Sebenarnya terdapat banyak kelebihan-kelebihan yang terdapat pada
ungkapan bismillah ini dan mungkin ramai umat Islam mengetahuinya dan
mungkin ada juga yang tidak mengetahuinya. Oleh itu, seluruh umat Islam
perlulah ungkapkan ungkapan bismillah dalam apa jua yang dilakukan.
Bismillah Miliki Pelbagai Kelebihan
Ayat Bismillah mempunyai pelbagai kelebihan dan keutaman tersendiri. Disebutkan di dalam hadis yang bermaksud :
“Bahawa sesuatu perbuatan yang baik tanpa dimulai dengan Bismillah maka ia akan terputus dari rahmat Allah s.w.t.”
Dalam satu hadis lain juga dinyatakan bahawa Nabi Muhammad s.a.w. bersabda:
“Tiada seorang hamba yang mengucapkan
Bismillah kecuali Allah s.w.t. memerintahkan malaikat yang bertugas
mencatat amal manusia untuk mencatat dalam buku amalannya 400 kebaikan.”
6 kelebihan Bismillah ialah
Membaca Bismillah sebanayk 21 kali sebelum tidur, dapat mengelakkan gangguan syaitan, kecurian dan bala.
Ucapkan salam dan Bismillah setiap kalli hendak memasuki rumah, Insyaallah rumah tangga akan diberkati dan mendapat keharmonian.
Bacakan Bismillah sebanyak 41 kali ke telinga orang yang pengsan. Insyaallah akan dapat memulihkannya.
Jika membaca Bismillah sebanyak 19 kali ketika bertemu orang yang dalam keadaam marah, InsyaAllah dapat melembutkan hatinya.
Lafaz Bismillah jika diucapkan sebanyak 100 kali dan dihembuskan
kepada orang yang berpenyakit selama tiga hari berturut-turut, inysallah
penyakitnya akan sembuh.
Jika mahukan hajat seseorang itu dimakbulkan, dia hendaklah membaca
Bismillah apabila selesai solat Asar pada hari jumaat dalam keadaan suci
dari hadas dan najis. Hendaklah juga mengadap kiblat sehingggalah
matahari terbenam.
Selain itu sesungguhnya Bismillah mempunyai pelbagai khasiat lain. Antaranya adalah :-
Barang siapa membaca Bismillah dan diikuti dengan lafaz,
maka dia akan dihindarkan daripada 70 musibah, kesusahan, penyakit akal
dan bebal.
Sesiapa yang mengamalkan membaca Bismillah sebanyak 21 kali
ketika hendak tidur, nescaya dia aman dan bebas daripada syaitan,
kecurian, maut yang mengejut dan sebarang bencana
Apabila di baca sebanyak 19 kali apabila bertemu dengan orang
yang berpangkat besar, yang sombong dan garang, InsyaAllah akan menjadi
lembut.
Setiap kali bila memasuki rumah bacalah kalimah bismillah itu
sekali, insyaAllah diberkati dan mendapat kebahgiaan dalam rumahtangga
tersebut.
Apabila dibaca sebanyak 100 kali dan dihembuskan kepada penyakit
selama 3 hari berturut-turut, Insyaallah sembuh penyakitnya.
Barang siapa membaca Bismillah ketika hendak bersetubuh (jimak)
maka anaknya kelak akan menjadi orang yang cerdas dan terbuka hatinya
sehingga anak-anak yang soleh
Jika didapati seseorang yang sedang pengsan, maka hendaklah
dibacakan Bismillah sebanyak 41 kali pada telinganya, insya-Allah, dia
akan sedar dan kembali siuman dengan serta merta
Sesiapa yang membaca Bismillah sebanyak 313 kali dan selawat ke
atas Nabi Muhammad s.a.w. sebanyak 100 kali pada hari ahad di saat
matahari terbit dengan mengadap kiblat.Maka Allah s.w.t. akan
menganugerahkan rezeki tanpa diduga sama sekali.
Seseorang yang membaca Bismillah sebanyak 786 kali lalu
ditiupkan pada air sebelum diberi minum kepada seseorang yang bebal
selama tujuh hari sebelum matahari terbit, maka akan lenyaplah
kebebalannya dan insya-Allah dia akan mudah hafal terhadap apa yang
didengarnya
Sesiapa yang membaca Bismillah sebanyak 50 kali dihadapan orang
zalim atau penguasa yang bengis, maka dia akan segera tunduk atau
ketakutan.
Barang siapa menulis Bismillah 101 kali lalu diletakkan di
sawahnya, maka insya-Allah sawah itu akan menjadi subur dan terjaga
daripada sebarang bencana
Sesiapa yang menpunyai hajat kepada Allah s.w.t maka sebaiknya dia berpuasa pada hari Rabu, Khamis dan Jumaat.
Bagi seseorang yang ingin sentiasa dilapangkan dan dipermudahkan
rezekinya serta mempunyai keberkatan luar biasa, disegani dan
dimuliakan oleh makhluk, maka hendak membaca Bismillah sebanyak 66 kali
dengan memanjangkan lafaz jalahannya.
Untuk mengubati sesuatu penyakit, boleh diikhtiarkan dengan
menulis Bismillah sebanyak 66 kali lalu diberi air diberi minum kepada
orang yang berpenyakit dan orang yang terkena cubaan
Untuk mengubati sakit pening pula hendaklah dituliskan lafaz
Bismillah sebanyak 21 kali ke atas kertas lalu dikalungkan kepada orang
sakit kepala itu.
Bagi orang yang mengharap supaya hajatnya dikabulkan oleh Allah
s.w.t. dia hendaklah membaca Bismillah selesai sembahyang Asar pada hari
Jumaat dalam keadaan suci dari hadas dan najis dan menghadap kiblat
sehinggalah matahari terbenam. Kemudian, mohonlah kepada Allah mengenai
hajat yang dimintanya, insya-Allah dengan semalam kemurahan dan sifat
Rahman dan Rahimnya akan dikabulkan Oleh Allah.
Barang siapa yang menulis lafaz Bismillah sebanyak 50 kali
dengan huruf jawi lalu dibawa dan pergi ke depan orang zalim, maka dia
kan terhindar daripada sebarang niat jahat itu. Ketika menghadapnya,
hendaklah dia membaca Bismillah sebanyak 50 kali pula.
Banyak sungguh kelebihan ungkapan bismillah ni dan boleh diamalkan
dalam kehidupan seharian kita. Rugilah kita, jika kita tiadak
amalkannya.
Meninggalkan
dunia yang fana ini dalam keadaan husnul khatimah merupakan dambaan
setiap insan yang beriman, karena hal itu sebagai bisyarah, kabar
gembira dengan kebaikan untuknya. Al-Imam Al-Albani rahimahullahu
menyebutkan beberapa tanda husnul khatimah dalam kitabnya yang sangat bernilai Ahkamul Jana`iz wa Bida’uha.
Berikut
ini kami nukilkan secara ringkas untuk pembaca yang mulia, disertai
harapan dan doa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar kita termasuk
orang-orang yang mendapatkan husnul khatimah dengan keutamaan dan
kemurahan dari-Nya. Amin!
Pertama:mengucapkan syahadat ketika hendak meninggal, dengan dalil hadits Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, ia menyampaikan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Siapa yang akhir ucapannya adalah kalimat ‘La ilaaha illallah’ ia akan masuk surga.” (HR. Al-Hakim dan selainnya dengan sanad yang hasan1)
Kedua:meninggal dengan keringat di dahi.
Buraidah
ibnul Hushaib radhiyallahu ‘anhu ketika berada di Khurasan menjenguk
saudaranya yang sedang sakit. Didapatkannya saudaranya ini menjelang
ajalnya dalam keadaan berkeringat di dahinya. Ia pun berkata, “Allahu
Akbar! Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
مَوْتُ الْمُؤْمِنِ بِعَرَقِ الْجَبِيْنِ
“Meninggalnya seorang mukmin dengan keringat di dahi.” (HR. Ahmad, An-Nasa`i, dll. Sanad An-Nasa`i shahih di atas syarat Al-Bukhari)
Ketiga:meninggal pada malam atau siang hari Jum’at, dengan dalil hadits Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, beliau menyebutkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Tidak ada seorang muslimpun yang meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at, kecuali Allah akan menjaganya dari fitnah kubur.”
(HR. Ahmad, At-Tirmidzi. Hadits ini memiliki syahid dari hadits Anas,
Jabir bin Abdillah g dan selain keduanya, maka hadits ini dengan seluruh
jalannya hasan atau shahih)
Keempat:syahid di medan perang. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan
janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu
mati bahkan mereka hidup di sisi Rabb mereka dengan mendapatkan rizki.
Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya
kepada mereka dan mereka beriang hati terhadap orang-orang yang masih
tinggal di belakang mereka (yang masih berjihad di jalan Allah) yang
belum menyusul mereka. Ketahuilah tidak ada kekhawatiran atas mereka dan
tidak pula mereka bersedih hati. Mereka bergembira dengan nikmat dan
karunia yang besar dari Allah dan Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala
orang-orang yang beriman.” (Ali Imran: 169-171)
Dalam hal ini ada beberapa hadits:
1. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Bagi
orang syahid di sisi Allah ia beroleh enam perkara, yaitu diampuni
dosanya pada awal mengalirnya darahnya, diperlihatkan tempat duduknya di
surga, dilindungi dari adzab kubur, aman dari kengerian yang besar
(hari kiamat), dipakaikan perhiasan iman, dinikahkan dengan hurun ‘in
(bidadari surga), dan diperkenankan memberi syafaat kepada tujuh puluh
orang dari kalangan kerabatnya.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad dengan sanad yang shahih)
2. Salah seorang sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan: Ada orang yang bertanya, “Wahai Rasulullah, kenapa kaum mukminin mendapatkan fitnah (ditanya) dalam kubur mereka kecuali orang yang mati syahid?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
“Siapa
yang terhitung syahid menurut anggapan kalian?” Mereka menjawab, “Wahai
Rasulullah, siapa yang terbunuh di jalan Allah maka ia syahid.” Beliau
menanggapi, “Kalau begitu, syuhada dari kalangan umatku hanya sedikit.”
“Bila demikian, siapakah mereka yang dikatakan mati syahid, wahai
Rasulullah?” tanya para sahabat. Beliau menjawab, “Siapa yang terbunuh
di jalan Allah maka ia syahid, siapa yang meninggal di jalan Allah maka
ia syahid, siapa yang meninggal karena penyakit tha’un2 maka ia syahid,
siapa yang meninggal karena penyakit perut maka ia syahid, dan siapa yang tenggelam ia syahid.” (HR. Muslim)
Keenam:meninggal karena penyakit tha’un.
Selain disebutkan dalam hadits di atas juga ada hadits dari Anas bin
Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
الطَّاعُوْنُ شَهَادَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ
“Tha’un adalah syahadah bagi setiap muslim.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Aisyah
radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam tentang tha’un, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam mengabarkan kepadanya:
“Tha’un
itu adalah adzab yang Allah kirimkan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
Maka Allah jadikan tha’un itu sebagai rahmat bagi kaum mukminin. Siapa
di antara hamba (muslim) yang terjadi wabah tha’un di tempatnya berada
lalu ia tetap tinggal di negerinya tersebut dalam keadaan bersabar,
dalam keadaan ia mengetahui tidak ada sesuatu yang menimpanya melainkan
karena Allah telah menetapkan baginya, maka orang seperti ini tidak ada
yang patut diterimanya kecuali mendapatkan semisal pahala syahid.” (HR. Al-Bukhari)
Ketujuh:meninggal karena penyakit perut, karena tenggelam, dan tertimpa reruntuhan, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Syuhada
itu ada lima, yaitu orang yang meninggal karena penyakit tha’un, orang
yang meninggal karena penyakit perut, orang yang mati tenggelam, orang
yang meninggal karena tertimpa reruntuhan, dan orang yang gugur di jalan
Allah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
Kedelapan:meninggalnya seorang ibu dengan anak yang masih dalam kandungannya,
berdasarkan hadits Ubadah ibnush Shamit radhiyallahu ‘anhu. Ia
mengabarkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan
beberapa syuhada dari umatnya di antaranya:
“Wanita
yang meninggal karena anaknya yang masih dalam kandungannya adalah mati
syahid, anaknya akan menariknya dengan tali pusarnya ke surga.” (HR. Ahmad, Ad-Darimi, dan Ath-Thayalisi dan sanadnya shahih)
Kesembilan:meninggal dalam keadaan berjaga-jaga (ribath) fi sabilillah.
“Berjaga-jaga
(di jalan Allah) sehari dan semalam lebih baik daripada puasa sebulan
dan shalat sebulan. Bila ia meninggal, amalnya yang biasa ia lakukan
ketika masih hidup terus dianggap berlangsung dan diberikan rizkinya
serta aman dari fitnah (pertanyaan kubur).” (HR. Muslim)
Kesepuluh:meninggal dalam keadaan beramal shalih.
Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu menyampaikan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Siapa
yang mengucapkan La ilaaha illallah karena mengharapkan wajah Allah
yang ia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka ia masuk surga. Siapa
yang berpuasa sehari karena mengharapkan wajah Allah yang ia menutup
hidupnya dengan amal tersebut maka ia masuk surga. Siapa yang bersedekah
dengan satu sedekah karena mengharapkan wajah Allah yang ia menutup
hidupnya dengan amal tersebut maka ia masuk surga.” (HR. Ahmad, sanadnya shahih)
Ustaz meninggal ketika mengajar
Kesebelas:meninggal karena mempertahankan hartanya yang ingin dirampas orang lain. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ قُتِلَ دُوْنَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ
“Siapa yang terbunuh karena mempertahankan hartanya maka ia syahid.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma)
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Datang seseorang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Wahai
Rasulullah, apa pendapatmu bila datang seseorang ingin mengambil
hartaku?” Beliau menjawab, “Jangan engkau berikan hartamu.” Ia bertanya
lagi, “Apa pendapatmu jika orang itu menyerangku?” “Engkau melawannya,”
jawab beliau. “Apa pendapatmu bila ia berhasil membunuhku?” tanya orang
itu lagi. Beliau menjawab, “Kalau begitu engkau syahid.” “Apa pendapatmu
jika aku yang membunuhnya?” tanya orang tersebut. “Ia di neraka,” jawab
beliau. (HR. Muslim)
Keduabelas:meninggal karena membela agama dan mempertahankan jiwa/membela diri.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
“Siapa
yang meninggal karena mempertahankan hartanya maka ia syahid, siapa
yang meninggal karena membela keluarganya maka ia syahid, siapa yang
meninggal karena membela agamanya maka ia syahid, dan siapa yang
meninggal karena mempertahankan darahnya maka ia syahid.” (HR. Abu Dawud, An-Nasa`i, dan At Tirmidzi dari Sa’id bin Zaid radhiyallahu ‘anhu dan sanadnya shahih)
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.
1 Penghukuman hadits ini dari Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam kitab yang sama.
2 Satu pendapat menyebutkan bahwa tha’un
adalah luka-luka semacam bisul bernanah yang biasa muncul di siku,
ketiak, tangan, jari-jari dan seluruh tubuh, disertai dengan bengkak
serta sakit yang sangat. Luka-luka itu keluar disertai rasa panas dan
menghitam daerah sekitarnya, atau menghijau ataupun memerah dengan merah
lembayung (ungu) yang suram. Penyakit ini membuat jantung
berdebar-debar dan memicu muntah.
(Lihat Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim, 14/425)
Penjelasan lain tentang tha’un bisa dilihat dalam Fathul Bari, 10/222,223) -pent.
Dikutip dari http://www.asysyariah.com, Penulis : Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah, Judul: Tanda Husnul Khatimah
Dato' Seri Tuan Guru Haji Abdul Hadi Awang
Saya akan mati, mufti-mufti juga akan mati, Perdana Menteri akan mati,kita mengadap tuhan. tuhan yang akan menentukan betul atau pun salah. — di Terengganu.
Bagi orang-orang yang
beriman, al-Qur'an menegaskan yang mafhumnya:
“Maka orang-orang
yang beriman kepada-Nya, menolong-Nya dan mengikuti cahaya yang terang yang
diturunkan kepadanya (al Quran) merekalah orang yang beruntung.” (Al-A'raf:
157)
“Dan orang yang
membawa kebenaran (Muhammad) serta orang orang membenarkannya mereka itulah
orang-orang yang bertaqwa.”(Az-Zumar:
33)
“Kerana itu
barangsiapa yang ingkar kepada taghut dan beriman kepada Allah, maka
sesungguhnya dia telah berpegang kepada simpulan tali yang amat kuat yang tidak
akan terungkai. Dan Allah Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui, Allah pelindung
orang-orang yang beriman. Dan mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran)
kepada cahaya (iman). "(Al-Baqarah: 256-257)
Bagi orang-orang yang tidak
beriman, Allah menjelaskan yang mafhumnya:
"Dan barangsiapa yang lebih
sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk
dari Allah sedikit pun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang zalim.” (Al-Qasas: 50)
"Katakanlah
apakah tidak kami beritahukan kepada kamu tentang orang-orang yang paling rugi
'amatannya. Iaitu orang yang telah mensia-siakan amalannya dan kehidupannya di
dunia ini. Sedang mereka menyangka bahawa mereka berbuat sebaikbaiknya. Mereka
itu ialah orang-orang yang kufur terhadap ayat ayat Allah dan perjumpaan
dengan-Nya maka hapuslah amalanamalan mereka pada Hari giyamat. Demikianlah
balasan mereka itu Jahannam, disebabkan kekafiran mereka menjadikan ayat ayat
Ku dan rasul-rasui Ku sebagai olok-olok." (Al-Kahf
103-106
)
"Orang-orang yang kafir amal mereka itu
adalah seperti fatamorgana di tanah yang datar (padang pasir), orang yang
kehausan menyangka air, setelah datang ke sana didapati tidak ada apa-apa.”
(An-Nur: 39)
"Mereka itu
tidak lain hanya mengikuti persangkaan, sedangkan persangkaan itu tidak ada
gunanya terhadap kebenaran.” (An-Najm: 28)
Merelakan
Berleluasanya Kemungkaran
Rasulullah s.a.w bersabda
yang mafhumnya:
"Tidak seorang
pun nabi yang diutuskan sebelumku metainkan terdapat di kalangan umatnya
pengikut dan sahabat-sahabat yang menjalankan sunnahnya dan menurut perintahnya.
Kemudian golongan pengikut dan sahabat ini digantikan oleh orang yang
terkemudian dari mereka. Golongan ini memperkatakan sesuatu yang tidak diperintahkan untuk dilakukan. Siapa yang memerangi mereka
dengan kekuatan, beliau adalah orang yang mu'min, siapa yang memerangi mereka
dengan lidahnya, beliau adalah orang yang mu'min dan siapa yang memerangi mereka
dengan hatinya, beliau adalah
orang yang mu'min. Setelah yang demikian itu iman (tidak lagi dianggap wujud) sekalipun
sebesar biji sawi." (Muslim)
Barangsiapa dari kamu melihat kemungkaran
hendaklah dia mengubahnya dengan tangannya, apabila tiada kuasa maka dengan
lidahnya, apabila tidak kuasa dengan hatinya dan yang demikian itu adalah
selemah-lemah iman.” (Muslim)
Hadith-hadith
di atas membuktikan bahawa sebahagian dari tuntutan iman itu ialah mengingkari
kemungkaran melalui cara-cara yang telah disebutkan di atas tadi; iaitu dengan
tangan atau kekuatan, kemudian dengan lidah dan akhir sekah dengan hati.
Mengingkari kemungkaran dengan tangan bererti menghapuskan kemungkaran itu
dengan kekuatan, manakala mengingkari kemungkaran dengan lidah pula adalah
dengan menentang kemungkaran dengan ucapan atau penulisan, mengingkari
kemungkaran dengan hati membawa erti merasa benci dan memusuhi kemungkaran dan
juga pelaku mungkar itu sendiri. Difahamkan daripada hadith ini bahawa mereka
yang tidak mengingkari kemungkaran dan pelakunya walaupun dengan hati, maka
tidak lagi dia dianggap sebagai mu'min, kerana Rasulullah s.a.w menyatakan:
"Setelah
yang demikian itu iman (tidak lagi dianggap wujud) sekalipun sebesar biji
sawi."
Hadith ini bahawa mereka
yang tidak mengingkari kemungkaran dan pelakunya walaupun dengan hati, maka
tidak lagi dia dianggap sebagai mu'min, kerana Rasulullah s.a.w menyatakan:
"Setelah yang
demikian itu iman (tidak lagi dianggap wujud) sekalipun sebesar byi sawi."
Ibn Taimiyyah berpendapat
jika telah hilang rasa membenci kepada yang mungkar dari dalam hati seseorang
muslim, itulah tanda murtad terhadap Islam. Orang yang murtad adalah orang yang
menyekutukan Allah atau orang yang benci kepada Rasulullah s.a.w dan kepada apa
yang dibawa oleh Rasulullah s.a.w dan tidak mengingkari dengan hati, apa yang
diingkari oleh Rasulullah s.a.w.
Hati yang boleh dikatakan
redha terhadap kemungkaran sekiranya ia tidak membencinya sedikit pun. Apabila
pengi'tirafan terhadap kemungkaran itu tercantum dengan perasaan redha, kasih
dan patuh terhadapnya, maka telah terhimpunlah dua jenayah di dalamnya, iaitu;
kufur dan melakukan halangan pada jalan Allah.
Kata Imam Al-Ghazali, "didalam memilih sahabat hendaklah engkau
perhatikan syarat-syarat bersahabat. Maka jangan engkau bersahabat
kecuali dengan orang yang layak untuk dijadikan shabat."
Dalam hal ini, Rasullullah SAW bersabda : seseorang itu mengikutagama (cara hidup) sahabatnya. oleh kerana
itu, hendaklah seseorang kamu melihat terlebih dahulu siapakah yang
patut dijadikan sahabat. maka apabila engkau mahu mencari sahabat yang
engkau jadikan dia sebagai sahabat di dalam menuntut ilmu dan di dalam
urusan agamamudan duniamu, maka hendaklah engkau tuntut daripadanya
(engkau pastikan pada dirinya 5 syarat:
1)orang yang berakal bersahabat dengan orang yang bodoh kerana akibatnya akan membawa
kepada permusuhan dan menyakitkan hati. dan sepaling baik yang
engkau dapatkan daripadanya ialah engkau terselamat dari mudaratnya
ketika dia berusaha untuk memberi manfaat kepadamu. kerana musuh yang
berakal itu lebih baik daripada sahabat yang bodoh
2)orang yang baik akhlaknya
maka jangalah engkau bersubahat dengan orang yang jahat perangainya,
iaitu orang yang tidak dapat mengawal dirinya ketika marah dan ketika
dia diransang oleh nafsu syahwatnya
3)orang yang soleh
maka jangan engkau bersahabat dengan orang yang fasik yang selalu
mengerjakan dosa yang besar kerana orang yang takut akan Allah itu tidak
mengekali d dalam membuat dosa yang besar dan orang yang tidak takut
kepada Allah tidak dapat dipercayai sepenuhnya.
4)jangan bersahabat dengan orang yang tamak dunia'
jangan engkau bersahabat dengan orang yang tamak dunia kerana
bersahabat dengannya adalah racun yang dapat membunuh. Orang yang tamak
pada dunia akan menambah tamakmu terhadap dunia, dan sebaliknya suka
sekedudukan dengan orang yang zuhud akan menambahkan zuhudmu dari dunia.
5)orang yang benar
maka jangan engkau bersahabat dengan orang yang pendusta, barangkali
dia akan menipu engkau kerana ia laksana fatamorgana yang seakan-akan
mendekatkan yang jahil atau menjauhkan yang dekat/
INILAH KEKEJAMAN TERBARU DARI TENTERA THAGHUT SYIAH SURIAH PADA KAUM MUSLIMIN SURIAH. Tentera Thaghut Syiah Suriah menyerang di Kota Damaskus, Suriah. Dan Akhirnya semua kaum muslimin disana terbakar hidup2 hingga mati dan hangus.
Derita Muslim Ahwaz dari Penjajah Syi'ah Iran
Sesungguhnya dakwaan bahawa Syiah
adalah sebahagian daripada Islam merupakan dakwaan yang menyanggahi
prinsip ahlus sunnah. Syiah bukan sebahagian daripada Islam tetapi Syiah
adalah sebuah ajaran agama yang sesat yang terkeluar daripada Islam.
Syiah bukan sebuah mazhab fiqh tetapi sebuah agama yang menyesatkan.
Masalah Syiah bukan masalah
ianya isu furuq di dalam fiqh tetapi ianya melibatkan isu usul di dalam
aqidah. Di dalam majoriti mazhab fiqh, keempat-empat mazhab fiqh iaitu
Maliki, Hanafi, Syafie dan Hanbali sepakat terhadap masalah aqidah. Di
dalam masalah Syiah, kesemuanya mengatakan bahawa Syiah terkeluar
daripada Islam atas prinsip-prinsipnya tidak menepati prinsip Islam.
Di bawah ini merupakan perbezaan
prinsip-prinsip di antara Islam dan Syiah yang dinukil daripada Risalah
Syiah yang diterbitkan oleh pihak Darul Kautsar. Jika dilihat,
sesungguhnya amat ketara perbezaan di antara Islam dan Syiah. Apakah
kita masih sanggup menerima Syiah sebahagian daripada Islam?
Fikir-fikirkanlah wahai golongan yang mempunyai akal fikiran.
ANTARA AKIDAH SYI’AH YANG MENYELEWENG DAN BERCANGGAH DENGAN AJARAN ISLAM
1) Penyelewengan al-Quran (Tahrif al-Quran)
AGAMA SYI‘AH-
Penyelewengan Al-Quran. Golongan Syi’ah terutamanya ulama-ulama yang
menjadi paksi kepada agama mereka beri’tiqad bahawa al-Quran yang
dihimpunkan oleh sahabat-sahabat r.a. dan berada di tangan umat Islam
sekarang telah diselewengkan dan ditokok tambah. Antaranya Sayyid
Ni`matullah al-Jazaairi mengatakan:
“Bahawa tokoh-tokoh
Syi‘ah telah sepakat tentang sahihnya hadits-hadits yang sampai ke
peringkat mutawaatir yang menunjukkan dengan jelas tentang berlakunya
penyelewengan al-Quran (An-Nuuri At-Thabarsi, Fashlu al-Khitaab, hal.
30).
Pegangan tersebut adalah
berdasarkan kepada lebih daripada dua ribu riwayat sahih daripada
imam-imam maksum di sisi mereka yang jelas menunjukkan berlakunya tahrif
(penyelewengan) di dalam al-Quran.
AGAMA ISLAM- Ulama-ulama Islam sepakat kepercayaan bahawa al-Quran telah diselewengkan adakan satu kekufuran. Ibnu Qudamah berkata:
“Tiada khilaf di kalangan
orang-orang Islam pendapat tentang kufurnya orang yang mengingkari
al-Quran sama ada satu surah atau satu ayat atau satu kalimah yang
disepakati bahawa ia adalah al- Quran.” (Lam’ah al-I’tiqad Bab Al-Quran
Adalah Kalam Allah jil. 1 hal. 17).
2) Kepercayaan Imam 12 & Kemaksuman Imam 12
AGAMA SYI‘AH-
Kepercayaan Bahawa Imam 12 Dilantik Dari Pihak Allah, Mempunyai
Sifat-Sifat Kenabian Bahkan Imam Dianggap Lebih Tinggi Daripada Nabi.
Dinyatakan dalam Kitab `Aqaid al-Imamiah oleh Syeikh Muhammad Redha
al-Muzaffar, hal. 72: Akidah Kami Tentang Imam itu Maksum Kami
mempercayai bahawa imam-imam itu seperti nabi-nabi, ia wajib maksum dan
terpelihara daripada sifat-sifat yang buruk dan keji yang nyata dan yang
tersembunyi, semenjak daripada kecil sehinggalah mati, sengaja atau
lupa sebagaimana mereka juga terpelihara daripada sifat lupa, tersalah
dan lain-lain. Khomeini menyatakan:
“Kita tidak dapat
menggambarkan para imam itu mempunyai sifat lupa dan lalai.” (Khomeini,
Al-Hukumah Al-Islamiyah, hal. 91) Khomeini berkata lagi: "Sesungguhnya
imam itu mempunyai kedudukan yang terpuji yang tidak sampai kepadanya
malaikat yang hampir kepada Allah dan nabi lagi rasul". (Al- Hukumah
al-Islamiah – hal 52)
AGAMA ISLAM-
Maksum adalah sifat khusus para nabi dan rasul. Memberikan sifat
tersebut kepada orang lain selain dari mereka bermakna menafikan ‘akidah
bahawa Nabi Muhammad s.a.w. adalah penyudah sekalian nabi-nabi. Allah
berfirman:
“Nabi Muhammad itu bukan
bapa bagi seseorang dari orang lelaki kamu, tetapi dia adalah Rasul
Allah dan penutup Nabi-nabi.” (Al-Ahzab 40)
3) al-Bada'
AGAMA SYI‘AH-
Al-Bada.’ Dari segi bahasa al-Bada' bermaksud nyata sesuatu yang
sebelumnya tersembunyi. Menurut akidah Syi‘ah, al-Bada' ialah ilmu Allah
berubah-ubah berdasarkan sesuatu peristiwa yang berlaku. Dalam kata
lain, Allah mengetahui sesuatu perkara hanya selepas berlakunya perkara
tersebut. Ini bermaksud Allah jahil atau tidak mempunyai ilmu yang
meliputi. An-Naubakhti menyebutkan bahawa Ja’afar bin Muhammad al-Baqir
telah menentukan anaknya Ismail sebagai Imam sesudahnya (sebagaimana
ketentuan Allah kerana Syi’ah mengatakan imam-imam dilantik dari pihak
Allah) dan beliau telah mengisyaratkan kepadanya semasa hidup lagi,
tiba-tiba Ismail mati ketika beliau masih hidup. Maka Ja’afar pun
berkata:
“Tidak pernah berlaku
kepada Allah (al-Bada’) berhubung dengan sesuatu seperti mana berlaku
kepadanya berhubung dengan Ismail anakku.” (Firaq as-Syiah hal. 84).
AGAMA ISLAM- Ilmu
Allah sejak azali adalah meliputi segala sesuatu dan tidak berlaku
sebarang perubahan kepadanya mengikut peristiwa yang berlaku kepada
manusia. Allah menjelaskan perkara ini di dalam al-Quran al- Karim:
"Allah mengetahui
pengkhianatan (penyelewengan dan tidak jujur) pandangan mata seseorang,
serta mengetahui akan apa yang tersembunyi di dalam hati.”(Al-Mukmin
19).
“Dan sesungguhnya Allah ilmunya meliputi segala sesuatu”.(Al-Talaq 12).
4) Kepercayaan Taqiyyah (Berpura-pura)
AGAMA SYI‘AH-
Taqiyyah (berpura-pura). Taqiyyah merupakan konsep atau ciri penting
yang tidak dapat dipisahkan dari ajaran Syi‘ah . Taqiyyah pada
hakikatnya adalah “berdusta dan berbohong”. Riwayat-riwayat tentang
pentingnya taqiyyah di sisi Syi’ah banyak terdapat di dalam kitab-kitab
utama mereka. Antaranya apa yang dikemukakan oleh al- Kulaini:
Abu Umar al-A'jami
katanya Ja’far as-Sadiq a.s. berkata kepadaku "Wahai Abu Umar,
Sesungguhnya sembilan persepuluh daripada agama itu terletak pada
Taqiyyah dan tidak ada agama bagi orang yang tidak mempunyai Taqiyyah
dan Taqiyyah itu ada pada tiap-tiap sesuatu, kecuali dalam masalah arak
dan menyapu dua khuf (al-Usul Min al-Kafi, jil. 2 hal. 217).”
Di antara hakikat taqiyyah ialah apa yang disebutkan oleh Imam Jaa’far As-Sadiq a.s. kepada Sulaiman bin Khalid (perawi hadis):
“Wahai Sulaiman!
Sesungguhnya engkau berada di atas agama yang sesiapa menyembunyikannya
akan dimuliakan oleh Allah dan sesiapa yang menyebarkannya akan dihina
oleh Allah.” (Al-Kafi jil. 2, hal. 222)
AGAMA ISLAM- Jujur
dan amanah adalah merupakan ciri penting di dalam Islam sehingga ia
menjadi salah satu syarat kesempurnaan iman. Rasulullah s.a.w.
bersabda:
“Tidak beriman orang yang tidak mempunyai sifat amanah.” (Riwayat Imam Ahmad).
Kerana itu ulama Islam di zaman
lampau tidak mahu menerima riwayat yang dikemukakan oleh Syi‘ah kerana
mereka mengamalkan pembohongan. Sehubungan dengan itu Imam Syafie
berkata:
“Tidak pernah aku melihat
golongan yang menurut hawa nafsu yang lebih pembohong dari golongan
Syi‘ah .” (Al-Kifayah, hal. 49, as- Suyuti, Tadrib Ar-Rawi, jilid 1,
hal. 327)
5) Para Sahabat dikafirkan
AGAMA SYI‘AH-
Mengkafirkan Para Sahabat Rasulullah s.a.w. Akidah ini merupakan salah
satu ciri yang tidak dapat dipisahkan dari ajaran Syi’ah dan
memisahkannya bermakna meruntuhkan ajaran Syi’ah itu sendiri. Al-Majlisi
mengemukakan satu riwayat berbunyi:
"Kebanyakan sahabat
adalah munafik, tetapi cahaya nifaq tersembunyi di zaman nabi. Tetapi
apabila wafat Nabi s.a.w ternyatalah cahaya nifaq itu melalui wasiat
Nabi s.a.w. dan mereka itu kembali murtad”. (Bihar al-Anwar jil. 27, hal
64).
Al-Kulaini meriwayatkan dari Muhammad al-Baqir a.s. katanya:
“Para sahabat telah
menjadi murtad sepeninggalan Rasullullah s.a.w kecuali tiga orang dari
mereka.” Aku bertanya (kata perawi): “Siapakah yang tiga itu?” Abu
Jaafar menjawab: “Miqdad bin al-Aswad, Abu Zar al-Ghifari dan Salman al-
Farisi.”(ar-Raudhah Min al-Kafi, jil. 8 hal 245)
AGAMA ISLAM- Keadilan dan kedudukan sahabat yang tinggi adalah jelas berdasarkan al-Quran. Antaranya:
“Dan orang-orang yang
terdahulu yang mula-mula (berhijrah dan memberi bantuan) dari
orang-orang "Muhajirin" dan "Ansar" dan orang-orang yang menurut (jejak
langkah) mereka dengan kebaikan (iman dan taat), Allah redha akan mereka
dan mereka pula redha akan Dia, serta Dia menyediakan untuk mereka
syurga-syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka kekal di
dalamnya selama-lamanya; itulah kemenangan yang besar”.(at-Taubah 100).
Mengingkari yang sahabat adalah adil bererti mengingkari al-Quran.
6) Nikah Mut'ah
AGAMA SYI‘AH-
Menghalalkan Nikah Mut'ah. Nikah Mut’ah adalah sebenarnya perzinaan di
atas nama Islam. Nikah Mut’ah ialah satu bentuk perkahwinan kontrak
tanpa wali dan saksi, untuk suatu tempoh waktu tertentu dengan sedikit
maskahwin sahaja dengan tiada sebarang tanggungjawab, nafkah, pusaka dan
perkara-perkara lain yang berkaitan dengan perkahwinan biasa. (al-Kafi
jilid 5, ms 286), Perkahwinan ini semata-mata berlandaskan nafsu dan
untuk berseronok. Boleh dikahwini sehingga seribu wanita (Wasaailu As
Syiah jil. 14 hal. 480). Diriwayatkan daripada Muhammad Al-Baqir
berkenaan mut'ah katanya:
“Ianya bukan termasuk
daripada empat (isteri). Mereka tidak diceraikan dan tidak mewarisi.
Mereka hanyalah perempuan yang disewakan.” (al-Kafi jilid 5, ms 284).
Tidak menganggap halal mut’ah seolah-olah tidak beriman. Diriwayatkan daripada Muhammad al-Baqir katanya:
“Bukan dari kalangan kami
orang yang tidak mempercayai raj’ah (kebangkitan) dan tidak menganggap
halal mut’ah kita”. (Man La Yahduruhu al- Faqih jil.3 hal 458)
AGAMA ISLAM- Nikah
Mut'ah yang diamalkan oleh Syi’ah tiada bezanya dengan perzinaan dan
pelacuran di samping merendahkan martabat wanita serendah-rendahnya.
Kerana itu ia telah diharamkan oleh Nabi Muhammad s.a.w buat
selama-lamanya sehingga hari kiamat menerusi hadits-hadits sahih sebelum
Baginda wafat melalui beberapa orang sahabat dan salah seorangnya
adalah Saidina Ali sendiri seperti katanya:
"Bahawa Rasulullah s.a.w.
melarang nikah mut'ah pada hari peperangan Khaibar dan melarang juga
memakan daging keldai kampung." (Riwayat Ibn Majah dan al-Nasa’i)
Wallahu'alam.
Ikmal Johari
Kampung Baru, Kuala Lumpur
Ditanam Hidup-hidup Tentera Bashar Assad ! KEJAM !
Ucapan
Ust Nik Muhammad Amar Nik Abdullah pada kuliah mingguan pagi Jumaat di
Medan Ilmu Kota Bharu. Beliau mengulas secara panjang lebar dan
mendedahkan nama...
Free live streaming by Ustream
Sambutan ambang tahun baru 2013. Bersama Ustadz Azhar Idrus serta para penceramah dan selebriti serta ikon sukan anjuran Kerajaan Negeri Selangor.
[VIDEO] Ustadz Hadi Sudah Lama Jawab Isu Kafir Mengkafir...: Ulama PAS hanya menerangkan tentang batas-batas iman dan kufur. UMNO terasa dan terus menuduh PAS mengkafirkan UMNO. Apakah perbezaannya di antara murtad, kufur, dan terbatal Syahadah ?
a) Murtad: adalah salah satu jenis kufur yang paling jahat. Murtad bermaksud seorang muslim yang meninggalkan Islam dan memeluk agama lain. Kekufuran setelah Islam adalah lebih buruk dan jahat daripada kufur semulajadi.
Firman Allah (maksud ayat):
" Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, kemudian dia mati dalam kekafiran..." Surah alBaqarah: 217.
Murtad adalah tindakan pengkhianatan terhadap agama dan umat Islam sama seperti seseorang yg
mengkhianati negara dan penduduknya dengan berpaling tadah kepada musuh negara itu.
(Rujukan: Prof Qardhawi, Fi Fiqh al Awlawiyat: Dirasat jadidah fi Dhau'i al Qur'an wa al sunnah (Keutamaan Feqah: Satu kajian baru dari Perspektif alQur'an dan as Sunnah), Dhoha, Qatar, 1994.
b) Kufur : ia adalah lawan iman bermaksud ingkar. Jika iman bermaksud membenarkan, kufur pula ialah menafikan atau mengingkari atau dengan lebih tepat seseorang yang mengingkari atau menafikan kebenaran yang dibawa oleh Muhammad saw. Kufur yang paling tinggi ialah kufur terhadap Allah sebagai Rabb, Pencipta dan Pengurus alam buana ini sebagaimana kafirnya kaum Atheis. Seterusnya ialah kufur syirik, kufur ahlil Kitab, kufur murtad dan kufur munafiq.
Firman Allah,"barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya dan hari Kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya."
maksud ayat Surah an Nisaa': 136
(Rujukan: Prof Qardhawi, Fiqh Awlawiyat)
c) Terbatal syahadah: Terbatalnya iman seseorang muslim dan menjadi kafir. Bermaksud seseorang yang telah mengucap dua kalimah syahadah, lalu secara sengaja telah mengeluarkan kata-kata lisan atau perbuatan yang menyebabkan terbatalnya syahadah atau iman.
Misalnya:
1. Mempersendakan hukum merejam dengan batu bagi pesalah zina,
2. Enggan berhukum dengan hukum Allah (al Maidah: 44);
3. Berikrar dengan kalimah kufur;
4. Ingkar terhadap sesuatu yang sudah maklum dalam agama (misalnya enggan berpuasa kerana mendakwa melemahkan ekonomi umat Islam);
5. Mendustakan kenyataan alQur'an yang jelas (misalnya ingkar dengan kisah Nabi Yusof sebagai dongeng);
6. Membuat tafsiran palsu terhadap alQur'an dan sunnah, dll lagi (sila rujuk: Syaikh Muhammad Abdullah alKhatib, Nadzarat fi Risalah at Ta'alim; Dr Abd Rahman
Khalid, al Hadd al Faasil baina al Kufr wal Iman (Garis Pemisah antara Kufur dan Iman) sekian.
"AMANAT" Ustaz Azhar Idrus ( Original )
Menjelang PRU... Orang-Orang UMNO Dengor Molek-Molek Deh.. Seseorang
mungkin menyangka bahawa apalah adanya kaitan antara undian yang
diberikan kepada seseorang dalam pilihanraya dengan kedudukannya di hari
akhirat.
Pilihanraya urusan politik sedangkan agama urusan di
masjid. Inilah pemikiran sekular yang meresapi sebahagian umat Islam
yang tidak diajar tentang Islam yang tulen.
Lihat video "AMANAT" Ustaz Azhar Idrus buat pengundi totok Umno BN..
ingat setiap undi di hitung sehingga ke akhirat.. saksikanlah!!
Perkara-perkara yang membatalkan syahadah
Diantaranya adalah :
1. Syirik kepada Allah swt. Sebagaimana didalam firman Allah swt :-
إِنَّ
اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ
لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا
عَظِيمًا "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampunkan dosa
syirik mempersekutukanNya (dengan sesuatu apajua) dan akan mengampunkan
dosa yang lain dari itu bagi sesiapa yang dikehendakiNya (menurut aturan
SyariatNya) dan sesiapa yang mempersekutukan Allah (dengan sesuatu yang
lain), maka sesungguhnya dia telah melakukan dosa yang besar." -
[An-Nisaa': 48].
لَقَدْ
كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ
وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي
وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ
عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ
أَنْصَار "Demi sesungguhnya! Telah kafirlah orang-orang yang
berkata: Bahawasanya Allah ialah Al-Masih Ibni Mariam. Padahal Al-Masih
sendiri berkata: Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhan
kamu, bahawasanya sesiapa yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang
lain, maka sesungguhnya Allah haramkan kepadanya Syurga dan tempat
kembalinya ialah Neraka dan tiadalah seorang penolong pun bagi
orang-orang yang berlaku zalim." [Al-Maaidah : 72].
2.
Pengambilan seseorang atau sesuatu sebagai perantara dalam berdo'a atau
beribadah kepada Allah. Sebagaimana firman Allah swt :-
أَلَا
لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ
أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ
زُلْفَى إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ
يَخْتَلِفُونَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ
"Ingatlah! (Hak yang wajib dipersembahkan) kepada Allah ialah segala
ibadat dan bawaan yang suci bersih (dari segala rupa syirik) dan
orang-orang musyrik yang mengambil selain dari Allah untuk menjadi
pelindung dan penolong (sambil berkata): Kami tidak menyembah atau
memujanya melainkan supaya mereka mendampingkan kami kepada Allah
sehampir-hampirnya, sesungguhnya Allah akan menghukum di antara mereka
(dengan orang-orang yang tidak melakukan syirik) tentang apa yang mereka
berselisihan padanya. Sesungguhnya Allah tidak memberi hidayat petunjuk
kepada orang-orang yang tetap berdusta (mengatakan yang bukan-bukan),
lagi sentiasa kufur (dengan melakukan syirik)." - [Az-Zumar : 3]
3. Tidak mengkafirkan orang-orang musyrik atau meragukan kekafiran mereka atau membenarkan agama mereka.
4.
Mempercayai bahawa ada ajaran lain yang lebih benar dan sempurna dari
ajaran Nabi Muhammad saw atau adanya hukum-hukum yang lebih baik dari
hukum-hukum Nabi Muhammad saw seperti halnya orang-orang yang lebih
menyukai hukum-hukum thaaghuut daripada hukum-hukum Nabi saw, atau
menganggap hukum Islam sudah tidak sesuai lagi atau menganggap hukum
Islam adalah sebab dari kemunduran kaum muslimin pada zaman ini atau
menganggap agama Islam hanya sesuai untuk mengatur hubungan antara
pribadi-pribadi dengan Allah swt. Sebagaimana firman Allah swt :-
إِنَّا
أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ يَحْكُمُ بِهَا
النَّبِيُّونَ الَّذِينَ أَسْلَمُوا لِلَّذِينَ هَادُوا
وَالرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ بِمَا اسْتُحْفِظُوا مِنْ كِتَابِ
اللَّهِ وَكَانُوا عَلَيْهِ شُهَدَاءَ فَلَا تَخْشَوُا النَّاسَ
وَاخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا وَمَنْ لَمْ
يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ
"Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat, yang mengandungi
petunjuk dan cahaya yang menerangi; dengan Kitab itu Nabi-nabi yang
menyerah diri (kepada Allah) menetapkan hukum bagi orang-orang Yahudi
dan (dengannya juga) ulama mereka dan pendeta-pendetanya (menjalankan
hukum Allah), sebab mereka diamanahkan memelihara dan menjalankan
hukum-hukum dari Kitab Allah (Taurat) itu dan mereka pula adalah menjadi
penjaga dan pengawasnya (dari sebarang perubahan). Oleh itu janganlah
kamu takut kepada manusia tetapi hendaklah kamu takut kepadaKu (dengan
menjaga diri dari melakukan maksiat dan patuh akan perintahKu) dan
janganlah kamu menjual (membelakangkan) ayat-ayatKu dengan harga yang
sedikit (kerana mendapat rasuah, pangkat dan lain-lain keuntungan dunia)
dan sesiapa yang tidak menghukum dengan apa yang telah diturunkan oleh
Allah (kerana mengingkarinya), maka mereka itulah orang-orang yang
kafir. " - [Al-Maidah : 44]
وَكَتَبْنَا
عَلَيْهِمْ فِيهَا أَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ
وَالْأَنْفَ بِالْأَنْفِ وَالْأُذُنَ بِالْأُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ
وَالْجُرُوحَ قِصَاصٌ فَمَنْ تَصَدَّقَ بِهِ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ وَمَنْ
لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
"Dan kami telah tetapkan atas mereka di dalam kitab Taurat itu, bahawa
jiwa dibalas dengan jiwa dan mata dibalas dengan mata dan hidung dibalas
dengan hidung, dan telinga dibalas dengan telinga dan gigi dibalas
dengan gigi dan luka-luka hendaklah dibalas (seimbang). Tetapi sesiapa
yang melepaskan hak membalasnya, maka menjadilah ia penebus dosa baginya
dan sesiapa yang tidak menghukum dengan apa yang telah diturunkan
Allah, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." - [Al-Maidah : 45]
وَلْيَحْكُمْ
أَهْلُ الْإِنْجِيلِ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فِيهِ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ
بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ "Dan
hendaklah Ahli Kitab Injil menghukum dengan apa yang telah diturunkan
oleh Allah di dalamnya dan sesiapa yang tidak menghukum dengan apa yang
telah diturunkan oleh Allah, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.
"- [Al-Maidah : 45,47]
5. Membenci sesuatu dari apa-apa yang
diajarkan Rasulullah saw, walaupun perkara itu dikerjakan oleh orang
tersebut. Sabda Nabi saw :
فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي “Barangsiapa yang membenci sunnahku, maka dia bukan dari golonganku”. (Muttafaq `Alaih)
6. Mengejek, Mencemuh, Memperli atau mencela sesuatu dari agama Islam. Sebagaimana firman Allah swt :-
وَلَئِنْ
سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ
أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ. لَا
تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ
طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ.
"Dan jika engkau bertanya kepada mereka (tentang ejek-ejekan itu)
tentulah mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanyalah berbual dan
bermain-main". Katakanlah: Patutkah nama Allah dan ayat-ayatNya serta
RasulNya kamu memperolok-olok dan mengejeknya? Janganlah kamu berdalih
(dengan alasan-alasan yang dusta), kerana sesungguhnya kamu telah kufur
sesudah kamu (melahirkan) iman. Jika Kami maafkan sepuak dari kamu
(kerana mereka bertaubat), maka Kami akan menyeksa puak yang lain,
kerana mereka adalah orang-orang yang terus bersalah." - [Al-Taubah :
65-66]
7. Melakukan perbuatan sihir, bagi yang melakukannya atau ridha terhadapnya. Firman Allah swt :-
وَاتَّبَعُوا
مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ
سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ
السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ
وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا
نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا
يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ
بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا
يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا
لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ
أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ "Mereka (membelakangkan
Kitab Allah) dan mengikut ajaran-ajaran sihir yang dibacakan oleh
puak-puak Syaitan dalam masa pemerintahan Nabi Sulaiman, padahal Nabi
Sulaiman tidak mengamalkan sihir yang menyebabkan kekufuran itu, akan
tetapi puak-puak Syaitan itulah yang kafir (dengan amalan sihirnya)
kerana merekalah yang mengajarkan manusia ilmu sihir dan apa yang
diturunkan kepada dua malaikat: Harut dan Marut, di negeri Babil
(Babylon), sedang mereka berdua tidak mengajar seseorang pun melainkan
setelah mereka menasihatinya dengan berkata: Sesungguhnya kami ini
hanyalah cubaan (untuk menguji imanmu), oleh itu janganlah engkau
menjadi kafir (dengan mempelajarinya). Dalam pada itu ada juga
orang-orang yang mempelajari dari mereka berdua: Ilmu sihir yang boleh
menceraikan antara seorang suami dengan isterinya, padahal mereka tidak
akan dapat sama sekali memberi mudarat (atau membahayakan) dengan sihir
itu seseorang pun melainkan dengan izin Allah dan sebenarnya mereka
mempelajari perkara yang hanya membahayakan mereka dan tidak memberi
manfaat kepada mereka dan demi sesungguhnya mereka (kaum Yahudi itu)
telahpun mengetahui bahawa sesiapa yang memilih ilmu sihir itu tidaklah
lagi mendapat bahagian yang baik di akhirat. Demi sesungguhnya amat
buruknya apa yang mereka pilih untuk diri mereka, kalaulah mereka
mengetahui"- [Al-Baqarah :102].
8. Mendukung dan membantu kaum
kuffar dalam melawan, menindas dan memusuhi kaum muslimin, dan dia
adalah kufur akbar. Firman Allah swt :-
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى
أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ
فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ.
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengambil orang-orang
Yahudi dan Nasrani itu sebagai teman rapat kerana setengah mereka
menjadi teman rapat kepada setengahnya yang lain dan sesiapa di antara
kamu yang menjadikan mereka teman rapatnya, maka sesungguhnya dia adalah
dari golongan mereka itu. Sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk
kepada kaum yang berlaku zalim. " -[Al-Maaidah : 51)
9. Sesiapa
yang menyangka bahwa orang-orang boleh keluar dari syari'at Islam, maka
orang itupun batal Islamnya dan menjadi orang kafir. Firman Allah swt :-
أَلَمْ
تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ
إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا
إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ
الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا "Tidakkah
engkau (hairan) melihat (wahai Muhammad) orang-orang (munafik) yang
mendakwa bahawa mereka telah beriman kepada Al-Quran yang telah
diturunkan kepadamu dan kepada (Kitab-kitab) yang telah diturunkan
dahulu daripadamu? Mereka suka hendak berhakim kepada Taghut, padahal
mereka telah diperintahkan supaya kufur ingkar kepada Taghut itu dan
Syaitan pula sentiasa hendak menyesatkan mereka dengan kesesatan yang
amat jauh. " - [Al-Nisaa :60].
10. Barangsiapa yang acuh (lekeh)
kepada agama Islam, tidak mempelajarinya dan tidak mengamalkannya, maka
orang itu adalah orang kafir. Firman Allah swt :-
كَذَلِكَ
نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ مَا قَدْ سَبَقَ وَقَدْ آتَيْنَاكَ مِنْ
لَدُنَّا ذِكْرًا. مَنْ أَعْرَضَ عَنْهُ فَإِنَّهُ يَحْمِلُ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ وِزْرًا . خَالِدِينَ فِيهِ وَسَاءَ لَهُمْ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ حِمْلًا . "Demikianlah Kami ceritakan kepadamu
(wahai Muhammad), sebahagian dari kisah-kisah umat manusia yang telah
lalu dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu, dari sisi Kami
(sebuah Kitab Al-Quran yang menjadi) peringatan. Sesiapa yang berpaling
ingkar dari peringatan Al-Quran itu, maka sesungguhnya dia pada hari
kiamat menanggung beban (dosa) yang berat. Mereka kekal di dalam (azab)
dosa itu dan amatlah buruknya tanggungan itu bagi mereka pada hari
kiamat, (Iaitu) hari ditiup Sangkakala dan Kami akan himpunkan pada hari
itu orang-orang yang bersalah dalam keadaan kelabu" - [Al-Thaha
:99-101)
Pejuang Syria memusnahkan 19 jet Mig dan 22 helikopter milik tentera udara rejim pada tahun 2012 menurut kaji selidik oleh Jawatankuasa Penyelarasan Tempatan Kesatuan Revolusi Syria.
Sebelas pesawat telah dimusnahkan di darat dalam serangan pejuang ke atas pelbagai pangkalan udara di seluruh negara dan 30 ditembak jatuh semasa di udara.
Sebilangan 43, pesawat yang dimusnahkan telah didaftarkan di wilayah Idlib, di mana jet pejuang Mig pertama telah ditembak jatuh.
PETALING JAYA - Naib Ketua Wanita Umno Semporna, Kalasahan Abd Salam hari ini mengumumkan keluar parti itu untuk menyertai PKR.
Katanya,
tindakan tersebut diambil atas alasan sudah hilang keyakinan serta
kepercayaan terhadap kepimpinan Ketua Bahagian Semporna, Datuk Seri
Shafie Apdal.
Kalasahan
mendakwa, Shafie yang juga anggota Kabinet Pusat mengamalkan sifat
pilih kasih dan kronisma, dan amalan itu semakin menebal dalam corak
kepimpinan Umno Semporna.
"Kepimpinan Umno Bahagian Semporna sudah jauh tersasar dari perjuangan asal.
"Umno
Semporna sama ada di peringkat Bahagian ataupun cawangan tidak ditadbir
urus berlandaskan perlembagaan parti kerana terlalu banyak berlaku
ketidaktelusan dalam pentadbiran serta perjalanan mesyuarat cawangan dan
bahagian Umno Semporna," katanya pada sidang media di sini, hari ini. Dakwanya
lagi, Shafie gagal membawa pembaharuan dan mengatasi masalah kebanjiran
pendatang asing, kekurangan bekalan air, ketidakstabilan bekalan
elektrik, pencapaian pendidikan sekolah-sekolah tercorot di negeri Sabah
dan kesesakan lalu lintas.
"Sepatutnya, sebagai menteri penuh
yang bertanggungjawab terhadap pembangunan luar bandar, beliau telah
gagal secara total dalam menjalankan tanggungjawab memajukan Samporna,"
dakwanya lagi.
Sementara
itu, Kalasahan turut mendakwa, sikap Ketua Wanita Umno, Datuk Seri
Shahrizat Abdul Jalil yang terlalu lembut sehingga menyeret dirinya
dalam isu skandal Pusat Fidlot Kebangsaan (NFC) menyebabkan beliau kesal
mengenai perkara itu.
"Beliau
terlalu lembut maka itu saya tidak suka. Saya juga kesal, nama Wanita
Umno turut tercemar berikutan kontroversi itu," tambahnya.
Dalam
pada itu, beliau turut menyatakan keyakinan bahawa selepas ini, akan
ramai lagi ahli Umno Bahagian Samporna terutamanya Wanita Umno akan
mengikuti jejak langkah beliau.
"Saya
cuma ingin menasihatkan kepada pemimpin Umno untuk menghentikan segala
fitnah dan jadilah pemimpin yang telus," katanya lagi.
Dalam
perkembangan berkaitan, suami Kalasahan, Ab Habi Mustapha yang juga
ahli jawatankuasa Umno Semporna mendakwa, Shafie selaku Ketua Bahagian
juga gagal memikirkan masalah rakyat dan negara.
Beliau
mendakwa, perpecahan yang berlaku di kalangan masyarakat Semporna
begitu serius tertutamanya wujud beberapa cawangan Umno dalam satu
kampung.
"Bayangkan dalam sebuah kampung itu, ada 17 cawangan Umno. Ada yang ada tiga cawangan.
"Dari
segi ekonomi pula, jawatankuasa bahagian tidak ada langsung perancangan
untuk membasmi kemiskinan membabitkan penduduk kampung," katanya yang
telah meletak jawatan dan umum keluar Umno pada 17 November lalu dan
menyertai PKR.
AB.
Habi menambah, lima hari sebaik beliau mengumumkan keluar dari parti
itu, beberapa media melaporkan yang dia telah dipecat dari Umno.
"Untuk apa kata saya dipecat sedangkan saya sudah keluar dari Umno lebih awal.
"Ini menunjukkan kerakusan beberapa pihak yang tidak habis-habis," katanya lagi.
Ketika ditanya mengapa memilih PKR, Ab. Habi berkata, beliau yakin parti itu benar-benar memperjuangkan hak rakyat.
"Dasar yang diperjuangkan amat jelas dan tidak memfitnah sana-sini," jelasnya lagi.SH
KOTA KINABALU 30 DISEMBER: Abang ipar kepada Timbalan Ketua Menteri Sabah, Datuk Seri Yahya Hussin mengetuai 136 ahli Umno dari Dewan Undangan Negeri Petagas, menyertai KEADILAN.
Ahmad Yunin menyerahkan borang keahlian kepada Datuk Seri Anwar Ibrahim selepas Ketua Umum KEADILAN itu berucap di pusat beli-belah Tanjung Aru Plaza di sini, malam tadi.
Program anjuran Wanita KEADILAN Sabah yang dihadiri lebih 1,000 penduduk tempatan itu sebahagian daripada siri Jelajah Demi Rakyat di Sabah.
Keadilan Daily difahamkan, pidato Anwar itu adalah adalah pertama kali dijalankan dalam sesebuah pusat beli-belah di negeri berkenaan.
Sabah yang dianggap fixed deposit Umno BN, hampir pasti ditawan Pakatan Rakyat pada PRU 13.
Ia berikutan ramai pemimpin berpengaruh di kalangan masyarakat Islam dan Kristian di Negeri Di Bawah Bayu itu mengisytihar sokongan kepada Pakatan, beberapa bulan lalu.
KEJAHATAN DAN KEZALIMAN SAMSENG UMNOBN MENGUNTUNGKAN PEHAK LAWAN
RENUNGAN: Dalam sebuah HADITS QUDSI Allah SWT berfirman:
“Wahai
para hamba-Ku, sesungguhnya telah AKU haramkan atas diri-KU perbuatan
zalim dan Aku jadikan ia diharamkan di antara kamu; maka janganlah
kalian saling berbuat zalim.”
Sehubungan dengan itu, beliau Rasulullah saw banyak mengeluarkan ancaman dan peringatan keras terhadap kezaliman.
“Dan tolong-menolonglah kalian dalam kebaikan dan takwa, dan janganlah
kalian tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Bertakwalah
kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaan-Nya“ (QS. Al-Maidah:
2).
Di antara wujud ketakwaan seseorang hamba, terutama yang
diperoleh setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan dan ibadah lain,
adalah kemauan yang tulus untuk senantiasa mencegah kemungkaran.
Sebaliknya, keinginan untuk membiarkan dan mendukung kemungkaran tumbuh
subur dalam hati orang-orang yang ingkar. Termasuk orang-orang yang
menganggap dosa sebagai sesuatu yang ringan, laksana melihat lalat yang
hinggap di batang hidungnya. Dukungan orang-orang seperti ini
menyebabkan kemungkaran membesar dan menguat, serta bertahan lama.
Bagi
orang-orang bertakwa, mencegah kemungkaran bukan hanya karena ketakutan
dan kewajiban, yang kalau tidak dilakukan akan berdosa. Juga bukan
hanya karena ingin mendapatkan pahala. Tetapi juga merupakan suatu
keinginan untuk meraih ridha dan kasih sayang dari Allah. Dengan meraih
kasih sayang Allah, semua yang lain akan didapat, termasuk pahala.
Apalagi perbuatan mencegah kemungkaran tak akan sanggup membeli surga
Allah. Surga Allah diperoleh manusia karena kasih sayang Allah.
Untuk
tujuan itu pula, orang-orang bertakwa selalu memikirkan cara-cara untuk
mencegah segala bentuk kemungkaran. Termasuk di antaranya dengan cara
menggalang persatuan. Bagi orang-orang beriman, diajak atau tidak pun,
akan siap sedia untuk bersatu melawan pelaku-pelaku kemungkaran. Apalagi
pelaku-pelaku kemungkaran seringkali bersatu dan membantu lahirnya
kejahatan-kejahatan lainnya.
Madrasah Orientalis
Madrasah Orientalis (1 of 2)
Madrasah Orientalis (2 of 2)