Selasa, 25 Januari 2022

ORANG YANG DIBENCI ALLAH

Orang yang mencela orang lain, ia tidak akan mati sebelum ia mengalami keadaan sebagaimana orang yang dicela.

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ أَبِي يَزِيدَ الْهَمْدَانِيُّ عَنْ ثَوْرِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَعْمَلَهُ.(رواه الترمذي|كتاب صفاة القيامة:2429)

Dari Khalid bin Ma’dan dari Mu’ad bin Jabal ia berkata: Rasulullah SAW bersabda,”Barangsiapa yang mencela saudaranya karena suatu dosa, maka dia belum mati sehingga dia berbuat dosa seperti saudaranya itu.”(HR. At Tirmidzi, kitab shifat al qiyamah, 2429)

Keterangan:

Hadits di atas menurut At Tirmidzi adalah ghorib, karena sanadnya tidak muttashil (sambung). Menurut Ibnu Hajar At Tirmidzi seakan menilainya hasan karena banyaknya hadits senada yang menguatkannya. Sehingga hadits tersebut tidak dapat dilemahkan karena tidak bersambungnya sanad tersebut. Menurut beliau Kholid bin Ma’dan meriwayatkan dari banyak orang dari sahabat-sahabat Mu’adz (dan mereka) dari Mu’adz. Wallahu a’lam.

Hadits di atas melarang mencela atau membicarakan aib orang lain kecuali karena beberapa sebab yang dibenarkan secara syar’i, sebagaimana yang telah dijelaskan pada bab ghibah.

  1. 2.      Termasuk orang yang dikutuk Allah, orang yang berdusta dengan tujuan supaya ditertawakan oleh orang lain (karena dinilai lucu, humoris)

عَنْ بَهْزِ بْنِ حَكِيمٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ .(رواه أبو داود|كتاب الأدب:4338)

Dari Bahzi ibni hakiim, ia berkata: Telah bercerita bapakku dari kakek, beliau berkata: aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda,”Celakalah bagi orang yang berbicara tetapi berdusta untuk menjadikan orang tertawa karenanya. Celaka baginya, dan celaka baginya.”(HR. Ahmad, kitab al-adab, 4338)

Hadits tersebut juga diriwayatkan oleh At Tirmidzi, Ahmad dan Ad Darimi dengan matan (isi) hadits yang sama.

Setiap orang hendaklah menjauhi ini, walaupun mungkin dengan perilaku itu ia mendapatkan keuntungan yang besar di dunia. Bahkan tidak jarang dianggap sebagai sedekah, karena dapat menjadikan orang senyum, tertawa, dan bahagia.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا.(رواه البخاري|كتاب البر والصلة:4721)

Dari Abdillah ia berkata: Rasulullah SAW bersabda,”Hendaklah kalian senantiasa bersikap jujur, karena kejujuran kepada kebajikan, dan kebajikan memimpin kepada surga. Dan hendaklah seseorang selalu berlaku jujur/benar dan ia selalu memilih kejujuran /kebenaran itu sehingga di sisi Allah ditulis sebagai orang yang sangat jujur/jujur. Dan jauhilah dusta, karena dusta memimpin kepada kejahatan, dan kejahatan memimpin kepada neraka. Dan senantiasa seseorang berdusta dan memilih kedustaan sehingga dia dicatat di sisi Allah orang yang sangat dusta.”(HR. Bukhari, kitab albirr wa ashshilah, 4721)

عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ أَنَّهَا سَمِعَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ يَقُولُ أَيُّهَا النَّاسُ….كُلُّ الْكَذِبِ يُكْتَبُ عَلَى ابْنِ آدَمَ إِلاَّ ثَلاَثَ خِصَالٍ رَجُلٌ كَذَبَ عَلَى امْرَأَتِهِ لِيُرْضِيَهَا أَوْ رَجُلٌ كَذَبَ فِي خَدِيعَةِ حَرْبٍ أَوْ رَجُلٌ كَذَبَ بَيْنَ امْرَأَيْنِ مُسْلِمَيْنِ لِيُصْلِحَ بَيْنَهُمَا.(رواه أحمد|مسند القبائل:26289)

Dari Asma’ binti Yazid bahwasannya ia mendengar Rasulullah SAW khutbah, beliau bersabda,”Hai sekalian manusia,… Setiap dusta dicatat dosa atas anak Adam (manusia) kecuali pada tiga perkara, yaitu (1) seorang laki-laki yang berdusta kepada istrinya untuk menyenangkan hatinya, (2) seorang yang berdusta dalam peperangan, (3) orang yang berdusta di antara dua orang muslim untuk mendamaikan keduanya.”(HR. Ahmad, musnad al-qobail, 26.289)

  1. 3.      Permusuhan adalah perbuatan yang dibenci Allah ‘azza wajalla.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِي اللَّهُ عَنْهَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَبْغَضَ الرِّجَالِ إِلَى اللَّهِ اْلأَلَدُّ الْخَصِمُ.(رواه البخاري|كتاب المظالم والغضب:2277)

Dari Aisyah RA dari Nabi SAW, beliau bersabda,”Orang yang paling dibenci oleh Allah adalah orang yang paling membantah atau paling memusuhi.“(HR. Bukhari, kitab almadholim wal ghadlab, 2277)

Alkhosimu adalah sangat bermusuhan, yang selalu berusaha mengalahkan musuhnya. Orang yang berusaha mengalahkan lawan-lawannya dengan memperhatikan segi kelemahan lawan pada beberapa bagian pembicaraannya.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ …وَمَنْ خَاصَمَ فِي بَاطِلٍ وَهُوَ يَعْلَمُهُ لَمْ يَزَلْ فِي سَخَطِ اللَّهِ حَتَّى يَنْزِعَ عَنْهُ.(رواه أبو داود|كتاب الأقضية:3123)

Dari Abdillah bin Umar ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW  bersabda,”Barangsiapa yang mendebat lawan di dalam kebatilan (dalam rasa permusuhan dengan tanpa ilmu) padahal ia mengetahunya, maka senantiasa ia di dalam kemurkaan Allah, sehingga dia mencabut kembali perdebatannya.”(HR. Abu Dawud, kitab al aqdliyah, 3123)

Hadits di atas dengan matan yang lengkap termaktub pada Ibnu Majah dalam kitab al-ahkam, Imam Ahmad dalam musnad Al muktsirin, Ad Darimi dalam kitab wuquutis shalah.

Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras.(QS. Al Baqarah (2):204)

Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), Maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!(QS. Yasin (36):77)

  1. 4.      Haram mendengarkan percakapan orang yang tidak senang didengar percakapannya.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ يَسْتَمِعْ إِلَى حَدِيثِ قَوْمٍ وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ صُبَّ فِي أُذُنِهِ الْآنُكُ (رواه أحمد|مسند بني هشيم:2103)

Dari Ibnu Abbas RA ia berkata Rassulullah SAW bersabda,”Barangsiapa yang mendengarkan percakapan suatu kaum padahal mereka tidak senang kepadanya, maka akan dituangkan pada dua telinganya timah pada hari kiamat kelak.”(HR. Ahmad, Musnad Bani Hasyim, 2103)

Imam Bukhari meriwayatkan dalam kitab at-ta’bier. Sedang at Tirmidzi meriwayatkan dalam kitab allibas, dan hadits ini dinilai hasan shahih.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَوَّرَ صُورَةً عَذَّبَهُ اللَّهُ حَتَّى يَنْفُخَ فِيهَا يَعْنِي الرُّوحَ وَلَيْسَ بِنَافِخٍ فِيهَا وَمَنِ اسْتَمَعَ إِلَى حَدِيثِ قَوْمٍ وَهُمْ يَفِرُّونَ بِهِ مِنْهُ صُبَّ فِي أُذُنِهِ الْآنُكُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.(رواه الترمذي|كتاب اللباس:1673)

Dari Ibnu Abbas ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,”Barangsiapa yang menggambar suatu gambar (makhluk yang bernyawa) Allah akan mengadzabnya sehingga ia meniupkan ruh padanya, padahal ia tidak akan mampu meniupkannya. Dan barangsiapa yang mendengarkan percakapan suatu kaum padahal mereka tidak senang kepadanya, maka akan dituangkan pada dua telinganya timah pada hari kiamat kelak.”(HR. At Tirmidzi, kitab allibas, 1673)

Terkait dengan hadits di atas para ulama’ berpendapat sebagai berikut;

  1. a.       Abdil Barr : Tidak boleh bagi seseorang masuk pada dua orang yang sedang berbicara dalam keadaan pembicaraan keduanya itu.
  2. b.      Ibnu Hajar: Tidak boleh bagi orang yang masuk pada keduanya duduk di sisi keduanya, sekalipun jauh dari keduanya kecuali dengan seizin keduanya.

5. Orang yang sibuk mencari aib orang lain tidak disenangi Alloh.

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم طُوْبَى لِمَنْ شَغَلَهُ عَيْبُهُ عَنْ عُيُوْبِ النِّاسِ.(أخرجه البزار بإسناد حسن)

Dari Anas RA ia berkata: Rasulullah SAW bersabda,”Kebahagian bagi orang yang sibuk melihat cacatnya dari melihat cacat orang lain.”(HR. Al Bazzar dengan sanad yang baik)

Setiap orang mempunyai cacat, maka beruntunglah orang yang menyibukkan diri mencari cacatnya untuk berbenah diri dari pada sibuk mencari cacat atau aib orang lain. Kesibukan mencari cacat orang lain akan berlanjut pada menghinakan dan merendahkan orang lain.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.(QS. Al Hujurat (49):11)


Khamis, 20 Januari 2022

Hukum Bermusuhan Sesama Islam

1. Silaturahmi (menyambung hubungan kekeluargaan) dan haram memutuskannya.

Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk sehingga setelah selesai menciptakan mereka, bangkitlah rahim (hubungan kekeluargaan) berkata: Ini adalah tempat bagi orang berlindung (kepada-Mu) dengan tidak memutuskan tali silaturahmi. Allah menjawab: Ya. Apakah kamu senang kalau Aku menyambung orang yang menyambungmu, dan memutuskan orang yang memutuskanmu? Ia berkata: Tentu saja. Allah berfirman: Itulah milikmu. Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Bacalah ayat berikut ini kalau kalian mau: Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan telinganya dan dibutakan matanya. Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran ataukah hati mereka terkunci. (Shahih Muslim No.4634)

Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Rahim (tali persaudaraan) itu digantungkan pada arsy, ia berkata: Barang siapa yang menyambungku (berbuat baik kepada kerabat), maka Allah akan menyambungnya dan barang siapa yang memutuskan aku, maka Allah pun akan memutuskannya. (Shahih Muslim No.4635)

Hadis riwayat Jubair bin Muth`im Radhiyallahu’anhu: Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam. bahwa beliau bersabda: Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan hubungan kekeluargaan. (Shahih Muslim No.4636)

Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Barang siapa yang merasa senang bila dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah dia menyambung hubungan kekeluargaan (silaturahmi). (Shahih Muslim No.4638)

2. Pengharaman saling mendengki, saling membenci dan saling bermusuhan· 

Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Janganlah kamu saling membenci, saling mendengki dan saling bermusuhan, tetapi jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudaRadhiyallahu’anhu Tidak halal seorang muslim mendiamkan (tidak menyapa) saudaranya lebih dari tiga hari. (Shahih Muslim No.4641)

3. Haram mendiamkan lebih dari tiga hari tanpa alasan syara· 

Hadis riwayat Abu Ayyub Al-Anshari Radhiyallahu’anhu: Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Tidak halal seorang muslim mendiamkan (tidak mau menyapa) saudaranya lebih dari tiga malam di mana keduanya bertemu lalu yang ini berpaling dan yang itu berpaling. Yang terbaik di antara keduanya ialah orang yang memulai mengucapkan salam. (Shahih Muslim No.4643)

4. Haram berburuk sangka, mencari-cari aib orang lain, saling bersaing dalam kehidupan dunia, saling menjerumuskan dan sebagainya· 

Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Hindarilah oleh kamu sekalian berburuk sangka karena buruk sangka adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kamu sekalian saling memata-matai yang lain, janganlah saling mencari-cari aib yang lain, janganlah kamu saling bersaing (kemegahan dunia), janganlah kamu saling mendengki dan janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling bermusuhan tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudaRadhiyallahu’anhu (Shahih Muslim No.4646)

5. Haram berbuat zalim . Hadis riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu, ia berkata: 

Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Sesungguhnya kezaliman itu akan mendatangkan kegelapan-kegelapan pada hari kiamat kelak. (Shahih Muslim No.4676)

Hadis riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Seorang muslim itu adalah saudara muslim lainnya, dia tidak boleh menzaliminya dan menghinakannya. Barang siapa yang membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan memenuhi keperluannya. Barang siapa yang melapangkan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah akan melapangkan satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan hari kiamat nanti. Dan barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.4677)

Hadis riwayat Abu Musa Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung akan mengulur-ulur waktu bagi orang yang zalim. Tetapi ketika Allah akan menyiksanya, maka Dia tidak akan melepaskannya. Kemudian beliau membaca firman Allah: Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras. (Shahih Muslim No.4680)

6. Menolong saudara muslim yang zalim dan yang dizalimi

Hadis riwayat Jabir bin Abdullah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Dua orang pemuda, yang satu dari golongan Muhajirin dan yang lain dari kaum Ansar, saling berbaku-hantam. Seorang dari kaum Muhajirin berteriak: Wahai kaum Muhajirin! Dan seorang dari Ansar juga berteriak: Wahai orang-orang Ansar! Kemudian keluarlah Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. dan berkata: Ada apa ini? Kenapa harus berteriak dengan seruan jahiliah? Mereka menjawab: Tidak ada apa-apa wahai Rasulullah! Kecuali ada dua pemuda yang berkelahi sehingga seorang dari keduanya memukul tengkuk yang lain. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Kalau demikian, tidak apa-apa! Tapi hendaklah seseorang itu menolong saudaranya yang lain baik yang zalim maupun yang dizalimi. Kalau ia berbuat kezaliman hendaklah dicegah karena begitulah cara memberikan pertolongan kepadanya dan apabila dizalimi maka hendaklah ia membelanya. (Shahih Muslim No.4681)

7. Saling kasih, saling menyayang dan saling membantu di antara orang-orang mukmin

Hadis riwayat Abu Musa Radhiyallahu’anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Seorang mukmin terhadap mukmin yang lain adalah seperti sebuah bangunan di mana bagiannya saling menguatkan bagian yang lain. (Shahih Muslim No.4684)

Hadis riwayat Nukman bin Basyir Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling kasih, saling menyayang dan saling cinta adalah seperti sebuah tubuh, jika salah satu anggotanya merasa sakit, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakan sulit tidur dan demam. (Shahih Muslim No.4685)

8. Keutamaan bersikap lembut

Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahu’anhu istri Nabi Shallallahu alaihi wassalam.: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Wahai Aisyah! Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut yang menyukai kelembutan. Allah akan memberikan kepada orang yang bersikap lembut sesuatu yang tidak diberikan kepada orang yang bersikap keras dan kepada yang lainnya. (Shahih Muslim No.4697)

9. Pengharaman dusta dan dusta yang mubah

Hadis riwayat Ummu Kaltsum binti Uqbah Radhiyallahu’anhu: Bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Bukanlah termasuk pendusta orang yang berdusta untuk mendamaikan antara manusia. Dia berkata yang baik dan menyampaikan yang baik pula. (Shahih Muslim No.4717)

10. Haram mengadu-domba di antara manusia

Hadis riwayat Abdullah bin Masud Radhiyallahu’anhu: Sesungguhnya Muhammad Shallallahu alaihi wassalam. pernah bersabda: Maukah kamu sekalian aku beritahukan tentang apa itu adhhu? Adhhu adalah perkataan adu-domba yang selalu diucapkan di antara orang banyak. Dan sesungguhnya Muhammad Shallallahu alaihi wassalam. juga pernah bersabda: Sesungguhnya seseorang selalu berkata jujur sehingga dia tercatat sebagai orang jujur dan seseorang selalu berdusta sehingga dia dicatat sebagai seorang pendusta. (Shahih Muslim No.4718)

11. Keutamaan orang yang dapat menguasai dirinya ketika marah, dan cara meredahkan kemarahan

Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Bukanlah orang kuat itu dengan menang bergulat, tetapi orang yang kuat ialah orang yang dapat menguasai dirinya ketika marah. (Shahih Muslim No.4723)

Hadis riwayat Sulaiman bin Shurad Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Dua orang pemuda saling mencaci di hadapan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. lalu mulailah mata salah seorang dari mereka memerah dan urat lehernya membesar. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Sesungguhnya aku tahu suatu kalimat yang apabila diucapkan, maka akan hilanglah kemarahan yang didapati yaitu “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk”. Lelaki itu berkata: Apakah engkau menyangka aku orang gila?. (Shahih Muslim No.4725)

12. Larangan memukul wajah

Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Apabila salah seorang kamu bertengkar dengan saudaranya, maka hindarilah pemukulan wajah. (Shahih Muslim No.4728)

13. Larangan menghunus senjata ke arah seorang muslim

Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Abul Qasim Shallallahu alaihi wassalam. pernah bersabda: Barang siapa yang menghunuskan senjata ke arah saudaranya, maka malaikat akan terus mengutuknya sampai ia melepaskannya meskipun dia itu adalah saudara kandungnya sendiri. (Shahih Muslim No.4741)

14. Anjuran mempergauli orang-orang saleh dan menjauhi kawan-kawan yang jahat

Hadis riwayat Abu Musa Radhiyallahu’anhu: Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam., beliau bersabda: Sesungguhnya perumpamaan berkawan dengan orang saleh dan berkawan dengan orang jahat adalah seperti seorang penjual minyak wangi (misk) dan seorang peniup dapur tukang besi. Penjual minyak wangi, dia mungkin akan memberikan kamu atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapatkan aroma harum darinya. Tetapi peniup dapur tukang besi, mungkin dia akan membakar pakaianmu atau kamu akan mencium bau yang tidak sedap. (Shahih Muslim No.4762)

15. Apabila Allah mencintai seorang hamba maka Allah akan membuat hamba-hamba-Nya yang lain mencintainya

Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan memanggil Jibril dan berkata: Sesungguhnya Aku mencintai si polan maka cintailah dia! Jibril pun mencintainya. Kemudian dia menyeru para penghuni langit: Sesungguhnya Allah mencintai si polan, maka cintailah dia! Para penghuni langitpun mencintainya. Kemudian dia pun diterima di bumi. Dan apabila Allah membenci seorang hamba, maka Dia memanggil Jibril dan berkata: Sesungguhnya Aku membenci si polan, maka bencilah pula dia! Jibril pun membencinya. Kemudian dia menyeru para penghuni langit: Sesungguhnya Allah membenci si polan, maka bencilah kepadanya. Para penghuni langit pun membencinya. Kemudian kebencianpun merambat ke bumi. (Shahih Muslim No.4772)