Khamis, 18 Julai 2019

Kelebihan Memasuki masjid kami ini untuk mempelajari kebaikan

Daripada Abu Hurairah RA bahawa Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ جَاءَ مَسْجِدِي هَذَا، لَمْ يَأْتِهِ إِلَّا لِخَيْرٍ يَتَعَلَّمُهُ أَوْ يُعَلِّمُهُ، فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَمَنْ جَاءَ لِغَيْرِ ذَلِكَ فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الرَّجُلِ يَنْظُرُ إِلَى مَتَاعِ غَيْرِهِ

Maksudnya: “Barangsiapa yang mendatangi masjidku ini, tidaklah dia datang melainkan kerana sesuatu kebaikan yang dia pelajari atau mengajarkannya, maka dia seperti orang yang berjihad di jalan Allah. Dan barangsiapa yang mendatanginya disebabkan selain daripada itu, maka dia seperti seseorang yang melihat barang milik orang lain.” [Riwayat Ibn Majah (227)]

Adapun di dalam riwayat yang lain sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam musnadnya:

Daripada Abu Hurairah RA bahawa Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ دَخَلَ مَسْجِدَنَا هَذَا لِيَتَعَلَّمَ خَيْرًا، أَوْ لِيُعَلِّمَهُ، كَانَ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللهِ، وَمَنْ دَخَلَهُ لِغَيْرِ ذَلِكَ، كَانَ كَالنَّاظِرِ إِلَى مَا لَيْسَ لَهُ

Maksudnya: “Barangsiapa yang memasuki masjid kami ini untuk mempelajari kebaikan atau mengajarkannya seperti seseorang yang berjihad di jalan Allah. Dan barangsiapa yang memasukinya disebabkan selain daripada itu, maka dia seperti seseorang yang melihat sesuatu yang bukan miliknya.” [Riwayat Ahmad (8603)]

Berkaitan status hadith ini menjadi perselisihan dalam kalangan para ulama, Syeikh Syu’iab al-Arna’outh menilai hadith ini sebagai dhaif disebabkan salah seorang perawi bernama Humaid diperselisihi hukumnya dalam kalangan ahli hadith. [Lihat: Musnad Ahmad, /154] Manakala Syeikh al-Albani menilai hadith ini sebagai sahih. [Lihat: Sahih wa Dhaif Sunan Ibn Majah, 1/299] Di samping itu, Imam Ibn Hibban menukilkan riwayat Ahmad di dalam kitab sahihnya. [Lihat: Sahih Ibn Hibban, 288/1] Selain itu, Imam al-Munziri mengatakan bahawa tidak terdapat di dalam sanad perawi yang ditinggalkan dan perawi yang disepakati akan kedhaifannya oleh para ulama. [Lihat: al-Targhib wa al-Tarhib, 1/60] Setelah melihat kepada beberapa pandangan di atas, kami cenderung kepada hadith ini adalah sahih sebagaimana yang dinilai oleh Imam Ibn Hibban.

Adapun, maksud Nabi SAW apabila menyatakan “barangsiapa yang mendatangi masjidku ini” boleh difahami dengan maksud Nabi SAW mengkhususkan kelebihan ini hanya pada masjid al-Nabawi sahaja atau Nabi SAW menyatakan masjidku ini adalah disebabkan pada waktu itu hanya masjid al-Nabawi merupakan tempat untuk menyebarkan serta mempelajari ilmu. Tambahan pula, perumpamaan orang yang menuntut ilmu seperti orang yang berjihad di jalan Allah adalah kerana perbuatan tersebut menghidupkan agama, pencelaan kepada syaitan, meletihkan badan dan sebagainya. Selain itu, di dalam hadith ini menunjukkan bahawa masjid merupakan pasar ilmu, maka sesiapa yang mendatanginya perlu membeli ilmu dengan mempelajarinya atau mengajarkannya. Dengan itu, seseorang itu akan mendapatkan faedah daripadanya. [Lihat: Hasyiah al-Sindi ‘ala Sunan Ibn Majah, 100-101/1]

Kesimpulannya, hadith yang menceritakan berkaitan kelebihan menuntut ilmu di masjid al-Nabawi adalah sahih sebagaimana yang telah kami jelaskan di atas. Di samping itu juga, kita sebagai seorang muslim perlulah sentiasa berusaha untuk mencari ilmu kerana ia merupakan satu tuntutan dan kewajipan ke atas kita. Adapun bagi orang yang berkemampuan untuk mengajarkannya, maka menjadi kewajipan ke atasnya untuk menyampaikan ilmu tersebut. Akhirnya, semoga Allah SWT memberi kita kefahaman di dalam agama serta menjadikan ilmu yang diperolehi adalah ilmu yang bermanfaat. Amin.

Wallahua’lam

Selasa, 2 Julai 2019

BAHAYA SYIAH

FATWA IMAM MALIK

Al Khalal meriwayatkan dari Abu Bakar Al Marwazi, katanya : Saya mendengar Abu Abdulloh berkata, bahwa Imam Malik berkata :

“Orang yang mencela sahabat-sahabat Nabi, maka ia tidak termasuk dalam golongan Islam”

( Al Khalal / As Sunnah, 2-557 )

Begitu pula Ibnu Katsir berkata, dalam kaitannya dengan firman Allah surat Al Fath ayat 29, yang artinya :

“ Muhammad itu adalah Rasul (utusan Allah). Orang-orang yang bersama dengan dia (Mukminin) sangat keras terhadap orang-orang kafir, berkasih sayang sesama mereka, engkau lihat mereka itu rukuk, sujud serta mengharapkan kurnia daripada Allah dan keridhaanNya. Tanda mereka itu adalah di muka mereka, karena bekas sujud. Itulah contoh (sifat) mereka dalam Taurat. Dan contoh mereka dalam Injil, ialah seperti tanaman yang mengeluarkan anaknya (yang kecil lemah), lalu bertambah kuat dan bertambah besar, lalu tegak lurus dengan batangnya, sehingga ia menakjubkan orang-orang yang menanamnya. (Begitu pula orang-orang Islam, pada mula-mulanya sedikit serta lemah, kemudian bertambah banyak dan kuat), supaya Allah memarahkan orang-orang kafir sebab mereka. Allah telah menjanjikan ampunan dan pahala yang besar untuk orang-orang yang beriman dan beramal salih diantara mereka”.

Beliau berkata : Dari ayat ini, dalam satu riwayat dari Imam Malik, beliau mengambil kesimpulan bahwa golongan Rofidhoh (Syiah), yaitu orang-orang yang membenci para sahabat Nabi SAW, adalah Kafir.
Beliau berkata : “Karena mereka ini membenci para sahabat, maka dia adalah Kafir berdasarkan ayat ini”. Pendapat tersebut disepakati oleh sejumlah Ulama.

(Tafsir Ibin Katsir, 4-219)

Imam Al Qurthubi berkata : “Sesungguhnya ucapan Imam Malik itu benar dan penafsirannya juga benar, siapapun yang menghina seorang sahabat atau mencela periwayatannya, maka ia telah menentang Allah, Tuhan seru sekalian alam dan membatalkan syariat kaum Muslimin”.

(Tafsir Al Qurthubi, 16-297).

FATWA IMAM AHMAD

Al Khalal meriwayatkan dari Abu Bakar Al Marwazi, ia berkata : “Saya bertanya kepada Abu Abdullah tentang orang yang mencela Abu Bakar, Umar dan Aisyah? Jawabnya, saya berpendapat bahwa dia bukan orang Islam”.

( Al Khalal / As Sunnah, 2-557).

Beliau Al Khalal juga berkata : Abdul Malik bin Abdul Hamid menceritakan kepadaku, katanya: “Saya mendengar Abu Abdullah berkata : “Barangsiapa mencela sahabat Nabi, maka kami khawatir dia keluar dari Islam, tanpa disadari”.

(Al Khalal / As Sunnah, 2-558).

Beliau Al Khalal juga berkata :

“ Abdullah bin Ahmad bin Hambal bercerita pada kami, katanya : “Saya bertanya kepada ayahku perihal seorang yang mencela salah seorang dari sahabat Nabi SAW. Maka beliau menjawab : “Saya berpendapat ia bukan orang Islam”.

(Al Khalal / As Sunnah, 2-558)

Dalam kitab AS SUNNAH karya IMAM AHMAD halaman 82, disebutkan mengenai pendapat beliau tentang golongan Rofidhoh (Syiah) :

“Mereka itu adalah golongan yang menjauhkan diri dari sahabat Muhammad SAW dan mencelanya, menghinanya serta mengkafirkannya, kecuali hanya empat orang saja yang tidak mereka kafirkan, yaitu Ali, Ammar, Migdad dan Salman. Golongan Rofidhoh (Syiah) ini sama sekali bukan Islam.

FATWA AL BUKHORI

Iman Bukhori berkata : “Bagi saya sama saja, apakah aku sholat dibelakang Imam yang beraliran JAHM atau Rofidhoh (Syiah) atau aku sholat di belakang Imam Yahudi atau Nasrani. Dan seorang Muslim tidak boleh memberi salam pada mereka, dan tidak boleh mengunjungi mereka ketika sakit juga tidak boleh kawin dengan mereka dan tidak menjadikan mereka sebagai saksi, begitu pula tidak makan hewan yang disembelih oleh mereka.
(Imam Bukhori / Kholgul Afail, halaman 125).

FATWA AL FARYABI

Al Khalal meriwayatkan, katanya : “Telah menceritakan kepadaku Harb bin Ismail Al Karmani, katanya : “Musa bin Harun bin Zayyad menceritakan kepada kami : “Saya mendengar Al Faryaabi dan seseorang bertanya kepadanya tentang orang yang mencela Abu Bakar. Jawabnya : “Dia kafir”. Lalu ia berkata : “Apakah orang semacam itu boleh disholatkan jenazahnya ?”. Jawabnya : “Tidak”. Dan aku bertanya pula kepadanya : “Mengenai apa yang dilakukan terhadapnya, padahal orang itu juga telah mengucapkan Laa Ilaaha Illalloh?”. Jawabnya : “Janganlah kamu sentuh jenazahnya dengan tangan kamu, tetapi kamu angkat dengan kayu sampai kamu turunkan ke liang lahatnya”.
(Al Khalal / As Sunnah, 6-566)

FATWA AHMAD BIN YUNUS

Beliau berkata : “Sekiranya seorang Yahudi menyembelih seekor binatang dan seorang Rofidhi (Syiah) juga menyembelih seekor binatang, niscaya saya hanya memakan sembelihan si Yahudi dan aku tidak mau makan sembelihan si Rofidhi (Syiah), sebab dia telah murtad dari Islam”.
(Ash Shariim Al Maslul, halaman 570).

 FATWA ABU ZUR’AH AR ROZI

Beliau berkata : “Bila anda melihat seorang merendahkan (mencela) salah seorang sahabat Rasulullah SAW, maka ketahuilah bahwa dia adalah ZINDIIG. Karena ucapannya itu berakibat membatalkan Al-Qur'an dan As Sunnah”.
(Al Kifayah, halaman 49).

FATWA ABDUL QODIR AL BAGHDADI
 
Beliau berkata : “Golongan Jarudiyah, Hisyamiyah, Jahmiyah dan Imamiyah adalah golongan yang mengikuti hawa nafsu yang telah mengkafirkan sahabat-sahabat terbaik Nabi, maka menurut kami mereka adalah kafir. Menurut kami mereka tidak boleh di sholatkan dan tidak sah berma’mum sholat di belakang mereka”.
(Al Fargu Bainal Firaq, halaman 357).

Beliau selanjutnya berkata : “Mengkafirkan mereka adalah suatu hal yang wajib, sebab mereka menyatakan Allah bersifat Al Bada’

FATWA IBNU HAZM

Beliau berkata : “Salah satu pendapat golongan Syiah Imamiyah, baik yang dahulu maupun sekarang ialah, bahwa Al-Qur'an sesungguhnya sudah diubah”. Kemudian beliau berkata : ”Orang yang berpendapat bahwa Al-Qur'an yang ada ini telah diubah adalah benar-benar kafir dan mendustakan Rasulullah SAW”.
(Al Fashl, 5-40).

FATWA ABU HAMID AL GHOZALI

Imam Ghozali berkata : “Seseorang yang dengan terus terang mengkafirkan Abu Bakar dan Umar Rodhialloh Anhuma, maka berarti ia telah menentang dan membinasakan Ijma kaum Muslimin. Padahal tentang diri mereka (para sahabat) ini terdapat ayat-ayat yang menjanjikan surga kepada mereka dan pujian bagi mereka serta pengukuhan atas kebenaran kehidupan agama mereka, dan keteguhan aqidah mereka serta kelebihan mereka dari manusia-manusia lain”.
Kemudian kata beliau : “Bilamana riwayat yang begini banyak telah sampai kepadanya, namun ia tetap berkeyakinan bahwa para sahabat itu kafir, maka orang semacam ini adalah kafir. Karena dia telah mendustakan Rasulullah. Sedangkan orang yang mendustakan satu kata saja dari ucapan beliau, maka menurut Ijma’ kaum Muslimin, orang tersebut adalah kafir”.
(Fadhoihul Batiniyyah, halaman 149).

 FATWA AL QODHI IYADH

Beliau berkata : “Kita telah menetapkan kekafiran orang-orang Syiah yang telah berlebihan dalam keyakinan mereka, bahwa para Imam mereka lebih mulia dari pada para Nabi”.
Beliau juga berkata : “Kami juga mengkafirkan siapa saja yang mengingkari Al-Qur'an, walaupun hanya satu huruf atau menyatakan ada ayat-ayat yang diubah atau ditambah di dalamnya, sebagaimana golongan Batiniyah (Syiah) dan Syiah Ismailiyah”.
(Ar Risalah, halaman 325).

FATWA AL FAKHRUR ROZI

Ar Rozi menyebutkan, bahwa sahabat-sahabatnya dari golongan Asyairoh mengkafirkan golongan Rofidhoh (Syiah) karena tiga alasan :
Pertama: Karena mengkafirkan para pemuka kaum Muslimin (para sahabat Nabi). Setiap orang yang mengkafirkan seorang Muslimin, maka dia yang kafir. Dasarnya adalah sabda Nabi SAW, yang artinya : “Barangsiapa berkata kepada saudaranya, hai kafir, maka sesungguhnya salah seorang dari keduanya lebih patut sebagai orang kafir”.
Dengan demikian mereka (golongan Syiah) otomatis menjadi kafir.
Kedua: “Mereka telah mengkafirkan satu umat (kaum) yang telah ditegaskan oleh Rasulullah sebagai orang-orang terpuji dan memperoleh kehormatan (para sahabat Nabi)”.
Ketiga: Umat Islam telah Ijma’ menghukum kafir siapa saja yang mengkafirkan para tokoh dari kalangan sahabat.
(Nihaayatul Uguul, Al Warogoh, halaman 212).

FATWA IBNU TAIMIYAH

Beliau berkata : “Barangsiapa beranggapan bahwa Al-Qur'an telah dikurangi ayat-ayatnya atau ada yang disembunyikan, atau beranggapan bahwa Al-Qur'an mempunyai penafsiran-penafsiran batin, maka gugurlah amal-amal kebaikannya. Dan tidak ada perselisihan pendapat tentang kekafiran orang semacam ini”
Barangsiapa beranggapan para sahabat Nabi itu murtad setelah wafatnya Rasulullah, kecuali tidak lebih dari sepuluh orang, atau mayoritas dari mereka sebagai orang fasik, maka tidak diragukan lagi, bahwa orang semacam ini adalah kafir. Karena dia telah mendustakan penegasan Al-Qur'an yang terdapat di dalam berbagai ayat mengenai keridhoan dan pujian Allah kepada mereka. Bahkan kekafiran orang semacam ini, adakah orang yang meragukannya? Sebab kekafiran orang semacam ini sudah jelas....
(Ash Sharim AL Maslul, halaman 586-587).

FATWA SYAH ABDUL AZIZ DAHLAWI

Sesudah mempelajari sampai tuntas mazhab Itsna Asyariyah dari sumber-sumber mereka yang terpercaya, beliau berkata : “Seseorang yang menyimak aqidah mereka yang busuk dan apa yang terkandung didalamnya, niscaya ia tahu bahwa mereka ini sama sekali tidak berhak sebagai orang Islam dan tampak jelaslah baginya kekafiran mereka”.
(Mukhtashor At Tuhfah Al Itsna Asyariyah, halaman 300).

FATWA MUHAMMAD BIN ALI ASY SYAUKANI

Perbuatan yang mereka (Syiah) lakukan mencakup empat dosa besar, masing-masing dari dosa besar ini merupakan kekafiran yang terang-terangan.
Pertama : Menentang Allah.
Kedua : Menentang Rasulullah.
Ketiga : Menentang Syariat Islam yang suci dan upaya mereka untuk melenyapkannya.
Keempat : Mengkafirkan para sahabat yang diridhoi oleh Allah, yang didalam Al-Qur'an telah dijelaskan sifat-sifatnya, bahwa mereka orang yang paling keras kepada golongan Kuffar, Allah SWT menjadikan golongan Kuffar sangat benci kepada mereka. Allah meridhoi mereka dan disamping telah menjadi ketetapan hukum didalam syariat Islam yang suci, bahwa barangsiapa mengkafirkan seorang muslim, maka dia telah kafir, sebagaimana tersebut di dalam Bukhori, Muslim dan lain-lainnya.
(Asy Syaukani, Natsrul Jauhar Ala Hadiitsi Abi Dzar, Al Warogoh, hal 15-16)

PARA ULAMA SEBELAH TIMUR SUNGAI JAIHUN

Al Alusi (seorang penulis tafsir) berkata : “Sebagian besar ulama disebelah timur sungai ini menyatakan kekafiran golongan Itsna Asyariyah dan menetapkan halalnya darah mereka, harta mereka dan menjadikan wanita mereka menjadi budak, sebab mereka ini mencela sahabat Nabi SAW, terutama Abu Bakar dan Umar, yang menjadi telinga dan mata Rasulullah SAW, mengingkari kekhilafahan Abu Bakar, menuduh Aisyah Ummul Mukminin berbuat zina, padahal Allah sendiri menyatakan kesuciannya, melebihkan Ali r.a. dari rasul-rasul Ulul Azmi. Sebagian mereka melebihkannya dari Rasulullah SAW dan mengingkari terpeliharanya Al-Qur'an dari kekurangan dan tambahan”.
(Nahjus Salaamah, halaman 29-30).

Demikian telah kami sampaikan fatwa-fatwa dari para Imam dan para Ulama yang dengan tegas mengkafirkan golongan Syiah yang telah mencaci maki dan mengkafirkan para sahabat serta menuduh Ummul mukminin Aisyah berbuat serong, dan berkeyakinan bahwa Al-Qur'an yang ada sekarang ini tidak orisinil lagi (Mukharrof). Serta mendudukkan imam-imam mereka lebih tinggi (Afdhol) dari para Rasul.
Semoga fatwa-fatwa tersebut dapat membantu pembaca dalam mengambil sikap tegas terhadap golongan Syiah.
“Yaa Allah tunjukkanlah pada kami bahwa yang benar itu benar dan jadikanlah kami sebagai pengikutnya, dan tunjukkanlah pada kami bahwa yang batil itu batil dan jadikanlah kami sebagai orang yang menjauhinya.”

Selasa, 14 Mei 2019

RAMADAN BULAN AL-QURAN

Minda Presiden PAS

Ramadan sebagai bulan pilihan yang diwajibkan berpuasa adalah sangat bermakna dan berhikmah. Pada bulan ini juga Allah memilih diturunkan Al-Quran daripada Luh Mahfuz ke langit dunia, sebelum diwahyukan secara sedikit demi sedikit, mengikut  berlakunya sebab yang memerlukan petunjuk wahyu secara langsung, menerangkan perkara rukun iman, Islam dan akhlak yang wajib ditegaskan, serta menyampaikan iktibar pengajaran dan ilmu, khususnya dalam perkara yang tidak mungkin dicapai oleh akal manusia yang tetap adanya sifat-sifat kelemahan, sehingga mereka memerlukan petunjuk Allah Tuhan Pencipta Alam yang wajib bersifat Maha Rahmat, Adil dan Bijaksana.

Puasa yang diwajibkan hanya pada waktu siang hari pada bulan Ramadan ini, rukunnya meninggalkan makan minum yang menjadi rukun hidup setiap manusia yang wajib menjaga nyawa. Betapa wajibnya menjaga nyawa itu sehingga dihalalkan yang haram apabila dalam keadaan darurat tidak ada makanan halal, kerana menjaga nyawa hendaklah diutamakan.

Begitu juga disuruh wajib menahan hawa nafsu walaupun dihalalkan selain waktu puasa. Tujuannya mengajar dan melatih diri supaya mematuhi perintah Allah dengan mengabdikan diri kepada Tuhan pencipta diri manusia dan segala keperluan hidupnya. Tuhan yang disebut Allah dengan maksud hanya kepada Allah sahaja yang layak diperhambakan diri dengan melakukan ibadah dan lain-lain. Tuhan juga disebut Rabbu Al-‘Alamin (pencipta alam semesta dan mengurusnya dengan bijak dan adil).

Hubungan manusia dengan Allah itu tidak sama dengan hubungan sesama manusia, seperti antara ketua negara dengan rakyat, pegawai dengan ketua, pekerja dengan majikan dan sebagainya. Sebabnya hubungan sesama manusia tidak sepanjang masa dan boleh diputuskan bila-bila masa. Adapun hubungan antara hamba dengan Tuhan tiada pilihan untuk dinafikan begitu sahaja, kerana Allah itu pencipta makhluknya dan segala perkara yang berkaitan dengannya secara berkekalan. Sepanjang masa dan setiap degup jantung dan nadi, serta aliran darah dalam jasad yang mengerakkannya sehingga berfikir dengan otaknya adalah kurniaan Allah. 

Perintah wajib berpuasa itu dengan firman Allah, begitulah semua Al-Quran itu adalah firman Allah yang wajib beriman kepadanya dan menjadikannya petunjuk.

Al-Quran inilah sebenarnya disebut hidayah yang bermaksud petunjuk yang wajib dipinta setiap rakaat solat yang disebut dalam surah Al-Fatihah yang menjadi rukun solat. Surah yang terkandung di dalamnya pujian kepada Allah yang tiada kemampuan kita menyebut segala nikmat kurniaanNya dan mengaku kepadaNya sahaja diabdikan diri dan kepadaNya sahaja diminta pertolongan yang diulangi setiap rakaat solat. Selepas lafaz kepujian yang layak bagiNya sehingga tiada perkataan yang mampu dicari melainkan dengan wahyu surah Al-Fatihah ini. Disebut pula doanya:

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6)

“Berilah hidayah (petunjuk) kepada kami ke jalan yang betul”. (Surah Al-Fatihah: 6)

Mengapa perlunya diulangi doa ini? Tidakkah kita sudah yakin kepada Islam ini satu-satunya yang benar dan betul dengan kenyataan Allah sendiri?

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِن بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَن يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ (19)

“Sesungguhnya Ad-Din (yang benar dan diredai) di sisi Allah adalah Islam. Dan orang-orang yang mempunyai Kitab Suci (Yahudi dan Nasrani) yang diberikan Kitab itu tidak berselisih (mengenai Islam dan enggan menerimanya) melainkan setelah sampai kepada mereka pengetahuan yang sah tentang kebenarannya; (perselisihan itu pula) semata-mata kerana hasad dengki yang ada dalam kalangan mereka. Dan (ingatlah), sesiapa yang kufur ingkar akan ayat-ayat keterangan Allah, maka sesungguhnya Allah amat segera hitungan hisabNya”. (Suran Aali ‘Imraan: 19)

Firman Allah:

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ (85)

“Dan sesiapa yang mencari Ad-Din selain Islam, maka tidak akan diterima daripadanya, dan dia pada Hari Akhirat kelak daripada orang-orang yang rugi”. (Surah Aali ‘Imraan: 85)

Perkataan Ad-Din tidak cukup diterjemahkan dengan perkataan agama mengikut semua bahasa, kerana termasuk di dalam makna Ad-din adalah seluruh aspek kehidupan termasuk disebut tentang ideologi dan teori ciptaan manusia, alam angkasa lepas dan alam ghaib seperti kuman paling halus yang mencapai kajian manusia dan makhluk ghaib yang tidak mungkin dicapai oleh pancaindera, otak dan akal manusia, serta alam akhirat yang selama-lamanya berada dalam ilmu yang dinyatakan dan tidak dinyatakan. Semuanya itu wajib diimani.

Apa yang ditunjukkan di hadapan kita terkini sudah banyak, sama ada yang berjenama agama, ideologi dan teori, semuanya mengaku benar. Orang yang beriman percaya bahawa yang benar itu hanya daripada Allah sahaja, firmanNya:

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ وَإِنَّ فَرِيقًا مِّنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ (146) الْحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ (147)

“Orang-orang yang mempunyai Kitab Suci (Yahudi dan Nasrani) yang Kami berikan Kitab itu mengetahui serta mengenalinya (Nabi Muhammad dan kebenarannya) sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian daripada mereka berusaha menyembunyikan kebenaran itu, sedang mereka mengetahui (salahnya perbuatan yang demikian) (146); Kebenaran (yang datangnya kepadamu dan disembunyikan oleh kaum Yahudi dan Nasrani) itu (wahai Muhammad) adalah datangnya dari Tuhanmu; oleh itu jangan sekali-kali engkau termasuk dalam golongan orang-orang yang ragu-ragu”. (Surah Al-Baqarah: 146-147)

Pada satu hari Rasulullah S.A.W. bersabda kepada para sahabat R.A., generasi awal yang mewarisi ajaran dan petunjuknya, setelah melakarkan garisan yang lurus di atas tanah dan menggariskan garis-garis yang bercabang di kanan dan kiri, lalu Baginda S.A.W. menyebut firman Allah:

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (153)

“Dan bahawa sesungguhnya inilah jalanKu (Islam) yang betul lurus, maka hendaklah kamu menurutnya; dan janganlah kamu menurut jalan-jalan (yang lain daripada Islam), kerana jalan-jalan (yang lain itu) mencerai-beraikan kamu daripada jalan Allah. Dengan yang demikian itulah Allah perintahkan kamu, supaya kamu bertaqwa”. (Surah Al-An’aam: 153)

Rasulullah S.A.W. menegaskan garisan yang betul hanya Islam. Adapun setiap satu cabang itu adalah jalan sesat yang ada syaitan yang menunggu dan menggoda supaya mengikutnya.

Manusia akan terkeliru kepada dakyah syaitan itu, kerana semuanya mendakwa jalannya sahaja yang betul. Adalah sangat mencabar dalam dunia moden yang canggih ini terlalu banyaknya seruan, bukan sahaja yang berpijak di atas tanah bumi yang berbukit bukau, bahkan meredah di langit terbuka tanpa sempadan melalui lisan, tulisan tayangan oleh syaitan yang paling cerdik menipu dan menggoda dengan ketinggian ilmunya dan menunjuk-nunjuk sifat baiknya, sehinggalah yang paling bodoh dan jahat menjadi bala tenteranya juga.

Maka dalam dunia yang sangat mencabar ini, setiap orang wajib bergantung kepada Allah, tidak cukup dengan ilmu dan akalnya sahaja. Hendaklah juga bersungguh mengkaji Al-Quran secara berseorangan dan berjemaah, kerana inilah petunjuk daripada Allah, serta mentarbiah diri dengan ibadat puasa sehingga mencapai sifat taqwa, agar berhati-hati dalam perjalanan hidup yang berwawasan dunia dan akhirat.

Hayatilah pesanan Allah:

قُلْ إِنَّمَا أَعِظُكُم بِوَاحِدَةٍ أَن تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَىٰ وَفُرَادَىٰ ثُمَّ تَتَفَكَّرُوا مَا بِصَاحِبِكُم مِّن جِنَّةٍ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ لَّكُم بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍ (46)

“Katakanlah (wahai Muhammad): "Aku hanyalah mengajar dan menasihati kamu dengan satu perkara sahaja, iaitu hendaklah kamu bersungguh-sungguh berusaha mencari kebenaran kerana Allah semata-mata, sama ada dengan cara berdua (dengan orang lain), atau seorang diri; kemudian hendaklah kamu berfikir sematang-matangnya (untuk mengetahui salah benarnya ajaranKu)”. Sebenarnya tiada pada (Muhammad) yang menjadi sahabat kamu sebarang penyakit gila (sebagaimana yang dituduh); dia hanyalah seorang Rasul pemberi amaran kepada kamu, sebelum kamu ditimpa azab yang berat (di akhirat)”. (Surah Saba’: 46)

Sebab diwahyukan ayat ini apabila ada kalangan yang menyaksikan peribadi Rasulullah S.A.W. yang dipilih oleh Allah menerima Al-Quran dianggap gila.  Apabila mereka tidak mampu berhujah, maka dilemparkan fitnah, lalu Allah menyuruh mereka berfikir dengan ikhlas secara bersendirian atau bersama teman yang dipercayai demi mencari kebenaran.

Allah juga berjanji memberi hidayahNya kepada sesiapa yang bersungguh-sungguh mencari kebenaran:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ (69)

“Dan orang-orang yang berusaha dengan bersungguh-sungguh kerana mahu berada di jalan Allah yang benar (Islam), sesungguhnya Kami akan memimpin mereka ke jalan-jalan Kami (yang menjadikan mereka bertemu kebenran, serta beroleh keredaan); dan sesungguhnya (pertolongan dan bantuan) Allah berserta orang-orang yang berusaha membaiki amalannya”. (Surah Al-‘Ankabuut: 69)

Puasa Ramadan mendidik manusia supaya cergas berfikir dengan otak yang sihat yang diletakkan di atas kepala yang tinggi, bukannya berada dalam perut sehingga berfikir sekadar mengisi perutnya sahaja, kerana Allah menjadikan diri manusia itu mulia dengan akalnya, tiba-tiba disalah guna akalnya dengan hanya menumpukan fikirannya demi isi perut, sehingga menjadikannya lebih hina daripada najis sendiri, apabila hidupnya untuk makan, bukannya makan untuk hidup beriman, beramal dan berbudi mulia.

“Islam Memimpin”

ABDUL HADI AWANG
Presiden PAS

Bertarikh: 8 Ramadan 1440 / 13 Mei 2019

Ahad, 12 Mei 2019

Apabila Pendatang Berkuasa,hilanglah Agama. Bangsa dan Tanah Air

8 PERKARA JIKALAU ORANG PENDATANG ... (realiti di Singapura)

Tulisan ini dipetik daripada buku tulisan Profesor Dr Lily Zubaidah Rahim bertajuk “Singapore Dilemma in the Malay World,” Routledge Taylor & Francis Group, 2009.

Dr Lily Zubaidah telah dibuang negeri kerana mengkritik kerajaan PAP dan sekarang beliau bertugas sebagai seorang Profesor di Sydney University Australia.

1) Memperalat orang Melayu
Selepas Yusof Ishak tiada lagi Presiden Singapura berbangsa Melayu kerana selepas kematiannya, jawatan Presiden itu diganti oleh Benjamin Henry Sheare, Devan Nair, Wee Kim Wee, Ong Teng Cheong, Sellapan Ramanathan dan Dr. Tony Tan Keng Yam.

Manakala Setiausaha Agung PAP, Lee Kuan Yew pula memegang jawatan Perdana Menteri selama 31 tahun diganti dengan Goh Chok Tong dan pada 12 Ogos 2004, anak Kuan Yew, Lee Hsien Loong mengambil alih semula jawatan Perdana Menteri Singapura hingga sekarang.

Yusuf Ishak hanyalah gula-gula untuk menarik sokongan orang Melayu pada ketika itu.

2) Siapa yang mempersoal PAP, dituduh “Chauvinists, Religious Extremists and harbouring a sinister agenda”.
“Organisasi-organisasi Melayu, pakatan politik pembangkang, atau individu yang berani mempersoal kerajaa PAP Singapura, akan didakwa sebagai ‘Chauvinists, Religious Extremists & harbouring a sinister agenda” (membawa agenda jahat).
Tuduhan ini amatlah bercanggah dengan amalan meritokrasi seperti mana yang dilaung-laungkan oleh kerajaan PAP.

Tambahan beliau lagi, orang Melayu di Singapura dinafikan hak mereka untuk menyatakan pendapat sama ada di media-media utama ataupun akhbar-akhbar tempatan.
Itu belum lagi, penganiayaan terhadap pelajar Muslim yang ingin memakai tudung ke sekolah.

Hal ini boleh dilihat pada tahun 2002, Malay Community Organisation, Fateha.com dan juga jurucakap mereka, Zulfikar Shariff, telah dihalang kerana dikatakan membicarakan hal-hal sensitif seperti bantahan terhadap ‘No tudung petition’, diskriminasi terhadap pekerja Melayu, menuntut supaya madrasah dikekalkan dan sebagainya.

[ARTIKEL BERKAITAN: BILA KAFIR BERKUASA - HARAMKAN SIKIT-SIKIT:

3) Bahasa Melayu bahasa golongan rendah.
“Kebanyakan bukan Melayu tidak bercakap bahasa kebangsaan (Melayu) atau tahu makna lagu kebangsaan ‘Majulah Singapura’. Oleh itu, ramai rakyat Singapura tidak menyanyikan lagu kebangsaan apabila ia sedang dimainkan semasa majlis rasmi.

Menurutnya penurunan nilai bahasa kebangsaan (Melayu) boleh dikaitkan dengan pandangan umum masyarakat yang menganggap bahasa itu mencerminkan modal sosial, ekonomi dan kebudayaan golongan yang lemah dan dituturkan oleh golongan kelas rendah seperti pembantu rumah warga Indonesia, posmen dan pembersih pejabat.

“Terdapat penurunan yang ketara dalam Bahasa Melayu untuk jalan dan daerah. Pemaju perumahan swasta dan penduduk telah membuat petisyen untuk menukar nama-nama jalan Melayu, dengan mendakwa mengelirukan dan memudaratkan maruah penduduk,” katanya.

Menurutnya lagi pada tahun 1960-an, Jawatankuasa Penasihat Penamaan Jalan telah diarahkan untuk menghentikan daripada menamakan jalan-jalan dengan nama-nama berunsur Bahasa Melayu.

Nama jalan ditukar kepada Bahasa Inggeris dan Mandarin.
Perkataan ‘Lorong’ telah dinamakan semula sebagai ‘Avenue’, ‘Rise’, ‘Drive’ dan ‘View’.
Namun, dalam masa sama pada tahun 1980-an, berlaku peningkatan ketara nama-nama jalan dan tempat dalam Bahasa Mandarin.

“Berbeza dengan kedudukan yang merosot bahasa kebangsaan, Lee Kuan Yew dan kepimpinan lain dalam PAP terus-menerus mengingatkan masyarakat Cina daripada nilai ekonomi bahasa Mandarin dan peranannya dalam perniagaan dan budaya purba Cina tradisional,” katanya lagi.

4) Singapura adalah Israel in a Malay Muslim Sea.
Lee Kuan Yew dengan bangganya mengakui peranan Singapura di rantau ini seperti “Israel in a Malay Muslim Sea”. (Willairat 1975:45)

5) Ketuanan Cina di Singapura.

Untuk memastikan Ketuanan Cina dominan di Singapura, kuasa pengundi Melayu Singapura telah dicairkan secara sistematik dengan skim penempatan semula bandar pada tahun 1960-an dan 1970-an, pengenalan kuota perumahan dan sistem kumpulan perwakilan undi (A Group Representation Constituency – GRC).

Menurut beliau, polisi-polisi ini dilaksanakan bersandarkan retorik multi-racism untuk memastikan masyarakat Melayu yang secara tradisinya menyokong parti-parti pembangkang tidak mempunyai kuasa penentu dalam mana-mana kawasan pilihan raya.

Pembaharuan pilihan raya bukan sahaja dilakukan ke atas parti berasaskan Melayu di Singapura seperti PKMS (Pertubuhan Kebangsaan Melayu Singapura), bahkan juga terhadap parti-parti pembangkang lain seperti Parti Pekerja dan Parti Demokratik Singapura kerana kedua-dua parti pembangkang itu secara umumnya bersimpati terhadap masyarakat Melayu.

6) Masalah kekurangan penduduk Cina akibat kesuburan diatasi dengan menjadikan pendatang Cina daripada luar sebagai warganegara.

Untuk mengatasi masalah kekurangan penduduk Cina disebabkan tahap kesuburan masyarakat tempatan yang rendah, pendatang-pendatang Cina diambil dari luar yang telah membantu meningkatkan penduduk kepada 4.6 juta pada tahun 2007 dan dijangka akan membantu meningkatkan penduduk Singapura kepada 6.5 juta dalam tempoh dua dekad.

Dr Lily mendedahkan walaupun pendatang bukan Cina diperlukan untuk pembangunan ekonomi Singapura, namun pendatang Cina separuh mahir telah ditawarkan penduduk dan status kewarganegaraan.

Mereka biasanya bekerja di kedai-kedai kopi, pusat membeli-belah, pasar raya, stesen minyak, tapak pembinaan, pusat penjaja dan sebagai pemandu bas.

Fakta ini telah diperkukuh dengan data yang menganggarkan bahawa 60 peratus daripada pekerjaan baru pada tahun 2007 adalah pendatang asing.

Syarikat-syarikat berkaitan kerajaan, badan berkanun dan angkatan tentera kebanyakannya pegawai kanannya adalah Cina. Daripada 70 pegawai-pegawai yang paling kanan (kolonel dan lebih tinggi) pada tahun 1999, hanya satu adalah bukan Cina.

7) Melayu disisihkan daripada tentera Singapura, GLC dan politik.
Menjelang tahun 2003, sembilan daripada sepuluh anggota profesional SAF (Singapore Armed Forces) adalah Cina dengan pelantikan kritikal dipegang oleh Cina.

Ini berikutan pada tahun 1980-an, di mana lebih wakil etnik (bukan Cina) di peringkat pegawai kanan SAF, namun selepas itu pegawai-pegawai  bukan Cina yang bersara, mereka telah diganti oleh pegawai-pegawai Cina.

Menurut kajian perintis Worthington, daripada 78 Eksekutif teras dalam lembaga-lembaga  berkanun dan GLC pada tahun 1998, hanya 7 (9 peratus) adalah bukan Cina. Melayu tunggal adalah Ahli Parlimen PAP, Ahmad Mohamed Megad.
Ahmad Megad juga dikenalpasti sebagai satu-satunya Melayu daripada 122 anggota Eksekutif teras Singapura pada tahun 1998.

Daripada 30 GLC atas, hanya dua (6.7 peratus) yang dipengerusikan oleh bukan Cina pada tahun 1991.
Dalam kerajaan PAP, orang Melayu kurang dalam Kabinet diberi memegang portfolio yang agak rendah seperti Hal Ehwal Sosial, Pembangunan Masyarakat, Sukan, Alam Sekitar dan Hal Ehwal Islam.

Adalah mustahil orang Melayu akan dilantik untuk portfolio penting dalam Pertahanan, Kewangan, Perdagangan, Industri, Kementerian Luar atau Pendidikan pada masa hadapan.

98% penerima biasiswa SAFOS (Angkatan Bersenjata Singapura) adalah Cina.
Data menunjukkan Cina mendominasi perwakilan dalam birokrasi, GLC, badan berkanun, SAF (Singapore Armed Forces). Cina juga turut mendominasi dalam penerimaan biasiswa yang paling berprestij seperti biasiswa Presiden dan biasiswa SAF yang tidak dibincangkan secara terbuka dibincangkan oleh media Singapura.

Dalam masyarakat yang kononnya mempraktikkan sistem meritokrasi, hanya terdapat seorang penerima biasiswa Presiden bukan Cina antara tahun 1987 dan 2005. Sehingga tahun 2005, 98 peratus daripada penerima biasiswa luar negara daripada Angkatan Bersenjata Singapura (SAFOS) adalah Cina.

Selain itu, tidak pernah ada satu penerima biasiswa SAFOS berbangsa Melayu. Begitu juga, sehingga tahun 2005, 97 peratus daripada biasiswa Angkatan Bersenjata Singapura Merit (SAFMS) penerimanya adalah orang Cina.

Adakah Melayu dan India tidak sepintar dan serajin seperti orang Cina? Aduan diskriminasi tidak mudah ditangani kerana negara itu tidak menubuhkan Suruhanjaya Peluang Pekerjaan Saksama, Lembaga Anti-Diskriminasi atau Pejabat Ombudsman untuk melindungi kelayakan yang berbilang kaum dan meritokrasi Singapura.

Dalam proses pemilihan untuk biasiswa kerajaan, diskriminasi tidak hanya berdasarkan keputusan peperiksaan. Sebagai contoh, aktiviti-aktiviti ko-kurikulum, ‘watak’ dan prestasi dalam satu temubual akan dipertimbangkan. Pemboleh ubah subjektif telah dimasukkan dengan cara yang tidak telus untuk kejayaan kemasukan ke fakulti seperti fakulti Perubatan Universiti Singapura.
Oleh itu, golongan etnik minoriti yang mendapat hampir skor ‘A’ ditolak untuk menduduki fakulti seperti Perubatan, mereka cenderung untuk mengesyaki bahawa terdapat diskriminasi semasa proses temubual, namun mereka tidak mempunyai bukti kukuh untuk menyokong syak wasangka itu.


(PAP/DAP adalah sama, DAP Malaysia adalah pecahan PAP Singapura dan DAP sekarang buat sama tuntutan sebagaimana PAP) Adakah anda tidak perhatikan?.

Hebah/Sebar/Kongsikan Buat Yang Mahu Mengambil Manfaat
Like Dan Kongsikan
Sila tolong kongsikan.Please Do Like&Share

Jumaat, 10 Mei 2019

SETAHUN PAKATAN HARAPAN: 365 KEGAGALAN

1. Hutang kerajaan telah meningkat kepada RM741 bilion (51.8% dari KDNK) di bawah PH berbanding RM686 bilion (50.7% dari KDNK) di bawah BN.

2. Rizab antarabangsa Bank Negara Malaysia jatuh teruk daripada USD 109.4 bilion pada Mei 2018 kepada USD102.1 bilion pada Januari 2019.

3. Nilai Ringgit merosot berbanding matawang utama sejak 9 Mei 2018. Ketika itu, Ringgit diniaga pada kadar RM3.94 bagi setiap 1 USD, jatuh teruk kepada RM4.067 per USD pada Februari 2019.

4. Kita jatuh 2 anak tangga dalam Global Competitiveness Index bagi tahun 2018-2019 di kedudukan ke-25 dunia.

5. Defisit kerajaan untuk tahun 2018 adalah RM52.5 bilion (3.7% dari KDNK) berbanding RM40.3 bilion (3.0% dari KDNK) di bawah BN.

6. KDNK negara pada tahun 2019 dijangka pada paras 4.6% sedangkan sebelum PRU14 ekonomi Malaysia dinilai akan berkembang pada kadar 5.4% pada 2018 dan 5.1% pada 2019

7. PETRONAS telah dipaksa membayar RM80 bilion untuk tahun 2018 sahaja, jauh lebih tinggi berbanding dividen RM16 bilion untuk tahun 2017 kepada kerajaan BN.

8. Nilai ekuiti terkumpul Petronas turun RM7.5 bilion dari RM432.8 bilion kepada RM425.3 bilion. Buat kali pertama sejak 10 tahun yang lalu, nilai ekuiti PETRONAS jatuh.

9. Kita diberi gelaran pasaran saham paling corot di dunia oleh Bloomberg

10. Kita diberi gelaran pasaran saham paling corot di Asia oleh Nikkei.

11. Peruntukan kepada subsidi baja padi dipotong daripada RM465 juta (2018) kepada RM232.5 juta dalam bajet 2019.

12. Peruntukan kepada Insentif Pengeluaran Padi dipotong daripada RM563 juta (2018) kepada RM281.5 juta dalam bajet 2019.

13. Peruntukan kepada Elaun Sara Hidup Nelayan dan Insentif Hasil Tangkapan Nelayan dipotong daripada RM262 juta (2018) kepada RM98.5 juta dalam bajet 2019.

14. Subsidi Baja Padi Bukit/Huma dipotong 100% daripada RM70 juta (2018) kepada RM0 dalam bajet 2019.

15.  Program Food and Agro Council for Export (FACE) dihapuskan dalam bajet 2019 berbanding peruntukan sebanyak RM3 juta pada 2018.

16. Elaun Sara Hidup Nelayan Darat (ESHND) dipotong daripada RM12.5 juta pada 2018 kepada hanya RM3.5 juta dalam bajet 2019.

17. Peruntukan kepada Malaysian Bioeconomy Development Corporation dikurangkan sebanyak RM40 ribu dalam bajet 2019 berbanding 2018.

18. Peruntukan keseluruhan kepada Kementerian Pertanian dan Industri Asas Tani dipotong daripada RM5.1 bilion (2018) kepada RM4.4 bilion dalam bajet 2019.

19. Pemindahan Khazanah daripada Kementerian Kewangan ke Jabatan Perdana Menteri

20. Penjualan pegangan 0.66 peratus Khazanah dalam bank yang kedua terbesar di Malaysia iaitu CIMB

21. Keengganan kerajaan Pakatan untuk menubuhkan jawatankuasa bebas bagi menyemak semula rangkaian kompleks GLCs yang berpotensi membawa kepada amalan ‘penaungan selektif’.

22. Langkah menerima bekas ahli parlimen UMNO secara besar-besaran menimbulkan kecurigaan terhadap komitmen PM terhadap agenda reformasi institusi.

23. Pelantikan Ronald Kiandee yang menyertai Parti Bersatu sebagai Pengerusi PAC sebelum digantikan menimbulkan persoalan mengenai komitmen Pakatan kepada reformasi.

24. Jawatankuasa Reformasi Pilihan Raya (JRPR) digesa diletakkan di bawah bidang kuasa Parlimen, selari janji ke-16 dalam manifesto Pakatan Harapan (PH) yang dirangka ketika Pilihan Raya Umum Ke-14 (PRU-14) lalu.

25. Projek ECRL dikurangkan RM21 bilion melalui perubahan jajaran dan jumlah stesen, tidak dikurangkan RM30 bilion seperti mana dakwaan hutang 1MDB dahulu.

26. Projek Bandar Malaysia diteruskan dengan kekalkan kontrak rundingan terus kepada IWH-CREC, bercanggah dengan prinsip tender terbuka Pakatan.

27. Gaji kakitangan awam enggan dinaikkan, malah saiz kakitangan awam juga ingin dikurangkan

28. Kecurigaan melampau kepada kesetiaan penjawat awam.

29. Pengakuan Tun Daim bahawa ramai Menteri lantikan Tun M berpatah arang berkerat rotan dengan birokrat dan PTD, mengakibatkan dasar-dasar yang digubal dan dilaksanakan kucar-kacir.

30. Kepakaran birokrat dan PTD kurang dimanfaatkan, sebaliknya nasihat mereka dipinggirkan dek kegopohan Menteri lantikan Tun M melakukan perubahan semata-mata demi dilihat melakukan perubahan tanpa pertimbangan pakar.

31. Isu sijil akademik palsu dan cubaan menutup pembohongan oleh sebahagian menteri.

32. Kawasan parlimen pembangkang dianaktiri dengan peruntukan RM100k berbanding Pakatan (RM500k). Seluruh negeri Pantai Timur terkesan dengan agihan yang tidak adil ini.

33. Tiada fokus pada usaha menjana pendapatan baharu (tenaga Solar, ‘Artifical Intelligence’ AI, Torium, mikrob, dan sebagainya). Terperangkap dengan pemikiran ekonomi abad ke-20

34. Pembocoran Surat MEIO kepada CIA tidak boleh diulangi kerana beri kesan kepada perisik negara di luar negara.

35. Peruntukan khas RM10 juta kepada Kedah ditadbir Mukhriz Mahathir setiap tahun. Bagaimana dengan negeri-negeri lain?

36. ‘U-Turn HSR’, jejas imej negara di Singapura

37. ‘U-Turn ECRL’, sekejap batal, sekejap tidak, telah menjejaskan kredibiliti kerajaan dalam mengimbangi kepentingan nasional dan hubungan dengan China untuk tempoh 10 bulan lamanya.

38.  ‘U-Turn’ MRT3 yang amat diperlukan di bandar.

39. MRT2 perlu dirunding kembali susulan penerusan projek Bandar Malaysia. Satu lagi ‘U-turn’.

40. Amalan ‘bulldozer’ rang undang-undang di Parlimen seperti kes SST perlu dihentikan.

41. Soalan pertama Najib Razak berkenaan 1MDB tidak terjawab hingga kini: Mengapa kerajaan PH membisu bila syarikat milik kerajaan Abu Dhabi, IPIC mengeluarkan kenyataan balas pada bulan Oktober lalu bahawa 1MDB tidak berhutang kepada IPIC, jelas bertentangan dengan tuduhan kerajaan PH? Jika ia prejudis, mengapa PH boleh keluarkan kenyataan mengenai perjanjian itu tetapi tak mahu dedahkan dokumen perjanjian itu?

42. Soalan kedua Najib Razak berkenaan 1MDB tidak terjawab hingga kini: Mengapa tiada satu pun pemimpin PH pernah mempersoalkan mengapa pegawai-pegawai kanan Abu Dhabi dan bos mereka tidak dipanggil untuk disoalsiasat memandangkan wang itu dipindahkan kepada mereka dan merekalah yang didapati banyak menggunakan wang itu dan mengagihkan wang itu kepada pihak-pihak yang lain? Setiap satu sen yang didakwa hilang dari 1MDB telah dibayar atau dijamin oleh pihak IPIC.

43. Soalan ketiga Najib Razak berkenaan 1MDB tidak terjawab hingga kini: Adakah perjanjian penyelesaian itu mengandungi klausa bahawa IPIC bersetuju untuk menyelesaikan semua wang dibayar oleh 1MDB kepada mereka yang kini didakwa hilang sebelum 30 Disember 2020?

44. Soalan keempat Najib Razak berkenaan 1MDB tidak terjawab hingga kini: Mengapa masih tidak mahu mendedahkan perjanjian penyelesaian tahun 2015 dan 2017 ini?

45. Kos jutaan ringgit selenggara kapal mewah Equanimity seharusnya disalurkan kepada lebih 50 ribu nelayan dan penoreh getah yang terkesan dengan kejatuhan harga komoditi

46. Kerajaan lebih memfokus kepada kereta nasional ke-3 berbanding membangunkan pengangkutan awam moden untuk Greater KL dan negeri-negeri lain.

47. Tidak cukup dengan Obses Tun M dengan Projek Kereta Ketiga walau ditentang ramai, kini fokus pula kepada usaha untuk kembalikan perlumbaan mahal F1 ke Malaysia.

48. Alasan hutang RM1 trillion untuk kerajaan tidak menunaikan manifesto perlu dihentikan segera, sedangkan telah ‘memerah’ RM80 bilion daripada Petronas untuk tahun 2018 sahaja.

49. Amalan mengutus individu bukan eksekutif seperti Tun Daim ke China, mengetepikan Menteri Luar dan Menteri Kewangan, perlu dihentikan

50. IRI Amerika diundang ke Pejabat PM tanpa ketelusan, tidak dimaklum kepada rakyat

51. Anggota Majlis Penasihat Kerajaan (CEP) tidak wajar memonopoli jawatan ekonomi politik

52. Kontroversi pelantikan Peguam Negara tidak ditangani dengan cermat

53. Tiada perkembangan siasatan kes Taib Mahmud

54. Tiada perkembangan kes rasuah Azmin yang dilapor Rafizi

55. Tiada penjelasan mantap dalam penyelesaian kes Banglo Lim Guan Eng

56. Kes P. Ramasamy dan pengganas LTTE perlu ditangani dengan lebih tegas, tetapi kini sunyi sepi

57. A Kadir Jasin yang disiasat kerana dedah perbelanjaan dan isteri YDPA dilantik Penasihat PM, hingga kini kes sunyi sepi

58. Lemah dalam menyiasat laporan mendakwa syarikat konsesi Terowong Pulau Pinang setuju untuk memberi 10% kepentingan dalam syarikat mereka kepada seorang menteri DAP untuk menerima projek mega yang akhirnya akan bernilai berpuluh bilion. Pemimpin DAP berjanji untuk menganugerahkan projek berbilion ringgit ini kepada syarikat konsesi terbabit sebelum tender yang kononnya tender terbuka dilaksanakan.

59. Tidak telus soal pinjaman dari Jepun & China, rakyat wajar dimaklumkan secara terperinci Bon Samurai dan Bon Panda.

60. Pinjaman Bon Samurai adalah RM7.3 bilion tetapi jumlah masuk yang direkodkan kerajaan Pakatan hanya RM7.06 bilion. Persoalan ke mana RM 200 juta lagi belum dijawab.

61. RM500,000 untuk turunkan logo ‘1Malaysia’ seharusnya disalurkan kepada golongan lebih memerlukan seperti nelayan dan penoreh getah

62. Keseluruhan kabinet kerajaan Pakatan perlu segera untuk isytiharkan harta dengan jujur, bukannya dengan manipulasi definisi istilah aset tertentu.

63. Kewujudan golongan ‘establishment’ di balik tabir yang terlalu berpengaruh mendobrak fabrik institusi tradisi Melayu-Islam di Malaysia.

64. Jabatan Perangkaan Negara telah mengeluarkan Indeks Pelopor (IP) yang dikumpul untuk bulan Disember 2018, memantau prestasi ekonomi ke hadapan dan adalah petunjuk bagi keadaan ekonomi pada jangkamasa yang akan datang ataupun "leading indicator", menunjukkan indeks ini telah susut bagi tempoh 7 dari 8 bulan yang dipantau selepas PRU14 iaitu dari Mei sehingga Disember berbanding indeks yang semakin naik sebelum itu. Ini menunjukkan angka negatif untuk 6 bulan berturut-turut.

65. SST telah menyebabkan kos naik 10 peratus.

66. Pemansuhan GST telah menyebabkan kerajaan hilang berpuluh-puluh bilion pendapatan.

67. SST tidak mampu mengelakkan ketirisan dan penipuan cukai.

68. Peruntukan kepada Kementerian Kewangan melonjak dengan berganda daripada RM38.1 bilion pada 2018 kepada RM68.4 bilion dalam bajet 2019 sedangkan kementerian-kementerian lain seperti Pertanian, Luar Bandar, Pembangunan Usahawan, dan Perumahan dikurangkan.

69. Menteri menuduh kerjasama PAS-UMNO sebagai ‘perang ke atas bukan Melayu dan bukan Islam’.

70. Menteri Kewangan tiada sijil akauntan bertauliah (chartered accountant) dari Australia.

71. Keputusan berkenaan cermin kenderaan gelap tidak dirunding dengan pihak berkuasa yang lain seperti polis.

72. Silap besar sifatkan matrikulasi sebagai ‘pintu belakang’ untuk anak-anak Melayu dan Bumiputera masuk universiti.

73. Dahulu sifatkan pekerjaan pemandu Grab dan Uber serta 3D sebagai ‘tidak membanggakan’, kini menyeru anak-anak muda memilih sektor 3D dan jangan memilih kerja.

74. Menyerang isu hutang kerajaan negeri Kelantan dengan amat tidak matang, terlalu emosional dan tidak rasional sama sekali.

75. Menyerang isu hutang kerajaan negeri Pahang dengan amat tidak matang, terlalu emosional dan tidak rasional sama sekali.

76. Menyerang Tengku Mahkota Johor sebagai ‘budak kecil yang bodoh’.

77. Menyuruh Tengku Mahkota Johor tutup mulut.

78. Khazanah luluskan penggabungan Axiata (Celcom) dengan Telenor (DIGI) sedangkan dahulu akan tuduh langkah sebegini sebagai jual aset negara seperti Proton-Geely.

79. Menteri Pertahanan tidak cekap atasi isu sujud di atas batu Karbala – boleh dilapik kain seperti mana pemimpin lain lakukan, atau tidak perlu solat di belakang Imam Syiah sama sekali.

80. Menteri Kewangan Salah titik perpuluhan.

81. Kontroversi penghapusan pencen penjawat awam tidak ditangani dengan cekap

82. Langkah pengurangan kakitangan awam sedang digerakkan.

83. Seruan Menteri Industri Utama supaya minum minyak sawit tidak bijak untuk lonjakkan eksport minyak sawit negara.

84. Kadar Bantuan Sara Hidup (BSH) kategori bujang yang melampau (dan menghina) iaitu 27 sen sehari

85. Bajet 2019 silap kerana mengunjurkan harga minyak dunia pada tahap US$70 sedangkan hingga Mac 2019 pun harga minyak dunia masih tidak sampai ke tahap seperti yang diunjurkan. Akibatnya "compounded effect" memberi kesan kepada pelaksanaan kerajaan.

86. Retorik penjawat awam ‘membebankan’ sangat kurang cermat dan memberi impak negatif kepada motivasi dan moral jentera pentadbiran negara.

87. Dulu kos projek LRT3 ialah RM9 bilion di bawah BN sebelum Lim Guan Eng naikkan menjadi kos RM31 bilion dan kemudiannya "berjaya" turunkan kos menjadi RM16 bilion.

88. Tiada keberanian untuk saman kes tuduhan RM18 bilion tuntutan GST ‘dicuri’

89. Mata wang Ringgit gagal untuk diperkasakan, malah tiada perancangan sistematik seperti mana yang dijanjikan di halaman 18 Manifesto Pakatan.

90. Pelaksanaan Bantuan Sara Hidup (BSH) lebih bermasalah berbanding Bantuan Rakyat 1Malaysia (BR1M), malah sekadar menggunapakai data BR1M

91. Skim insurans B40 (yang kini diberi nama MySalam) menyaksikan kerajaan PH telah mengizinkan syarikat insurans Singapura yang besar (Great Eastern) untuk mendapat pengecualian daripada syarat-syarat BNM bagi menghadkan pemilikan asing dalam sektor insurans negara dengan membayar RM2 bilion.

92. Ada cara lebih baik untuk mengumpul dana melalui bon kerajaan, cara REIT PH akan menyebabkan kerajaan rugi besar untuk bertahun-tahun dan cuma akan memanfaatkan sesetengah golongan (kroni) sahaja.

93. Lim Guan Eng umum syarikat judi Da Ma Cai taja lawatan Ketua Polis Negara ke Turki.

94. Cadangan pemansuhan tol 11 malam hingga 5 pagi yang bercelaru dari segi pengumuman dan meragukan dari segi
ketelusan.

95. Cadangan caj kesesakan agak kurang komprehensif dari segi impak positifnya.

96. Dari segi fokus mengurangkan jurang antara kaya-miskin, tiadanya cukai ke atas orang kaya seperti ‘Higher income tax’

97. Tiada usaha untuk laksanakan ‘Capital gain tax’

98. Tiada usaha untuk laksanakan ‘inheritance tax’ ke atas orang kaya yang mewariskan kekayaan kepada anak mereka – lalu yang kaya semakin kaya, yang miskin makin miskin

99. Insurans wajib masih samar buat golongan B40.

100. FGV Holdings Bhd pula mencatat kerugian besar RM1.08 bilion untuk tahun 2018 berbanding untung RM131 juta bagi tahun 2017 di bawah BN.

101. Axiata umumkan kerugian RM5.03 bilion untuk tahun 2018 berbanding keuntungan RM909.48 juta untuk tahun 2017.

102. Syarikat Telekom Malaysia juga mengalami kerugian buat pertama kalinya sejak 10 tahun yang lalu.

103. Syarikat Boustead Holdings milik LTAT juga melaporkan kerugian RM469.2 juta untuk tahun 2018 berbanding untung RM436.2 juta untuk tahun 2017.

104. Keuntungan IHH Berhad naik 5 kali ganda untuk suku ke-4 2018 berbanding tahun sebelumnya. Tetapi malangnya, kerajaan PH jual IHH Berhad kepada Jepun pada bulan November 2018 dengan harga RM8.42 bilion.

105. Ogos 2018, Khazanah jual syarikat insurans Turki, Acibadem Sigort - RM1.25 bilion.

106. Seluruh pegangan Khazanah melalui Axiata di dalam Syarikat telco M1 juga telah dijual kepada Singapura dengan harga RM1.65 bilion.

107. Lebih setengah dari pegangan Khazanah dalam bank Filipina terbesar BDO Unibank Inc telah dijual kepada Filipina dengan harga RM415 juta yang juga di bawah harga pasaran.

108. Pada April 2019 Khazanah di bawah Pakatan menjual saham TNB sebanyak RM1.05 bilion.

109. DRB-Hicom jual kepentingan 11% dalam Modenas kepada syarikat Jepun, Kawasaki yang kemudiannya membeli saham keutamaan boleh tukar (CPS) Modenas, menjadikan penguasaannya meningkat kepada 48%.

110. PH sering memberi alasan bahawa aset-aset FELDA perlu dijual untuk membayar hutang FELDA RM8 bilion.  Harga jualan minyak sawit mentah telah jatuh teruk selepas PRU14 di persekitaran RM1,700 sehingga RM2,000 satu tan - iaitu tidak jauh berbanding kos pengeluaran FELDA di persekitaran RM1,800 satu tan. Oleh kerana FELDA ada kos operasi dan kos tetap, harga jualan minyak sawit merupakan sebab utama pengaliran wang tunai FELDA terjejas.

111. Menteri Hal Ehwal Ekonomi akhirnya mengaku hutang RM8 bilion FELDA yang selalu disebut-sebut oleh Pakatan sebagai telah ‘dirompak’ oleh BN sebenarnya dipinjam semula kepada para peneroka FELDA sendiri.

112. Menara FELCRA yang dilancarkan oleh Najib dijual oleh PH.

113. Projek TRX yang dituduh sebagai beban kepada negara pada era BN kini dianggap sebagai antara aset utama kerajaan.

114. Khazanah juga telah bersedia untuk menjual pegangan mereka di dalam Bank CIMB, syarikat telekomunikasi Axiata, UEM Edgenta dan UEM Sunrise

115. Pada bulan Disember 2018, Khazanah mula menjual CIMB Bank dengan penjualan 63 juta saham CIMB kepada pembeli-pembeli yang tidak dinamakan pada harga RM364 juta atau harga RM5.78 satu saham. Sebelum PRU14, harga saham CIMB adalah pada harga RM7.30. Sudahlah harga saham merudum, hasil jualan pula kurang RM86 juta.

116. Disebalik kesemua penjualan aset dan kepentingan Khazanah Nasional, ia masih bertindak menjual bon sebanyak RM2 bilion pada Mei 2019.

117. April 2019, Axiata di bawah Pakatan jual perniagaan digital mereka (Axiata Digital) kepada Singapura dengan harga RM579 juta.

118. Hutang yang dipaksa ke atas peneroka FELDA masih tidak dihapuskan sama sekali

119. Mengikut data rasmi Kementerian Pertanian, harga telur ayam terus naik. Sebelum PRU14, harga di ladang untuk telur gred AAA adalah serendah 27 sen dan harga gred C 24 sen. Tetapi harga telur gred AAA di ladang pada Februari 2019 sudah naik 59.2% sehingga 43 sen.

120. Harga telur gred C naik 67% kepada 40 sen.

121. Menteri mendakwa boleh minum air terus dari paip.

122. Menteri sekadar melontarkan idea dengan mudah (contohnya nelayan perlu menanam nenas di belakang rumah) tanpa kajian rapi dan terperinci

123. Masih tiada koordinasi yang sinergi rentas kementerian seperti Pertanian, Industri Utama, Pengangkutan, MITI, dan Keusahawanan dalam merangka pelan ‘keselamatan makanan negara’ (Food Security).

124. Rancangan alternatif monopoli beras BERNAS masih perlahan

125. Universiti Pertanian dicadang sedangkan UPM sudah lama wujud

126. Pelantikan Faiz Fadzil yang tiada pengalaman sama sekali untuk terajui Lembaga Kemajuan Ikan Malaysia (LKIM), masih tiada pencapaian yang membanggakan.

127. LKIM tidak berjiwa besar dalam merundingkan isu penahanan bot pukat tunda dengan pihak kerajaan negeri seperti kes Terengganu.

128. Janji 30% wanita dalam kabinet tidak ditepati

129. Kecekapan pelaksanaan KWSP Suri Rumah agak mengecewakan

130. Kurang cekap menangani isu perkahwinan bawah umur

131. Tidak efisien dalam menjelaskan isu khitan anak perempuan

132. Tidak cekap menangani isu projek RTS dan tanah Sultan Johor di Bukit Chagar.

133. Tidak sepatutnya dibubarkan Pasukan Taktikal Khas Anti Maksiat, Judi, dan Gangsterisme (Special Task Force for Anti-vice, Gaming and Gangsterism STAGG)

134. Tidak sepatutnya dibubarkan Pasukan Petugas Khas Jenayah Terancang (Special Task Force on Organised Crime STAFOC)

135. Tidak sepatutnya dibubarkan Pasukan Khas Taktikal Narkotik (Special Tactical Intelligence Narcotics Group STING)

136. Menteri Dalam Negeri Tan Sri Muhyiddin Yassin mengumumkan seramai 200,000 orang dijangka akan mendapat sijil kewarganegaraan membabitkan pelbagai kategori dan kes berbeza. Pengkritik mempersoalkan kenapa perkara ini melibatkan sejumlah pemohon yang sebegitu ramai dan gusar mereka akan mempengaruhi pola pengundian pada PRU akan datang.

137. Proses untuk menangkap Jho Low terlalu perlahan, hingga menimbulkan keraguan terhadap komitmen kerajaan

138. Pertembungan dengan istana Johor tentang isu pelantikan Menteri Besar Johor.

139. Pertembungan dengan istana Johor tentang isu rombakan EXCO kerajaan negeri Johor.

140. Tiada perkembangan terkini kes pembunuhan Imam muda Palestin, Dr. Fadi Al-Batsh oleh ejen Zionis di Malaysia tahun lalu.

141. Tiada program dan data khusus untuk membezakan prestasi penurunan kadar jenayah di bawah Pakatan berbanding di bawah BN sebelumnya

142. Peruntukan kepada Kementerian Pertahanan Malaysia dalam bajet 2019 dikurangkan sebesar RM2 bilion berbanding tahun 2018.

143. Tidak layak dipimpin Mat Sabu yang tiada pengetahuan selok-belok pertahanan dan dunia ketenteraan sama sekali.

144. Lemah dan bisu dalam berhadapan dengan reaksi agresif Singapura yang menggugat had pelabuhan Johor berhampiran perairan Tuas. Jauh berbeza dengan Menteri Pertahanan Singapura yang berdegar-degar mengeluarkan ancaman keras.

145. Timbalan Menteri Liew Chin Tong terlalu mesra Singapura, banyak program dengan pihak Singapura, hinggakan bisu untuk mengkritik sikap agresif Singapura menceroboh had pelabuhan Johor di perairan Tuas kita.

146. Menteri Pertahanan tidak cermat dan terpaksa U-Turn dengan menarik balik kenyataan berkenaan isu penjualan hotel Royale Chulan kepada Singapura.

147. Menteri perlu berhenti mendedahkan situasi pertahanan dalaman negara seperti jumlah Sukhoi yang boleh beroperasi

148. Menteri perlu berhenti merendahkan kedudukan semasa ketenteraan negara sebagai paling lemah di Asia Tenggara sedangkan fakta tidak sedemikian

149. Lembab dalam keputusan dan proses pembelian pesawat tempur Multirole Combat Aircraft (MRCA)

150. Cita-cita Menteri Mat Sabu untuk mengeluarkan pesawat tempur buatan Malaysia pada 2030 masih belum diperjelaskan dengan teliti

151. Lembab dalam keputusan dan proses pembelian Multirole Support Ship (MRSS).

152. Pameran Antarabangsa Maritim dan Aeroangkasa Langkawi (LIMA 2019) kurang tarikan

153. Laporan kemungkinan pemerolehan aset dengan Iran menjejaskan prospek pemerolehan aset kita dengan negara seteru Tehran seperti Kuwait.

154. Pendekatan Unilateral seperti menamatkan KSCIP tanpa rundingan dengan Arab Saudi perlu dielakkan pada masa hadapan

155. Kemaraan China di Laut China Selatan wajib diambil serius, tidak cukup sekadar nasihat kepada kuasa besar – strategi yang ampuh perlu dirangka segera.

156. Kerajaan Pakatan juga meneruskan latihan bersama Tentera Laut China di Selat Melaka mulai 20 Oktober 2018 di saat berita penahanan besar-besaran umat Islam Uighur tersebar di seluruh dunia.

157. Hotel Royale Chulan Bukit Bintang milik syarikat Lembaga Tabung Angkatan Tentera (LTAT), Boustead Holdings telah dijual kepada syarikat Singapura dengan harga RM197 juta.

158. Tiada susulan perkembangan lawatan Menteri Pertahanan ke Turki.

159. Menteri Pertahanan ‘syok sendiri’ umumkan penganjuran LIMA 2019 sebagai ‘yang terbaik dalam sejarah’.

160. Jawatankuasa Siasatan Tadbir Urus, Perolehan dan Kewangan Kerajaan yang dipengerusikan bekas ketua audit negara Ambrin Buang telah meniliti semua urus niaga tukar tanah (land swap) melibatkan Kementerian Pertahanan dan mengeluarkan laporan bahawa terdapat keraguan di dalam 16 projek berlainan dengan syarikat-syarikat berbeza sejak tahun 1997 yang melibatkan 1,187 hektar (2,933) ekar tanah Kementerian Pertahanan bernilai RM4.75 bilion, tetapi tidak jelaskan kepada rakyat perincian termasuklah berapa banyak ia dilakukan ketika era Tun Mahathir dan Datuk Seri Anwar Ibrahim.

161. Peruntukan kepada sekolah dan kolej swasta Cina berbanding kepada sekolah-sekolah luar bandar yang jauh lebih memerlukan

162. Pengecualian PTPTN Zaman BN: Automatik dapat pengecualian bagi pelajar cemerlang Kelas Pertama, Zaman PH: Kena merayu untuk pengecualian PTPTN.

163. Tarik-tali pengiktirafan Sijil UEC jangan lagi diulangi

164. Timbalan Menteri perlu berhenti daripada lebih sudu dari kuah berbanding Menteri

165. Tiada penjelasan tuntas berkenaan isu keutamaan ahli IKRAM dalam lantikan posisi berkaitan Kementerian tertentu.

166. Isu ‘Kiri’ dan ‘Komunisme’ dalam silibus Sejarah perlu ditangani dengan cermat oleh jawatankuasa pakar Sejarah, NGO, dan intelektual awam.

167. Cubaan menghapuskan dominasi Melayu Islam dalam silibus Sejarah wajib diperangi

168. Seramai 12,000 orang pengawal keselamatan sekolah ditamatkan perkhidmatan.

169. Mekanisme bagi menangani isu ‘Guru Duka Lara’ belum komprehensif

170. MyBrain dan MyPhD perlu dihidupkan kembali untuk merancakkan penyelidikan dan pembangunan (R&D) negara.

171. ‘Tarik-tali’ Peminjam PTPTN wajib dihentikan dan pelan pembayaran yang lebih manusiawi perlu dibentangkan segera.

172. Pada April 2019 baru PTPTN cuba untuk mendapatkan pandangan awam tentang kaedah terbaik bagi mengutip hutang pelajar.

173. Pelan jangka panjang dan sederhana TVET masih kabur

174. Reformasi Universiti Awam (UA) masih tidak jelas kelihatan, kuasa lantikan masih berkisar di tangan Menteri.

175. Cubaan menyiasat salah urus kementerian bertukar menjadi ‘serangan’ kepada Tan Sri Muhyiddin yang merupakan bekas Menteri Pelajaran

176. Polemik Menteri Pendidikan menjawat jawatan Presiden UIA meskipun didesak hebat perlu dielakkan.

177. Tiada koordinasi dengan Menteri Kesihatan untuk isu murid tidak divaksin

178. Menteri jadikan Oxford sebagai ‘contoh’ pendidikan, timbul persoalan jati diri untuk bangunkan dan perkasakan model tempatan.

179. Pertukaran nama daripada PERMATA kepada GENIUS tidak perlu.

180. Peruntukan kepada Kementerian Pembangunan Luar Bandar dipotong daripada RM8.5 bilion pada 2018 kepada RM8.4 bilion dalam bajet 2019.

181. Menteri hanya umumkan agihan pembangunan luar bandar untuk negeri Pakatan sahaja dalam masa yang berbeza dengan agihan negeri pembangkang

182. Menteri Pembangunan Luar Bandar, Datuk Seri Rina Mohd.Harun turun berprogram ketika menjelang PRK Semenyih

183. Membuat dua lantikan politik dalam MARA

184. Tiada rancangan pemerkasaan kontraktor kecil Bumiputera secara komprehensif setakat ini.

185. Menteri menyebut ‘malu’ dengan Kampung Baru yang majoritinya dihuni orang Melayu di tengah-tengah ibu kota.

186. Menteri cuba mengubah demografi Kampung Baru dengan keperluan dana sebesar RM10 bilion.

187. Pemilihan Doraemon untuk dipamerkan sempena Tahun Melawat Malaysia 2020 menganaktiri kartun tempatan.

188. Timbalan Menteri ‘difitnah’ memilik ijazah.

189. Timbalan Menteri silap besar menuduh Imam Jaafar ahlul bait sebagai pengamal Syiah.

190. Menteri Perumahan memuji ‘precast technology’ ala-blok LEGO dalam pembinaan rumah di Singapura sedangkan banyak pemaju di Malaysia juga sudah menggunakan teknologi yang sama

191. Masih tiada program konkrit untuk isu perumahan anak muda.

192. Harga rumah masih tidak diturunkan dengan agresif.

193. Masih tiada program konkrit untuk isu perumahan golongan M40.

194. Masih tiada kata putus yang jelas berkenaan status 700,000 pemilikan asing di Forest City, Johor.

195. Tiada kerelevanan apabila Menteri Kesejahteraan Bandar, Perumahan dan Kerajaan Tempatan pula yang keluarkan kenyataan tentang kilang vaksin di Negeri Sembilan.

196. Fuziah Salleh mendakwa Zuraida Kamaruddin menyalahguna kuasa beliau sebagai menteri dengan memberi arahan kepada Jawatankuasa Pemilihan Parti (JPP) yang mengadakan pemilihan parti di Bandar Tun Razak

197. Pengenalan AWAS tidak dilaksanakan dengan cermat bagi menunjukkan perbezaannya dengan AES yang dituduh ‘zalim’ ketika era BN.

198. Malah jumlah kamera AES (AWAS) ada dirancang untuk ditambah, bukannya dihapuskan seperti yang dituntut ketika masih menjadi pembangkang.

199. Kamera AWAS kini digambarkan sebagai menepati Maqasid Syariah.

200. Pertembungan Menteri Pengangkutan dengan PDRM kerana ingin menghapuskan diskaun saman trafik sedangkan bagi Jabatan Siasatan dan Penguatkuasaan Trafik Bukit Aman PDRM, langkah sedemikian akan mengurangkan kutipan dengan mendadak malah tidak akan dapat mengumpul hasil saman

201. Langkah simplistik menaikkan had laju kenderaan

202. Usaha ‘diplomasi kereta api’ dengan China bagi menjadikan Malaysia hab pemasangan kereta api di ASEAN masih kabur.

203. Wujud panduan kandungan liputan/ siaran bagi negeri-negeri di bawah pentadbiran pembangkang, jelas bersikap partisan.

204. Panduan ‘Liputan’ RTM mesti pro Kerajaan Persekutuan.

205. ‘Tetamu’ RTM mesti ‘selari dengan aspirasi kerajaan Persekutuan’.

206. Tokoh-tokoh agama/akademik/pakar rujuk yang ingin dijemput RTM hendaklah selari dengan aspirasi Kerajaan Persekutuan.

207. Program RTM di lokasi tidak melibatkan wakil politik kecuali yang memihak kerajaan Persekutuan.

208. RTM Tidak dibenarkan terlibat dengan program kerajaan negeri pembangkang.

209. Pegawai RTM tidak dibenarkan menjadi emcee bagi acara kerajaan/agensi negeri pembangkang sama ada secara percuma mahu pun secara berbayar.

210. Penajaan dan sumbangan daripada kerajaan pembangkang tidak dibenarkan kepada RTM.

211. Masih tiada pelan penghapusan monopoli Astro

212. Syarikat Singapura Great Eastern akan diberi akses kepada segala butiran peribadi untuk semua rakyat Malaysia di dalam golongan B40 di Malaysia iaitu dari pangkalan data (database) iaitu 3.7 juta orang.

213. Menteri Usahawan tidak mengetahui beza model dengan prototaip.

214. Silap besar pemahaman beza antara ‘kereta terbang’ dengan dron mahu pun ‘air mobility’.

215. Sekatan kepada para pendakwah dan penceramah yang tidak pro-Pakatan

216. Persatuan Majikan Malaysia (MEF) menjangkakan 30 ribu orang akan hilang kerja pada 2019, berbanding sekitar 21 ribu orang pada 2018

217. Menyifatkan gaji minimum RM1100 ‘terlalu tinggi’ untuk sesetengah sektor

218. Gaji minimum tidak serius diperkasakan

219. ‘U-turn’ pengharaman tukang masak warga asing

220. Tiada impak nyata akan prestasi kementerian dalam menurunkan kadar pengangguran

221. Tiada inisiatif yang agresif sama sekali untuk hapuskan diskriminasi syarikat-syarikat yang hanya mengambil pekerja berbahasa Mandarin dan pekerja Cina sahaja

222. Harga ubat masih mahal, diakui Menteri sendiri

223. Tiada data konkrit dan terperinci mengenai harga ubat yang diturunkan dengan signifikan di bawah Pakatan

224. Klinik komuniti ada yang ditutup

225. 34 Klinik 1Malaysia dilaporkan ditutup.

226. Kontroversi kenaikan Caj konsultasi klinik swasta

227. Tidak cekap tangani golongan anti-vaksin

228. Isu menunggu lama untuk menjalani latihan siswazah (housemanship)

229. Isu tempoh menunggu pesakit di hospital belum ditangani dengan serius

230. Sasaran mencapai nisbah seorang doktor bagi 400 penduduk menjelang 2030 belum disertai pelan komprehensif.

231.  Isu kebajikan serta beban kerja kakitangan profesional perubatan perlu diberi perhatian serius.

232. Kakitangan SPAD ditawarkan gaji dan gred yang lebih rendah daripada sebelumnya oleh Kementerian Pengangkutan

233. Menteri Belia gagal memutarbelit hakikat bahawa kakitangan SPAD ditawarkan gaji dan gred yang lebih rendah daripada sebelumnya oleh Kementerian Pengangkutan.

234. Usaha anjurkan konsert mungkar Kpop BTS yang tidak membangunkan jati diri anak-anak muda di Malaysia.

235. Penganjuran Konsert BTS ini bakal mencetus konsert-konsert mungkar yang lain sebagai susulan.

236. Pengisytiharan Mufti Perlis bahawa Islam terancam bawah kerajaan Pakatan.

237. Perang terbuka Perdana Menteri dengan Mufti Perlis yang disifatkan sebagai pekak.

238. Tiada proses penyertaan inklusif semua pihak dalam penggubalan program Malaysian Future Leaders School (MFLS) bagi menggantikan BTN dan PLKN. Terdedah kepada prospek perkaderan Parti Bersatu.

239. Peruntukan KBS dipotong daripada RM1.3 bilion kepada RM1 bilion dalam bajet 2019.
240. Menukar 1M4U kepada IMPAK

241. Tindakan tidak cerdik mendedahkan gaji Lim Teong Kim sedangkan itulah harga untuk kualiti jurulatih professional bertaraf dunia

242. Isu prioriti dan masalah pelaksanaan promosi barangan & perkhidmatan usahawan muda oleh Menteri Belia dan Sukan (Hausbaum).
243. Kontroversi latihan atlet berprestasi tinggi ke luar negara wajib diberi penilaian yang sewajarnya, tidak patut menghampakan atlet

244. MBM dan GPMS digelar ‘Macai Politik’ sebelum Menteri menarik balik kenyataan sedemikian

245. Dana kebajikan bekas atlet tidak diperkasa hingga tiada pendaftaran baharu boleh dibuat, hanya untuk menampung bekas atlet sedia ada sahaja

246. Peruntukan kepada Kementerian Pembangunan Usahawan dikurangkan daripada RM635 juta pada 2018 kepada RM520 juta dalam bajet 2019.

247. Cadangan kereta terbang bukan untuk tujuan komersial, kurang agresif, kurang strategik.

248. Tiada rancangan terperinci Revolusi Industri 4.0 untuk usahawan Bumiputera

249. Tiada pembaharuan komprehensif dari segi penstrukturan TEKUN Nasional

250. Kerajaan PH Selangor meminjam daripada kerajaan pusat PH untuk membeli SPLASH dengan harga RM2.55 bilion. Najib mengatakan ada kroni PH terlibat dalam pembelian ini dan harga belian ialah 10 kali ganda berbanding harga RM250 juta yang dinilaikan oleh bekas Menteri Besar Selangor Tan Sri Khalid Ibrahim. Oleh itu, air percuma Selangor akan dihentikan dan tarif air Selangor akan naik kerana perlu membayar balik hutang kepada kerajaan pusat.

251. Tarif air cuba dinaikkan.

252. Perbicaraan kes Najib Razak tidak dilakukan secara terbuka sedangkan tiada apa yang perlu diselindungkan.

253. Lynas diteruskan sedangkan dahulu kuat menentang dengan sentimen ketika menjadi pembangkang

254. Aktiviti bauksit diteruskan sedangkan dahulu dikecam hebat ketika masih menjadi pembangkang

255.  Jumlah penurunan harga barangan sangat kecil, diakui Menteri sendiri tidak mencapai 30 hingga 40 peratus.

256. Harga makanan dan minuman di restoran, kedai makan serta medan selera berterusan melambung, diakui Menteri sendiri

257. 10 ribu restoran mamak menaikkan harga makanan dan minuman, didedahkan Menteri sendiri

258. Menteri Datuk Saifuddin Nasution tiada idea hinggakan terpaksa mohon bantuan Najib Razak untuk tangani kenaikan harga barang pada Januari 2019

259. KPDNHEP gagal mengetengahkan mekanisme pencegahan inflasi terbaharu

260. Ambil jalan mudah salahkan kos-kos lain yang mengakibatkan kenaikan kos sara hidup rakyat iaitu kos ‘perumahan, pendidikan, pengangkutan, bil utiliti, makanan, dan kesihatan’.

261. Dahulu Pakatan bantah SOSMA, kini meneruskan SOSMA

262. Dahulu Pakatan bantah Akta Hasutan, kini sebaliknya diteruskan

263. Dahulu Pakatan bantah Akta POCA, kini sebaliknya diteruskan

264. Dahulu Pakatan bantah Akta POTA, kini sebaliknya diteruskan

265. Dahulu Pakatan bantah Akta Majlis Keselamatan Negara, kini sebaliknya diteruskan.

266. Isu 18 perkara berkaitan Projek Tambakan Laut Pulau Pinang yang dirujuk ke Majlis Tanah Negara.

267. Peruntukan kepada Kementerian Kerja Raya dipotong daripada RM7.7 bilion (2018) kepada RM7.1 bilion dalam bajet 2019.

268. Menangguhkan janji menghapuskan tol lebuh raya memandangkan langkah itu akan menyebabkan kerajaan terpaksa membayar pampasan melebihi RM400 bilion.

269. Isu kos pembinaan Lebuh Raya Pan Island Link (PIL 1) Pulau Pinang.

270. Menteri Luar membuka ‘kotak Pandora’ dengan cuba menandatangani semua Konvensyen Hak Asasi Manusia

271. Tidak cermat dan tidak cekap dalam memahami bahaya ICERD ke atas kedudukan istimewa Melayu dan Bumiputera

272. Lemah dalam memahami ancaman Statut Rom ke atas kuasa dan kedaulatan negara daripada ancaman puak pemisah.

273. Sikap konfrontasi terhadap 4 pensyarah dalam isu Statut Rom bercanggah dengan semangat kebebasan akademik.

274. Serangan terbuka kepada Istana Johor dalam isu ‘U-turn’ Statut Rom adalah tidak perlu kerana ia sepenuhnya keputusan di tangan Perdana Menteri.

275. Apologetik dalam berhadapan dengan reaksi agresif Singapura yang menggugat had pelabuhan Johor berhampiran perairan Tuas.

276. Visi Malaysia dalam ASEAN dan OIC setakat ini tiada beza dengan kerajaan terdahulu

277. Tindakan menyerah Pulau Batu Puteh begitu sahaja kepada Singapura jangan diulangi dalam kes rundingan HSR dan semakan harga air.

278. Pengerusi DAP Tan Kok Wai jadi Duta Khas ke China, sedangkan selama ini mengkritik amalan melantik Duta Khas atas dasar politik

279. Tan Kok Wai pula melantik ‘bekas ahli DAP’ Hew sebagai Ketua Pegawai Eksekutif (CEO) untuk Pengerusi Majlis Perniagaan Malaysia-China (MCBC) - satu jawatan yang juga dibayar dengan wang Rakyat. Pelantikan Hew jelas ialah satu lagi lantikan politik walaupun manifesto PH telah berjanji untuk tidak akan ada sebarang lantikan politik.

280. Hew pernah mengeluarkan kenyataan bahawa Laut China Selatan adalah milik negara China, tidak layak dilatik sebagai Pengerusi Majlis Perniagaan Malaysia-China (MCBC)

281. Timbalan Menteri Luar yang terang-terang memanipulasi sijil tidak diiktiraf Cambridge yang tidak wujud di Amerika, sedangkan sepatutnya Cambridge di UK.

282. Menteri Luar Datuk Seri Saifuddin Abdullah tidak cermat, mengherdik dua negara (yang dikatakan Amerika dan Arab Saudi) di Twitter sebelum memadamnya

283. Untuk separuh bulan pertama Oktober 2018, pakar penyelidik Intertek telah melaporkan bahawa ekspot minyak sawit dari Malaysia telah jatuh sebanyak 32.8% berbanding bulan September 2018. Jumlah ekspot minyak sawit untuk tempoh ini hanya 505 ribu tan iaitu jauh lebih rendah dari ekspot 690 ribu tan pada tempoh yang sama pada tahun 2017.

284. Tahun 2017 harga rasmi buah tandan segar (BTS) sawit gred C di Sabah sebanyak RM566 satu tan tetapi telah jatuh kepada RM349 se tan pada awal November 2018 dan kemudiannya jatuh lagi kepada RM311 satu tan pada pertengahan November 2018.

285. Cukup bermasalah dengan cadangan semberono peladang sawit gantikan dengan buluh tanpa sebarang kajian terperinci dan mendalam

286. Lemah pengurusan eksport sawit negara ke China, hinggakan China terlebih dahulu membeli sawit Indonesia secara tanpa had

287. Dari segi pendekatan lobi minyak sawit terhadap Kesatuan Eropah pula kaedah Kementerian Industri Utama masih ‘klise’, tiada yang boleh dibanggakan.

288. Eksport negara merosot sebanyak 0.5% pada Mac 2019.

289. Sibuk menukar nama Pusat Transformasi Desa (RTC) kepada Pusat Komuniti Desa (PKD).

290. Menteri Wilayah gagal dalam pengurusan bazar Ramadan Jalan TAR.

291.  Negara kita telah menjadi "sole loser", Bank Negara terpaksa menurunkan kadar faedah dalam masa yang sama Amerika menaikkan kadar faedah mereka.

292. Tindakan menurunkan kadar faedah ketika Amerika menaikkan kadar mereka telah mengakibatkan tekanan kepada Ringgit Malaysia kerana jurang perbezaan kadar faedah kita dengan Amerika Syarikat sudah terlalu dekat.

293. Usaha menukar nama Kedai Rakyat 1Malaysia kepada Kedai Harapan yang hakikatnya bukan keperluan.

294. Penoreh getah belum dibantu dengan agresif dan komprehensif.

295. Menteri Industri Utama masih tiada rancangan jangka panjang yang komprehensif

296. Kempen Sayangi Sawitku yang tidak berimpak tinggi sama sekali dan tiada hala tuju yang komprehensif

297. Menteri Teresa Kok tidak layak, tidak memiliki latar kepakaran sama sekali untuk menerajui kementerian Industri Utama

298. Tenaga Nasional mengumumkan kerugian untuk suku ke-4 tahun 2018. Walaupun telah naikkan tarif elektrik pada 1 Julai 2018, TNB rugi RM134 juta pada suku ke-4 2018 berbanding untung RM1.72 bilion pada suku yang sama tahun 2017.

299. Surcaj elektrik untuk semua pengguna komersial telah dinaikkan. Surcaj ini telah hampir berganda dari 1.35 sen/kWj kepada 2.55 sen/kWj.

300. Kenaikan surcaj elektrik bermaksud bil elektrik untuk semua pengguna ini akan naik sehingga 5.3%.

301. Setakat ini sudah dua kali kenaikan surcaj elektrik selepas Pakatan menjadi kerajaan: pertama kali pada Julai 2018 dengan surcaj 1.35 sen/kWj atau kenaikan bil elektrik sehingga 6% yang telah memberi kesan kepada pengguna domestik dan bukan domestik.

302. Isu perubahan waktu operasi UTC mengundang kemarahan rakyat

303. Terdapat rungutan kenaikan sewa premis di UTC seperti di Labuan

304. Dakwaan Menteri Wilayah Persekutuan individu Qatar melabur RM1.6 trilion (AS$400 bilion) termasuk di Malaysia dalam projek kereta nasional ketiga

305. Menteri Wilayah menyifatkan Himpunan Bantah ICERD sebagai boleh merosakkan Dataran Merdeka

306. Menteri MITI tidak cekap tangani Perang Perdagangan Amerika-China, setakat ini cuma tunggu dan lihat, tidak proaktif

307. Pelaburan langsung asing (FDI) mencatatkan kejatuhan 3 kali ganda bagi suku kedua dan ketiga 2018 dengan jumlah RM6.7 bilion berbanding tempoh sama pada tahun 2017 iaitu RM20.4 bilion.

308. Indeks Pengeluaran Perindustrian Malaysia merosot kepada 3.1% pada tahun 2018; terendah dalam tempoh 7 tahun.

309. Jumlah pelancong dari China ke Malaysia jatuh sebanyak 35 peratus apabila Pakatan ambil alih

310. Menteri Pelancongan, Seni dan Budaya, Datuk Mohamaddin Ketapi, mendakwa beliau tidak memiliki harta untuk diisytiharkan kepada Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM). Malah, Ahli Parlimen Silam daripada Parti Warisan Sabah (WARISAN) itu turut mengakui dirinya sebagai ‘orang miskin’ dan tidak mampu memiliki aset walaupun sebuah kereta atau rumah.

311. Lantikan politik melampau dalam Yayasan Dakwah Islamiah (YADIM)

312. Menuduh Tabung Haji (TH) mengalami defisit RM4.1 bilion kerana terlebih bayar dividen untuk 4 tahun berturut-turut walaupun telah diaudit dan diluluskan oleh Jabatan Audit Negara setiap tahun.

313. Kecenderungan penyalahgunaan istilah ‘Maqasid Syariah’ untuk tujuan apologetik dengan ahli politik tertentu yang sememangnya rasis anti-Islam, ultra-kiasu.

314. Menteri perlu cermat dalam melontarkan pandangan seperti isu istilah ‘Hifz Din’

315. Menteri jangan apologetik dalam isu LGBT

316. Dr. Ilyani yang jelas mengatakan kebenaran diberikan ingatan, tidak dijemput untuk sesi penerangan oleh mana-mana Menteri sama sekali. Golongan LGBT sebaliknya lebih disantuni Menteri.

317. Menteri bukan Islam tidak sepatutnya perkecilkan usaha pakaian patuh Syariah

318. Isu kontroversi subsidi Haji rayuan dan pengiring yang tidak sepatutnya timbul.

319. Apologetik dalam isu penghinaan ke atas Nabi Muhammad S.A.W.

320. Tidak pernah menegur dengan keras golongan seperti Siti Kasim dan G25

321. Pemerkasaan mahkamah Syariah dan RUU355 masih belum dirundingkan secara komprehensif

322. Kontroversi Peguam Negara dan (bekas) Ketua Hakim Negara menari dengan Ambiga dan Siti Kasim

323. Lembab dalam penggubalan akta pembiayaan dana politik

324. Waythamoorthy tidak sepatutnya dilantik menjadi Menteri Perpaduan berdasarkan rekodnya.

325. Menteri Perpaduan Silap besar apabila mempersoalkan pihak keselamatan negara secara terbuka dalam kes kuil di Seafield

326. Menteri Perpaduan Didesak letak jawatan oleh jutaan rakyat Malaysia

327. Boustead Plantations di bawah LTAT yang sering kali untung besar saban tahun telah mengalami kerugian selepas PRU14. Boustead Plantations untung RM620 juta pada tahun 2017 di bawah BN berbanding kerugian RM52 juta tahun 2018 di bawah Pakatan.

328. Boustead Plantations mengumumkan bahawa mereka akan jual tanah miliknya yang berharga RM1.2 bilion pada April 2019.

329. Penjualan Boustead jatuh 23.2% selepas Pakatan ambil alih Putrajaya.

330. Tiada inisiatif perpaduan negara sama sekali.

331. Pakar berpendapat Projek Bandar Malaysia boleh mendatangkan pulangan sekurang-kurangnya RM90 bilion jika pelan asal era BN diteruskan.

332. FGV dan Tabung Haji bawah Pakatan cuba menjual aset ladang sawit bernilai RM4.13 bilion di Kalimantan, Indonesia.

333. MOU Pakatan dengan China di mana China berjanji untuk membeli 1.9 juta tan minyak sawit dari Malaysia dalam tempoh lima tahun akan datang adalah berdasarkan rundingan dan perjanjian asal dengan China oleh kerajaan BN semasa Najib Razak masih PM pada tahun 2015.

334. Tidak telus tentang pembiayaan lawatan Anwar Ibrahim ke luar negara, adakah dibiayai wang pembayar cukai?

335. Had harga (price cap) petrol RON95 telah dirancang untuk dihapuskan.

336. Timbalan Menteri Kewangan Pakatan terpaksa mengaku di Dewan Negara bahawa hutang rasmi negara telah naik ke RM741 bilion (51.8% daripada KDNK) pada akhir tahun 2018 berbanding RM686.8 bilion (50.8% daripada KDNK) pada akhir tahun 2017. Bertentangan dengan pendirian hutang RM1 trilion Menteri Kewangan.

337. Cadangan ‘pemutihan’ penjawat awam untuk dibersihkan daripada bekas penyokong BN adalah melampau.

338. Pengenalan cukai gula mulai Julai 2019.

339. Pengenalan cukai levi pelepasan RM40 seorang.

340. Pengenalan cukai baharu kereta import terpakai antara 20 ke 39 peratus sejak Mac 2019.

341. Pengumuman ‘bail-out’ besar-besaran untuk Tabung Haji dan FELDA mengakibatkan syarikat penarafan antarabangsa memberi amaran untuk menurunkan penarafan kredit negara kita.

342. Cadangan Felda beli tanah peneroka melalui proses voluntary buyout dan ubah felda jadi lading bona fide cukup menggugat kepentingan pemilikan tanah para peneroka.

343. FGV ketika di bawah BN pada 2017 mencatatkan kenaikkan 60% dari segi keuntungan sebelum cukai kepada RM417 juta dari RM260 juta pada tahun 2016.  Namun selepas PRU14, hasil jualan FGV jatuh sebanyak RM3.5 bilion lalu mengakibatkan FGV rugi RM1.07 bilion.

344. 6,000 pekerja FGV bakal menjadi mangsa diberhentikan kerja dalam tempoh 3 tahun.

345. Pakatan menuduh defisit RM4.1 bilion Tabung Haji berpunca daripada tindakan BN ‘terlebih bayar’ dividen kepada pendeposit.  Menjerat Pakatan sendiri di mana sebelum ini wang ini dituduh sebagai telah dicuri.

346. Keengganan Menteri Hal Ehwal Agama mengadakan Suruhanjaya Siasatan Diraja (RCI) untuk “rompakan” RM17.8 bilion Tabung Haji membenarkan jawapan Najib Razak bahawa tiada kecurian yang berlaku.

347. Isu kuota tambahan haji hilang tidak dijawab tuntas oleh Menteri terhadap tuduhan Najib Razak.

348. Dalam isu pemulangan semula wang pelaburan 1MDB kepada IPIC, Kerajaan PH hanya mahu menuntut US$1.7 bilion ini melalui DOJ (Amerika Syarikat) sedangkan kerajaan BN dahulu mahu menuntut balik SEMUA US$4.5 bilion yang didakwa hilang setelah dipindah kepada IPIC atau dijamin oleh mereka.

349. CEO FGV lantikan Pakatan sendiri akui IPO FGV bukan punca masalah FELDA.

350. Usaha meminda Perlembagaan berkaitan Sabah dan Sarawak telah gagal di Parlimen pada 2019.

351. Tiada konsultasi yang komprehensif dengan para pemimpin dan DUN Sabah serta Sarawak sebelum Pindaan Perlembagaan berkaitan Sabah dan Sarawak dikemukakan.

352. Menteri Kewangan minta bajet tambahan RM19.6 bilion untuk tahun 2018 – kerana terlebih berbelanja.

353. Menteri Kewangan silap memperkecilkan negara Sweden sebagai pusat timbang tara (arbitration center) untuk perjanjian antara Malaysia dengan China projek Belt and Road (BRI).

354. Bantuan Bakti Negara (ketika era BN), pesara tentera diberi RM1200. Sebaliknya, Bantuan Harapan Negara oleh Pakatan dipotong kepada RM500.

355. Laporan Jabatan Perangkaan Negara menunjukkan Indeks Pelopor (Leading Index) telah susut dalam 9 dari jumlah 10 bulan yang dipantau selepas PRU14 iaitu dari Mei 2018 sehingga Februari 2019.

356. Jumlah pinjaman domestik dan asing oleh kerajaan Pakatan untuk 3 bulan pertama tahun 2019 adalah RM36.4 bilion, jauh lebih tinggi berbanding zaman BN untuk tempoh sama (2017: RM12.9 bilion, 2016: RM11.1 bilion).

357. 135 pekerja FELDA Engineering Services Sdn Bhd dan FELDA Properties Sdn Bhd. kehilangan pekerjaan kurang sebulan sebelum Hari Raya Aidilfitri 2019.

358. Dalam keadaan kita memiliki agensi-agensi seperti PR1MA dan SPNB yang berpengalaman menyediakan rumah mampu milik, kini sebaliknya China diharapkan untuk bina 100 ribu rumah mampu milik.

359. Kerajaan Pakatan merancang untuk memansuhkan PR1MA, antara pelopor projek perumahan kos rendah.

360. Import merosot kerana ringgit lemah dan kejatuhan pasaran saham.  Dari segi bulan ke bulan, ia jatuh sebanyak 3.5% pada November dan 5.4% (Disember), menaik 1.4% pada Januari sebelum merosot sebanyak 24.8% pada Februari.

361. Bank DBS, iaitu bank terbesar di Singapura telah menurunkan penarafan bon pinjaman Kerajaan Malaysia pada 1 Mei 2019.

362. Indeks pembuatan Malaysia sekarang pada kadar paling teruk berbanding 15 negara-negara di Asia (Nikkei).

363. Keyakinan pihak industri untuk 6 bulan pertama tahun 2019 berada pada tahap yang paling rendah dalam sejarah.

364. Aliran keluar dana asing dari negara adalah yang terbesar di ASEAN. Sejumlah RM2.76 bilion dana asing keluar dalam tempoh empat bulan pertama tahun 2019 sahaja.

365. KNDK negara untuk suku pertama 2019 adalah antara 3.8% hingga 4.2% di mana kadar bawah 4% adalah paling rendah sejak 10 tahun yang lalu.

Oleh: Abdul Muein Abadi
Penulis ialah Pensyarah Program Sains Politik Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM)

Khamis, 9 Mei 2019

RAMADAN BULAN TETAMU ALLAH

PERUTUSAN KHAS PRESIDEN PAS

RAMADAN BULAN TETAMU ALLAH

Firman Allah:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (185)

“(Masa yang diwajibkan kamu berpuasa itu ialah) bulan Ramadan yang padanya diturunkan Al-Quran, (kitab suci) yang menjadi petunjuk bagi sekalian manusia, dan menjadi keterangan-keterangan yang menjelaskan petunjuk itu dan (menjelaskan) perbezaan antara yang benar dengan yang salah. Oleh itu, sesiapa dari kalangan kamu yang menyaksikan anak bulan Ramadan (atau mengetahuinya), maka hendaklah ia berpuasa (di bulan ini); dan sesiapa yang sakit (keuzuran) atau dalam musafir (masyaqqah), maka (bolehlah ia berbuka, kemudian wajiblah ia berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. (Sebenarnya) Allah menghendaki kamu beroleh kemudahan, dan Dia tidak menghendaki kamu menanggung kesukaran. Dan juga supaya kamu cukupkan bilangan puasa (sebulan Ramadan), dan supaya kamu membesarkan Allah kerana mendapat petunjukNya, dan supaya kamu bersyukur”. (Surah Al-Baqarah: 185)

Ketibaan Ramadan sangat mengembirakan orang yang beriman, kerana dipersilakan oleh Allah sendiri menjadi tetamuNya. Dilayannya dengan penuh hidangan makanan jasad, roh dan akal, melimpah pahala dan banyak fadilatnya.

Puasa ini adalah pembekal kekuatan jati diri bagi manusia bersifat makhluk yang pasti ada kelemahan, menyebabkan mereka sangat memerlukan hidayah (petunjuk) dan pertolongan daripada Tuhannya, bagi menambah kekuatan jasad dan roh, supaya benar-benar berkemampuan melaksanakan tugas tujuan mereka diciptakan Allah, iaitu beribadah (memperhambakan diri), berkhilafah (mentadbir dan memakmurkan bumi dengan mengurus isi kandungannya) dengan jati diri ilmu, akal dan pengalaman, serta menunaikan amanah (melaksanakan syariatnya) yang tidak ada kemampuan pada makhluk yang lain.

Maka dijanjikan ganjaran paling bahagia di alam akhirat yang kekal abadi sekiranya benar-benar mengikut hidayah Allah kerana mencapai kemuliaan dengan peranan diciptakan manusia.

Sebaliknya kalau melawan bermakna kalah di bawah penguasaan hawa nafsu dan menjadikan mereka itu lebih hina daripada binatang yang tidak berakal, kerana manusia itu diciptakan makanan bagi jasad dan roh untuk hidup dan melaksanakan tugasnya mengikut tujuan mereka diciptakan, bukanlah hidupnya untuk makan dan dimakan.

Firman Allah:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ (179)

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk Neraka Jahanam banyak daripada kalangan jin dan manusia yang mempunyai hati (perasaan berpandukan akal), tetapi mereka tidak mahu memahami dengannya (ayat-ayat Allah), dan yang mempunyai mata (tetapi) tidak mahu melihat dengannya (bukti ketuhanan Allah) dan yang mempunyai telinga (tetapi) tidak mahu mendengar dengannya (ajaran dan nasihat); mereka itu seperti binatang ternak (yang bernafsu dan tidak berakal), bahkan mereka lebih sesat lagi; mereka itulah orang-orang yang lalai”. (Surah Al-A’raaf: 179)

Pada bulan Ramadan manusia ditarbiah dengan hidangan makanan jasad dan roh, apabila diwajibkan beribadat yang dinamakan siyam (puasa) dengan rukun menahan diri daripada makan, minum dan hawa nafsu pada waktu siang hari dengan ikhlas kerana Allah.

Disunatkan makan bersahur (sebelum subuh) dan iftar (makan berbuka) apabila masuk waktu malam maghrib. Ibadat yang diiringi dengan makan yang berkat dan ketahanan yang kuat.

Ibadah puasa wajib hanya sebulan dalam setahun meliputi jasad, roh dan akal, secara khusus menahan diri daripada masuknya makanan dan minuman ke dalam jasad pada waktu siang hari sementara waktu, menahan hawa nafsu yang ada pada rasa hatinya, merehatkan jasadnya yang bekerja sepanjang masa setahun, dengan niat ikhlas kerana Allah Tuhan Pencipta dirinya dan segala rezekinya yang menunjukkan perkara yang terbaik bagi diri manusia itu sendiri. Walaupun yang dilarang pada waktu siang hari itu semuanya menjadi tabiat semula jadi dan rukun hidupnya.

Hasil ibadah puasa adalah meningkatkan sifat taqwa yang menjadi Maqasid Syariah yang ditegaskan dengan nyata oleh Allah, dengan cara yang telah ditetapkan oleh Allah mengikut kemampuan makhluknya. Adapun yang tidak berkemampuan tidak dipaksa, tetapi digantikan dengan puasa pada hari dan bulan lain apabila ada kemampuannya. Kalau tidak mampu juga hendaklah membayar fidyah (sumbangan) kepada saudara yang memerlukan pertolongan.

Adapun ibadah lain yang biasa dilakukan ditambah pahalanya pada bulan Ramadan. Ditambah pula dengan kelebihan ibadat sunat (yang tidak wajib), sama ada bersifat roh, jasad dan harta.

Ramadan juga melatih menjadi orang yang bersyukur apabila berbuka, setelah bersabar ketika berpuasa. Mengawal diri apabila makan tidak rakus setelah sangat lapar dan berhemat berbelanja menyediakan makanan walaupun terlalu berselera sebelum berbuka.

Orang yang tidak pernah lapar tidak menyedari nikmat kenyang, begitulah orang yang tidak pernah susah tidak menyedari nikmat kesenangan. Semuanya adalah hikmah bagi seseorang yang beriman dan budiman, kerana dia bersyukur apabila sihat dan senang serta bersabar apabila sakit dan susah. Semua perkara tersebut adalah tersirat dalam ibadah puasa.

Rasulullah S.A.W. paling pemurah pada bulan Ramadan melebihi daripada bulan-bulan lain, kerana mengajar diri tidak bakhil walaupun terlalu sayangkan makanan dan minuman ketika lapar. Begitulah ketika susah sayangkan hartanya, tetapi tetap tidak lupa membantu sesama manusia yang susah dalam semua keadaan.

Pada waktu malamnya ditambah sembahyang terawih, bertahajud dan berwitir. Digalakkan juga bertadarus Al-Quran melatih bacaan dan cuba memahaminya bagi menambahkan kefahaman dan kesedaran diri sendiri dan masyarakat.

Allah pula mengurniakan satu malam dalam bulan Ramadan yang lebih baik daripada seribu bulan, dinamakan Lailah Al-Qadar yang dirahsiakan supaya dicari dan dikejar bagi mendapat kelebihannya dengan cara beribadat pada setiap malam yang pasti berbetulan dengan salah satu daripadanya, bukan menunggu berlakunya perkara luar biasa. Maka tiada kelebihan kepada mereka yang mengintai perkara luar biasa tanpa ibadatnya. Adapun yang memakmurkan setiap malam pasti bertemu dengan salah satu daripadanya walaupun dia tidak melihat apa-apa tanda luar biasa.

Allah memilih banyak peristiwa berlaku pada bulan Ramadan. Bermula daripada menjadi pilihanNya pada bulan mulia ini diturunkan Al-Quran ke langit dunia sebelum diwahyukan dengan sebab-sebab yang berlaku, jawapan kepada persoalan dan masalah, iktibar dan pengajaran, rukun-rukun dan asas-asas penting ajaran Islam dalam masa beberapa tahun sehingga disempurnakan sebelum kewafatan Rasulullah S.A.W. Bahkan diriwayatkan juga bahawa pada bulan mulia ini juga diturunkan kitab-kitab suci zaman dahulu.

Hikmahnya supaya firman dan petunjuk Allah ini adalah terpenting bagi manusia menerimanya secara iman dan ta’abbud yang terserlah daripada ibadah puasa yang diamalkan secara menyerah diri kepada Allah, berpandukan firman Allah:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُّبِينًا (36)

“Dan tidaklah harus bagi seseorang yang beriman, lelaki dan perempuan-apabila Allah dan RasulNya menetapkan keputusan mengenai sesuatu perkara - (tidaklah harus mereka) mempunyai hak memilih ketetapan sendiri mengenai urusan mereka. Dan sesiapa yang tidak taat kepada hukum Allah dan RasulNya maka sesungguhnya ia telah sesat dengan kesesatan yang jelas nyata”. (Surah Al-Ahzaab: 36)

Banyak peristiwa kemenangan Islam yang bersejarah berlaku pada bulan Ramadan yang berkat ini. Antaranya adalah kemenangan Perang Badar dan Fathu Makkah pada zaman Rasulullah S.A.W. Peristiwa 'Amuriyyah kemenangan tentera Islam pada zaman Khalifah Al-Muktasim Al-‘Abbasi kerana membela seorang muslimah yang dihina oleh musuh Islam. Kemenangan ‘Ain Jalut mengalahkan bala tentera kaum Tatar yang paling ganas menghancurkan Baghdad, suatu yang dianggap mustahil kerana lemahnya iman. Kemenangan Hittin oleh Sultan Salahuddin Al-Ayyubi mengalahkan tentera Salib sehingga berjaya membebaskan Bait Al-Maqdis dan Masjid Al-Aqsa yang dirampas selama satu abad.

Semua kemenangan itu berbekalkan kekuatan iman, dan persediaan sekadar kemampuan dengan strategi yang bijak sehingga dengan pertolongan Allah dapat mengalahkan musuh yang lebih besar jumlahnya dan banyak senjatanya.

Demikianlah banyak kelebihan dan pengajaran Ramadan dalam membentuk jati diri muslim dan membawa umat kepada kemenangan bersama Islam dengan syarat beristiqamah dalam akidah Islam, amalan syariatnya dan akhlak mulia bercahayakan hidayah.

“Islam Memimpin”

ABDUL HADI AWANG
Presiden PAS  

Bertarikh: 1 Ramadan 1440 / 6 Mei 2019