PAUTAN TAMBAHAN

Khamis, 29 November 2012

Rezim Iran lancarkan perang salib melawan Islam dan Kaum Muslimin


M. Fachry

LONDON (Arrahmah.com) – Ini sebuah fakta yang harus diungkap, tentang jahatnya rezim Iran kepada Islam dan kaum Muslimin. Seorang Muslim Sunni yang tinggal di Iran, Wafaa binti Ali ash-Shaami atau Ummu Walid, baru-baru ini dianiaya oleh rezim brutal Ahmadinejad. Tidak bisa tinggal diam, Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang ada di London, di bawah koordinasi Muslim Against Crusaders (MAC) berorasi di depan Kedutaan Besar Iran di London, Jum'at (19/08/2011) untuk menghadapi dan mengutuk rezim brutal tersebut!Rezim Iran berperang melawan Islam dan Kaum Muslimin 
Penganiayaan rezim  Ahmadinejad kepada seorang Muslim Sunni yang tinggal di Iran, Wafaa binti Ali ash-Shaami (Ummu Walid) menjadi bukti bagaimana rezim Iran telah memproklamirkan perang melawan Islam dan Kaum Muslimin.

Rezim Iran, atau lebih tepatnya Syiah Raafidah, telah mendeklarasikan perang dengan Islam dan kaum Muslimin. Mereka adalah sekte paling jahat dalam Islam dan kendala terbesar ketika kaum Muslimin hendak melaksanakan syariat Islam. Mereka adalah kanker yang sangat membahayakan di jantung dunia Islam, yang sayangnya telah berhasil memanipulasi sebagian besar orang-orang kafir dan komunitas Muslim dengan apa yang disebut sebagai Republik Islam Iran.

Sejarah telah bersaksi tentang pengkhianatan mereka yang tida henti. Dimulai dengan Ibnu Alqami yang jahat, membuka pintu untuk pasukan Tartar menyerang Baghdad dan mengakibatkan kerusakan tersebar di seluruh Negara Islam, di tahun 1258 CE. Lalu, seorang lagi yang bernama Nusayrdeen yang menghina Al Qur'an dengan mengubah ayat-ayat dan surat di dalamnya.

Allah SWT., kini memperlihatkan kembali kepada kita bagaimana rezim tiran Iran yang dahulu mencegah kekhilafahan Ustmani untuk memperluas perbatasannya di luar gerbang Wina, kini rezim Iran menjadi belati tajam bagi tentara Salib (Amerika, Inggris, dkk) dalam perang melawan Islam dan kaum Muslimin.

Selain itu, rezim tiran Iran Ahmadinejad, memiliki kebencian khusus kepada Ahlus Sunnah dan para pengikutnya, baik secara internal maupun eksternal. Iran yang dahulu merupakan sebuah Negara di bawah kontrol syariah Islam selama lebih dari 1000 tahun, kini telah diracuni dengan kekafiran dan kemunafikan dan dijadikan sebagai pusat untuk menghancurkan Islam dari dalam.

Saat ini, lebih dari 10 juta kaum Muslimin Sunni berada di Iran. Saat ini, mereka menjadi masyarakat yang paling dianiaya di kawasan tersebut, seperti nama-nama berikut : Saif al-Adel, Shaouqi Al-Islamboli, Abu Al-Ghaith dan Mustafa Hamid, yang saat ini berada dalam penjara. Beberapa lainnya dengan status tahanan rumah selama lebih dari sembilan tahun.

Untuk itu, umat Islam tidak boleh tertipu oleh rezim kafir Iran. Mereka adalah hadiah terbesar untuk Obama dan Cameron di Timur Tengah dan lebih berbahaya daripada orang-orang Yahudi yang menjadi bajak laut Israel.

Bebaskan tawanan Muslim!
Muslim Against Crusaders (MAC) yang merupakan pengikut Ahlus Sunnah wal Jama'ah merasa terpanggil untuk melakukan bantuan kepada saudari muslim kami, Ummu Walid, yang dianiaya rezim tiran Iran. Untuk itu, kami akan mengadakan aksi dan orasi di depan kedubes Iran di London, pada hari Jum'at (19/08/2011) untuk mengutuk dan menghadapi rezim dzolim Iran.

Kami ingin memperingatkan Ahmadinejad bahwa meskipun aktivis Islam, para mujahid, berada di tempat lain untuk membela kehidupan, kehormatan, dan harta umat Islam, namun mereka tidak akan pernah lupa terhadap saudara-saudara mereka di Iran, dan hanya masalah waktu rezim tiran Iran akan digantikan oleh para pengikut Abu Bakar r.a.. Umar r.a., Utsman.r.a., dan Ali r.a.

Kami menuntut pembebasan semua Muslim tak berdosa di Iran dan memanggil Syiah Raafidah yang telah terlibat dalam pengkhianatan terhadap pengikut Ahlus Sunnah Wal Jama'ah untuk bertobat dan memeluk agama yang benar yaitu Islam dan menyelamatkan diri dari siksaan api neraka.
(M Fachry/alm/arrahmah.com)

GEMPAR..!! Bongkar Kesesatan dan bahaya SYIAH..!!



Bongkar Jahatnya Yahudi dan Kuncunya – Ustaz Wan Ji