PAUTAN TAMBAHAN

Isnin, 25 September 2017

Hukum Bersekutu dengan Orang Munafik


بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا ﴿١٣٨﴾ الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاء مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِندَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ العِزَّةَ لِلّهِ جَمِيعًا ﴿١٣٩﴾ وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللّهِ يُكَفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلاَ تَقْعُدُواْ مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُواْ فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذًا مِّثْلُهُمْ إِنَّ اللّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا ﴿١٤٠

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka Sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), Maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. karena Sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam.” (QS. An Nisaa : 138 – 140)

Hukum Bersekutu dengan Orang Munafik

Fiqhislam.com - Ibnu Katsir mengatakan bahwa makna dari firman Allah swt بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا “Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih” yaitu bahwa orang-orang munafik yang memiliki sifat : beriman kemudian kafir maka hati mereka tertutup kemudian Allah mensifatkan bahwa mereka adalah orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pelindung dengan meninggalkan orang-orang beriman artinya bahwa mereka (orang-orang munafik) pada hakekatnya bersama mereka (orang-orang kafir), memberikan loyalitas dan kasih sayangnya kepada mereka lalu jika bertemu dengan mereka maka orang-orang munafik itu mengatakan,”Sesungguhnya kami bersama kalian, sesungguhnya kami hanya mengolok-olok orang-orang beriman dengan penampilan kami yang seolah-olah sejalan dengan mereka.”

Lalu Allah swt mengingkari pemberian loyalitas mereka (orang-orang munafik) kepada orang-orang kafir dengan أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ “Apakah mereka (orang-orang munafik) mencari kekuatan di sisi orang-orang kafir?” kemudian Allah swt memberitahukan bahwa izzah (kekuatan) seluruhnya adalah milik Allah saja dan tak satu pun yang menyertainya dan juga milik orang-orang yang diberikan oleh-Nya, sebagaimana firman-Nya di ayat lain :

“Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, Maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya.” (QS. Fathir : 10)

يَقُولُونَ لَئِن رَّجَعْنَا إِلَى الْمَدِينَةِ لَيُخْرِجَنَّ الْأَعَزُّ مِنْهَا الْأَذَلَّ وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ

“Mereka berkata: “Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari padanya.” Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.” (QS. Al Munafiqun : 8)

Maksudnya adalah memberikan dorongan untuk meminta izzah (kekuatan) itu dari sisi Allah swt, berlindung kepada-Nya dengan menyembahan-Nya serta bergabung dengan kelompok hamba-hamba-Nya yang beriman yang telah ditetapkan bagi mereka kemenangan di kehidupan dunia dan pada hari ditegakkannya kesaksian.

Senada dengan itu adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bahwa Husein bin Muhammad telah bercerita kepada kami, Abu Bakar bin ‘Ayyasy telah bercerita kepada kami dari Humaid al Kindiy dari ‘Ubadah bin Nusaiy dari Abi Raihanah bahwa Nabi saw bersabda,”Barangsiapa yang menasabkan (menyandarkan dirinya) kepada sembilan nenek moyang yang kafir karena menginginkan kekuatan dan kebanggaan bersama mereka maka orang itu adalah yang kesepuluh di neraka.”

Adapun firman Allah swt pada ayat 140:

وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللّهِ يُكَفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلاَ تَقْعُدُواْ مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُواْ فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذًا مِّثْلُهُمْ إِنَّ اللّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا ﴿١٤٠

“Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), Maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. karena Sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam.”

Yaitu : apabila kalian jatuh kedalam larangan itu setelah sampainya larangan itu kepada kalian lalu kalian ridho untuk duduk-duduk bersama mereka di tempat yang didalamnya terdapat pengingkaran, memperolok-olok dan merendahkan ayat-ayat Allah lalu kalian setuju dengan mereka maka sungguh kalian adalah sekutu mereka.

Untuk itu Allah swt berfirman إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ “Sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka” didalam perbuatan dosa, sebagaimana disebutkan didalam hadits,”Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka dia tidak akan duduk pada satu meja yang diatasnya diedarkan minuman keras.”

Firman Allah swt tentang larangan itu ada didalam surat al An’am yang tergolong ayat-ayat Makkiyah :

“Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, Maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), Maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).” (QS. Al An’am : 68) …

Sedangkan makna firman-Nya إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا “Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam” yaitu sebagaimana orang-orang munafik telah menyertai orang-orang kafir didalam kekufuran demikian pula Allah akan menjadikan mereka bersama-sama kekal di neraka jahanam selama-lamanya dan menggabungkan mereka semua di tempat penyiksaan dengan belenggu, rantai-rantai, minuman dari air panas yang mendidih serta air nanah. (Tafsir al Qur’an al Azhim juz II hal 435)

Adab Terhadap Orang-orang Kafir

Syeikh Abu Bakar Jabir al Jaza’iriy mengatakan bahwa setiap muslim haruslah meyakini bahwa seluruh ajaran dan agama adalah batil dan para penganutnya adalah kafir kecuali agama islam karena ia adalah agama ang benar dan kecuali para pemeluk islam karena mereka adalah orang-orang yang beriman dan berserah diri, sebagaimana firman Allah swt :

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Al Imran : 19)

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Al Imran : 85)

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu.” (QS. Al Maidah : 3)

Itu semua adalah informasi Ilahi yang benar yang memberitahu seorang muslim bahwa seluruh agama yang ada sebelum islam telah dihapuskan dan hanya Islam lah agama seluruh manusia. Allah tidaklah menerima satu agama pun selain islam dan Dia tidaklah rela dengan syariat selainnya. Dari sini seorang muslim melihat bahwa setiap orang yang tidak beragama dengan agama Allah (Islam) adalah kafir.

Untuk itu hendaklah seorang muslim memiliki adab-adab berikut dalam bermuamalah dengan mereka :

1. Tidak menyetujui kekufurannya, tidak ridho dengannya karena ridho dengan kekufuran adalah kekufuran.

2. Membencinya dengan kebencian Allah kepadanya, yaitu mencintai karena Allah dan membenci karena Allah. Selama Allah membenci kekufuran maka seorang muslim harus membenci pula kekufuran dengan kebencian Allah kepadanya.

3. Tidak memberikan wala’ (loyalitas) dan kecintaan kepadanya, berdasarkan firman-Nya : “Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin.” (QS. Ali Imran : 28)

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, Sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.” (QS. Al Mujadalah : 22)

4. Berlaku adil terhadapnya serta memberikan kebaikan kepadanya selama dia tidak memerangi (kaum muslimin) berdasarkan firman Allah :

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.” (QS. Al Mumtahanah : 8)

5. Menyayangi dengan sifat kasih sayang pada umumnya, seperti memberikannya makan ketika dia merasa lapar, memberikannya minum ketika kehausan, mengajaknya berobat ketika sakit, meneyalamatkannya dari sesuatu yang bisa membahayakannya dan menjauhinya dari apa-apa yan bisa menyakitinya, berdasarkan sabda Rasulullah saw.”Sayangilah orang-orang yang di bumi maka yang di langit akan menyayangimu.” (HR. ath Thabrani)

6. Tidak menyakiti (menzhalimi) nya didalam harta, darah atau kehormatannya jika dia bukan termasuk orang-orang yang memerangi (umat islam) berdasarkan sabdanya, ”Allah swt berfirman, ’Wahai hamba-hamba-Ku sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezhaliman terhadap diri-Ku dan Aku jadikan hal itu haram diantara kalian maka janganlah kalian saling menzhalimi.” (Muslim)

7. Boleh memberikan hadiah kepadanya atau menerima hadiah darinya dan memakan makanannya jika dia termasuk ahli kitab : Yahudi atau Nasrani :

“Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al kitab itu halal bagimu.” (QS. Al Maidah : 5)

Terdapat riwayat shahih yang menyebutkan bahwa Nabi saw diundang oleh orang Yahudi di Madinah lalu Rasul menyambut undangan itu dan memakan hidangan yang disuguhkan olehnya.

8. Tidak menikahkan laki-lakinya dengan seorang wanita mukminah..

“(Wanita-wanita) mukminah tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka (wanita-wanita mukminah).” (QS. Al Mumtahanah : 10)

9. Menjawab bersinnya dengan mengucapkan يهديكم الله ويصلح يالكم “Semoga Allah memberikan hidayah kepadamu dan membaikan urusanmu.”. Suatu ketika orang-orang Yahudi bersin dihadapan Rasulullah saw dan mereka berharap Nabi saw mengatakan kepada mereka يرحمكم الله “Semoga Allah merahmatimu” namun Rasul mengatakan kepada mereka يهديكم الله ويصلح يالكم

10. Tidak memulai salam kepadanya dan jika mereka mengawali salam maka jawablah dengan kata-kata “wa alaikum”, berdasarkan sabdanya saw, ”Apabila orang-orang ahli kitab membeikan salam kepadamu maka ucapkanlah ‘wa alaikum’ (Muttafaq Alaihi)

11. Menyempitkan jalannya berdasarkan sabdanya, ”Janganlah kalian mendahulukan salam kepada orang-orang Yahudi dan Nasranai dan jika kalian bertemu dengan sorang dari mereka di jalan maka persempitlah.” (HR. Abu Daud)

12. Tidak menyerupainya dalam permasalahan yang tidak darurat, sabda Rasulullah saw, ”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk dari mereka (kaum itu).” (Muttafaq Alaihi). Sabdanya saw lagi,”Berbedalah dengan orang-orang musyrikin maka biarkanlah jenggot dan rapihkanlah kumismu.” (Muttafaq Alaihi). Sabdanya saw, ”Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nasrani tidaklah mencat rambut mereka maka berbedalah dengan mereka.” (HR. Bukhori), yaitu mencat jenggot dan rambut kepala dengan warna kuning atau merah karena terdapat larangan mencat dengan warna hitam, sebagaimana riwayat Muslim bahwa Nabi saw bersabda,”Catlah ini—rambut yang putih—akan tetapi jauhilah oleh kalian warna hitam. (Minhaj al Muslim hal 79 – 81)

Wallahu A’lam
Ustadz Sigit Pranowo Lc
yy/eramuslim.com

Antara Muslim Fasik Dan Kafir – Mana Lebih Baik?

Mungkin ini boleh membantu menjelaskan persoalan di atas yang saya petik dari salah satu blog pendakwah :

“Pernah terbaca komen Ibn Taimiyyah, bahawa muslim yang jahat lebih baik dari kafir yang baik.

Ini kerana muslim yang jahat tetap mengakui Allah sebagai tuhannya dan beribadah kepada-Nya. Hanya dalam beberapa aspek kehidupannya, dia berbuat jahat.

Berbeza dengan kafir yang baik, dia mengingkari Allah sebagai tuhannya dan enggan beribadah kepada-Nya. Hanya dalam beberapa aspek kehidupannya, dia berbuat baik.

Ukuran baik atau jahat pertama sekali dimulakan dengan mengukur hubungan seorang manusia dengan Allah. Kemudian barulah diukur hubungannya sesama manusia, alam dan dirinya sendiri.

Dari sudut kepimpinan, kita tetap memilih muslim yang jahat kerana kewajipan kita dalam urusan wala’ (kesetiaan) ialah kepada sesama muslim. (Rujuk semula subjek al-Wala’ dan al-Bara’).

Memang, muslim yang jahat mungkin akan memerintah dengan zalim dan berbuat kezaliman. Namun jangan kita lupa kepada kekuasaan Allah yang mampu “membolak-balikkan hati dengan dua jari-Nya” sehingga boleh saja Allah menukar pemimpin itu dari sikap jahat kepada baik. Sebab itu dalam sebuah riwayat disebut: “Sessungguhnya Allah menjadikan orang mujrimun (yang banyak buat dosa dan kesalahan) membantu agama-Nya.”

Atau pemimpin itu tetap dengan kezalimannya, namun Allah menganugerahkan rahmat-Nya kepada rakyat sehingga mereka tetap hidup harmonis. Anugerah ini bukan kerana pemimpin tetapi kerana sikap rakyat yang wala’ kepada pemimpin zalim yang tetap mentauhidkan-Nya.”

لَيْسُوا سَواءً مِنْ أَهْلِ الْكِتابِ أُمَّةٌ قائِمَةٌ يَتْلُونَ آياتِ اللَّهِ آناءَ اللَّيْلِ وَ هُمْ يَسْجُدُونَ (113)

Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat- ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud ( sembahyang ).( 113 )

يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَ الْيَوْمِ الْآخِرِ وَ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَ يَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَ يُسارِعُونَ فِي الْخَيْراتِ وَ أُولئِكَ مِنَ الصَّالِحينَ (114)

Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan mereka menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera kepada ( mengerjakan ) berbagai kebaikan; mereka itu termasuk orang- orang yang saleh.(114)

وَ ما يَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَلَنْ يُكْفَرُوهُ وَ اللَّهُ عَليمٌ بِالْمُتَّقينَ (115)

Dan apa saja kebaikan yang mereka kerjakan, maka sekali- kali mereka tidak dihalangi ( menerima pahala )nya; dan Allah Maha Mengetahui orang- orang yang bertakwa.( 115 )

إِنَّ الَّذينَ كَفَرُوا لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوالُهُمْ وَ لا أَوْلادُهُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئاً وَ أُولئِكَ أَصْحابُ النَّارِ هُمْ فيها خالِدُونَ (116)

Sesungguhnya orang- orang yang kafir baik harta mereka maupun anak- anak mereka, sekali- kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikit pun. Dan mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. ( 116 )

مَثَلُ ما يُنْفِقُونَ في‏ هذِهِ الْحَياةِ الدُّنْيا كَمَثَلِ ريحٍ فيها صِرٌّ أَصابَتْ حَرْثَ قَوْمٍ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ فَأَهْلَكَتْهُ وَ ما ظَلَمَهُمُ اللَّهُ وَ لكِنْ أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ (117)

Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.( 117 )

يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا بِطانَةً مِنْ دُونِكُمْ لا يَأْلُونَكُمْ خَبالاً وَدُّوا ما عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضاءُ مِنْ أَفْواهِهِمْ وَ ما تُخْفي‏ صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآياتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ (118)

Hai orang- orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang- orang yang di luar kalanganmu) karena (mereka tidak henti- hentinya( menimbulkan )kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat- ayat( Kami ), jika kamu memahaminya.( 118 )

ها أَنْتُمْ أُولاءِ تُحِبُّونَهُمْ وَ لا يُحِبُّونَكُمْ وَ تُؤْمِنُونَ بِالْكِتابِ كُلِّهِ وَ إِذا لَقُوكُمْ قالُوا آمَنَّا وَ إِذا خَلَوْا عَضُّوا عَلَيْكُمُ الْأَنامِلَ مِنَ الْغَيْظِ قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَليمٌ بِذاتِ الصُّدُورِ (119)

Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab- kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata:” Kami beriman”; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah( kepada mereka ):” Matilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.( 119 )

إِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَ إِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُوا بِها وَ إِنْ تَصْبِرُوا وَ تَتَّقُوا لا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئاً إِنَّ اللَّهَ بِما يَعْمَلُونَ مُحيطٌ (120)

Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.( 120 )

Ahad, 24 September 2017

PAS SEDIA PIKUL TANGGUNGJAWAB


Seruan Sejahtera Siri 1

Kelibat PAS di negeri jolokan 'Jelapang Padi' mencecah usia 65 tahun. Cawangan pertamanya adalah Bukit Besar yang dikemudi oleh Tuan Guru Haji Othman bin Haji Yunus pada tahun 1952. Kemudian, susul pula penubuhan Cawangan Bukit Aping tahun 1953. Pertambahan cawangan-cawangan PAS berterusan sehinggalah tertubuh Badan Perhubungan PAS Kedah pada April 1976.

PAS tidak jemu berhadapan UMNO dalam setiap kali pilihanraya kecuali tahun 1978 kerana berada dalam sarung cop Barisan Nasional. Sebelum itu, UMNO bersama parti2 lain membentuk Perikatan berlambangkan Kapal Layar, dan sekarang Barisan Nasional berlogokan Dacing, PAS tetap bersemuka dengan mereka ketika merebut kerusi dalam pilihanraya. Kelainan prinsip perjuangan antara PAS dan UMNO menjadikan kedua-dua parti melayu ini bersaing di pentas politik tanahair apabila PAS meletakkan dasar Islam sebagai cita-cita yang perlu dicapai.

Kekuatan PAS sehingga kini dipayungi komitmen ahli yang sentiasa memperbanyakkan cawangan dan keahlian, disamping memperteguhkan kefahaman menerusi program tarbiyyah yang berjalan. Gabungan sosok muda dan tenaga lama luas pandangan membuatkan PAS kental mengharungi gelombang politik negara.

Sejarah demokrasi Kedah menukilkan bagaimana PAS tidak pernah kehilangan kerusi di DUN Kedah sejak tahun 1969. Cuma yang membezakan antara penggal ke penggal lain ialah jumlah kerusi yang dimenangi.

Berada di saf Pembangkang dalam DUN menjadi kebiasaan. Pas pernah dimandatkan rakyat mengetuai kerajaan Negeri Kedah bersama Pakatan Rakyat, namun ditakdirkan kalah dalam PRU13. Kali ini, PAS bertekad untuk meyakinkan rakyat bahawa PAS Kedah sedia memikul tanggungjawab sebagai 'kerajaan menunggu' dan melaksanakan amanah rakyat seperti mana pengalaman ketika al-marhum Tan Sri Ustaz Azizan bin Abdul Razak memimpin Kedah dalam tempoh penggal lalu.

Marilah bersama PAS memperteguhkan Gagasan Sejahtera dalam mensejahterakan rakyat dan negeri Kedah Darulaman.

*Dr.Ahmad Fakhruddin bin Sheikh Fakhrurazi*

Pesuruhjaya PAS Kedah
2 Muharram 1439 H
23 September 2017

Khamis, 21 September 2017

Kedai Rakyat 1 Malaysia (KR1M) telah gagal.

Program untuk nak mengurangkan beban rakyat dengan janji rakyat boleh mendapatkan barangan keperluan harian dengan harga yang lebih murah antara 30% - 50% dengan mewujudkan Kedai Rakyat 1 Malaysia (KR1M)  telah gagal. Terbukti ianya hanya  satu program atas nama rakyat tetapi dimonopoli oleh pemilik kontrak pengendali KR1M, Mydin Mohamad Holding Bhd. Juga objektif untuk menjadikan KR1M sebagai tempat bagi pemasaran hasil dari industri kecil dan sederhana ( IKS) tak berlaku sama sekali. Monopoli bekalan barangan adalah milik Mydin Mohamad Holding Bhd!

Bukan setakat harga barangan yang tiada beza malah sebahagiannya lebih mahal dari harga pasaran, kualiti barangan juga sangat mengecewakan. Antara rungutan yang biasa saya dengar ialah susu pekat yang tak pekat dan sabun basuh baju yang tak membersihkan baju. Kesian rakyat yang dimomokkan dengan barangan murah, realitinya bukan setakat tak murah malah tak berkualiti sama sekali. Biasa juga kita dengar rungutan bahawa KR1M adalah Mydin yang menyamar atas nama rakyat.
Monopoli dalam perniagaan tentunya akan memangsakan pengguna.

Apakah pihak berkuasa KPDNKK ketika membuat perancangan mewujudkan KR1M tak nampak dengan senario yang bakal berlaku ini? Setelah lebih kurang 6 tahun beroperasi, akhirnya 185 KR1M seluruh negara yang diwujudkan secara berperingkat bermula  tahun 2011 ditutup bermula Isnin lepas. Walau Menteri bertanggungjawab menyatakan penutupan ini hanya sementara untuk penambahbaikan, tetapi penutupan secara besar-besaran ini mengambarkan seriusnya masalah yang melanda KR1M.

Matlamat nak mengurangkan beban rakyat adalah murni. Silapnya kerana kerajaan tak melihat masalah ini dari punca dan pokok permasalahan yang utama. Mustahil para Menteri tak diberikan nasihat oleh penasihat-penasihat ekonomi tentang bagaimana kesan berantai kenaikan harga barangan yang membebankan rakyat boleh berlaku. Punca yang paling utama ialah kenaikan harga minyak. Di sinilah bermulanya nadi pergerakan ekonomi. Setiap kali kenaikan harga minyak pastinya disusuli dengan kenaikan harga barangan keperluan harian. Setiap kali harga minyak naik, air mata rakyat akan jatuh.

Naik turun harga minyak setiap minggu di Malaysia sudah tak ada teori ekonomi yang mampu menjelaskannya. Ketika harga minyak dunia naik, harga minyak kita naik. Ketika harga minyak dunia turun, minyak kita tak turun. Malah ketika harga minyak dunia turun, harga minyak kita boleh naik! Kesan berantai ekoran kenaikan harga minyak kepada peningkatan kos sara hidup telah berlaku secara menyeluruh. KR1M hanyalah angan-angan penyelesaian berbentuk picisan yang tak kesampaian. Penyelesaian yang tak berpijak pada realiti sebenar punca masalah.

Sekumpulan gajah liar telah mengganas memusnahkan kebun pisang milik penduduk yang terletak di tepi hutan. Membekalkan penduduk dengan anak pisang harga murah untuk ditanam semula bagi mengantikan kebun pisang yang musnah bukan penyelesaian masalah. Nanti gajah liar akan datang mengganas lagi. Lebih menyedihkan bila anak pisang yang kononnya murah rupanya tak berkualiti. Punca masalah iaitu gajah liar ini perlu ditangkap dan dipindahkan ke lokasi yang jauh dari penduduk. Kemudian barulah bekalkan anak pisang untuk ditanam semula. Jangan lupa bekalkan yang berkualiti kerana rakyat bukannya bangsat!

Dr Azman Ibrahim
AJK PAS Pusat
21 September 2017

Rabu, 20 September 2017

MENCACI DAN MENGHINA DILARANG ISLAM


Umat Islam dilarang daripada bergaduh, berbalah dan saling kutuk mengutuk di antara satu sama lain. Sifat suka mengutuk, maki-hamun dan mencerca orang lain bukanlah sifat orang mukmin. Nabi SAW di dalam misi dakwah baginda kepada semua manusia tidak pernah menyampaikan dakwah dengan menggunakan bahasa yang kesat dengan menyerang peribadi dan menghina keturunan dan penyembahan tuhan mereka. Tetapi Nabi SAW akan mengunakan cara yang cukup hikmah, lemah lembut, berbudi bahasa dan penuh kasih sayang.

Walaupun  orang kafir cuba menghina dan mengutuk baginda di atas dakwah yang baginda jalankan, namun baginda tetap bersabar dan mengunakan cara-cara yang lembut dan memberi jawapan yang bernas dengan dalil yang kuat untuk menepis dakwaan dan penghinaan mereka. Biasanya mereka (orang-orang musrik) akan kalah berhujah dengan baginda. Ramai juga dikalangan orang kafir masuk Islam kerana tertarik dengan peribadi baginda yang mulia dan kesopanan yang tinggi.

Islam tidak membenarkan umatnya  mengutuk dan mendoakan orang lain agar mendapat kecelakaan. Mengutuk ini adalah satu perbuatan yang terlarang kita lakukan sesama muslim. Sebagaimana yang ditegaskan oleh Rasulullah SAW. di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud yang maksud: Mencaci orang Islam itu termasuk fasik dan membunuhnya termasuk kafir.

Rasulullah SAW bersabda maksudnya, “Mengutuk seorang mukmin itu seperti membunuhnya.” (Hadis Riwayat Jamaah selain Ibnu Majah, hadis riwayat Tsabit bin Adl-Dlahak) Nabi SAW  bersabda maksudnya : ” Sesungguhnya seorang hamba bila melaknat seseorang nescaya laknat itu akan naik ke langit kemudian menutup pintu pintu langit di bawahnya, lalu turun ke bumi menutup pintu pintu yang lain, kemudian mengambil tangan kanan di tangan kirinya, apabila tidak memenuhi sasarannya, ia kembali kepada orang yang dilaknat dan jika tidak boleh ia akan kembali kepada orang yang melaknatnya.” (Hadis Riwayat  Abu Daud)

Nabi SAW  bersabda maksudnya  ” Tidaklah para pelaknat itu dapat jadi penolong dan saksi di hari kiamat.” (Hadis Riwayat Muslim dan Abu Daud)

Dalam hadis yang lain Nabi SAW  bersabda maksudnya: ” Tidak patut seorang teman baik, mengutuk (temannya)” (Hadis Riwayat Muslim dari Abu Hurairah)

Nabi SAW sentiasa mengajar umatnya supaya menjauhkan diri daripada mencaci-maki sesama muslim, menjauhkan daripada membuka aib seseorang dan mencari-cari kesalahan orang lain.

Sabda Nabi SAW kepada Ali bin Abu Talib k.wj maksudnya : "Wahai Ali ! Janganlah engkau mencaci-maki orang Islam atau mencaci-maki binatang kerana cacian itu akan kembali dirimu sendiri. Wahai Ali ! Kuasailah lisanmu dan biasakanlah dia mengucapkan yang baik, kerana tidak ada yang lebih berbahaya bagi manusia pada hari kiamat yang melebihi ketajaman lisannya. Wahai Ali ! Jauhilah tukang caci-maki kerana ia suka membuka aib orang dan ia tidak akan masuk syurga."

Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah SAW  bersabda maksudnya:
"Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencerca, bukan yang suka menjolok jolok, bukan yang suka berbuat keji, dan bukan juga orang yang suka bercakap keji.”

Dari hadis-hadis tersebut di atas telah diterangkan bahawa mengutuk sesama muslim itu termasuk perbuatan yang berdosa, kerana kutukan dan laknat itu menjadi hak  Allah SWT sahaja, dalam menghukum setiap hambanya. Sehingga kita dilarang mengutuk kerana kegunaan kutukan itu mengharapkan supaya Allah SWT mencabut semua nikmat yang telah diberikan kepada hamba tersebut baik nikmat zahir maupun nikmat batin, supaya dia (orang yang dilaknat) tidak memperoleh nikmat dan anugerahNya.

Oleh kerana itu Rasulullah SAW  melarang perbuatan itu, bahkan menganjurkan sebaliknya iaitu supaya saling mendoakan sesama muslim agar mendapat nikmat dan kurnia dari Allah SWT.

Hanya di dalam kes seorang muslim yang telah dizalimi , difitnah dan diaibkan dia boleh berdoa kepada Allah SWT supaya Allah SWT menunjukkan kebenarannya dan mendatangkan musibah kepada orang yang melakukan kezaliman keatas dirinya. Supaya kebenaran itu akan terbukti dan dia berada dipihak yang benar dan dia dapat membersihkan namanya yang telah tercemar kerana berita fitnah tersebut.

Dari Ibnu Umar r.a, Rasulullah SAW bersabda maksudnya : "Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang dizalimi. Sesungguhnya doa itu akan naik ke langit amat pantas seumpama api marak ke udara." (Hadis riwayat Hakim - sanad sahih)
Imam Nawawi telah meletakkan hukum harus bagi seorang manusia untuk mendoakan keburukan kepada orang yang menzalimi orang-orang Islam atau menzalimi dirinya sendiri.

Syeikh Ibnu Allan as-Siddiqi (pengarang syarah bagi kitab Azkar) berkata : " Maksud harus yang disebut Imam Nawawi adalah merangkumi sunat. Maksudnya ia tidak haram dan tidak makruh. Sekiranya doa kecelakaan kepada orang yang menzalimi manusia lain supaya terhindar dari kezalimannya maka hukumnya sunat. Sekiranya doa kecelakaan kepada orang yang menzalimi dirinya sendiri atau yang menyakitinya , sesungguhnya ini diharuskan untuk berdoa sebegini. Seeloknya dia maafkan dan melupakannya."

Firman Allah SWT maksudnya : " Allah tidak suka seseorang mengatakan sesuatu yang buruk kepada seseorang dengan terang-terangan melainkan orang yang dizalimi maka dia boleh menceritakan kezaliman tersebut ; dan Allah itu Maha Mendengar dan Maha Mengetahui." ( Surah an-Nisa ayat 148)

Dalil pengharusan. Ini jelas melalui ayat al-Quran 148 surah an-Nisa mengikut tafsiran Ibnu Abbas . Adapun hadis Rasulullah SAW adalah hadis berikut:

"Sesungguhnya Nabi SAW  mendoakan kecelakaan kepada orang-orang yang membunuh penghafaz-penghafaz al-Quran r.a dan sentiasa mendoakan kecelakaan kepada mereka selama sebulan. Baginda berdoa : Ya Allah laknatilah Ri'l, zakwan dan 'usayyah (nama-nama kabilah yang membunuh utusan Nabi SAW kesemua mereka penghafaz al-Quran)."
(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Di dalam banyak peristiwa Nabi SAW tetap memaafkan dan mendoakan kebaikan kepada orang-orang kafir yang mencederakan dan menyakiti hati baginda hanya dalam peristiwa pembunuhan ramai penghafaz al-Quran utusan baginda menyebabkan baginda terlalu sedih dan mendoakan kecelakaan kepada  kaum yang kejam tidak berperikemanusiaan. 

Oleh itu sebagai seorang mukmin yang sentiasa menyampaikan dakwah dan kebenaran maka perlulah kita mengambil pendekatan secara hikmah dan berlemah lembut dan sentiasa mendoakan kebaikan kepada  setiap orang yang kita dakwahkan terutama sesama muslim. 

Sekiranya terdapat perbezaan pendapat bukanlah alasan untuk kita mengaibkan sesama kita dan menghemburkan caci-maki atau kutuk mengutuk di antara satu sama lain. Untuk orang-orang bukan Islam kita di bolehkan mendoakan kepada mereka supaya diberikan taufik dan hidayah oleh Allah SWT dan  supaya mereka beriman kepada-Nya dan masuk agama Islam.

Selasa, 19 September 2017

Keutamaan Istighfar dan Kaitannya Dengan Rezeki


Rasulullah SAW bersabda,

" Barangsiapa yang senantiasa beristighfar niscaya Allah akan menjadikan baginya kelapangan dari segala kegundahan yang menderanya, jalan keluar dari segala kesempitan yang dihadapinya dan Allah memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka sangka" (H.R. Abu Daud).

Huraian hadits di atas?

(1) Istighfar membawa kelapangan dari kegundahan.

Jadi bagi anda yang suka galau, gundah, sedih dalam menghadapi masalah yang menimpa, termasuk masalah susah rezeki, banyak-banyaklah beristifghfar. Istighfar membawa kelapangan dari kegundahan yang anda alami. Kesedihan yang tak berujung bisa diobati dengan istighfar. Mengapa kita gundah dan sedih? Karena kita tidak menerima ketentuan Allah pada kita. Kita tak terima masalah itu datang pada kita.

Istighfar adalah permohonan ampun atas sikap tidak menerima itu. Sehingga Allah bukakan hati dan keikhlasan kita menerima ketentuanNya.

(2) Istighfar memudahkan jalan keluar dari segala kesempitan.

Jika anda merasa terhimpit oleh begitu banyak kesulitan yang terus mendera, sehingga susah memikirkan dan mendapatkan jalan keluarnya, banyak-banyaklah beristighfar. Termasuk bagi anda yang terasa sempit rezekinya.

Mengapa kita susah menemukan jalan keluar semua permasalahan? Karena kita memakai otak manusia yang terbatas. Istigfar adalah permohonan ampun pada kesombongan kita yang mencari jalan keluar hanya dari otak kita yang terbatas. Istighfar itu mengalihkan kita dari pemikiran sebagai manusia yang lemah ke petunjuk Allah yang Maha Kuasa dan Maha Pemberi Jalan Keluar.

(3) Istighfar mengundang rezeki

Bagi anda yang memang ingin dikejar-kejar rezeki dan menjadi magnet rezeki dimanapun anda berada, biasakan beristighfar. Karena Allah menjanjikan akan memberi rezeki dari arah yang tak pernah kita duga. Tidak ada yang mustahil bagi Allah.

Mengapa? Bukankah Allah yang membagi rezeki dan Dia akan memberi siapa saja yang diinginkanNYA. (baca : ayat-ayat rezeki dalam Al Quran) Istighfar adalah pengakuan seorang hamba pada dirinya yang lemah dan pengakuan atas kuasa Allah pada dirinya. Itu salah satu cara memantaskan diri untuk menggapai rezeki Allah. Mereka yang banyak memohon ampun itu kecintaan Allah.

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri" (Q.S. Al Baqarah : 222)

Istighfar membuat hamba bertambah kesejahteraan dan kesenangan hidupnya.

Maka aku katakan kepada mereka, " mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai" (Q.S. Nuh : 10 - 12)

Mengapa Istighfar itu begitu istimewa?

Istighfar seolah seperti kalimat ajaib yang membuka semua tabir kesedihan, kesulitan, kesempitan sehingga lebih merasa bahagia, lebih dimudahkan dan dilapangkan langkah kita dalam mengarungi hidup ini.

Mengapa bisa begitu? Tahukah kalau yang menyebabkan kita ketiban masalah yang tak berkesudahan adalah dosa, maksiat dan kesalahan yang kita lakukan tak berkesudahan pula. Rasulullah SAW bersabda

" Sesungguhnya seorang hamba bisa tertahan rezekinya karena dosa yang dilakukannya" (H.R. Ahmad, Ibn Hibban dan Ibn Majah)

Kita yang mengundang masalah dan kesedihan datang dalam hidup kita. Allah memberi kita nikmat yang tak terbatas tapi bukannya bersyukur kita menyalahgunakan nikmat itu dengan maksiat.

Dosa, maksiat dan kesalahan membuat kebebasan kita terenggut, meningkatkan kecemasan dan ketakutan. Jika sudah mencuri, merampok, memperkosa, membunuh, korupsi, begal, narkoba pasti kita ketakutan. Meski tak dinampakkan tapi hati kecil kita pasti cemas dan takut. Kecemasan dan ketakutan itu hanya bisa hilang jika kita mohon ampun padaNYA dan melakukan perbaikan diri.

Istighfar akan leindungi kita dari azab Allah.

"dan tidaklah pula Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun (istighfar)" (Q.S. Al Anfal : 33)

Istighfar itu apa isinya?

Permohonan ampun dari seorang hamba kepada Tuhannya. Hamba adalah gudangnya salah, khilaf dan mudah tergelincir dalam dosa dan maksiat. Sementara ampunan itu selalu terbuka bagi hamba selama ia memintanya. Ampunan itu hak prerogatif Allah.

Tidak ada yang taubatnya dijamin diterima kecuali Rasulullah SAW. Beliau dijamin bersih dari dosa. Beliau saja beristighfar 70 kali setiap hari. Bagaimana dengan kita?

Taubat itu tidak ada batasnya. Karena taubat itu mencapai batasnya jika telah diterima oleh Allah SWT. Yakinkah kita bahwa taubat kita diterima? Tidak ada yang bisa menjaminnya. Minta ampun / tobat saja belum tentu diterima oleh Allah, apalagi kalau tidak minta?

Jadi banyak-banyaklah beristighfar, semut saja berzikir memuji Allah kok kita tidak?

Wallahu alam..

Isnin, 18 September 2017

FAHAMAN HEDONISME : Perancangan Yahudi Untuk Meracuni Remaja Islam.


Menyoroti sejarah, fahaman Hedonisme didokong Aristipus (433-355 B.C), salah seorang murid Socrates. Hal ini merujuk kepada pertanyaan Socrates kepada beliau tentang tujuan terakhir bagi kehidupan manusia atau apa yang terbaik untuk manusia. Aristipus kemudiannya mengatakan yang terbaik untuk manusia adalah kesenangan, hal ini terbukti kerana sudah sejak masa kecil manusia berasa tertarik akan kesenangan dan apabila telah menikmatinya, ia tidak mencari sesuatu yang lain dan menajauhkan diri dari ketidaksenangan.

Idea ini kemudiannya dikembangkan oleh Epicurus (341-270 B.C) dengan mengatakan tujuan hidup untuk kesenangan dan kedamaian. Dalam fahaman ini, Epicurus menekankan bahawa ‘kebaikan’ tidak mungkin akan difahami andainya kita menolak unsur kelazatan dalam hidup kita termasuk kelazatan indera rasa, cinta serta kelazatan lain yang dapat dilihat dan didengar oleh penglihatan dan pendengaran. Bahkan asas kepada segala kabaikan adalah kelazatan yang dirasai perut sehinggakan ilmu, kebijaksanaan, budaya, dan tamadun umat manusia mesti merujuk kepadanya. Manakala kelazatan minda pula dikatakan sinonim dengan proses berfikir tentang kelazatan-kelazatan yang dicapai oleh unsur fizikal tersebut.

Aliran hedonisme dari Yunani kuno timbul kembali dalam abad 17 di England dengan ungkapannya, bahawa kesenangan yang dianggap penting sebagai hasil dari setiap keputusan atau tindakan manusia. Tokoh yang terkenal adalah Jeremy Bentham (1748-1832). Dalam bukunya "An Introduction to the Principles of Morals and Legislation (1780) dia menulis: "Nature has mankind placed under the governance of two sovereign matters, pain and pleasure. It is for them alone to point out what we ought to do, as well as to determine what we shall do. On the other hand the standard of right and wrong, on the other chain of causes and effects, are fastened to their throne. They govern us in all we do, in all we say, in all we think".

Dalam pemikiran terkini berkaitan Hedonisme, G.E Moore (1873) dilihat sebagai tokoh kontemporari hedonisme. Beliau dilihat masih berpegang kepada konsep ‘baik’ yang bertitik tolak kepada keseronokan dan menegaskan tidak ada yang baik kecuali keseronokan dan keseronokan sahaja yang menjadikan kebaikan sebagai satu matlamat.

Cukuplah kita berbica tentang sejarah. Apa yang penting kita bicarkan tentang effectnya hedonisme ini dikalangan masyarakat Islam di masa kini.

Usaha serangan pemikiran atau ghazwatul fikr ini telah diingatkan kepada umat Islam supaya berwaspada dengan permainan musuh Islam.

Firman Allah SWT “Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka)” (Surah An-Nisa’, 4:89).

Rasulullah SAW juga pernah mengingatkan umat Islam agar berwaspada dengan musuh Islam agar tidak mengikuti mereka dengan meniru cara budaya orang kafir.

Hiburan yang melampau batas yang menjauhkan umat dari agamanya adalah suatu perkara yang amat mendukacitakan apabila artis-artis dipuja, kehidupan artis dijadikan kayu ukur garis panduan dan ikutan serta bahan-bahan media hiburan dijadikan rujukan masyarakat. Semuanya kelihatan normal kerana digunakan atas nama kemodenan dan mengikut arus zaman.

Inilah pola pemikiran Hedonisme yang jelas menyeleweng tujuan dan matlamat hidup seseorang muslim sehingga berkiblatkan keseronokan semata-mata. Fenomena ini dapat dibuktikan melalui pengaruh fizikal, budaya, tutur kata percakapan, amalan dan tindakan anak-anak muda generasi hari ini.

Protokol Yahudi Menjahanamkan Umat

Bagi menjelaskan lagi tentang perancangan musuh Islam berkaitan Hedonisme ini, mari kita bongkar Protokol Yahudi yang ke-13 yang berkaitan dengan Hedonisme ini:-

“Untuk menjahanamkan dan meruntuhkan sesebuah bangsa dan negara, bangsa Yahudi mestilah menghapuskan golongan intelek dan cendiakawan bukan Yahudi. Golongan ahli perniagaan harus turut dimufliskan dengan melaga-lagakan dan mewujudkan persaingan kotor yang menghancurkan penguasaan mereka. Pesta-pesta pelbagai bentuk, hiburan dan keramaian harus dicipta dan dirayakan. Penganjurannya haruslah diwar-warkan untuk kelihatan berprestij dan meriah. Semua ini penting agar kekayaan negara-negara bukan Yahudi dihabiskan untuk penganjurannya. Orang bukan Yahudi harus dialihkan & dilumpuhkan keupayaan mereka berfikir. Ketajaman fikiran mereka harus dipesongkan dengan asakan hiburan, pertandingan sukan, penganjuran pesta kebudayaan, keasyikan karya-karya kesenian dan pelbagai pertandingan lain. Permusuhan harus disemai hasil dari persaingan kotor dan tidak sihat”.

Realtinya hari ini, perancangan Yahudi-Zionis ini nyata berjaya apabila pelan perancangan dan pelaksanaan ini dirangka berjaya memasuki rumah kita tanpa disedari. Setiap protokol yang disusun mempunyai perancangan tersendiri bagi menguasai orang selain Yahudi serta menguasai dunia. 24 Protokol Yahudi itu atau dikenali ‘The Protocols of Learned Elders of Zion’ adalah pelaksanaan yang diketahui oleh orang-orang yang menganggotai Freemason dan Illuminati. Kedua-duanya adalah organisasi hitam yang sedang menguasai dunia hari ini yang berada digenggaman Zionis.

4S & 4F – Perancangan Teliti Musuh Islam

Perancangan mereka berdasarkan 8 perkara iaitu, 4S dan 4F yang boleh diterjemahkan (Songs-Lagu, Sex-Seks, Smoke-Rokok dan Sport-Sukan) – (Fun-Hiburan, Female-Wanita, Fashion-Fesyen, Food-Makanan). Kesemuanya ditujukan kepada anak-anak muda, remaja dan generasi pelapis. Perkara ini telah diterjemahkan dalam media massa serta penjajahan minda supaya budaya moden ini meresap dalam minda dan pemikiran masyarakat.

Percaya ataupun tidak, budaya Hedonisme ini sudah bertahun-tahun lamanya bertapak di bumi Malaysia. Kesan Protokol Yahudi ini berjaya menjadi urat nadi manusia, mempertuhankan sesama manusia, menjadikan nafsu dan maksiat bermaharajalela dimana-mana sahaja.

Amat mendukacitakan apabila melihat anak-anak muda hari ini mereka lebih mengenali keperibadian artis-artis berbanding keperibadian para ulama’ dan para Nabi. Bahkan hiburan di Malaysia setanding dengan hiburan di Negara barat. Kita telah menjadi mangsa fesyen oleh pihak barat sehinggakan tidak ada nilai ketimuran dan hilang jati diri akibat terlalu mengagungkan budaya barat. Filem-filem ditayangkan cerita-cerita panas tentang hubungan cinta berlandaskan nafsu, sehinggakan pembuat filem merasa bangga dengan babak seks kononnya menepati zaman moden. Untuk tidak nampak ketinggalan dan kolot, makanan-makanan barat dihidangkan. Arak diteguk dan rokok-rokok jenama barat dijual sana sini bagi melariskan produk mereka.

Jelas sekali budaya Hedonisme bertentangan dengan akidah umat Islam. Hal ini kerana budaya Hedonisme mementingkan kebebasan fikiran sedangkan Aqidah Islam meletakkan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai paksi pemikiran.

Firman Allah swt yang bermaksud:

“Dan tidak (dinamakan) kehidupan dunia melainkan permainan yang sia-sia dan hiburan yang melalaikan; dan demi sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang yang bertakwa. Oleh itu, tidakah kamu mahu berfikir?” (Al-An’am: 32). Firman Allah dalam kitab suci Al-Quran yang bermaksud:

“...Dan (ingatlah bahawa) kehidupan di dunia ini (meliputi segala kemewahan dan pangkat kebesaran) tidak lain hanyalah kesenangan bagi orang yang terpedaya.” (Ali Imran: 185).

Firman Allah yang bermaksud:

“Sedarlah wahai orang-orang yang lalai. (Sebenarnya kamu tidak ingatkan kesudahan kamu) bahkan kamu sentiasa mencintai (kesenangan dan kemewahan dunia) yang cepat habisnya. Dan kamu tidak menghiraukan (bekalan untuk) hari akhirat (yang kekal abadi kehidupannya).”(Al-Qiamah: 20-21).

Solusi Ummat

Tidak salah untuk berhibur, berhiburlah selagi tidak melalaikan dan melanggari batas syariat. Islam sudah lama menyediakan jalan hiburan yang sesuai. Iaitu hiburan yang selaras dengan tuntutan agama dan bukannya menurut hawa nafsu dan melampaui batas.

Malah, di dalam hukum feqh Islam terdapat hukum-hukum permainan alat muzik yang dibenarkan oleh Islam. Ini jelas menunjukkan agama Islam memberikan ruang dan peluang kepada penganutnya untuk berhibur mahupun berkarya asalkan tidak bertentangan dengan hukum syarak.

Justeru, cara terbaik bagi mengubati penyakit Hedonisme ini adalah mengubah dan berubah dengan mentarbiah diri sendiri, ahli-ahli keluarga, sahabat-sahabat, masyarakat dan Negara supaya kembali kepada ajaran Islam yang sebenar. Berubahlah dari kejahilan kepada ilmu dan berpengetahuan. Semoga kerisauan kita ini menyedarkan dan menyuntik kembali anak-anak muda kita supaya cintakan ilmu, kebenaran dan kebaikan.

Suburkanlah anak-anak muda dengan iman dan taqwa melalui didikan yang sempurna, jati diri yang kukuh, pemahaman ilmu dan pengetahuan agama yang tinggi. Lakukanlah perubahan. Berusahalah semoga Allah memberikan dan mengembalikan kekuatan kepada ummah hari ini.

Jauhkanlah anak-anak muda daripada hiburan dan sukan yang melalaikan. Jauhkanlah anak-anak muda daripada rokok, arak dan dadah. Binalah perkampungan muslim yang cintakan kepada kebaikan dan pemahaman ilmu. Ingatlah segala-gala yang ada dimuka bumi ini adalah keperluan dan bukanlah matlamat kita, matlamat yang sebenarnya adalah akhirat.

Justeru itu saudara-saudara kaum muslimin dan muslimat sekalian, cara terbaik dan mustajab bagi menangani gejala sosial yang melanda masyarakat ini ialah dengan mentarbiah diri sendiri, anggota keluarga dan masyarakat supaya kembali kepada ajaran Islam. Segala petunjuk serta peringatan Allah dan Rasul-Nya harus kita ambil perhatian dan hayati sungguh-sungguh ke arah membentuk diri lebih beriman dan bertakwa.

Firman Allah yang bermaksud:

“Sedarlah wahai orang-orang yang lalai. (Sebenarnya kamu tidak ingatkan kesudahan kamu) bahkan kamu sentiasa mencintai (kesenangan dan kemewahan dunia) yang cepat habisnya. Dan kamu tidak menghiraukan (bekalan untuk) hari akhirat (yang kekal abadi kehidupannya).” (Q.s. Al-Qiamah: 20-21).

Ayuh, kita kembali kepada Al-Quran dan Sunnah Nabi s.a.w untuk kita sama-sama kembalikan Islam di setiap insan dan hati manusia di muka bumi ini.

SUMBER:
Pro-Mahasiswa UTM

Sabtu, 16 September 2017

Kenali Musuh Islam Sebenar - RIDHUAN TEE ABDULLAH

PAS bukan sahaja patut mempertahankan kerusinya, malah menambah lagi kerusi sedia ada dalam PRU14. Menang kalah, belakang cerita. Semua maklum bahawa, sebelum wujudnya pakatan pembangkang, Pas sudah bertapak di kesemua kerusi majoriti Melayu, berhadapan dengan komponen BN (Umno). Pas tidak perlu melayan parti nyamuk, seperti PAN.

Sejak tertubuhnya PKR, banyak kerusi Pas terpaksa dikorbankan, termasuk kawasan kubu kuat Pas, terutama Kelantan, Terengganu, Kedah dan Perlis. Logiknya, tidak satu pun kawasan yang patut diberikan, tetapi atas dasar setiakawan, Pas berkorban.

Kini, Pas diminta berkorban lagi walaupun tidak berada dalam Pakatan, untuk memberi laluan kepada PAN, bagi mengelakkan pertandingan 3 penjuru.

Sepatutnya PKR dan ultra kiasu memberi laluan kepada PAN kerana sekapal. Persoalan, di manakah PAN akan bertanding, jika bukan di kawasan Pas? Jika ini berlaku, ultra kiasu tidak akan mengundi Pas dan memberikannya kepada PAN. Sebab itu, PAN amat yakin bahawa mereka boleh menang.  

Ultra kiasu dari awal lagi sudah mengumumkan akan meletakkan calon di 8 Dun Selangor yang dimenangi oleh Pas. Pas membidas dan mengisytiharkan ‘perang’ akan mempertahankan kesemua kerusinya. Perisytiharan ‘perang’ dijawab dengan bongkaknya oleh ultra kiasu.

Mereka amat yakin akan menang 8 kawasan Pas dengan meletakkan calon Melayu celup, dalam rangka strategi untuk menjadi Menteri Besar Selangor. Sebab itu ultra kiasu sudah bersedia awal dengan melantik calon Melayu celup sebagai calon Ahli Majlis Ampang Jaya walaupun tidak tinggal di Ampang.

Psywar dan psyop ini amat licik. Saya amat mengharapkan, jika berlaku pertandingan sebegini, Umno akan mengundurkan diri dan pakat-pakat membenamkan ultra kiasu, bagi Pas mempertahankan kerusi lamanya.

Itu sahaja cara untuk menunjukkan keikhlasan Umno yang menghulur tangan ke arah kerajaan perpaduan. Umno dan Pas perlu sedar bahawa ultra kiasu adalah musuh yang paling bahaya hari ini.

Ingatan ini turut ditujukan kepada Melayu PKR. PKR boleh dikatakan ‘kuat’ hari ini disebabkan Pas memberikan laluan dan mengundi PKR. Jika tidak, PKR putih mata. Justeru, jangan berlagak. Mungkin PKR akan berkata, Pas menang banyak kerusi disebabkan oleh PKR mengundi Pas.

Jawapannya, PKR tidak ada pilihan melainkan mengundi Pas kerana Umno sudah menjadi seteru mereka selepas Anwar Ibrahim ditendang keluar. Lagipun, Pas sudah terlibat dalam politik, sejak sistem pilihan raya diperkenalkan. Bukan seperti PAN. Baru setahun jagung, begitu berani meminta itu dan ini.

Saya tidak nampak Majlis Perjanjian Pakatan Harapan 2015 dan Deklarasi Rakyat menguntungkan Islam, melainkan ultra kiasu. Sampai bila kita harus diperbodohkan oleh ultra kiasu demi kuasa? Ultra kiasu akan terus memperalatkan orang Islam untuk menguburkan Pas.

Maka alasan kebobrokan Umno BN dan Pas digunakan bagi tujuan mendapat kuasa. Apabila kuasa diperoleh nanti, lihatlah apa yang akan berlaku, seperti realiti di Pulau Pinang. Melayu ke mana, Islam di mana? Wakil rakyat PKR sudah ditendang keluar daripada memegang jawatan dalam syarikat kerajaan di sana.

Justeru, saya harap Melayu PKR bertindak rasional dalam hal ini. Pas berhak mempertahankan kerusi yang mereka menangi memandangkan itu hak mereka. Sekadar peringatan untuk Umno, tidak mustahil Pas menambah kerusi dalam PRU14 jika Umno masih tidak berubah.

Perkasa sudah mengingatkan orang Melayu agar berwaspada dengan percubaan ultra kiasu bagi mengambil hati orang Melayu menjelang PRU14. Walaupun ultra kiasu sering berkata partinya berbilang kaum, berasaskan perlembagaan, tetapi berapa kerat muka Melayu.

Kepimpinan tertinggi mereka adalah muka-muka yang mahu menjahanamkan Melayu. Lihatlah bapa mereka di Singapura, adakah Melayu diberi peluang dalam jawatan membuat keputusan, polis, imigresen dan tentera, misalnya. Jawapannya, putih mata.

Baru-baru ini, saya bersama rakan, pergi ke Singapura menggunakan jalan darat atas urusan peribadi. Sampai di Imigresen Woodland, saya diminta turun. Pemeriksaan dilakukan. Saya dilayan seperti pengganas. Gambar dan cap jari saya diambil. Setelah lebih dua jam bersoal jawab, datang surat mengatakan, saya tidak dibenarkan masuk ke sana.

Alasan tidak diberikan. Tetapi saya yakin ia amat berkaitan dengan komen saya terhadap ultra kiasu selama ini. Lihatlah pakatan mereka. Saya pun di escort sampai melepasi Tambak. Saya tidak rugi satu sen pun tidak ke Singapura. Cuma, saya hanya mahu mengingatkan betapa bahayanya ultra kiasu.  

Wahai umatku, inilah perjuangan. Sedikit sangat, jika dibanding dengan apa yang dilalui oleh Baginda Rasulullah SAW. Kenalilah ultra kiasu sebenarnya. Mereka tidak akan puas selagi negara ini tidak berada dalam genggaman. Jangan disokong, termasuk majlis peguamnya, kerana mereka musuh Islam yang nyata.

* Prof Dr Mohd Ridhuan Tee Abdullah, Felo Utama, INSPIRE dan pensyarah PPI, UniSZA

Khamis, 14 September 2017

PAS melihat Umno sebagai perompak dan penyamun sudah berdekad-dekad lamanya.

Menjawab Tun Dr Mahathir  
Salam berbahagia Tun Dr Mahathir Mohamad,

PAS melihat Umno sebagai perompak dan penyamun sudah berdekad-dekad lamanya.

Untuk makluman Tun, Umno dilihat sebagai perompak dan penyamun ini bukankah baru sekarang. Dari dulu lagi PAS berlawan kerana pelbagai kerosakan yang dilakukan oleh Umno-BN di negara ini.

Malah, di zaman Tun, Umno sudahpun menjadi perompak dan penyamun, cuma Tun tidak sedar. Sesiapa yang mempertikaikannya perlu berdepan dengan senjata yang bernama ISA yang sedia digunakan Tun dengan sewenang-wenangnya. Malah sehingga hari ini, semua rakyat masih melawan sistem yang ditinggal Tun termasuk Tun sendiri.

Ketika Tun menjadi Perdana Menteri, pembangkanglah paling hebat ditekan, ditindas sehingga pelbagai tragedi berlaku. Royalti minyak Kelantan tidak diberi, malah royalti minyak Terengganu dijadikan wang ehsan sejurus PAS mengalahkan Umno di Terengganu.

Di zaman Tun, semua timbalan Tun yang Tun rasa tak sesuai dipecat dengan pelbagai tuduhan. Sebahagian mereka kerana menentang rasuah, salahguna kuasa dan kronisme yang berlaku di waktu itu. Kini istilah itu bertukar kepada kleptokrasi. Gunalah apa istilah sekalipun hakikatnya penyelewengan terus berleluasa. Ia menjadi budaya di dalam Umno yang kekal sehingga hari ini sehinggalah Tun sendiri pun terasa meluat melihatnya.

Di bawah PM Datuk Seri Najib Razak, Umno-BN hampir tumbang di PRU13. Rakyat mempunyai peluang keemasan untuk menumbangkan BN bersama Pakatan Rakyat di PRU13, tapi ketika itu Tun memilih bersama Umno melalui Perkasa untuk mengekalkan kekuasaan Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak dan juga BN.

BN kekal berkuasa sehingga hari ini adalah disebabkan Tun dan juga sistem yang berat sebelah yang dikekalkan oleh Tun. Umno yang ada hari ini adalah hasil didik Tun.

Sudah berdekad-dekad lamanya sejak Merdeka. PAS melawan Umno. Di zaman Tun, kamilah yang lawan Tun. Ketika Tun memilih Tun Abdullah Badawi sebagai PM, kami tetap melawan Umno dan terus melawan Umno meskipun kami hampir kehilangan segalanya. Ketika Tun memilih Najib menjadi PM, kami membantah dan terus melawan Umno sehingga hari ini.

Malah susah dinafikan bahawa PAS adalah pembangkang utama kepada Umno sejak sebelum Merdeka sehingga kini. PAS merupakan parti yang terus berkembang dengan keahlian hampir sejuta, dengan hampir lapan ribu cawangan dan 195 kawasan seluruh negara.

Kini baru dua tahun Tun menjadi pembangkang, Tun baru terasa peritnya menjadi pembangkang. Hari ini, Tun mahu menurunkan Najib sebagai PM setelah menyedari kerosakan yang ada. Malah, Tun bersetuju Datuk Seri Anwar Ibrahim menjadi PM ke 8. Alangkah baiknya kalau Tun sedar 20 tahun lebih awal, bukankah Anwar kini sudah menjadi PM, Najib tidak menjadi PM, keluarga Datuk Seri Anwar tidak perlu melalui keperitan yang berlanjutan sehingga hari ini dan rakyat tidak perlu bersusah-payah bergelut hari ini di bawah kerosakan yang dibawa oleh pemimpin-pemimpin Umno-BN pilihan Tun?

Bagi PAS, menurunkan Najib sahaja tidak cukup. Selama ini, kami menentang agar rakyat bangkit menukarkan Umno-BN dan menggantikannya dengan parti yang akan menukar sistem yang korup dan rasuah dengan dasar Islam yang diturunkan Allah untuk keselamatan negara dan rakyat yang berbilang kaum ini.

Hari ini, Tun menuduh PAS kononnya menyokong Umno kerana kecewa apabila PAS tidak mahu bersama dalam Pakatan Harapan. Kerana itu PAS dituduh, difitnah dan diserang.

Biasa PAS diserang oleh Umno, nampaknya kini bertambah satu lagi kumpulan yang bersama Umno menyerang PAS. Namun, PAS tidak gentar. Serangan-serangan ini menunjukkan betapa paniknya Tun dan PH pada kebangkitan kepada sokongan PAS ketika ini.

PAS akan terus melawan Umno di PRU14 seperti pilihanraya-pilihanraya yang lalu. Suka hatilah siapa yang ingin masuk gelanggang di kerusi-kerusi tradisi PAS untuk menjadikan ia peperangan tiga penjuru, itu hak demokrasi masing-masing.

Perjuangan PAS tidak pernah berubah. PAS meletakkan Islam di tangga teratas di dalam perjuangannya kerana ia agama yang lengkap, adil dan sempurna. Kami tidak menerima Islam hanya sekadar ibadah dan aqidah kerana Allah memerintahkan kita menganut Islam seluruhnya.
Kalau nak dituduh PAS perosak, lihatlah cermin dahulu siapa yang konsisten, siapa yang sentiasa U-turn.

Dato' Tuan Ibrahim bin Tuan Man (Official)
Timbalan Presiden PAS
12 September 2017

PAS DAN PERJUANGAN

Dari Kacamata Ezam mat nor
(Bekas Senator umno dan Bekas Majlis Presiden PKR)

1.Kenyataan beberapa pemimpin utama HARAPAN terhadap PAS beberapa hari ini amat dikesali.

2.Hakikatnya PAS adalah sebuah parti yang paling kaya dengan pengalaman perjuangan.Ianya masih merupakan parti yang paling kuat sentuhan akar umbinya dan mempunyai pasukan kader yang paling mantap dari segi kemampuan berjuang dan berkorban.

3.Saya sempat berjuang bersama parti ini di era reformasi ketika itu dan tiada siapa dikalangan kami yang berjuang dikala itu dapat menafikan hakikat ini.Malah gegak gempita perjuangan era reformasi itu tidak akan menjadi tanpa PAS.

4.Tentunya semua parti mengaku mereka parti perjuangan.UMNO juga tidak berhenti berkokok mereka parti perjuangan.walaupun hakikatnya UMNO berjuang bukan berkorban.mereka berjuang dengan mengorbankan orang lain.PAS berjuang dan berkorban.itu bezanya dan itulah hakikatnya.

5.Justeru berbalah dengan sebuah parti perjuangan seperti PAS dan berbalah dengan sebuah parti yang mengorbankan orang seperti UMNO mestilah berbeza.Kalau kita benar-benar orang perjuangan.Lainlah kalau kita juga sama seperti perangai orang-orang UMNO.Mengaku berjuang dan berkorban tetapi sebenarnya hanya memperalat dan mengorbankan orang lain.

6.Pakatan Harapan sebuah koalisi yang dibentuk atas nama perjuangan seharusnya mengambil kaedah berbeza terhadap PAS sebagai sebuah parti yang lama berjuang dan berkorban.

7.Kalau kita benar-benar orang perjuangan tentulah tidak sama cara kita berbalah dengan sebuah parti perjuangan seperti PAS dengan cara kita berbalah dengan sebuah parti perjuangan ala penyamun seperti UMNO.

8.Apakah benar orang perjuangan mengkritik sebuah parti perjuangan dengan cara menghina mereka?Apakah terlalu besar dosa-dosa mereka dalam perjuangan sehingga mereka dihina begitu rupa?

9.Saya pernah dekat dengan PAS dan pernah sertai UMNO.Dan saya juga orang yang cukup dekat dengan perjuangan melawan rasuah.Setahu saya yang besar dosanya dan besar rasuah dan salahguna kuasanya adalah pemimpin-pemimpin UMNO.Dan mereka yang menghina PAS hari ini juga tidak lepas dari kisah mereka dahulu yang memperkayakan anak menantu dan kaum kerabat berbilion ringgit!

10.Makanya carilah kaedah yang lebih baik didalam berbeza pendekatan sesama pejuang.Janganlah terperangkap agenda UMNO yang mahu sesama pejuang berbalah sakan sesama sendiri.Dan janganlah juga terikut-ikut rentak bodoh dan biadap sebahagian mereka yang didalam Harapan sendiri yang juga mempunyai agenda puluhan tahun mahu menghapuskan PAS.

11.Kerana samada kita suka atau tidak hakikatnya PAS adalah sebuah parti perjuangan.PAS juga bukan sekadar sebuah parti tetapi sebuah gerakan Islam.Mereka tidak akan mampu untuk menghapuskan PAS.

Mohamad Ezam Mohd Nor
13 September 2017/ 22 Zulhijjah 1438H

Isnin, 11 September 2017

PAS BERSAMA ISLAM DAN KONTRAK SOSIAL

Kita mendoakan Rahmat Allah kepada semua pejuang kemerdekaan kerana jasa mereka yang sangat besar meletakkan Islam di dalam Perlembagaan Negara tercinta ini.

Walaupun ada perbezaan pendapat selepasnya dari segi pendekatan meletakkan kedudukan Islam, tetapi kita sudah terlepas daripada penjajahan dan banyak ruang dan peluang masih ada untuk membebaskan belenggu yang sengaja ditinggalkan supaya Islam tidak diizinkan pelaksanaan sepenuhnya. Umat Islam sendiri dihalang daripada beramal dengan seluruh ajaran Islam, sedangkan penganut agama lain tidak dihalang untuk beramal dengan agama masing-masing.

Sepatutnya terpulang kepada umat Islam menafsirkan agamanya yang sebenar daripada perkataan Al-Din yang merangkumi segala aspek cara hidup bermasyarakat. Tafsiran yang berbeza dengan kehendak wakil penjajah dalam Suruhanjaya Reid yang sudah pergi, apabila mereka meletakkan Islam dalam ruang perkataan ‘religion’ yang jauh bezanya dengan ‘Al-Din’.

Para pemimpin bukan Islam yang terlibat bersama dalam PERIKATAN pula menerima kedudukan agama masing-masing yang dibebaskan mengikut Perlembagaan yang digubal oleh Suruhanjaya Reid itu. Adapun kalangan Islam teguh berkonsepkan tiada paksaan beragama dan Islam mewajibkan adil terhadap semua kaum dan penganut berbagai agama.

Islam dengan objektif mengikut takrifnya yang tepat, mempunyai pendekatan dari segi kedudukan Islam dengan maksud yang dipercayai umat Islam mengikut kitab suci Al-Quran. Bersama dengannya adalah konsep Raja Berperlembagaan yang diperkasakan oleh Islam mengikut kedaulatannya dalam proses pembinaan yang belum selesai sebelum kedatangan penjajah lagi.

Namun menjadi kewajipan untuk disempurnakan selepas kemerdekaan dengan meletakkan Islam yang mampu menangani perkembangan semasa yang berubah dan tetap mampu menyelesaikan semua masalah di sepanjang zaman. Beginilah apabila Islam yang sebenar ditegakkan pentadbirannya yang berasaskan akidah, berkonsepkan syariat dan akhlaknya.

Walaupun PAS hanya satu-satunya kerusi pembangkang, namun tetap bersepakat mempertahankan kedudukan Islam dalam Perlembagaan Negara dan kaitannya dengan Raja Berperlembagaan dan terus mendesak perubahan mengikut konsep kerajaan Islam. Maka PAS tidak menyokong pindaan Perlembagaan yang dilakukan di zaman Tun Mahathir dahulu, kerana sebenarnya sekadar mengambil kuasa sahaja tanpa konsep Islam yang sebenar.

Kebebasan beragama bagi penganut agama lain telah dijamin oleh undang-undang yang dinaungi dalam Perlembagaan yang menjadi undang-undang dasar negara, sepatutnya tidak lagi membimbangkan mereka, setelah penerimaan pemimpin MCA dan MIC yang bergabung dalam PERIKATAN di masa itu. Lebih sepatutnya mereka berterima kasih kepada umat Islam yang menerima mereka dari segi saudara kemanusiaan dan hidup bersama dalam masyarakat majmuk yang sama-sama ditindas pejajah. Mereka telah menyaksikan betapa satu kelompok kecil keluarga bukan Islam boleh hidup aman di tengah masyarakat Melayu yang majoriti penduduk Islam. Walaupun syariat Islam belum lagi diberi peluang sepenuhnya dilaksanakan, tetapi inilah bayangan syariat yang mencipta akhlak Islam dalam hubungan masyarakat majmuk.

PAS menerima kemerdekaan dengan satu kerusi dalam PRU Pra Kemerdekaan pada tahun 1955, tetap mengiktiraf konsep demokrasi dan terus menyertai PRU selepasnya bersama Islam yang dihayati oleh kepimpinan ulama’. Walaupun tidak memuaskan kerana masih ada kelemahan dalam system Demokrasi Barat yang tidak beriman dan budiman, namun tetap menerima konsep tersebut dengan positif yang masih ada bersamanya.

Maka PAS dengan sabar, rebah dan bangun, menang dan kalah, sehinggalah jatuh kerajaan negeri yang dikuasainya di Kelantan dan Terengganu, kembali semula memerintah di Kelantan dan kembali semula di Terengganu dan jatuh semula, namun tetap mengambil pendekatan demokrasi dan berundur daripada gerakan yang boleh merosakkan, contohnya tindakan di atas nama BERSIH yang tidak bersih lagi terhadap Islam dan kedaulatan negara secara umum, serta ada dalang dibelakangnya.

Kekuatan PAS tidak bergantung kepada ukuran kerusi seperti parti lain yang boleh mati kalau tidak ada kerusi. Namun pengaruh PAS terus berkembang dan makin kuat jati diri ahli dan pengikutnya makin bertambah dan berkualiti. Adapun yang bersifat sampah dalam PAS boleh merosakkan perjuangannya, sama ada terbuang atau dibuang. PAS juga tidak rebah kalau ada pemimpin yang rebah dalam perjalanan perjuangannya.

PAS terus tegak bersama Islam yang ditegaskan dalam Perlembagaan yang telah diterima oleh semua parti politik yang ada di masa awal kemerdekaan. Maka PAS memandang adanya parti yang baru lahir selepas kemerdekaan yang cuba untuk merungkai Perlembagaan yang berkonsep kontrak sosial di antara rakyat dan kerajaan, khususnya terhadap Islam dan kedaulatannya. Adapun kepada PAS ditambah kuat lagi dengan perjanjian di hadapan Allah bagi menegakkan Islam yang sempurna.

Kalangan yang cuba mengugut PAS berasaskan kerusi pilihanraya atau kedudukannya dalam kerajaan, sepatutnya mengenali siapa PAS dalam sejarahnya. Bahawa PAS tidak boleh dikuburkan dengan jatuh kerajaan atau hilang kerusinya, bahkan PAS bangkit semula setelah ditendang keluar daripada BN pada tahun 1978 yang dikatakan tinggal dua kerusi batu nisan di Kelantan dan kosong kerusi di Terengganu.

Tiba-tiba PAS bangkit semula, sehingga Pengerusi BN di masa itu terpaksa memanggil kalangan berjenama Islam bagi menyelamatkan diri kerana kebangkitan semula PAS. Rupanya bukan bangkitnya hantu kubur, tetapi bangkit bersama Islam yang mulia dan tidak boleh dipadamkan cahayanya. Sebaliknya pemimpin BN yang mengkhianati PAS pula yang terpelanting keluar daripada partinya sendiri.

Melukut ditepi gantang,
Buka sanggul mencari kutu,
Orang takut akalnya hilang,
Jumpa tunggul disangka hantu.

PAS tidak mengharapkan Pakatan Harapan kerana mengenali semua mereka yang terlibat dengan penubuhannya yang tidak boleh dipercyai harapannya, kerana hanya bergantung harapan dalam kabinet bayangan dan konsep matlamat menghalalkan cara yang lemah.

Harapan PAS bersama Islam berpandukan janji Allah SWT:

وَلَا تَهِنُواْ فِي ٱبۡتِغَآءِ ٱلۡقَوۡمِۖ إِن تَكُونُواْ تَأۡلَمُونَ فَإِنَّهُمۡ يَأۡلَمُونَ كَمَا تَأۡلَمُونَۖ وَتَرۡجُونَ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا يَرۡجُونَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا (النساء: ١٠٤ (

“Dan janganlah kamu lemah (hilang semangat) dalam menghadapi lawan (yang menentang kamu) itu; kerana kalau kamu menderita sakit atau susah, maka sesungguhnya mereka pun menderita sakitnya atau susah seperti penderitaan kamu; sedang kamu mengharapkan dari Allah apa yang mereka tidak harapkan (iaitu balasan yang baik pada Hari Akhirat kelak) dan (ingatlah) Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.”
(Surah An-Nisa’: 104)

Keyakinan PAS tetap bersama Islam yang berwawasan dunia sehingga Akhirat, bukan sahaja mempertahankan apa yang sudah dicatat dalam Perlembagaan itu, bahkan berusaha dan berjuang supaya disempurnakan mengikut Al-Quran dan kebijaksanaan Sunnah Rasulullah SAW, serta bekerjasama dengan sesiapa yang mahukan konsep kesempurnaan Islam ini ditegakkan.

Dalam masa yang sama, PAS mengajak umat Islam dan bukan Islam dalam masyarakat majmuk menolak kumpulan yang bersekongkol menghalang usaha yang mulia ini untuk kebaikan bersama.

Bagi umat Islam menjadi kewajipan aqidah, syariat dan akhlaknya menegakkan kepimpinan Islam dan mempertahankannya dalam negara ini supaya menjadi teras kedaulatannya.

PAS tidak mengira siapa sahaja yang mendukung cita-cita ini walaupun kehilangan kerusinya, kerana pergantungan PAS kepada Islam bukannya kerusi dan siapa orangnya. Kerusi hanya alat dan wadah melaksanakan kewajipan, apabila ada orang di atas kerusinya yang boleh menunaikan kewajipan, kita wajib menolongnya. Maka jangan dapat kerusi sahaja tanpa menunaikan amanah menegakkan Islam, tanpa menafikan betapa pentingnya kerusi yang dapat, dan PAS boleh berpijak bersama Islam kalau dinafikan kerusinya sekalipun. PAS tetap berusaha mendapatkan kerusi bagi memimpin atau menjadi pembangkang yang menasihat, bukan merosak. Bagi yang bukan Islam pula sudah cukup bersama kegagalan ideologi ciptaan manusia timur dan barat yang hanya untuk kebahagiaan segelintir manusia sahaja. Cukuplah menjadi hamba kepada segelintir manusia yang berkuasa dengan ideologi masing-masing, silalah pula memberi peluang kepada Islam yang telah menjadi agama kepada negara ini dalam lingkungan mentadbir dan mengurus berkonsepkan Islam yang adil terhadap semua dengan jaminan kebebasan beragama kepada penganut agama lain daripada Islam yang sudah dicatat dalam Perlembagaan Negara.

Kalangan bukan Islam juga wajib menolak parti fanatik kaum dan kumpulan yang berkonsep sekularisma seperti DAP dan kumpulannya (PH) yang memisahkan urusan kehidupan daripada agamanya sendiri dan boleh menukar agamanya dengan apa sahaja dan menjadi alat kepada siapa sahaja, demi kepentingan politik sementara.

Mereka sudah menunjukkan sifat negatifnya dengan hanya mentadbir negeri, belum lagi negara dan telah pun menunjukkan perangai yang boleh menempah ketegangan dalam masyarakat majmuk ini, lebih-lebih lagi menunjukkan keberaniannya mahu merungkai perkara asas dalam Kontrak Sosial yang telah diikat dalam Perlembagaan Negara. Berbeza dengan PAS di Kelantan yang boleh meneruskan perjuangannya walaupun dicekik dan dijerut lehernya, namun tetap tidak dapat dicucuk hidungnya.

Ahli PAS tidak boleh terikut dengan mereka yang tidak senang dengan pendekatan Islam bersama Budaya Politik Matang dan Sejahtera (BPMS) yang diperkenalkan dan konsep Ta’awun yang ditunjukkan oleh Al-Quran dan Sunnah yang tidak sama dengan pembangkang di negara lain yang semata-mata membangkang dan berebut kerusi untuk memerintah tanpa mengira benar atau salah dan jauh sekali halal dan haramnya.

PAS tidak perlu terikut dengan propaganda pihak lain yang kononnya bimbang PAS ditipu oleh Umno, atau Umno ditipu oleh PAS, kerana Islam mengajar penganutnya bahawa urusan ikhlas dan niat menipu tidak mengira PAS atau Umno dan sesiapa sahaja adalah perkara tersirat yang menjadi urusan ilmu Allah dan balasannya dari Allah, urusan kita apa yang zahir sahaja.

Namun Allah mewajibkan perdamaian didahulukan dengan sesiapa sahaja termasuk musuh yang menentang Islam yang sedang berperang apabila bersedia menerima Islam secara damai tanpa membelah hati sanubarinya. Inilah maksud firman Allah:

۞وَإِن جَنَحُواْ لِلسَّلۡمِ فَٱجۡنَحۡ لَهَا وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ ٦١ وَإِن يُرِيدُوٓاْ أَن يَخۡدَعُوكَ فَإِنَّ حَسۡبَكَ ٱللَّهُۚ هُوَ ٱلَّذِيٓ أَيَّدَكَ بِنَصۡرِهِۦ وَبِٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٦٢ وَأَلَّفَ بَيۡنَ قُلُوبِهِمۡۚ لَوۡ أَنفَقۡتَ مَا فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗا مَّآ أَلَّفۡتَ بَيۡنَ قُلُوبِهِمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ أَلَّفَ بَيۡنَهُمۡۚ إِنَّهُۥ عَزِيزٌ حَكِيمٞ ٦٣ الأنفال.

“Dan jika mereka (pihak musuh) cenderung kepada perdamaian, maka engkau juga hendaklah cenderung kepadanya serta bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. (61) Dan jika mereka bertujuan hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjaga dan memberikan perlindungan) kepadamu. Dialah yang menguatkanmu dengan pertolongan-Nya dan dengan (sokongan) orang-orang yang beriman. (62) Dan (Dialah) yang menyatu-padukan di antara hati mereka (yang beriman itu). Kalaulah engkau belanjakan segala (harta benda) yang ada di bumi, nescaya engkau tidak dapat juga menyatu-padukan di antara hati mereka, akan tetapi Allah telah menyatu-padukan di antara (hati) mereka. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana. (63)” (Surah Al-Anfal: 61-63)

Kalau berdepan dengan musuh, inilah konsepnya. Maka kita dalam satu negara Malaysia dan masyarakat majmuk bukannya musuh. Maka PAS tetap beristiqamah dengan konsep Islam didahulukan dan kerusi dibelakangnya, dengan mengenal siapa yang menentang Islam dan menghalang perjalanannya dan siapa yang boleh menerima Islam, bukan sekadar siapa yang menjanjikan kerusinya sahaja. PAS tetap beristiqamah bersama Islam, PAS bukan parti mengampu dan menumpang.

“Sejahtera Bersama Islam”

ABDUL HADI AWANG
Presiden PAS

Bertarikh: 19 Zulhijjah 1438 / 10 September 2017

Jumaat, 8 September 2017

Mencegah kemungkaran dan mengajak kepada kebaikan termasuk dalam perjuangan menegak Agama Allah.



SEORANG Muslim yang tidak memiliki semangat dakwah dan jihad bagi memperjuangkan agama, sebenarnya sedang mengalami krisis jati diri dan identiti Muslimnya. Untuk apa semua yang diusahakan, harta dikumpul, ilmu dikuasai, jawatan direbut dan dunia yang berhasil digenggam jika tidak dimanfaatkan untuk agama Allah? Seandainya seseorang sudah memiliki segala-galanya kemudian tiba-tiba dia mati tanpa memperjuangkan agama, maka alangkah sedikit bekal dan payahnya kehidupan yang mesti dilalui selepas mati kelak. Sia-sia saja visi dan misi hidupnya di dunia. Saat itu sedarlah ia yang kembali miskin seorang diri di alam barzakh.

Sesungguhnya kejayaan yang hakiki bermula daripada satu niat meninggikan kalimah Allah. Sedangkan apa yang diusahakannya selama ini untuk dunia semata-mata demi kepuasan nafsu belaka.

Kebangkitan Islam sering diperkatakan tetapi realitinya generasi Islam kini sudah mengalami serangan duniawi yang sedikit sebanyak mempengaruhi kejiwaan, pemikiran dan sikap mereka. Mentaliti Muslim yang hilang semangat memperjuangkan agama semakin parah di tengah-tengah umat.

Tidak kira golongan mana pun, jika umat meninggalkan dakwah dan jihad di jalan Allah, maka tunggu kehancuran seperti ditegaskan dalam firman-Nya bermaksud:

“Wahai orang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepadamu: Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah, kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu lebih suka dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanya sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, nescaya Allah menyeksa kamu dengan seksa yang pedih dan Dia menggantikan (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudaratan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Surah al-Taubah, ayat 38-39)

Melalui ayat itu, Allah menyatakan punca hilang semangat dakwah dan jihad iaitu kerana manusia terlalu cintakan kehidupan dunia. Bahkan jika boleh, agama pun akan dijual, saudara sesama Muslim dianiaya, jatuh-menjatuhkan, aib-mengaibkan untuk mendapat apa diinginkan oleh hawa nafsu.

Jika kejahatan bermaharajalela tetapi semangat dakwah dan jihad semakin kendur tidak mustahil kehancuran umat akan terjadi. Dakwah dan jihad adalah benteng paling kukuh untuk melindungi umat daripada serangan musuh. Sepatutnya ia menjadi idealisme yang wajib ditanam dalam jiwa seluruh generasi Muslim.

Sayangnya, dakwah Islam dan semangat jihad hanya dimiliki golongan tertentu yang berkopiah dan berserban, di masjid dan surau. Itupun jika tepat ruang yang disalurkan. Sedangkan golongan profesional, pemikir, penggubal dasar, penggerak politik, budayawan, seniman, ahli sukan, saintis, peniaga, pendidik Muslim, mereka agak kurang bersemangat mengenai hakikat dakwah dan jihad.

Peranan ulama diharapkan boleh membuka ruang kepada mereka untuk memahami Islam, mencintai dan merasa terpanggil memperjuangkan agama menurut kapasiti ilmu dan kekuatan dimiliki. Umat Islam mesti kembali menanamkan idealisme tegakkan dakwah dan jihad dalam kehidupan.

Hapuskan kesilapan lalu dan bertaubat daripada kejahatan nafsu duniawi yang menipu. Kerja dakwah serta strategi jihad mesti disesuaikan dengan situasi dan realiti masyarakat sekarang. Media memainkan peranan penting sebagai penyampai kebenaran, hiburan dan seni juga menjadi pilihan orang yang mahukan kelainan dalam sentuhan dakwah, alam maya dalam sistem teknologi maklumat tercanggih yang semakin digilai manusia menjadi alternatif menyampaikan keindahan Islam.

Ulama tidak ketinggalan mengkaji pendekatan dan pengurusan dakwah yang sesuai untuk manusia pada zaman siber. Pendekatan fleksibel, mendidik sebelum menghukum, mendengar suara umat dan mengkaji perubahan zaman sebelum memutuskan fatwa diharap membawa kemajuan adalah tugas ulama yang amanah.

Ulama berdiri sebagai pembimbing jalan, pemberi jawapan atas setiap persoalan, doktor yang menyembuh penyakit jiwa masyarakat dan penyampai keindahan Islam yang membangkitkan umatnya supaya mencintai agama. Ulama memerlukan pendedahan ilmu dan wawasan yang lebih global dengan bermuzakarah antara ulama sedunia untuk mempertingkatkan keupayaan dalam mendampingi umat ke jalan yang diredai Allah.

Sesungguhnya dakwah dan jihad adalah panggilan jiwa insan yang mencintai sunnah Rasulullah SAW. Wasiat Baginda SAW sentiasa menjadi ingatan di hati yang bermaksud: “Sesiapa yang membenci sunnahku bukan termasuk golonganku.” (Hadis Muttafaq Alaih)

Dakwah dan jihad juga adalah kerjaya nabi dan rasul yang diabadikan dalam al-Quran sebagai jalan hidup terbaik di sisi Allah. Firman Allah yang bermaksud: “(Iaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Nescaya Allah akan mengampuni dosamu dan memasukkanmu ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam syurga Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) kurnia yang lain yang kamu sukai (iaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya) dan sampaikanlah berita gembira kepada orang beriman. Wahai orang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah seperti Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikutnya yang setia: Siapakah yang akan menjadi penolongku (untuk menegakkan agama) Allah? Pengikut yang setia itu berkata: Kamilah penolong agama Allah, lalu segolongan dari Bani Israel beriman dan segolongan lain kafir; maka kami berikan kekuatan kepada orang beriman terhadap musuh mereka, lalu mereka menjadi orang yang menang.” (Surah al-Shaff, ayat 11-14)

Seseorang yang bergiat dalam kerja dakwah pasti menghadapi ujian yang boleh mengancam langkahnya. Ujian yang dipikul bersesuaian dengan tahap keimanan masing-masing. Kadangkala hanya dengan sifat diri yang kurang sabar seseorang boleh terjatuh dan tidak dapat bangkit lagi, walaupun ramai di hadapannya orang yang lebih berat lagi menerima penyeksaan dalam mengharungi medan dakwah dan jihad. Hanya orang terpilih yang tegak berdiri menunggu keputusan Allah, apakah dia layak menerima pertolongan Allah atau tidak, semuanya bergantung niat dalam hati. Siapakah yang reda dengan hinaan dan cacian, fitnah, kebencian bahkan ancaman bunuh diterima kerana menegakkan agama?

Hanya orang yang tegar dan yakin dengan kuasa Allah mampu menghadapi kesusahan di jalan-Nya. Biarlah air mata yang ditumpahkan atas jalan Allah sebagai pemadam api neraka yang menyala dan hati terluka, jasad teraniaya semua itu sebagai bukti kecintaan hamba kepada Allah. Bahkan jika tiada menemui gangguan di jalan dakwah, seseorang patut berwaspada mungkin dia tersalah jalan kerana jalan dakwah itu dapat dikenal melalui seksaan dan tangisannya.

Suatu hari Rasulullah SAW melepas pemergian Muaz Jabal ke Yaman untuk menyebarkan Islam di sana. Rasulullah SAW melihat Muaz menangis. Muaz berkata: “Wahai Rasulullah, aku menangis kerana akan berpisah denganmu. Rasulullah SAW bersabda: Jangan kamu bersedih kerana kesedihan itu daripada syaitan. Wahai Muaz, bertakwalah (takut) kepada Allah di mana pun kamu berada. Ikutilah keburukan dengan kebaikan, nescaya kebaikan itu akan menghapuskannya dan berbuat baiklah kepada manusia dengan akhlak yang baik.” (Hadis riwayat Imam al-Tirmizi dan Imam Ahmad)

Suatu hari Khabbab al-Art menghadap Rasulullah SAW dan mengadukan seksaan yang dideritainya dan sahabat. Rasulullah SAW menghibur Khabbab sambil bersabda yang bermaksud: “Orang sebelum kalian digali sebuah lubang di atas tanah dan mereka dimasukkan ke dalamnya. Selepas itu diambil gergaji dan diletakkan ke atas kepalanya sehingga jasadnya terbelah dua. Namun hal itu tidak menggoyahkan agamanya. Ada juga yang disikat dengan sikat besi sehingga terlepas daging daripada tulangnya. Tetapi seksaan itu tidak sedikitpun menggoncangkan agamanya.” (Hadis riwayat al-Bukhari)

Hanya hamba Allah yang berkualiti iman dan amalnya sanggup melangkah di jalan dakwah. Mereka orang terpilih daripada kalangan nabi dan rasul, syuhada dan salihin. Dakwah dan jihad adalah harta warisan paling bernilai ditinggalkan mereka hingga akhir zaman untuk generasi Islam berikutnya.

Oleh: Dr Juanda Jaya

Kaidah-kaidah penting untuk seorang muslim dalam menghadapi fitnah



Berlindunglah Kepada Allah Ta'ala dari fitnah, karena Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallamsering sekali berdoa meminta perlindungan dari Allah agar tidak terkena fitnah.

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bahkan sudah memperingatkan umatnya akan timbulnya fitnah, sebagaimana dalam sebuah hadits shahih:

أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ وَيُقْبَضُ الْعِلْمُ وَتَظْهَرُ الْفِتَنُ وَيُلْقَى الشُّحُّ وَيَكْثُرُ الْهَرْجُ ». قَالُوا وَمَا الْهَرْجُ قَالَ « الْقَتْلُ »

Artinya: "Zaman akan semakin dekat, dicabutnya ilmu, akan timbul fitnah-fitnah, dimasukkan (ke dalam hati) sifat kikir dan akan banyak al harj", mereka (para shahabat) bertanya: "Apakah al harj, wahai Rasulullah?", beliau menjawab: "Pembunuhan". HR. Bukhari dan Muslim.

Fitnah jika sudah datang maka akan datang bersamaan dengannya kerusakan sampai hari kiamat. Allah Ta'ala telah memperingatkan adanya fitnah, coba perhatikan firman-Nya:

{وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ} [الأنفال: 25]

Artinya: "Dan peliharalah dirimu dari pada fitnah yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja diantara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya". (QS. 8:25).

Makna fitnah adalah sesuatu yang genting, berubah-rubah, tidak ada stabilitas dan semisalnya, akibat dari penyimpangan terhadap ajaran islam.

Kaidah-kaidah penting untuk seorang muslim dalam menghadapi fitnah:

1. Jika timbul fitnah, maka hendaklah hadapi dengan sikap hati-hati, tidak gegabah dan penuh kesabaran.

Hadapi dengan lemah lembut dan ramah tamah, karena Sabda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam:

« إِنَّ الرِّفْقَ لاَ يَكُونُ فِى شَىْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَعُ مِنْ شَىْءٍ إِلاَّ شَانَهُ ».

Artinya: "Sesungguhnya kelemah lembutan (keramah tamahan) tidaklah ada di dalam sebuah perkara kecuali menghiasinya dan tidak dicabut (kelemah lembutan) dari sesuatu kecuali memburukkannya". HR. Bukhari dan Muslim.

Hadapi dengan sikap hati-hati (tidak gegabah) dan kesabaran, berdasarkan sabda Nabi Muhammadshallallahu 'alaihi wasallam kepada Asyajj Abdul Qais radhiayallahu 'anhu:

إِنَّ فِيكَ خَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ الْحِلْمُ وَالأَنَاةُ

Artinya: "Sesungguhnya di dalam dirimu ada dua sifat yang dicintai oleh Allah, yaitu; kesabaran dan pelan-pelan (tidak gegabah)". HR. Muslim.

2. Tidak menghukumi sesuatu kecuali sesudah mengetahui kejadian sebenarnya, sesuai dengan kaedah fiqih:

الحكم على الشيء فرع عن تصوره

Artinya: "Menghukumi sesuatu itu adalah termasuk bagian tentang gambaran sesuatu tersebut."

Dan perlu diingat, suatu perkara tidak bisa diketahui kecuali dengan dua: dari kabar kaum muslim yang terpercaya dan dari berita orang yang meminta fatwa akan perkara tersebut meskipun orang yang minta fatwa tersebut adalah orang fasik.

3. Hendaklah selalu memegang sikap adil dan pertengahan (tidak berlebih-lebihan). Karena firman Allah Ta'ala:

{وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَى} [الأنعام: 152]

Artinya: "…Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun dia adalah kerabatmu…," (QS. 6:152).

Juga firman Allah Ta'ala:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلَّا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ } [المائدة: 8]

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang akamu kerjakan." (QS. 5:8).

Dan arti sikap adil dan sikap pertengahan bukanlah berarti membenarkan yang salah dan menyalahkan yang batil tetapi menempatkan standar kesalahan dan standar kebenaran sesuai dengan syari'at Islam bukan dengan hawa nafsu, harap diperhatikan point ini.

4. Selalu bersatu dalam kesatuan kaum muslim di bawah kepemimpinan yang sah.

Karena hal inilah yang ditunjukkan Allah dalam firman-Nya:

{وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ} [آل عمران: 103]

Artinya: "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." (QS. 3:103).

Dan berdasarkan sabda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam:

عَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ وَإِيَّاكُمْ وَالْفُرْقَةَ

Artinya: "Hendaklah kalian berjama'ah (di dalam kesatuan kaum muslimin) dan jauhilah dari perpecahan". HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani.

Dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berpecah belah ketika sudah jelas keterangan dan dalil bagi dia, firman Allah Ta'ala:

{وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (104) وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَأُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ (105)} [آل عمران: 104، 105]

Artinya: "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung. (QS. 3:104) Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat." (QS. 3:105).

5. Slogan, bendera, visi dan yang semisalnya yang dibawa ketika fitnah harus ditimbang oleh seorang muslim dengan timbangan syari'at agama Islam, timbangannya Ahlu Sunnah wal Jama'ah.

Dan timbangan yang digunakan ada dua macam: pertama, timbangan yang digunakan untuk mengukur apakah bendera, visi, misi, slogan merupakan agama Islam, kalau tidak, berarti kebalikan Islam yaitu kekufuran. Dan kedua, timbangan yang digunakan untuk mengukur apakah bendera, visi, misi dan yang semisalnya sesuai dengan islam yang benar, kalau tidak, berarti kebalikan Islam yang benar adalah Islam yang tidak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Allah Ta'ala berfirman:

{وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِينَ} [الأنبياء: 47] Artinya: "Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tidaklah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan". (QS. 21:47).

6. Setiap perkataan dan perbuatan di dalam setiap fitnah harus ada dhawabith (ukuran yang tepat).

Karena tidak semua perkataan yang anda anggap baik itu cocok untuk dikatakan dalam fitnah tertentu, begitu pula tidak semua perbuatan yang anda anggap baik itu cocok untuk diperbuat di dalam fitnahtertentu.

Karena setiap perkatan ataupun perbuatan akan mendatangkan beberapa perkara yang lain. Oleh sebab itu ada riwayat dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:

مَا أَنْتَ بِمُحَدِّثٍ قَوْمًا حَدِيثًا لاَ تَبْلُغُهُ عُقُولُهُمْ إِلاَّ كَانَ لِبَعْضِهِمْ فِتْنَةً.

Artinya: "Tidak anda berbicara dengan suatu kaum sebuah pembicaraan yang tidak bisa dipahami oleh akal mereka kecuali akan menjadi fitnah bagi sebagian dari mereka". HR.Muslim.

7. Jika terjadi fitnah, maka bersatulah dengan kaum muslimin apalagi para ulama.

Dan para ulama yang merupakan referensi (tempat kembali kaum muslimin) adalah mereka yang mempunyai dua sifat: pertama, dari ulama Ahlus sunnah yang mengerti tentang tauhid, sunnah dan yang lainnya yang berdasarkan pemahaman para shahabat nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Dan kedua, yang benar-benar paham akan hukum-hukum islam secara menyeluruh, paham akan kaedah-kaedah dasar, akar-akar permasalahan, sehingga mereka tidak mempunyai kesamaran dalam menghadapi permasalahan.

8. Seorang muslim tidak boleh menurunkan hadits-hadits tentang fitnah yang disebutkan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam kepada fitnah yang lagi berlangsung, misalkan dengan mengatakan : "Inilah fitnah yang disebutkan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, atau dengan mengatakan: "Inilah orang yang dikabarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, padahal fitnah tersebut masih berlangsung belum selesai, boleh kita mengatakan seperti itu ketika fitnah tersebut sudah selesai sebagai pernyataan seorang muslim akan berita yang dikabarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Tulisan ini disarikan dari kitab berjudul "Adh Dhawabit Asy Syar'iyyah Limauqif Al Muslim Min Al Fitan" (kaidah-kaidah Syariat tentang sikap seorang muslim dalam menghadapi keadaan-keadaan genting), karya Syeikh Shalih Alu Syeikh hafizhahullah, Menteri Urusan Agama Islam, Wakaf, Dakwah dan Penyuluhan untuk Kerajaan Arab Saudi. Alih Bahasa: Abu Abdillah Ahmad Zainuddin.

Khamis, 7 September 2017

DAP Jangan Berlakon Sokong Islam

1. Saya sangat tertarik dengan tajuk berita "DAP sokong Islam" dalam Sinar Harian dengan isi beritanya sebagaimana dilaporkan daripada Lim Kit Siang bahawa "DAP menyokong prinsip Islam dalam perlembagaan".

2. Kalau benar begitu, kenapa DAP menentang sekeras-kerasnya pengislaman anak bawah umur 18 tahun oleh salah seorang ibu atau bapa yang memeluk Islam yang telah ditetapkan dalam perlembagaan dan selaras dengan fatwa-fatwa peringkat kebangsaan dan fatwa negeri? Tidakkah ia merupakan peruntukan dalam perlembagaan yang selaras dengan Islam?

3. Ketika pindaan Akta 164 berlangsung di Dewan Rakyat lalu sangat ketara, yang dipertikaikan oleh ahli-ahli Parlimen DAP ialah kenapa tidak dimasukkan cadangan pindaan 88a yang membolehkan agama anak ditentukan secara bersama oleh ibu dan bapa sedangkan mereka tahu cadangan pindaan itu bercanggah dengan perlembagaan dan bercanggah dengan Islam?

4. *DAP tidak perlu berlakon untuk menyokong Islam*. Perjuangan DAP ialah Malaysia sebagai negara sekuler. Pemikiran itu sudah tentu bercanggah dengan prinsip Islam dalam pemerintahan.

5. Tindakan dan perlakuan DAP jelas menunjukkan penentangan mereka terhadap Islam. Sejak 2015 khususnya, DAP kembali menunjukkan penentangan terhadap usaha menegakkan undang-undang jenayah Islam di Kelantan. Usaha memperkasakan RUU 355 bagi memperkasakan Mahkamah Syariah yang hanya melibatkan orang Islam juga ditentang keras oleh DAP.

6. Para pengundi Islam tidak perlu terpedaya dengan kata-kata manis DAP bagi memenangi PRU ke 14. Kegagalan Umno/Bn menguruskan negara secara berhemah berasaskan prinsip Islam telah menjadi modal DAP untuk mengambil alih tampuk pemerintahan negara. Namun, percayalah Islam tidak akan selamat di bawah pemerintahan DAP.

7. PAS hadir bersama Gagasan Sejahtera menawarkan alternatif berkerajaan kepada rakyat Malaysia pada PRU ke 14. "Sejahtera bersama Islam" menjadi moto PAS bagi menyelamatkan negara daripada pelbagai kemelut politik, ekonomi dan sosial.

Sekian.

"sejahtera bersama Islam"

Dato' Dr Mohd Khairuddin bin Aman Razali at-Takiri
Ahli Parlimen Kuala Nerus
Rabu 6hb September 2017

Khamis, 31 Ogos 2017

Doa Ketika Di Tanah Suci dan Wukuf Di Arafah


Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.

A’uudzu billaahi minasy-syaithaanir-rajiim
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Alhamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin
Subhanallah walhamdulillah wa lailaha ilallahu wallahuakbar.


Tak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya lah kerajaan dan bagi-Nya pula puja dan puji, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah dan tiada daya dan upaya serta tak ada kekuatan selain dengan Allah jua.

Laa ilaaha illallahu wallaahu akbaru,
laa illaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiirun,
laa ilaaha illallaahu wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah

 

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu karena sesungguhnya bagi-Mu puja dan puji, tiada Tuhan selain-Mu, wahai Yang Maha Pemberi, yang menjadi harapan, Yang Mencipta langit dan bumi, Yang Maha Luhur dan Maha Mulia.

Allahumma inni as’aluka bi’anna lakalhamda laa ilaaha illaa anta yaa hannaanu yaa mannanu yaa badii’assamaawaati wal’ardhi yaa dzaljalaali wal’ikraam
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas junjungan kami nabi Muhammad, shalawat yang dapat menyelamatkan kami dari segala huru-hara (akhirat) dan afat, dapat memberikan hajat (kebaikan) kepada kami, dapat membersihkan kami dari kejelekan, dapat mengangkat kami ke derajat yang lebih tinggi di hadapan Engkau, dapat membawa kami menuju kebajikan yang paling baik semasa kami hidup maupun sesudah mati. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam atas makhluk-Nya yang paling baik yaitu junjungan kami Muhammad, semua keluarga dan para sahabat beliau.

Allahumma shalli ‘alaa sayyidina muhammadin shalaatan tunjiinaa bihaa min jamii-‘il ahwaali wal aafaati wa taqdlii lanaa bihaa min jamii-‘il haajaati wa tuthahhirunaa bihaa min jamii-‘is sayyi-aati wa tarfa-‘unaa bihaa ‘indaka a’lad darajaati wa tuballighunaa bihaa aqshal ghaayaati min jamii-‘il khairaati fil hayaati wa ba’dal mamaati wa shallallahu ‘alaa khairi khalqihi sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallama

Aku mohon ampun segala dosaku kpd Allah Yang Maha Agung (3–10X)

Astaghfirullaahal ‘azhiiim (3–10 X)
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Ya Allah, Engkau Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau, Engkau ciptakan aku, dan aku hamba-Mu, dan aku memenuhi janji dan ikatan kepada-Mu, aku berusaha memenuhinya dengan segala kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan-kejelekan yang aku perbuat. Aku sadar akan nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan aku sadar akan dosaku, karena itulah ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosaku selain Engkau.

Allahumma anta rabbi. Laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu, a’ududzu bika min syarri maa shana’tu abuu’u laka bini’matika ‘alayya wa abuu’u bidzanbii faghfirlii fa’innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta

Ya Tuhan kami, (selama ini) kami telah berbuat aniaya terhadap diri kami sendiri, jika Engkau tidak mengampuni kami, pastilah kami ini tergolong orang yang merugi.

Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, serta wafatkanlah kami bersama orang-orang yang baik. Tiada Tuhan selain-Mu, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang zhalim.

Ya Allah, ampunilah dosaku semuanya, baik yang halus dan yang kasar, yang terdahulu dan terkemudian, yang nyata dan yang tersembunyi. (HR Muslim, Abu Daud dan Hakim)

Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa illam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khasiriin. Rabbanaaghfir lanaa dzunuubana wa kaffir ‘annaa sayyi’aatina wataffanaa ma’al abraari. Laa illaaha illaa anta subhaanaka innii kunu minazhzhalimiin.
Allahummaghfir lii dzambii kullahu diqqahu wa jillahu wa awwalahu wa aakhirahu wa ‘alaaniyatahu wa sirrahu.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Ya Allah, sedemikian banyak dosa yang telah kami lakukan sejak kami akil- baligh hingga hari ini. Dosa kami ketika kami remaja yang sering menyusahkan orang tua kami dan guru-guru kami, membuat sedih mereka, membohongi mereka dan tidak menghormati mereka. Tidak pula kami mensyukuri kepada-Mu atas nikmat memiliki orang tua yang baik dan menyayangi kami. Ampunilah kami ya Allah, sungguh kami lebih beruntung dibanding anak-anak lain yang dibesarkan tanpa orang tua atau memiliki orang tua tapi tidak peduli dengan anaknya.

Ampuni pula dosa-dosa kami ketika remaja yang hampir tak pernah kami mengingat-Mu setiap hari, padahal saat itu Engkau telah mulai mencatat dan mengumpulkan setiap dosa-dosa kami. Ampunilah kemalasan kami dalam melakukan sholat pada masa lalu kami, ampunilah kebodohan kami saat itu yang lebih takut pada kehilangan teman dan pergaulan daripada bergantung kepada Engkau. Ampuni pula pergaulan kami selama remaja yang jauh dari nilai-nilai agama dan sering menyakitkan hati orang lain sedangkan kami sering melakukannya tanpa rasa bersalah.

Ampuni pula dosa-dosa kami semasa kami bekerja dan berkeluarga. Sungguh kini kami menyadari bahwa tak ada ridho dan pahala dari-Mu untuk setiap kelelahan kami bekerja selama ini bila tidak didasari niat karena mencari keridhoan-Mu. Sedemikian banyak pekerjaan yang kami lakukan hanya dengan niat mencari uang atau karena takut miskin dan bukan karena mencari keridhoan-Mu, padahal Engkau hanya menyuruh kami bekerja sedangkan masalah rezeki dan kaya-miskin semuanya Engkaulah yang memutuskan. Sering kami lebih takut pada atasan kami dan pada keterburu-buruan kami dibanding rasa takut kami pada-Mu dalam menegakkan sholat, padahal Engkau telah mempersiapkan neraka yang sedemikian dahsyatnya untuk orang-orang yang meninggalkan atau menyia-nyiakan sholat. Ya Allah seandainya Engkau telah mempersiapkan hukuman 1 tahun di neraka untuk setiap 1 kali sholat yang kami tinggalkan atau yang belum sempurna, maka harus berapa ribu tahun kami di neraka untuk mengganti ribuan sholat yang telah kami tinggalkan atau kami laksanakan dengan tidak sempurna selama hidup kami sejak kami akil-baligh. Karena itu ampunilah dosa-dosa kami ya Allah, siapa lagi yang dapat mengampuni kami kalau bukan Engkau ya Allah.

Ya Allah, apabila dihitung mungkin akan ada sedemikian banyak barang atau uang atau waktu terbuang yang kugunakan tidak dijalan yang Engkau ridhoi, atau kadang sering pula aku membenarkan suatu perbuatan dzalim dan bahkan menganggapnya sebagai hakku. Selama itu aku jarang mengingat-Mu dan malah berbuat banyak dosa. Ampunilah semua dosa-dosaku ya Allah, ampunilah ya Allah.

Ampuni pula kelalaian kami dalam mengurus rumah tangga kami, kebodohan kami dalam berperilaku dalam keluarga kami. Ampunilah sikap kami yang sering mengecewakan suami / istri kami, membuat sedih hatinya, tidak menghormatinya, tidak mengurusnya dengan baik, dan tidak membimbingnya dengan baik menuju jalan Islam yang telah engkau syariatkan.

Ya Allah ampunilah mata kami yang lebih sering kami gunakan untuk melihat hal-hal yang tak berguna atau hal yang maksiat dan hal-hal yang Engkau murkai, padahal kalau Engkau takdirkan kami buta maka sungguh kami akan menjadi makhluk yang lemah tak berdaya. Ya Allah ampuni pula mulut kami yang sering menyakitkan perasaan orang lain, yang sering membohongi orang lain, yang sering mengajak orang lain berbuat dosa dengan kami sadari atau tidak kami sadari, dengan mulut ini pula kami sering membicarakan ghibah dan fitnah yang hukumannya sangat dahsyat, dengan mulut ini pula kami menyampaikan kesombongan, ketamakan, kekikiran dan ke-riya’an diri kami. Ampunilah seluruh kata dan perbuatan buruk yang pernah keluar dari mulut kami ini.

Ya Allah ampuni pula telinga kami yang selama ini tidak mendengarkan suara-suara yang baik, seperti ucapan-ucapan bijak para ulama, nasihat agama dalam ceramah agama dan mendengarkan ayat-ayat Al-Quran. Apajadinya diri kami ini bila Engkau tulikan pendengaran kami. Padahal itu begitu mudah bagi-Mu.

Ya Allah, ampunilah tangan kami yang sering menjadi kikir dalam memberikan sedekah kepada orang lain, yang jarang digunakan untuk menuliskan kebaikan-kebaikan untuk orang lain. Apajadinya kalau Engkau ambil tangan kami ini dari tubuh kami. Ampuni kaki kami yang lebih banyak digunakan menuju tempat-tempat kemewahan dan kepentingan duniawi dan jarang digunakan untuk menuju ke mesjid dan pengajian. Apajadinya kalau Engkau ambil kaki ini dari tubuh kami. Ya Allah, jadikanlah kaki kami ini lebih rajin mengunjungi orang-orang saleh, menghadiri majlis-majlis ilmu, mendamaikan orang, menyambung silaturahmi, melaksanakan jihad, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang menentramkan hati dan memperkuat iman kami.

Ampuni syahwat kami yang sering sulit kami kendalikan, sedemikian lemahnya kami menghindarkan pandangan dan syahwat dari lawan jenis kami yang semakin bebas berkeliaran di zaman ini. Ampunilah diri kami ya Allah, kuatkanlah iman kami dari maksiat syahwat.

Ya Allah, ampunilah kesombongan kami akan akal dan otak kami yang sering menjadikan kami merasa paling cerdas. Padahal sungguh begitu mudah bagi-Mu untuk menjadikan kami bodoh atau gila. Padahal Engkau sangat membenci kesombongan, apalagi kesombongan akal. Padahal orang yang paling cerdas menurut-Mu adalah orang yang paling banyak bertaqwa. Ampunilah kebodohan dan kesombongan kami ya Allah, beri kesempatan kami untuk bertobat, hapuskanlah seluruh dosa-dosa kami.

Alangkah bodohnya kami ya Allah, padahal ilmu kami sangat sedikit tapi sering kami merasa sudah berbuat yang terbaik. Tambahkanlah ilmu (agama) kami ya Allah supaya kami dapat membedakan mana perilaku kami yang sudah baik dan mana yang masih buruk. Janganlah Engkau golongkan kami kepada golongan orang-orang yang bodoh tapi merasa paling benar, atau orang yang sebenarnya malas tapi selalu merasa perlu banyak istirahat, jangan pula menjadi orang yang sebenarnya sombong karena merasa lebih mampu dibanding orang lain, jangan pula kami menjadi orang yang kikir hanya karena merasa ada keperluan lain yang lebih penting atau karena kami takut lapar dan takut miskin, jangan pula kami menjadi riya’ karena lebih membutuhkan pujian orang lain.

Ya Allah, sungguh kami lupa mengingat semua dosa-dosa kami yang sedemikian banyaknya selama hidup kami. Kamipun sering sedemikian bodohnya, sehingga banyak dosa-dosa yang kami anggap kecil atau tidak ada padahal Engkau telah mencatatnya sebagai dosa-dosa besar, Ya Allah sesungguhnya Engkau lebih mengetahui dosa-dosa yang telah kami lakukan, ampunilah semua dosa-dosa kami, baik yang kami ingat maupun yang telah kami lupa, yang sengaja ataupun yang tak sengaja, yang besar maupun yang kecil, yang dulu maupun yang akan datang, seluruhnya ya Allah. Jangan ada tersisa sedikitpun ya Allah.

Ya Allah ampunilah dosa syirik besar maupun kecil yang pernah kulakukan. Aku tahu dosa syirik takkan terampuni karena itu hapuskanlah dosa-dosa syirik itu dari daftar dosa yang telah Engkau catat. Hapuskanlah ya Allah. Janganlah sampai aku terjebak lagi dalam syirik, bukakanlah mataku untuk membedakan mana yang syirik dan mana yang tidak, kuatkanlah imanku untuk menjauhkan syirik sejauh-jauhnya, kuatkan imanku ya Allah, dan kuatkanlah kesabaranku walau aku menghadapi ujian yang sangat berat sekalipun. Kuatkanlah aqidahku ya Allah, bersihkan qolbuku, tambahkan ilmu agamaku, ilmu yang bermanfaat, bersihkan niatku dari riya, amin ya rabbil alamin.

Ya Allah ampunilah dosa-dosa yang pernah kami lakukan pada umat dan makhluk-Mu. Ampunilah perbuatan jahat, laknat, maksiat, zhalim dan hal-hal lain yang Engkau murkai yang pernah kulakukan kepada umat manusia lainnya, baik laki2, perempuan dan anak-anak, baik yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal.

Ampunilah rasa malu dan kesulitanku untuk memohon maaf kepada mereka satu per satu, bukalah pintu maaf orang yang pernah kuzhalimi untuk diriku. Gugurkanlah setiap dosaku kepada mereka setiapkali mereka sedang mengingatku atau mengingat kesalahanku pada mereka.

Jadikanlah doa kami ini menjadi pertobatan kami yang taubatan nasuha. Bimbinglah dan tunjukilah kami jalan yang baik untuk hari-hari selanjutnya untuk tidak mengulangi perbuatan-perbuatan yang Engkau golongkan dosa kecil apalagi dosa besar.

Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tua kami serta kasihilah mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku masih kecil

Rabbighfirlii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa (3-10X)
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Ya Allah, rendahkanlah suaraku dimata mereka, indahkan bicaraku dimata mereka, lembutkan tingkah lakuku di mata mereka, rindukan mereka akan hatiku, jadikanlah aku orang yang mengasihi dan menyayangi mereka. Ya Allah, berikan pahala kepada mereka atas upaya mereka mendidikku, limpahkan karunia-Mu atas pemberian mereka padaku, dan jagalah mereka sebagaimana mereka menjagaku semasa aku kecil.

Allahumma khaffidh lahuma shawti, wa athib lahuma kalami, wa alin lahuma’arikati, wa’thif ‘alayhima qalbi, wa shayyirni bihima rafiqan wa ‘alayhima syafiqan. Allahummasykur lahuma tarbiyati, wa atsib huma ala takrimati, wahfazh lahuma ma hafizhahu minni fi shighari.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kami istri dan keturunan yang dapat menjadi penyenang hati bagi kami dan jadikanlah kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS, al-Furqan, 25:74)

Rabbannaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinaa qurrata a’yun waj’alnaa lilmuttaqiina imaamaa
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Duhai Yang Maha Mengasihi dan Menyayangi umat manusia. Karuniakanlah kami keluarga yang sakinah, keluarga yang soleh dan bertaqwa, keluarga yang sangat mencintai diri-Mu dengan penuh makna dan ikhlas, keluarga yang bahagia, damai, harmonis, tenteram, tawadhu, sabar dan santun. Karuniakanlah kepada keluarga kami kesehatan, keamanan, kemudahan, kemuliaan, kehormatan, kebahagiaan dan kesejahteraan, keimanan serta dijauhkan dari tekanan utang, sifat kikir dan sifat boros. Jauhkanlah segala macam penyakit fisik dan psikis dari diri kami, kedua orang tua kami dan keluarga kami. Jadikan hari tua dan akhir hidup kami dan orang tua kami penuh kebahagiaan, kesehatan dan kedamaian, dan kuatkan iman kami semua disaat sakaratulmaut. Kuatkanlah keimanan dan perbanyaklah amal dan ibadah kami, kedua orang tua kami dan kami sekeluarga, baik saat kami lemah dan tua serta di detik-detik terakhir kehidupan kami. Karuniakanlah kami sekeluarga dan orang tua kami akhir hidup yang indah, khusnul khatimah ya Allah. Kumpulkanlah kami sekeluarga dan kedua orang tua kami beserta seluruh sanak saudara kami di surga-Mu ya Allah. Kumpulkanlah kami bersama-sama Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang mulia serta keluarganya yang sabar dan pandai mensyukuri. Haramkan neraka bagi kulit kami ya Allah.

Ya Allah ampunilah kesalahan kami, kelalaian kami dan kekurangan kami dalam melayani kedua orang tua kami, ampuni perbuatan kami yang sengaja atau tak sengaja yang telah banyak menyusahkan dan membebani pikiran kedua orang tua kami sehingga mengurangi kebahagiaan mereka.

Ya Allah, ampunilah kesalahan dan kebodohan kami dalam memelihara keluarga kami. Berilah kami petunjuk dan kemudahan dalam membesarkan dan mendidik anak-keturunan kami. Sehatkanlah kami, sehatkanlah anak kami. Ya Allah karuniakanlah usia yang panjang, kesehatan dan kekuatan mental dan fisik, kehormatan, kemuliaan, kecerdasan, kebahagiaan dan kesejahteraan kepada anak-keturunan kami. Jadikanlah anak keturunan kami menjadi umat-Mu yang sholeh / sholihah dan bertaqwa, ikhlaskan hatinya untuk menjaga kami saat kami tua dan lemah, yang rajin mendoakan kebaikan kepada kami/orangtuanya saat kami hidup dan saat kami / orangtuanya telah meninggal dunia. Ya Allah, perbanyaklah sebanyak-banyaknya jumlah umat muslim yang ikhlas menjaga dan memperhatikan kami saat kami lemah dan tua, serta mendoakan kami setelah kami meninggal dunia.

Ya Allah, berilah padaku rezki yang halal dan baik, serta pakaikanlah padaku segala perbuatan yang baik. Ya Tuhanku, jadikanlah oleh-Mu rezkiku itu paling luas pada saat tuaku dan saat lemahku. Ya Allah, cukupkanlah bagiku segala rezki-Mu yang halal daripada yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari yang lainnya. Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu rezki yang luas dan berguna. Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu nikmat yang kekal yang tidak putus-putus dan tidak akan hilang.

Allahummarzuqnii rizqan halaalan thayyiban wasta’milnii thayyiban. Allahummaj’al ausa’a rizqika ‘alayya ‘inda kibari sinnii
wangqithaa’i umrii.
Allahummakfinii bihalaalika ‘an haraamika wa aghninii bifadhlika ‘amman siwaak. Allahumma inni as’aluka rizqan waasi’an naafi’an. Allahumma innii as’alukan na’iimal muqiimalladzii laa yahuulu wa laa yazuul.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Ya Allah, baguskanlah untukku agamaku yang jadi pangkal urusanku, baguskan pula duniaku yang jadi tempat penghidupanku, dan baguskanlah akhiratku yang padanya tempat kembaliku nanti, jadikanlah hidup itu menjadi bekal/tambahan bagiku dalam segala kebaikan, serta jadikanlah mati itu pelepas segala keburukan bagiku.

Allahumma ashlih lii fii diiniilladzii huwa ‘ishmatu amrii wa ashlih lii dun-yaayallatii fiihaa ma’aasyi wa ashlih lii aakhiratillatii fiihaa ma’aadii waj’alil hayaata ziyaadatan lii fii kulli kharin waj’alil mauta raahatan lii mingkulli syarrin

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari kemurungan dan kesusahan, aku berlindung pada-Mu dari kemalasan dan aku berlindung pada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung pada-Mu dari tekanan utang dan paksaan orang lain

Allaahumma inni a’uudzu bika minal hammi wal hazani wa a’uudzu bika minal ‘ajzi wal kasali wa a’uudzu bika minal jubni wal bukhli wa a’uudzu bika min ghalabatiddaini wa qahrirrijaal
Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu jiwa yang tenang tenteram, yang percaya pada pertemuan dengan-Mu dan ridha atas keputusan-Mu serta merasa cukup puas dengan pemberian-Mu.

Allahumma innii as-‘aluka nafsan muthma’innatan tu’minu biliqaa’ika wa tardhaa biqadhaa’ika wa taqna’u bi’athaa’ika
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Ya Allah, Yang Menguasai setiap takdir dan rezeki manusia, kuatkanlah fisikku, kuatkan mentalku, kuatkanlah ikhtiarku, kuatkan kemauanku, lindungilah kesucian hatiku dan tingkahlaku pada setiap langkah hidupku, lindungilah diriku dari rasa malas dan putus asa serta dari sifat kikir dan boros, jauhkanlah syaitan dan jin dari setiap langkah hidupku.

Ya Allah, Yang Mengatur rezeki setiap manusia, Yang Maha Pemberi kemudahan, Yang Maha Mengetahui akan setiap jalan yang baik dan benar. Karuniakanlah aku kemudahan dan kebaikan dalam menggunakan lidahku, hatiku dan fisikku dalam berkomunikasi dan bersilaturahim dengan semua umat manusia, dan mudahkan langkahku untuk membuka jalan ke pintu rezeki-Mu. Ya Allah aku mohon petunjuk-Mu akan arah yang baik dan benar untuk setiap langkahku. Mudahkan jalanku, kuatkan imanku..ya Allah. Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Tahu yang terbaik bagi umat-Mu. Seandainya rezekiku berada di langit dan baik untuk diturunkan segera, aku mohon keridhoan-Mu untuk menurunkannya padaku, bila berada di bumi tampakkanlah, bila jauh dekatkanlah, bila sedikit perbanyaklah, dan berkahi aku di dalamnya.

Ya Allah, karuniakanlah aku mata pencaharian yang halal dan baik, yang dapat memenuhi tanggung jawab nafkah bagi keluargaku, mata pencaharian yang dapat mendekatkan diriku kepada orang-orang soleh dan perbuatan-perbuatan yang baik. Jadikanlah pekerjaanku itu sebagai sumber rezeki yang dapat membahagiakan keluargaku, tetanggaku, umat muslim serta semua umat manusia. Jagalah aku agar setiap rezeki yang Engkau berikan padaku memiliki berkah, jadikan rezekiku selalu halal dan berada di jalan yang Engkau ridhai. Jagalah diriku agar selalu dapat mensyukuri setiap rezeki dan nikmat-Mu.

Ya Allah, tunjukilah kami selalu jalan untuk selalu mensucikan harta kami, jangan lagi ada harta yang tidak suci di rumah kami ya Allah kecuali Engkau telah memaafkan kami atas keberadaannya. Janganlah biarkan ada ada harta yang mubazir di rumah /di diri kami kecuali Engkau punya rencana yang baik bagi kami ya Allah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang pernah kulakukan selama hidupku yang terjadi selama aku mencari nafkah. Ampunilah dosa yang kusadari atau tak kusadari, sengaja atau tak sengaja, baik dosa lisan, dosa fisik, dosa finansial, dosa kesombongan, dan dosa apapun ya Allah. Seandainya ada dosa yang harus kuganti di dunia ini maka berilah aku petunjuk dan mudahkanlah aku untuk melaksanakannya.

Ya Allah, maafkanlah dosa nenek-kakek kami, saudara-saudara dan teman kami yang muslim yang telah meninggal dunia. Jauhkanlah mereka dari siksa kubur, mudahkan peghisaban mereka, masukkanlah mereka ke dalam surga.

Kesehatan
Ya Allah, aku memohon kepada Engkau ilmu yang bermanfaat, rezki yang luas dan kesembuhan dari segala rupa penyakit.

Ya Allah, sehatkanlah badanku. Ya Allah, sehatkanlah pendengaranku. Ya Allah sehatkanlah penglihatanku. Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kemiskinan. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, tidak ada Tuhan melainkan Engkau

Allahumma inni as’aluka ilman naafi’aa, wa rizqan waa si’a, wa syifaa’an min kulli daa’in
Allahumma ‘aafinii fii badanii, allahumma ‘aafinii fii sam’ii, allahumma ‘aafinii fii basharii, allahumma inni a’udzu bika minal kufri wal faqri, allahumma innii a’uudzu bika min ‘adzaabil qabri laa illaha illaa anta

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Ya Allah, Yang Maha Menghidupkan dan Mematikan, Yang Menguasai segala rupa penyakit dan penyembuhannya. Karuniakanlah kesehatan pada diriku, jasmani dan rohani. Seandainya ada penyakit dan cacat badan yang bersarang dalam diriku, baik yang telah ada atau yang akan Engkau rencanakan, maka hapuskanlah penyakit itu ya Allah, hapuskanlah penyakit itu ya Allah dalam suratan takdir-mu ya Allah. Aku mohon ya Allah, sehatkanlah diriku selalu, hari ini, besok dan hingga akhir hayatku. Aku mohon ya Allah, janganlah hari tuaku dipenuhi dengan berbagai macam penyakit, jadikanlah hari tuaku paling indah dan dipenuhi dengan amal ibadah dan keimanan yang setinggi-tingginya kepada-Mu ya Allah.

Kebersihan Hati

Ya Allah, sucikanlah hatiku dari nifak (berpura-pura), amalanku dari riya (ingin dipuji manusia), lidahku dari dusta, mataku dari khianat. Engkaulah yang mengetahui segala khianat mata dan segala was was atau segala sesuatu yang disembunyikan oleh dada-dada manusia.

Allahumma thahhir qalbii minannifaaqi, wa ‘amalii minarriyaa’I, wa lisaanii minal kadzibi, wa ‘ainayya minal khiyaanati, fa’innaka ta’lamu khaa’inatal a’yuni wa maa tukhfishshuduur.


Ya Allah, jauhkanlah aku dari sifat munafik, sifat pemalas, sifat kikir, sifat boros, sifat sombong, sifat tergesa-gesa, sifat tidak sabaran. Ya Allah, jadikanlah aku umat-Mu yang berakhlak mulia seperti akhlak rasulullah, akhlak yang Engkau ridhoi.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia). Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji (QS Ali Imran 3 : 8 – 9)

Rabana la tuzigh qulubana ba’da idz hadaitana wa hablana min ladunka rahmatan innaka antal-wahhab, rabbana innaka jami’un-nas liyaumin la raiba fihi innallaha la yukhliful-mi’ad.

Ya Tuhan kami, curahkanlah kesabaran atas kami dan teguhkanlah pendirian kami serta tolonglah kami terhadap golongan yang kafir. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau tunjuki (kami jalan yang benar), dan berilah kami hadhirat-Mu rahmat karena Engkau adalah Yang Maha Pemberi. Ya Allah, kokohkanlah aku dari kemungkinan terpelesetnya iman, dan berilah aku petunjuk dari kemungkinan sesat.

Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memberi penghalang antara aku dan hatiku, maka berilah penghalang antaraku dan antara syaitan serta perbuatannya.

Rabbanaa afrigh ‘alainaa shabran wa tsabbit aqdaamanaa wanshurnaa ‘alal qaumil kaafiriin. Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wahablanaa milladungka rahmatan innaka antal wahhaab. Allahumma tsabbitnii an azilla wahdinii an adhilla. Allahumma kamaa hulta bainii wa baina qalbii, fahal bainii wa bainasy syaithaani wa ‘amalihi.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Husnul Khatimah

Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya, dan sebaik-baiknya amalku adalah pada ujung akhirnya, dan sebaik-baik hariku adalah pada saat aku menemui-Mu

Alaahummaj’al khaira ‘umrii aakhirahu wa khaira ‘amalii khawaatiimahu wa khaira ayyaamii yauma liqaa’ika
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu) (QS Al-A’raf 7 : 126)

Rabbana afrigh’alaina shabran wa tawaffana muslimin>
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Ya Allah, sesungguhnya kami memohon pada-Mu keselamatan dalam agama, kesejahteraan/kesehatan jasmani, bertambah ilmu pengetahuan, rezeki yang berkat, diterima taubat sebelum mati, dapat rahmat ketika mati dan dapat ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami pada waktu sekarat dan selamatkanlah kami dari api neraka serta kami mohon kemaafan ketika dihisap.

Allahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini wa ’aafiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wabarakatan firrizqi wa taubatan qablal mauti, wa rahmatan ‘indal mauti, wa maghfiratan ba’dal maut. Allahuma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil mauti, wannajaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

Ya Allah, Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, Yang Maha Pengampun lagi Maha Kuasa atas segala sesuatu. Aku mohon ya Allah, janganlah dulu cabut nyawaku sebelum Engkau haramkan neraka bagi kulitku dan sebelum Engkau wajibkan surga bagi diriku. Tetapkanlah diriku selalu setiap saat dalam keadaan beriman dan ingat kepada-Mu. Jadikanlah aku selalu dalam keadaan takut akan akhirat-Mu, jadikanlah aku menjadi orang yang dapat mencintai-Mu sebagaimana Rasulullah SAW dan para sahabatnya mencintai diri-Mu dan sebagaimana mereka takut akan akhirat-Mu. Ya Allah, jadikanlah hidupku mulai hari ini hingga detik-detik terakhir kematianku penuh ketaqwaan, keimanan, kemudahan dan kebahagiaan. Lapangkanlah kuburanku, jauhkanlah aku dari siksa kubur ya Allah. Mudahkanlah aku ya Allah di padang Mahsyar, jadikanlah aku termasuk orang yang Engkau lindungi di padang Mahsyar hingga hari penghisaban. Mudahkanlah penghisaban diriku ya Allah. Masukkanlah aku ke surga-Mu ya Allah. Jadikanlah aku termasuk orang yang Engkau beri izin untuk memandang wajah-Mu kelak di akhirat.

Duhai Yang Maha Adil dan Maha Bijaksana, Yang Maha Mengetahui hal yang paling baik bagi umat-Mu. Ya Allah, karuniakanlah negeri kami pemimpin yang adil, yang beriman kepada-Mu, yang menyayangi rakyatnya, yang membenci kezhaliman, yang ingin menegakkan syariah Islam di negeri kami. Jauhkanlah dari negeri kami pemimpin-pemimpin yang zalim dan yang tidak beriman kepada-Mu.

Ya Allah tegakkanlah syariah Islam di negeri kami, tegakkanlah kehormatan agamu-Mu di negeri kami, jadikan negeri kami percontohan yang baik sebagai negeri kaum muslim.

Penutup do’a

Bagi kami cukup Allah saja pelindung yang baik bagi kami, tempat berserah diri yang baik bagi kami, dan penolong yang baik bagi kami.

Hasbunallahu wani’mal wakiilu ni’mal maulaa wani’mannashiir 

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Ya Allah izinkanlah aku untuk kembali ke tanah suci-Mu ini untuk kembali melaksanakan ibadah haji atau ibadah umroh dalam keadaan sehat wal afiat. Ya Allah izinkanlah aku kembali berhaji atau berumroh dalam keadaan lebih mabrur, lebih sehat dan lebih kuat.
Ya Allah, kabulkan doa, harapan dan permintaan teman-temanku yang menitipkan doa kepadaku untuk disampaikan ditanah suci-Mu ya Allah, baik yang telah terucap kepadaku maupun yang masih terbesit dalam hati mereka ketika mereka memandangku atau mendengar rencana keberangkatanku berhaji.

Ya Allah, tambahlah ilmuku, bimbinglah aku agar mendapat hanya ilmu yang lurus dan benar sesuai dengan syariat-Mu dan ajaran rasul-Mu. Bimbinglah aku agar imuku menjadi ilmu yang bermanfaat, jauh dari riya’ , mudahkanlah mulutku untuk membaca dan memahami Al-Quran. Jadikanlah aku umat-Mu yang pandai menyampaikan ayat-ayat-Mu dengan ikhlas, tidak riya’ , mudahkan mulutku untuk berkomunikasi dengan lancar dan tawadhu, jadikan aku orang yang tawadhu, mudahkan hati dan pikiranku untuk menganalisa ilmu agama secara benar dan lurus.

Karuniakanlah kepada aku dan seluruh anggota keluarga berupa teman-teman yang sholeh sebanyak-banyaknya, pergaulan yang baik. Jauhkanlah aku dan keluargaku serta kedua orang tua dari pergaulan dan teman-teman yang kurang baik dan dari teman-teman yang tidak sesuai dengan anjuran-Mu. Karuniakan pula kami kesempatan untuk beramal, beribadah, bersedekah, berdakwah sebanyak-banyaknya selama sisa akhir hidup kami.

Allahuma a’inni alla dzikrika wa syukrika wa husni ibadatika
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Ya Tuhan kami, perkenankanlah do’a-do’a kami, karena sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang. Kesejahteraan dan keselamatan semoga dilimpahkan kepada junjungan pemimpin para nabi dan rasul Muhammad s.a.w, atas keluarganya serta para sahabatnya semuanya.

Maha suci Tuhanmu, Tuhan Yang bersih dari sifat-sifat kekurangan. Dan semoga keselamatan dicurahkan kepada para Rasul dan segala puji bagi Allah seru sekalian alam. (HR. An-Nawawi)
Rabbanaa taqabbal minna innaka antassamii’ul aliimu wa tub’alainaa innaka antattawwaaburrahiim. Washshalaatu wassalaamu ‘alla sayyidil ambiyaa’i wal mursaliina muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shabihi ajma’iin.

Subhaanaka rabbika rabbil ‘izzati’ ammaa yashifuuna wa salaamun ‘alal mursaliina walhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin. Da’waahum fiihaa subhaanakallaahumma wa tahiyyatuhum fiihaa salaamun, wa aakhiru da’waahum anil hamdu lillaahi rabbil ‘aalamin.
Ya Allah, sesungguhnya kami mohon keridhaan-Mu dan sorga, kami berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan siksa neraka.

Allahuma inna nas’aluka ridhoka waljannata wana’uudzubika min shakatika wannaar.
Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kesejahteraan di akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksaan neraka.

Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa ‘adzaabannaar

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Alhamdulillahi rabbil alamin.

Baca surat Al Fatihah


(Sumber : Buku Doa & Dzikir, karangan Drs. Miftah Faridl, dan dari berbagai sumber)