.reportaseterkini.com/2015/09/mengapa-israel-takut-dengan-penghafal.html

Kuliah Maghrib Kitab Mastika Hadis - Ustaz Halim Nasir 13.02.2016

Jumaat, 12 Februari 2016

Erdogan menyeru PBB untuk melakukan lebih banyak untuk mengelakkan apa dikatakan adalah "pembersihan etnik" di negara ini



Presiden Recep Tayyip Erdogan menyeru PBB untuk melakukan lebih banyak untuk mengelakkan apa dikatakan adalah "pembersihan etnik" di negara ini. Beliau juga mengulangi gesaannya supaya penubuhan zon larangan terbang di Syria, satu rangka kerja yang ditentang oleh Rusia. Erdogan menuduh PBB tidak ikhlas dalam menyeru Turki untuk melakukan lebih banyak untuk membantu pelarian Syria dan bukannya mengambil tindakan untuk mencegah pertumpahan darah. Pesawat perang Rusia telah mengebom sekitar bandar Syria Aleppo bagi menyokong serangan kerajaan Syria untuk menawan semula bandar, menghantar berpuluh-puluh ribu orang yang melarikan diri ke sempadan Turki.

"Terdapat peluang gelombang baru pelarian akan mencapai 600,000 jika serangan udara diteruskan. Kami sedang membuat persiapan untuk itu. Kami akan bersabar dankami akan melakukan apa yang perlu. Bas dan kapal terbang kami tidak menunggu di sana dengan sia-sia. Turki mempunyai maklumat bahawa tentera Iran yang disokong di Syria telah menjalankan kerjanya "tanpa belas kasihan kepada pembunuhan beramai-ramai. ". kata Erdogan.

Turki sudah rumah kepada lebih daripada 2.6 juta pelarian Syria. Erdogan berkata krisis Syria tidak dapat diselesaikan tanpa zon selamat, dan berkata bahawa cara untuk menjaga rakyat Syria di negara mereka perlu dicari.

Seorang diplomat kanan Rusia berkata Moscow menentang rancangan untuk menubuhkan sebuah "zon selamat" di sempadan Turki-Syria.

Timbalan Menteri Luar Rusia, Oleg Syromolotov berkata Moscow menentang "sebarang cubaan" oleh gabungan yang diketuai AS untuk menggunakan tentera di utara Syria tanpa meminta kerajaan Syria atau Majlis Keselamatan PBB. Syromolotov berkata Rusia akan menganggap ini sebagai "tindakan campur tangan ketenteraan secara langsung" jika ia berlaku.