PAUTAN TAMBAHAN

Ahad, 22 November 2015

[20112015] Syeikh Nuruddin - Soal Jawab@Masjid AlKhairiyyah,Taman Sri Gombak



TAZKIRAH TAMBAHAN

AKIBAT MENINGGALKAN ULAMA' DAN FUQOHA'

Dalam sebuah hadits, Rasulullah pernah menyampaikan tentang salah satu kejadian yang kelak akan terjadi pada ummat Islam. Hal ini terkait dengan kondisi dimana ummat berusaha menjauhkan diri dari Ulama’, beliau bersabda:

"Akan datang suatu masa atas ummatku, dimana mereka menjauhi para ‘Ulama’ dan Ahli Fiqih, maka Allah akan menimpakkan tiga macam bencana pada mereka. Yang pertama, Allah akan mengangkat berkah dari usaha-usaha mereka. kedua, Allah akan memberikan penguasa begi mereka penguasa-peguasa yang zalim. Ketiga, mereka akan keluar dari dunia ini tanpa membawa iman.

Dengan memperhatikan keadaan pada zaman kita ini, dimana sudah banyak ummat Islam yang enggan menuntut ilmu agama, tidak mau masuk ke Pondok atau sekolah agama untuk belajar ilmu agama dari para ‘Ulama’ dan mengkaji hukum-hukum Islam dari para ahli fikih, bahkan orang tua yang memiliki putra dan putri memberikan kebebasan kepada anak-anak mereka dalam memilih pendidikan mereka tanpa ada usaha atau kemahuan untuk mengarahkan mereka agar memperdalam mempelajari ilmu agama di Pondok atau sekolah agama, lebih dari itu anak-anak mereka yang memang sudah belajar di Pondok mereka tarik kembali untuk kemudian disekolahkan di sekolah-sekolah umum, ini menunjukkan bahwa masa yang disampaikan oleh Rasulullah dalam sabda Beliau tersebut sedang terjadi dan itu di masa kita ini.

Dalam hadis tersebut dinyatakan bahwa akan datang suatu masa dimana ummat Islam akan menjauhi ulama’. Artinya ummat Islam akan senantiasa menjauhkan diri mereka dari ulama’, menghindar dari ulama’, bahkan kalau kita melihat dimasa sekarang ini, bukan saja ummat Islam menjauhkan diri dan lari dari para ulama’ dan ahlli fikih, namun lebih dari itu mereka juga menentang dan memusuhi Ulama’.

Allah akan menimpakkan tiga macam bencana ketika Ummat telah berlaku yang demikian. Yang pertama adalah Allah akan mengangkat keberkatan dari apapun yang mereka usahakan. Jika Allah telah mengangkat keberkatan dari apa yang diusahakan, maka tentu sekali apapun yang dihasilkan dari usaha tersebut, seberapa besarpun keuntungan dan hasil dari usaha tersebut tidak akan mendapatkan keberkatan dari Allah, kebiasaan akan mendatangkan kemudaratan dan kesengsaraan baik hidup di dunia lebih-lebih di akhirat kelak.

Kemudian yang kedua, ketika Ummat telah menjauhi para Ulama’ dan ahli Fikih, maka Allah akan memberikan penguasa kepada mereka penguasa-penguasa yang zalim. Hal ini bisa kita lihat di zaman kita sekarang ini, dimana banyak para pemimpin di negeri-negeri Muslim yang tidak amanah para rakyat yang dipimpinnya, bukan mengayomi masyarakat, bukannya melayani masyarakat, tapi bahkan menganiaya dan menzalimi masyarakat. Dengan pemimpin-pemimpin yang tidak amanah seperti itu maka kesengsaraan demi kesengsaraanlah yang akan diterima oleh rakyat. Kita bisa mengambil contoh di Negara kita. Malaysia merupakan Negara yang kaya akan kekayaan alamnya, namun kemanakankah hasil-hasil dari kekayaan alam tersebut sehingga kita bisa melihat banyak orang yang kelaparan, berleluasa jenayah, keciciran dari persekolah karena mahalnya biaya pendidikan, bahkan di Negara yang kaya raya ini, kita masih mendengar ada rakyat yang mati karena berebut zakat. Padahal Rasulullah SAW telah menyampaikan:

"Tiap-tiap kalian adalah pemimpin, dan tiap-tiap kalian akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Tiap-tiap amir (Imam) adalah Pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya”

Namun ketika hal ini terjadi, ini akibat dari Ummat yang menjauhi Ulama dan Ahli Fikih dan tidak mau belajar ilmu agama kepada mereka sehingga Allah menurunkan bencana yang seperti itu.

Yang paling dahsyat bencana yang akan diberikan Allah adalah, mereka akan keluar dari dunia (mati) dalam keadaan membawa iman. Jadi ketika ulama’ dan ahli fikih telah dijauhi oleh ummat, maka dihawatirkan kematian yang tanpa membawa iman, sehingga semua amal yang telah dilakukan selama hidup di dunia menjadi sia-sia hanya karena menjauhkan diri dari Ulama’ dan ahli Fikih.

Kita berdo’a kepada Allah, semoga Allah melindungi kita dari perbuatan demikian dan selalu mengeratkan hubungan baik kita dengan Ulama’ dan Ahli Fikih. Amin Ya Mujibas Sa-ilin.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan semoga ada manfaatnya, terima kasih atas segala perhatian dan mohon maaf atas kekurangan.